Aisyah Huriyya Atmaja, gadis cantik keturunan ningrat dari Jogjakarta yang memutuskan untuk kuliah di Jakarta. Memiliki kisah cinta masa kecil dengan seorang putra kyai pemilik pondok pesantren yang terus terbawa hingga ia dewasa. Mempunyai impian untuk bisa mengunjungi Tajmahal di India.
Hamzah Alghazali, seorang pemuda gagah penuh kharisma, yang baru saja lulus dari Al-Ahzar, Mesir. Dia adalah putra sulung seorang Kyai pemilik sebuah pondok pesantren yang terkemuka di Jogjakarta.
Dengan demikian, dia lah penerus ayahanda nya kelak.
William Stevan Ballard, pria Indo-Jerman yang baru saja menyelesaikan sekolah bisnis nya di Canada, dan kembali ke Indonesia untuk menjadi Presdir muda di sebuah perusahaan executive di Jakarta milik Ayahnya.
mempunyai motto hidup :
One Life - One Wife.
Kisah antara Aisyah dan Hamzah nyaris sempurna.
Tapi kehadiran William ternyata mengubah segalanya.
Bagimanakah kisah mereka bertiga??
Siapakah yang akhirnya menjadi takdir cinta Aisyah??
Ayat Cinta Aisyah, kisah cinta yang menggugah jiwa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohana Kadirman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kado Julia
"Ting ting ting...!" Julia memukul gelasnya dengan sendok, "Give me attention please..." Ucapnya meminta perhatian.
"Thank you." Julia tersenyum, lalu berdiri.
"This night, i just wanna say... That this day is my birthday. And now... I'm twenty years old. Yeaaaay..." Julia bertepuk tangan untuk dirinya sendiri. Kami yang hadir di taman itu, serempak ikut memberi tepukan tangan untuk Julia.
"Sebelum acara makan malam ini di mulai, aku ingin menguncapkan very very big thanks, untuk daddy dan mommy, atas segala cinta dan kasih sayangnya yang telah kalian berikan untukku. I love you Dad, Mom..." Julia membungkuk ke arah Mr. Ballard dan Ny. Mariam, kedua orang tuanya.
"I love you too honey, kau permata hati mommy." Ucap Ny. Mariam.
"I love you too my princess." Sahut Mr. Ballard, tak mau kalah dari istrinya.
"Terimakasih banyak juga, untuk kakakku tersayang, my brother William. Maaf jika sering merepotkanmu, tapi percayalah, aku menyayangimu Will." Julia memberi isyarat ciuman jauh untuk William.
William tersenyum dan melambaikan tangan kepada Julia.
"Terimakasih juga, untuk bibiku tersayang, Bibi Nadira. I love you Bibi." Julia memberikan ciuman jauh untuk bibinya.
"Bibi juga menyayangimu Julia." Ibu Nadira tersenyum dan membalas ciuman jauh Julia.
"Dan untuk semua teman-temanku yang hadir di sini, Rana, Kimmy, Tata, Yana, Silva, Sam, Julio, Kevin, Ruben, David, dan... Aisyah. I love you all."
"Okey... Sekarang kita bisa mulai makan malamnya. Lupakan diet untuk malam ini." Ucap Julia, yang kemudian di sambut gelak tawa kami semua.
Julia kembali duduk di kursinya.
"Bersulang untuk putriku, Julia." Mr. Ballard mengangkat gelasnya, dan kami semua yang hadir mengikutinya.
Kami pun memulai makan malam.
Ada yang cukup menarik di perayaan ulang tahun julia. Dan hal itu, cukup membuatku kagum dengan keluarga Julia.
Perayaan ulang tahun julia, tak seperti perayaan ulang tahun para borjuis pada umumnya. Menurutku, bahkan perayaan ulang tahun Julia ini cukup sederhana. Hanya di hadiri orang-orang terdekatnya. Orang tuanya, kakaknya, bibinya, teman-teman dekatnya, dan diriku.
Sebenarnya, disini akulah yang merasa paling asing. Dalam artian, aku bukanlah keluarga Julia, bukan juga teman dekat Julia. Karena aku dan Julia bisa di bilang, baru saja kenal belum lama. Tapi kenapa aku di undang di pesta ini? Apa Julia menganggapku teman dekat? Atau karena hal lainnya?
Oh iya, satu lagi nilai plus untuk Julia dan keluarga nya di mataku. Ini adalah acara ulang tahun, tapi aku sama sekali tak melihat ada kue tar maupun lilin ulang tahun. Ya, tak ada acara tiup lilin seperti perayaan ulang tahun pada umumnya. Dan ternyata, keluarga Julia memang tak pernah merayakan ulang tahun atau perayaan apa pun lainnya dengan meniup lilin. Hal itu kerena, Ny. Mariam tak mengizinkannya.
Rupanya, dulu Mr. Ballard sebelum menikah dengan Ny. Mariam, dia beragama Nasrani. Ketika menikahi Ny. Mariam, barulah dia memeluk Agama Islam. Karena Ny. Mariam, ketika itu, tak mau di nikahi oleh Mr. Ballard, kecuali Mr. Ballard mengikuti keyakinannya, yaitu memeluk Agama Islam.
