NovelToon NovelToon
What We Were Never Given

What We Were Never Given

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst
Popularitas:151
Nilai: 5
Nama Author: Oryelle

Nareya, anak sulung bermimpi meniti karir di dunia fashion, harus merelakannya demi menjadi tulang punggung keluarga. Terlahir untuk berjuang sejak dini membuat dia tidak tertarik soal pernikahan.

Tidak menikah, berkecukupan, dan bisa membahagiakan keluarganya adalah keinginan sederhana Nareya. Tapi siapa sangka, dia justru menyetujui perjanjian pernikahan dengan mantan Bosnya?

Kala terlahir berdarah campuran membuatnya dicap sebagai noda. Demi pengakuan para tetua, dia menyeret Nareya dalam sebuah perjanjian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oryelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Sekamar

Nareya meruntuki ucapanya sendiri waktu itu. Dua tahun yang dia minta itu niatnya untuk melindungi dirinya justru malah menjadi bumerang. Pembicaraan di meja makan sepertinya akan terulang kembali. Tapi kali ini tampaknya Kala lebih santai, sedangkan Nareya sudah tampak gusar.

“Saya yakin kamu masih ingat syarat dari kesepakatan kita. Jadi saya tidak perlu mengingatkanmu.”

“Memang gak perlu. Lo gak bisa ancam gue soal hukum karena lo gak punya bukti apapun. Utang juga udah lunas. Jadi gue tetep bakal mengajukan perceraian segera.”

“Kamu merasa aman karena saya gak bisa gugat kamu? Menarik.” ucap Kala, menyilangkan tangannya didada.

“Iya lo yang bilang gak perlu kan.”

“Betul, itu tidak perlu karena itu lemah sekali secara hukum.” jelas Kala.

“Anjing lo! Terus lo mau apa?!”teriak Nareya.

Satu tahun hidup berdampingan dengan para Atmasena, Nareya pastinya mulai memahami bagaimana bisnis mereka bisa begitu berhasil. Bukan karena selalu bekerja keras, tapi bagaimana otak mereka yang bisa selalu mencari celah kelemahan lawan.

“Don't…” geram Kala. Perlahan berdiri mendekati Nareya. Matanya mengunci, seperti hewan buas yang sudah menentukan target mangsanya.

Nareya tak berani mengalihkan pandanganya. Badan nya menegang. Kakinya bersiap untuk bergerak tapi otak nya seakan beku tak mampu mengirim perintah lari. Sampai rahangnya dicengkram, ditarik mendongak ke atas. Tak berhenti, tubuhnya seolah menghianatinya. Menuruti gerakan Kala untuk berdiri hingga wajahnya semakin dekat. Raganya berpasrah namun jiwanya menolak. Telinganya mulai berdenging hingga bayangan menjijikan itu muncul lagi. Singkat, namun jelas pria tua yang pernah menekan dengan cara yang sama.

“Kamu bertanya saya mau apa?” tanya Kala.

Suara Kala memecah, sekilas menghilangkan bayangan mengerikan itu. Tapi sesaknya tak berkurang.

“Mulut mu ini perlu saya didik dengan benar!” geram Kala tepat di wajahnya.

Hembusan nafas Kala langsung membawanya kembali ke kejadian saat itu. Apartemen mewah serasa gudang yang sama seperti waktu itu.

“Tadi teriak segalak singa, lihat dirimu sekarang lebih terlihat seperti kelinci ketakutan”ucap Kala terkekeh.

Lembut bibirnya menuntut, itu kali pertamanya. Matanya membulat sempurna. Sedangkan pelakunya terpejam tanpa berniat melepaskan kuncian di dagu. Tak tau harus apa. Tak mampu untuk memproses hal baru dengan cepat. Ada gelenyar aneh pada tubuhnya. Tapi dia enggan untuk menikmati? Apa yang sebenarnya dia rasakan?

Air matanya luruh, terisak, namun mulutnya tersumpal tertahan.

Kala membuka matanya, menatapnya, alisnya terangkat.

‘Ini kali pertamanya? Lalu waktu itu benar-benar…?’

“Hei–hei,” Kala mengguncang tubuhnya yang membeku beberapa kali. Isakan yang tadi terdengar sekarang sudah reda, tapi matanya masih terpejam erat.

“Tenang, saya tidak bermaksud…” ucapanya terhenti ketika pundak yang dia tahan dengan kedua tanganya terasa semakin berat. Reflek menahan tubuhnya yang seketika limbun.

Kala akhirnya menidurkan Nareya di kamarnya. Karena kamar Nareya sangat berantakan, kain berceceran, gulungan kertas, dan alat gambar di mana-mana. Sepatu hak dan kancing celana dilepas supaya peredaran darahnya lancar. Lumayan lama sampai mulai ada pergerakan di sana. Kala duduk di kursi menatap Nareya.

Membantu Nareya untuk duduk dan mengambilkan segelas air di nakas, “Minum dulu,” ucap Kala.

