NovelToon NovelToon
Godaan Tetangga Seksi

Godaan Tetangga Seksi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:833.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Misi Kepenulisan Noveltoon


Rumput tetangga lebih hijau, itu sudah biasa. Bagaimana kalau tetangga sebelah lebih seksi? Uh ... la ... la ... siapa yang tak tergoda?

Rumah tangga Inggit Katharina dan Fandi Haran terlihat baik-baik saja di luar. Banyak foto-foto romantis mereka di halaman majalah bisnis. Siapa sangka semua itu hanya akting semata?

Inggit yang kesepian mulai tergoda tetangga sebelah rumahnya, Dalvin Haris, pengusaha muda yang seksi dan menggoda. Bagaimana kalau Dalvin juga menyukai Inggit? Apakah hasrat liar mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trauma Masa Lalu

"Tentang Inggit. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Fandi dengan wajah seriusnya.

Dalvin menghela nafas dalam lalu membukakan pintu lebih lebar agar Fandi bisa masuk ke dalam rumahnya. "Masuklah!"

Fandi masuk ke dalam rumah Dalvin, hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Fandi duduk di sofa sementara Dalvin mengambil minuman dingin untuk saingan cintanya tersebut dan menaruhnya di atas meja.

"Aku dan Inggit adalah teman sejak kecil." Dalvin duduk di seberang Fandi.

"Jangan bohong! Jelas-jelas Inggit tak mengenalmu. Bagaimana mungkin kalian bisa berteman sejak kecil," kata Fandi tak percaya.

"Semua karena ... Inggit mengalami amnesia."

"Hah? Alasan macam apa itu? Kamu pikir kita hidup di dunia sinetron dimana pemeran utamanya tertabrak mobil lalu mengalami amnesia? Klasik sekali kisahmu," cibir Fandi sambil tersenyum mengejek.

"Terserah kamu mau percaya atau tidak, memang itu kenyataannya. Seperti yang kamu bilang, kisah kami klasik. Inggit tertabrak mobil waktu kecil dan tak mengingat siapapun, termasuk aku dan keluarganya," jawab Dalvin dengan santai meski telah diejek Fandi.

"Lantas bagaimana kamu bisa tahu kalau Inggit adalah teman kecilmu dulu?" Fandi mulai percaya dengan cerita Dalvin. Raut wajah Dalvin menggambarkan kalau dirinya berkata jujur. Tak ada alasan baginya berbohong.

"Aku mencarinya seumur hidupku. Aku tak langsung menemukannya. Inggit tertabrak mobil dan aku mengalami trauma berat sampai harus konsultasi ke psikiater selama bertahun-tahun lamanya. Inggit dinyatakan hilang saat kejadian, ada yang bilang kalau Inggit sudah meninggal namun aku tak percaya dan terus mencari sampai kutemukan makamnya. Aku menyesal karena terlalu lemah menjadi laki-laki, apa daya, rasa trauma dalam diriku terlalu besar. Saat aku sembuh, aku kehilangan Angel."

"Angel?" Fandi mengerutkan keningnya. "Nama asli Inggit adalah Angel?"

Dalvin menganggukkan kepalanya. "Ya, Angel adalah nama asli Inggit. Indah bukan nama aslinya, Angel, sifatnya baik seperti namanya. Berhati malaikat meski sudah kamu sakiti bertahun-tahun lamanya."

Fandi merasa tercubit hatinya mendengar sindiran Dalvin. Memang benar selama ini dia sudah menyia-nyiakan gadis sebaik Inggit.

"Lalu kenapa kemarin Inggit maksudku Angel menangis sampai histeris?" tanya Fandi lagi.

"Karena ingatan Angel sudah kembali. Itulah kenapa dia memanggilku Avin, nama panggilanku saat kecil dulu. Ingatan Angel terhenti sampai ia tertabrak mobil karena itu ia menanyakan lagi kemana orang tuanya. Angel sudah melihat rumah kedua orang tuanya yang kosong, mungkin bekas garis polisi sudah hilang karena terlalu lama kosong. Angel masih penasaran kemana kedua orang tuanya. Terpaksa aku memberitahunya."

"Kenapa kamu beritahu? Kamu bisa saja berbohong? Karena kebodohanmu memberitahu Inggit, dia jadi histeris dan sekarang terus menerus bersedih dan mengurung diri," omel Fandi.

