NovelToon NovelToon
SUKSES BERKAT DUKUNGAN ANAK ANAK

SUKSES BERKAT DUKUNGAN ANAK ANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Duda
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Ketika dunia seolah runtuh di sekelilingnya, hanya cinta anak-anak yang bisa membangunnya kembali.

Rian baru saja di-PHK ketika rumah tangganya yang sudah berjalan 7 tahun hancur berkeping-keping. Dituduh selingkuh oleh istri, Novi, dan dipermalukan oleh keluarga besarnya, ia tidak punya pilihan selain kembali ke kampung halaman dengan membawa dua anaknya – Hadian dan Alea. Kedua anak itu dengan tegas memilih mengikuti ayahnya, bahkan menolak untuk bertemu dengan ibunda kandung mereka yang kini sudah hidup dengan orang lain.

Di rumah panggung peninggalan orangtuanya, Rian memulai dari nol. Dengan tangan yang terlatih bekerja keras dan dukungan tak lekang dari kedua anaknya, ia mengolah lahan pertanian, membuka peternakan, hingga akhirnya mendirikan perusahaan dan restoran yang sukses.

Setiap langkah kemajuan yang diraihnya tak pernah lepas dari kehadiran Hadian dan Alea. Ketika pertemuan tak terduga dengan Novi dan keluarga barunya terjadi berkali-kali, anak-anak itu tetap berdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. PENGAJUAN SURAT CERAI

Hari itu hari yang sangat mendung, hujan seolah siap turun kapan saja. Rian sedang membersihkan halaman rumah ketika seorang petugas pengadilan datang membawa amplop putih yang berisi surat resmi. Dengan tangan yang gemetar, dia menerima surat tersebut dan membacanya dengan mata yang semakin melebar karena kejutan dan kesedihan.

Surat pengajuan perceraian dari Novi.

Dia masuk ke dalam rumah dengan langkah yang berat, melihat Hadian dan Alea yang sedang bermain di ruang tamu. Kedua anak itu segera menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak baik dari wajah ayahnya yang pucat dan penuh kesedihan.

“Papa, apa terjadi?” tanya Hadian dengan suara yang penuh kekhawatiran, segera berdiri dan mendekat ke arah ayahnya.

Rian menjatuhkan surat ke atas meja makan dan duduk dengan lembut, menarik kedua anaknya untuk duduk bersamanya. “Bu Mama telah mengajukan cerai ke pengadilan,” ujarnya dengan suara yang lembut namun jelas, melihat wajah anak-anak yang mulai menunjukkan ekspresi keterkejutan dan kesedihan. “Dia menyatakan alasan tuduhan selingkuh dan bahwa Papa tidak mampu secara ekonomi untuk menjaga keluarga.”

Alea langsung menangis dan berlari ke dalam pelukan ayahnya, sementara Hadian berdiri dengan wajah yang penuh dengan kemarahan dan tidak percaya. “Itu tidak benar, Papa!” teriak Hadian dengan suara yang bergetar. “Kamu tidak pernah selingkuh, dan kamu sudah bekerja keras untuk kita!”

Rian membungkus Alea dengan pelukan yang erat dan menepuk pundak Hadian dengan lembut. “Aku tahu itu, Nak,” jawabnya dengan suara yang penuh dengan kesedihan. “Tapi Bu Mama merasa itu adalah keputusan terbaik untuk semua orang.”

Beberapa saat kemudian, Novi datang bersama Kakak Wati. Wajahnya penuh dengan rasa bersalah dan kesedihan ketika melihat anak-anak yang sedang menangis dan Rian yang tampak sangat lelah. Dia mendekat dengan hati-hati ke arah mereka, tapi Hadian segera mundur dengan ekspresi wajah yang penuh dengan kemarahan.

“Mengapa kamu melakukan ini, Bu Mama?” tanya Hadian dengan suara yang penuh dengan kesusahan. “Kamu tahu bahwa Papa tidak pernah melakukan kesalahan apa-apa! Mengapa kamu harus berbohong di surat cerai itu?”

Novi menangis pelan dan ingin mendekat ke arah putranya, tapi berhenti ketika melihat ekspresi kemarahan di wajahnya. “Aku tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang, Hadian,” ujarnya dengan suara yang bergetar. “Keluarga aku sangat menekanku, dan mereka bilang ini adalah satu-satunya cara agar kamu dan Alea bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.”

