semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI H
setelah menatap pemuda di samping rara, bu hasna kembali bertanya pada putrinya, dan rara pun menceritakan semua kejadiannya hingga bertemu dengan pemuda yang menolong nya, bu hasna menatap kearah pemuda itu dan dengan cepat pemuda itu bersuara
"kenalin tante, saya hafiz,, kebetulan tadi saya mau ke toilet dan gk sengaja dengar suara orang minta tolong jadi saya coba mendekat dan ternyata mbak nya sedang dalam musibah "
"Terima kasih banyak nak hafiz,, kalau gak ada kamu tante gak tau apa yng akn terjadi pada anak tante,, sekali lagi terimah kasih banyk nak hafiz " ucap bu hasna menepuk pundak hafiz
"maksi banyak ya, aku berhutang budi sama kamu " ucap rara kemudian diangguki oleh hafiz, setelah semuanya merasa aman dan tenang mereka kembali ke acara Sinta
"ra... lo kemana aja?? "
"anu rit... tadi ada sedikit musibah"
"haaa... gimana... jadi apa semuanya baik bik saja"
"alhamdulillah.. sudah baik kok semunya.. yaudah yuk kita naik keatas " ajak rara pada sahabat nya
"foto dulu yuk.. " ucap rara pada Sinta, dengan bahagia mereka sudah bersiap ,tiba tiba suami Sinta memanggil seseorang di bawah panggung, karna ketiga wanita itu sedang sibuk menata rambut gaun dan expresi wajah nya mereka tidak menyadari dua orang berjalan menghampirinya dan salah satu pria itu langsung menuju disamping rara , rara baru menyadari kehadiran nya dan saat melihatnya rara sedikit terkejut kemudian tersenyum
"halo mbak"sapa pria itu
"halo juga,, dok" jawab rara mereka pun saling melempar senyum nmun berbeda dengan pria di samping suami Sinta, ada raut wajah kecewa, cemburu, namun sebisa mungkin dia memasang wajah bahagia, mereka semua mengambil gaya saat berfose , setelah selesai menggunakan kamera khusus acar rara mengeluarkan ponselnya lalu menyerahkan pada juru kameramen untuk memotretnya dan juga beberapa foto hasil tangan nya sendiri, setelah merasa puas semuanya kembali turun dari atas panggung dan langsung menuju meja tamu disanalah rara duduk bersama rita, saat sedang asyk mengobrol hafizt datang menghampiri nya dengan segelas minuman ditangannya
"maaf... boleh gabung?? " rata dan rita sontak menoleh
"eh.. iya.. boleh boleh.. silahkan" jawab rita hafiz dan rara hanya saling melempar senyum ketiganya pun saling bertukar cerita
"ra.. aku ke toilet dulu ya.. " langsung buru buru pergi dari meja tersebut
"tapi rit... " ucapan rara terputus karna rita sudah menjauh darinya kini tinggal lah hnya rara dan hafiz di meja tersebut keduanya merasa canggung
"mau minum? " tanya hafiz
"emm.. boleh" hafiz mengangkat tangan pada salah satu pelayan disana, dan dengan cepat pelayan itu menghampirinya dengan loyang berisi beberapa gelas minuman.. hafiz mengambil satu gelas lalu menyerahkan pada rara
"terimah kasih" ucap rara lalu meneguk minuman nya
"em..... maaf, mbak masih kuliah atau"
"sudah janda" jawab rara dengan cepat namun sedikit malu, Fariz sedikit terkejut namun dengn cepat meminta maaf.
"maaf.. saya gak tau itu"
"gak apa apa"
"ra.. mau pulang bareng atau belakangan.. mama dan papah sudah mau pulang duluan ? " tanya bu hasna yng datang dari arah belakang rara
"apa gak apa apa mah kalau aku pulang nanti ? "
"gak apa apa kok nak.. yaudah kalau gitu mama pulang duluan ya,, hati hati kamu dijalan" ucap bu hasna berpamitan pada putrinya
"mbak punya saudara?? " tanya hafiz lagi
"nggak.. aku anak tunggal"
"bisa minta no,,, "
"hay mbak!! " tiba tiba pak dokter datang dan menyapa rara
"eeh.. hay pk dokter" jawab rara