Meskipun Ny. Mariam, tak terlihat seperti muslimah yang taat (red: tak mengenakan kerudung) tapi Ny. Mariam ternyata cukup memahami bahwa dalam Islam tak ada acara tiup lilin dan sebagainya untuk merayakan hari ulang tahun. Maka, demikianlah, tak ada kue tar dan lilin di acara ulang tahun Julia.
Aku mengambil air minum di depanku, karena aku sudah selesai makan. Sekilas, aku menatap lagi depan, ke arah William. Aku hanya ingin memastikan satu hal.
Benar saja dugaanku.
William sedang menikmati potongan buah pear dan anggur di depannya. Di menusuk buah pear dengan garpu buah, lalu memakannya. Tapi, matanya tetap tertuju ke depan. Menatap tajam ke arahku.
Tiba-tiba William berdiri dengan mengangkat gelasnya.
"Ting ting ting...!" William memukul gelasnya dengan garpu buahnya tadi.
"Karena semua sudah selesai makan, sekarang aku butuh perhatiannya sebentar." Ucap William kemudian.
"Sepertinya, semua orang yang hadir disini, sudah memberikan kado untuk Julia. Rasanya tak adil jika aku sebagai kakaknya, tidak memberikan hadiah juga untuknya." William memandang Julia.
Julia terlihat cukup antusias, senyumnya melebar. Ia tak sabar menanti hadiah apa yang akan di berikan oleh kakaknya itu.
"Baiklah... Karena hadiah ini cukup berat jika harus ku angkat ke sini, maka aku hanya membawa satu bagian kecil saja dari hadiah itu kesini." William merogoh sesuatu dari sakunya.
Ia kini memegang sebuah kotak kecil, selebar tak lebih dari ukuran telapak tangan. Sebuah kotak kecil berwarna hitam, dengan ikatan pita warna merah di atasnya.
"Ini, tangkaplah hadiahmu." William melemparkan kotak kecil itu kepada Julia.
Julia serta merta berdiri dan menangkap kotak itu. Hampir saja dia gagal menangkapnya.
"I get it!" Julia mengacungkan kotak itu.
"Bukalah, semoga kau menyukainya." Ucap William.
"Kenapa kotak ini kecil sekali?" Julia mengamati kado dari William. "Dan ringan sekali." Julia mengguncang- guncang kotak itu di dekat telinganya.
"Apa ini tiket liburan?" Julia menebak isi kadonya.
"Ayo, bukalah honey. Kami semua disini jadi ikut penasaran." Ucap Mr. Ballard.
"Okey, akan aku buka sekarang." Julia mulai membuka kado dari kakaknya itu. Ia melepas pitanya, dan membuka kotaknya. Seketika Julia membelalakkan matanya melihat isi kotak itu.
"Are you sure? Will?" Julia menatap William dengan mata berbinar. Ia terlihat sangat gembira.
"Yes, off course!" Sahut William dari tempat duduknya.
"I get a car! I get a car! William membelikanku mobil!" Julia mengambil isi di dalam kotak kado kecil itu, yang ternyata adalah sebuah kunci mobil.
Julia mendatangi William, ia memeluk kakaknya itu dari belakang. "Thanks Will, you are the best!" Ucap Julia penuh rasa girang.
"Ya ya ya... Kau pantas mendapatkannya. Lagian kau sudah 20 tahun sekarang. Kau adalah Julia, tak harus seratus persen menjadi seperti mommy. Bukan begitu Dad??" William menatap Mr. Ballard dengan senyum lebar.
"Yeah... Tentu saja. Julia adalah Julia. Meskipun sebenarnya aku merasa cukup terpaksa." Mr. Ballard mengedikkan bahunya, pasrah.
"Ha ha ha..." Kami semua yang hadir tertawa melihay ekpresi wajah Mr.Ballard yang pasrah, namun justru terlihat sangat lucu.
"So, where is my car??" Julia bertanya kepada William.
"Kau sudah punya kuncinya, kenapa kau tidak coba pencet saja kuncinya?" Sahut William.
"Oh, yeah. Right!" Julia menjentikkan jarinya. Ia kemudian memencet kunci mobil di tangannya."
"Bip bip!" Tersengar suara alarm mobil dari arah garasi. Julia serta merta berlari ke arah garasi.
"Oh... My car, im coming!" Pekik Julia.
"Ha ha ha..." Mr. Ballard menertawakan Julia. "Julia sudah pandai menyetir mobil sejak masih SMP. Dia selalu menginginkan mobil sejak dulu. Tapi dia baru mendapatkan keinginannya di usianya yang ke-20 tahun. Jadi, wajar jika dia bertingkah seperti itu." Ucap Mr. Ballard sambil tertawa.
*Aisyah foto bareng Julia (ilustrasi visual)
_____________Bersambung____________
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah mampir membaca Novel Ayat Cinta Aisyah.
Ini adalah karya pertama saya,.
Baruu belajar nulis
Beri dukungannya dengan cara
LIKE dan VOTE ya,..
Tinggalkan salam juga di kolom komentar.
❤️Rohana Kadirman❤️
maaf Thor baru balik dukung karya 🙏🙏