Dalvin tersenyum mendengar perkataan Fandi. "Kasihan sekali ya jadi Angel, punya suami kok bodohnya enggak ketulungan. Jelas aku harus memberitahu, kalau tidak kuberitahu, dia akan mencari tahu sendiri dan itu berbahaya bagi keselamatannya. Bodoh kok dipelihara," cibir Dalvin.

Fandi mengacuhkan hinaan Dalvin. Ia malah penasaran dengan apa yang Dalvin katakan. "Keselamatan? Memangnya kenapa dengan keselamatan Inggit? Siapa yang mau mengancam keselamatannya?"

"Orang yang membunuh kedua orang tua Angel."

"Dibunuh? Orang tua Inggit meninggal dibunuh?"

Dalvin geleng-geleng kepala melihat Fandi yang beberapa kali terlihat terkejut dengan informasi yang diberikannya. Memang benar, predikat pengusaha muda sukses tak cocok dialamatkan padanya. Kebanyakan bertanya dan tak mau mencerna apa yang orang lain katakan. Cowok egois. Kasihan Inggit selama 3 tahun selalu mengalah padanya.

"Aku sudah bilang kalau ada garis polisi bukan? Kenapa sih begitu saja bertanya? Bodoh sekali! Angel saja langsung paham penyebabnya saat kukatakan kedua orang tuanya meninggal." Dalvin kesal dengan kebodohan Fandi. Bagaimana Fandi bisa melindungi Inggit kalau bodoh begitu? pikir Dalvin.

"Maaf. Tolong ceritakan semuanya sejak awal. Aku mau semuanya jelas jadi aku bisa melindungi istriku," pinta Fandi dengan sungguh-sungguh.

Dalvin pun menceritakan apa yang terjadi waktu itu.

.

.

.

Dalvin merasa curiga melihat ada banyak mobil dengan laki-laki yang berjaga di luar rumah Angel. Ia pun bertanya pada Angel apakah ada pintu belakang agar ia bisa masuk tanpa ketahuan.

Dalvin meminta Angel berjaga di luar. "Kalau aku tak keluar dalam waktu lama, kamu cepat lari dan minta tolong ya!" pesan Dalvin.

Wajah Angel yang ketakutan mengangguk patuh. Dalvin diam-diam masuk ke dalam rumah. Beruntung ia masuk lewat pintu belakang karena di bagian depan rumah sudah berjaga dua pria berbadan besar dengan pakaian bak preman.

Tubuh Dalvin yang kurus memudahkannya masuk ke dalam tanpa terlihat. Dalvin memutuskan bersembunyi di tempat cuci baju. Ada bed cover yang hendak dicuci. Ia bersembunyi di sana dan melihat pemandangan yang membuatnya trauma seumur hidup.

Di bagian tengah rumah, nampak Papa Angel sedang berlutut dengan rambut yang dijambak kasar. Darah sudah mengalir dari hidung Papa Angel yang patah, kemungkinan terkena tonjokkan keras.

Mama Angel terikat di kursi dengan kedua tangan dan kaki terikat serta mulut tertutup lakban hitam. Air mata terus menetes dari Mama Angel yang meronta-ronta meminta suami dan dirinya dilepaskan.

"Katakan, dimana kamu menyimpan foto yang kamu ambil waktu itu?" Seorang pria bertubuh agak gempal dengan tato di lengan bergambar macan dan naga bertanya seraya menodongkan sebilah pisau pada Papa Angel.

Dalvin yang terkejut dan takut menutup mulutnya dengan rapat. Ia takut bersuara. Ia juga takut nyawanya terancam. Dalvin berencana akan pergi saat dilihatnya Angel masuk ke dalam rumah lewat halaman belakang. Angel terlihat shock melihat Papanya.

Dalvin mencoba mengalihkan perhatian Angel. Berhasil. Angel melihat ke arahnya. Dengan bahasa isyarat, Dalvin menyuruh Angel pergi dan berniat menyusulnya. Angel dengan patuh menurutinya.

Dalvin berniat hendak pergi namun matanya kembali menyaksikan adegan yang seharusnya tidak ia lihat di usianya yang baru menginjak 13 tahun. Dalvin melihat Papa Angel ditusuk dengan pisau berkali-kali dengan pria bertato macan dan naga tersebut.

