Kevin adalah anak dari seorang pengusaha terkenal, memiliki sifat dingin karena ia pernah disakiti oleh tunangannya. Ia lari dari kejaran gengster suruhan lawan bisnisnya yang menculiknya. Kevin yang menahan luka tusuk akibat percobaan melarikan dirinya, mempertemukannya dengan perempuan yang sederhana bernama Putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak usah menggangguku
Semua persiapan penjemputan Kevin O'Leary dan istri yang baru dinikahinya sudah siap. Dan tidak perlu menunggu lama, mereka sudah berada di sebuah mobil yang.. wow.. fantastis.
"Sebenarnya aku ini menikah dengan siapa sih?" tanya Putri dalam hati.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Kevin.
"Hm.. gak kok.. aku hanya lelah"ucap Putri masih mencari jawaban atas pertanyaannya itu.
"Nanti aku pijat kamu kalau lelah" senyum itu..
membuat bulu kuduk Putri jadi berdiri.
"Oh.. tidak.tidak.. tidak perlu. Aku hanya butuh istirahat saja." deg.. darah Putri seketika berhenti.
Kevin hanya tersenyum melihat istrinya itu.
Ia membuka agenda yang akan dia kerjakan selama di sana.
Pintu mobil terbuka. Mereka turun dengan pengawalan yang sangat ketat.
Pintu kamar hotel terbuka, dan Putri hanya mengintip.
"Ayo masuk. Kenapa masih di sana." Kevin menarik tangan Putri yang masih malu-malu.
"Ini kamar kita. Di sini kita akan bulan madu sekaligus mengurus pekerjaan di sini. Kamu tidak keberatan kan kalau siang hari aku tinggalkan kamu."
Putri menggelengkan kepala.
Ia sadar kalau di sana ia akan mengurus keperluan Kevin.
"Jangan membuat suasana hati si bos ya, nona.. Aku akan menyusul" pesan Ajin, sang sekretaris Pribadi Kevin.
"Di sana kamar mandinya. Mandilah duluan. Baru kita istirahat" Kevin tersenyum manis.
"Aku akan mengecek pekerjaan sebentar." lanjutnya sambil terus memegang ponselnya.
Putri merasa segar. Rambutnya di bilas dengan shampo beraroma, entah itu aroma apa. Ia biasa memakai shampo merk zz. Tapi aroma shampo ini sangat membuat ia nyaman.
Putri mengendap-endap melihat Kevin yang masih dengan ponselnya.
Diambil baju untuk salinan Kevin setelah mandi.
"Huft.. aamaaan.." ucapnya menarik nafas lega, dan menyenderkan badannya di sofa, ia memejamkan matanya.
"Sayang.. tidur di kasur saja."
Deg... apa ini, kenapa Kevin mencium pipi Putri. Lebih baik menutup mata, kan Kevin menganggap kalau dia tertidur.
Kevin mengangkat tubuh mungil Putri ke atas kasur. Jantung Putri berdegup kencang.
Ia menutup matanya.
Kevin meletakkan Putri di atas kasur dengan sangat hati-hati.
"Tidurlah sayang, kau sangat lelah hari ini. Terima kasih sudah mau mendampingiku. Kau adalah perempuan yang bisa membuat jantungku berdegup kencang. Semoga pernikahan kita tidak akan terpisahkan. I love you, honey" Kevin membelai rambut Putri dan mencium keningnya.
Putri tersentuh dengan ucapan Kevin. Ia tersenyum. Ia pernah mengira, kalau Kevin tidak benar-benar mencintainya.
"Aaahh... Tuhan... Ini jalan yang Kau pilihkan untukku. Tapi aku masih ragu, apakah keluarganya akan menerima aku?" hati kecil Putri berbicara. Ia sangat sedih kalau tidak mengantongi restu dari keluarga Kevin. Karena Kevin tidak memberitahu tentangnya kepada keluarganya.
Kevin memanjakan dirinya dengan berendam di air hangat. Sebenarnya matanya sangat mengantuk. Tapi kebiasaan dia untuk bersih-bersih sebelum naik ke tempat tidur, mengharuskan ia masuk ke dalam kamar mandi.
Ponselnya berdering.
Tertera nama *pengacau* di sana.
"Ada apa kau menelpon aku" sapa Kevin ketus.
"Kakak.. apa benar kau berada di UK? Aku akan mengunjungimu"
Kevin membelalakkan matanya.
"Tidak.. tidak perlu. Aku tidak butuh kunjunganmu. Sudah, aku mau tidur. Tidak usah menggangguku. Aku di sini untuk bekerja. Bukan kau yang hanya foya-foya" Kevin menutup panggilan itu.
Itu adik satu-satunya Kevin.
Ia keluar dari kamar mandi, dan melihat Putri yang tertidur pulas, dengan tubuh terlentang.
Ia bisa melihat kelakuan tidur istrinya yang menggemaskan. Kemudian ia...
*Yeay.. makin penasaran sama Kevin dan Putri kaaan.. Ayo dukung karya ini dengan vote sebanyak-banyaknya ya, biar author makin semangat 😍😍😍 Terima kasih semuaaa🥰🥰
masa rani lupa sama masa lalunya