“Kita tidak butuh kehidupan yang lebih baik tanpa Papa!” balik Hadian dengan semakin marah. “Kita hanya ingin tetap bersama sebagai keluarga yang utuh!”

Kakak Wati mendekat dan membujuk Hadian dengan suara yang lembut. “Kamu harus mengerti, Hadian,” ujarnya. “Bu Minah dan keluarga kita hanya ingin kebaikan bagi kamu dan Alea. Kita khawatir jika kamu tinggal bersama Papa, kamu akan terus mengalami kesusahan.”

“Kita tidak peduli dengan kesusahan!” teriak Hadian dengan menangis. “Kita hanya ingin bersama Papa dan kamu, Bu Mama!”

Suasana menjadi semakin tegang hingga akhirnya Rian berdiri dan berkata dengan suara yang tegas namun penuh dengan penghormatan. “Mari kita semua duduk dan bicara dengan tenang,” ujarnya. “Kita tidak bisa menyelesaikan masalah dengan kemarahan dan tangisan saja. Kita harus berpikir tentang apa yang terbaik bagi anak-anak.”

Mereka semua duduk kembali di ruang tamu. Novi menjelaskan bahwa keluarga nya telah menyusun semua dokumen yang diperlukan, termasuk tuduhan yang dia sebutkan dalam surat cerai. Dia mengatakan bahwa keluarga nya siap untuk mengambil alih tanggung jawab penuh terhadap anak-anak jika proses cerai disetujui oleh pengadilan.

“Tuduhan selingkuh itu tidak benar, kan?” tanya Rian dengan suara yang penuh dengan harapan, melihat langsung ke arah Novi.

Novi menangis lebih deras dan mengangguk perlahan. “Tidak benar, Sayang,” ujarnya dengan suara yang lembut. “Aku tahu kamu tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak pantas. Aku hanya terpaksa menulis itu karena keluarga aku berkata itu akan mempermudah proses cerai dan membuat hak asuh anak-anak lebih mudah untuk diberikan kepada mereka.”

Rian merasa hati nya sangat sakit mendengar kata-kata itu. Dia tahu bahwa Novi sedang berada dalam tekanan yang luar biasa dari keluarganya, tapi tuduhan yang tidak benar itu tetap saja menyakitkan hati dan merusak nama baiknya.

“Aku tidak akan melawan permohonan cerai jika itu adalah apa yang kamu inginkan,” ujar Rian dengan suara yang penuh dengan tekad. “Tapi aku akan berjuang untuk hak asuh anak-anak. Mereka telah memilih untuk tinggal bersamaku, dan aku akan melakukan segala yang bisa untuk menjaga mereka dan memberikan kehidupan yang layak bagi mereka.”

Novi menangis dan tidak bisa berkata apa-apa. Dia menyadari bahwa dia telah membuat kesalahan besar dengan mengikuti keinginan keluarga nya tanpa memikirkan perasaan anak-anak dan Rian. Namun sekarang sudah terlambat untuk mengubahnya – surat cerai sudah diajukan, dan proses hukum sudah akan dimulai.

Setelah Novi dan Kakak Wati pergi, Rian membungkus anak-anaknya dengan pelukan yang erat. Dia berjanji bahwa dia akan selalu ada untuk mereka, tidak peduli apa yang terjadi dengan proses cerai. Mereka akan menghadapi semua tantangan bersama-sama, sebagai keluarga yang tetap cinta dan mendukung satu sama lain meskipun harus hidup dalam keadaan yang berbeda.

Di malam hari itu, ketika anak-anak sudah tertidur pulas di pangkuannya, Rian duduk di teras depan rumah melihat langit yang mulai turun hujan. Dia merenungkan segala sesuatu yang telah terjadi dan memikirkan langkah-langkah yang harus dia ambil untuk melindungi anak-anak dan membuktikan bahwa dia bisa menjadi ayah yang baik dan mampu menjaga mereka dengan baik. Meskipun jalan yang akan ditempuh sangat sulit, dia tidak akan pernah menyerah – karena cinta kepada anak-anak adalah kekuatan terbesar yang bisa dia andalkan.

1
Dewiendahsetiowati
ada typo Thor Budi yang harusnya kakak jadi ayah
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!