Dalvin menutup mulutnya makin kencang. Tubuhnya gemetar ketakutan. Air matanya membuat pandangannya kabur namun ia masih bisa menyaksikan kejadian menyeramkan berikutnya.

Mama Angel yang berusaha melawan saat melihat suaminya dibunuh juga ikut terkena tusukan pisau beberapa kali. Mama Angel sama seperti suaminya, meninggal di tempat.

Dalvin menggigit tangannya sendiri karena ia mau berteriak kencang. Dalvin menahan semua perasaan takut dan marah lalu mengubahnya menjadi sebuah trauma besar yang membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya untuk sembuh. Dalvin selamat karena tak ada yang menyadari kalau ada saksi yang melihat semua kejadian itu.

"Ambil beberapa barang berharga di rumah ini untuk kalian. Biar polisi menganggap kasus ini murni perampokan!" perintah si tato macan dan naga lalu pergi meninggalkan pisau bekas menusuk begitu saja di lantai.

Tak ada anggota pembunuh itu yang ke dapur. Mereka pergi ke kamar dan mengambil beberapa barang berharga milik kedua orang tua Angel lalu pergi meninggalkan rumah.

Dalvin tak tahu kalau si tato macan dan naga menerima telepon dari salah satu anak buahnya di teras. "Jaga anak itu. Jangan sampai kabur!"

Sama seperti Angel yang tertabrak lalu hilang ingatan. Dalvin yang susah payah keluar dari rumah itu kembali pulang ke rumahnya dan pingsan. Dalvin demam selama seminggu. Saat tersadar, Dalvin selalu ketakutan hingga harus konsultasi ke psikiater.

Setelah Dalvin sembuh, ia kehilangan Angel. Kasus orang tua Angel juga dianggap perampokan dan pembunuhan. Angel dinyatakan hilang. Butuh waktu cukup lama bagi Dalvin mengumpulkan pecahan memori kelam dalam hidupnya. Satu persatu pembunuh Papa Angel berhasil ia temukan. Dengan caranya sendiri, Dalvin berhasil membuat mereka mendekam di penjara.

Kini hanya tinggal si tato macan dan naga yang sampai sekarang Dalvin belum temukan. Sama seperti dirinya, masih ada yang mencari keberadaan Angel.

****

1
nobita
akhirnya ketemu juga pencarian Dalvin
nobita
kapokk kamu.. bikin gregetan nihh mama Olla
nobita
penyesalan memang datang terlambat
nobita
lanjutkan Dalvin aku mendukung mu.. baru kali ini aku dukung pebinor dalam novel 🤭😄
nobita
siapa Dalvin sebenarnya ya??
nobita
kurasa Dalvin PDKT pada tetangga baru
nobita
aku mampir kak
Sri Wulan Hazariah
Luar biasa
Elsa Chan
mantap
Elsa Chan
padahal udah berharap banyak sama fandi
indira kusuma wardani
Luar biasa
bunda DF 💞
luar biasa,,, sat set bener ceritanyaaa
lucky gril
Asli ini tuh seru keripu dengan jalan ceritanya,mungkin pada ragu tumben k'mizzly bikin karya kok dikit😅

tapi ini bisa jadi recomended tuk nunggu up nya si seruni😍😍😍
lucky gril
novel terpendek karya k'mizly tapi di buat jungkir balik mak sama ceritanya,sempet takut bacanya kok cuma dikit takut novel gantung ternyata asli keren banget.
makasih k'mizzly tahan banting dengan komentar2 mak ini🙏🙏🙏
lucky gril
wong kamu yg jadi cium an pertama angel ,vin😁
lucky gril
telat om fandi sudah cerai in ,malu dong balik lagi🤣🤣🤣
lucky gril
y'ampun ternyata oh ternyata orang licik tetap licik mak teerkecoh kali ini😔
lucky gril
kaasih toleransi boleh😥
selama 3 tahun ,fandi begitu kan karna dia trauma juga dengan wanita,bukan selingkuh😔.
harusnya inggit eh angel mengerti itu sebagai istri🙏🙏🙏
lucky gril
awal part mak dukung penuh dalvin merebut inggit.

seandainya fandi berterus terang dr awal mungkin ...
lucky gril
mak bimbang milih yg mana😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!