“Apa yang lo lakuin ke gue?” tanya Nareya. Tanganya meraba tubuh dan menyadari celana kancingnya terlepas. Dahinya mengerut, menatap Kala cepat.

“Saya gendong kamu, lalu terpaksa bawa ke kamar saya, karena kamar kamu sangat berantakan.”

“Terpaksa? Lo berniat buruk kan ke gue? Lo gak melakukan…?” suara Nareya menggantung. Nareya ingin memastikan sesuatu tidak terjadi padanya. Tapi lidahnya kelu mengucapkan

“Apa? Cium?” tanya Kala. “Iya sempat saya cium kamu sebelum kamu pingsan.” lanjut Kala ringan “Saya yang pertama cium kamu? Keliatan sekali gak punya pengalaman. Tapi lucu saat kamu pingsan”ledek Kala.

“Gue udah 24 ya kali itu pertama buat gue.” elak Nareya. “Gue bakal gugat lo segera. Gak mau gue punya suami sembrono kaya lo.”

“Kamu tadi menikmati juga, sempat melembut setelah kaku di awal. Meskipun sepertinya kamu terkejut sekali. Nanti saya ajari.” jelas Kala.

“Nanti? Gak ada nanti, gue bakal siapin semua berkas buat gugat lo.”

“Kamu yakin bisa gugat saya? Sebelum berkas kamu sampai ke pengadilan akan dicegah orang saya.” ucap Kala. Gertakan sedikit dengan harapan nyali Nareya sedikit turun.

“Gue bikin ribut semua Atmasena supaya gue dibantu proses cerai.”tantang Nareya.

“Baiklah, nggak perlu sampai mempermalukan dirimu yang tinggi ego itu. Kaya bisa kabulkan maumu tapi saya punya syarat.”

“Apa syarat lo?” tanya Nareya.

Kala tersenyum, ternyata begitu mudah.”Saya mau selama enam bulan kamu menjadi istri saya yang sesungguhnya dan berperilaku layaknya suami istri. Setelah itu dengan mudah kamu bisa cerai dari saya.”

“Gilak kali, untung di lo rugi di gue.”

“Rugi? Sejak kapan saya mengajukan kesepakatan yang merugikan?” tanya Kala. “Kamu hemat enam bulan dari syarat yang kamu ajukan sendiri. Dua tahun kan?” lanjut Kala.

Kesepakatan pertama membuat harus setuju Nareya menikah, tapi meski begitu secara ekonomi memang kondisi hidup Nareya dan keluarganya sangat baik. Kebetulan yang menguntungkan Kala juga memiliki adik yang punya ketertarikan yang sama dengan Nareya. Lalu, dia mengajukan kesepakatan lagi agar Nareya menjadi istri dalam artian sesungguhnya?

Nareya dihadapkan kembali ke pilihan yang sama sekali tidak ingin dia pilih. Tapi kembali lagi, Nareya tak cukup untuk bisa menggugat cerai Kala. Nareya kali ini berpikir lumayan singkat, dia bahkan siap menjawab lebih cepat dari kesepakatan sebelumnya. Mungkin karena sudah memahami cara bermain seorang Kala?

“Ya oke layaknya hubungan suami istri, tapi tanpa berhubungan badan.” ucap Nareya.

“Haha, terlalu takut ya? Polos sekali sih, dua puluh empat tahunmu kesepian tanpa pacar ya. Baiklah, saya tidak akan memaksa juga. Kecuali kalau kamu mau belajar, akan saya ajari.”

“Enak aja, gue punya banyak pengalaman lah. Banyak cowok yang tertarik sama gue. Gue cantik dan gak bego.”

“ Masa sih?” tanya Kala, langsung mendekat ke Nareya.

Nareya mendorong muka Kala, “Minggir lo, lo udah janji gak akan maksa.”

Astaga, berani sekali Nareya, padahal ada ratusan ribu karyawan Atmasena sangat hormat dengan Kala. Satu wanita ini menoyor Kala tepat di wajahnya dengan telapak tangan.

“Sikap kamu sebagai istri yang harus dilakukan adalah stop bersikap tidak sopan dengan saya. Saya tegas mulai saat ini, kamu saya hukum jika melanggar.”

“Gue cuma gak sopan kalau sama orang yang menyebalkan lo ngerti?”tunjuk Nareya. “Gue juga bakal hukum lo kalo lo melanggar janji lo.”

“Sebegitu takut ya, untuk orang yang punya banyak pengalaman” ledek Kala lagi.

“Tau ah gue mau balik ke kamar.” Nareya segera turun dari kasur.

“Eh, kamar kamu ya di sini. Kamu lupa kesepakatan yang baru kamu setujui?” tanya Kala.”Menjadi istri saya yang sesungguhnya dan bersikap layaknya suami istri.” lanjut Kala, dengan tempo lambat dan penuh penekanan di setiap kata yang diucapkan.

“Hah?!”

Kenapa dia? Apakah Nareya baru saja menyesali keputusanya? Yang pasti terlihat wajah berseri Kala penuh kemenangan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!