~S1
Keyra Angelista Mahendra, 21 tahun.
"Aku tidak ingin disalahkan karena hati ... Maaf telah masuk diatara kalian. Semoga kalian bahagia."
Kemanapun angin membawaku pergi, aku selalu bertemu orang-orang dari masa laluku ... Aku juga bertemu dengan orang baru yang selalu membuat masalah dihidupku.
Aku harus memilih salah satu dari tujuh pria yang mendekatiku, untuk menjadi pendamping hidupku, selamanya.
~S2
Kaila Ataya Mahendra.
"Terimakasih sudah mencintaiku ... meskipun awalnya hatimu beku, seperti tak bisa dilelehkan, akhirnya aku berhasil membuatmu mencintaiku, bahkan kamu memperlakukanku lebih baik dari siapapun didunia ini! Terimakasih untuk segalanya, kamu sudah banyak mengajarkanku arti sebuah kesabaran dan penantian. Menyakitkan, tetapi indah pada saatnya," ujar wanita cantik berambut panjang bergelombang itu.
"Tidak ada yang tahu takdir Tuhan, tetapi aku percaya rencana-Nya lebih indah dari yang aku perkirakan," timpal pria kutub.
@emekama_penulis sampah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emekama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab_30:")
Mohon maaf atas keterlambatan updatenya, saya benar-benar sibuk di dunia nyata. 🙏
Yang masih setia menunggu cerita ini buat update, terimakasih. Selamat membaca. 😁👍
Pria manis yang masih berada di atas si gadis melepas kuncian tangannya yang terlalu kuat itu secara perlahan. Tiba-tiba si gadis menautkan tngannya di leher Anton serta mengacak rambut si pria hingga membuatnya terkejut untuk beberapa saat.
Berawal dari ciuman lembut dengan perasaan yang bercampur antara asam, manis, dan pahitnya kehidupan kini mereka rasakan jadi satu. Inilah yang dirasakan oleh mereka saat ini.
Dua sejoli yang tidak memiliki hubungan apapun kini menikmati setiap kecupan yang diberikan satu sama lain.
Pagutan itu semakin memanas, mereka saling beradu napas dengan memejamkan mata.
Melupakan sejenak segala hal yang terjadi beberapa waktu terakhir. Keadaan mereka saat ini begitu liar.
.
.
Nggak, ini gak boleh. Apa yang mau gue lakuin sama Keyra, ini gak bener, batin Anton.
Tubuh pria itu menegang dan situasi semakin memanas. Jika hal ini terus berlanjut Anton tak dapat menahan dirinya lagi. Ia tidak ingin mengambil kehormatan seorang wanita sebelum sah menjadi miliknya, walaupun ini adalah orang yang dicintainya. Pria itu segera menarik diri dari atas Keyra dan segera menuju kamar mandi.
Keyra terkejut dengan apa yang dilakukannya secara tidak sadar itu, ia merasa malu kini pipinya sudah panas juga memerah seperti kepiting rebus, ia membenamkan wajahnya di bawah selimut.
Apa yang gue lakuin, argh, batin Keyra frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
Gadis itu terlalu lelah hari ini, tidak berselang lama ia tertidur dengan banyak hal yang dipikirkan.
.
.
Setelah mengguyur ketegangan dalam dirinya dengan air shower, Anton keluar dari kamar mandi dengan berbalutkan handuk di pinggangnya. Saat melangkah keluar ia melirik ke arah Keyra sebentar, ia kembali ingat kejadian yang membuatnya menegang. Pria ini menggelengkan kepalanya kerkali-kali supaya normal kembali dan tidak berpikir liar. Anton melangkah perlahan menuju lemari untuk mengambil pakaiannya.
Biasanya pria ini hanya memakai celana pendek biasa dan tidak pernah memakai baju saat tidur. Setelah memakai celana ia melangkah mendekati Keyra yang sudah tertidur di balik selimut.
Ia memeluk erat gadis itu dari belakang dan masuk ke dalam selimut yang sama dengannya.
Anton menciumi aroma wangi dari rambut Keyra seraya berusaha dengan kuat untuk memejamkan matanya.
.
.
Keesokan harinya, Keyra terbangun karena dikejutkan oleh decit blast yang menandakan bahwa kapal akan segera belabuh di dermaga.
Tanpa ia sadari posisinya dengan Anton kini saling berhadapan dan berpelukan.
Ia membuka mata lebar-lebar dan mempertajam penglihatannya saat melihat dada bidang Anton juga perutnya yang seperti roti sobek.
Gue lagi mimpi 'kah? Batin Keyra penuh tanya sambil mengucek matanya.
Ia terperanjak kaget saat mengingat hal yang terjadi antara mereka tadi malam. Keyra segera mengintip tubuhnya di balik selimut.
Ia menghela napas lega karena pakaiannya masih utuh. Ia segera beranjak dari ranjang bersiap untuk pergi dari tempat itu.
Baru menapakkan salah satu kakinya di lantai, tangan gadis itu ditarik oleh Anton.
Cup!
Anton kembali mengecup bibir Keyra sesaat untuk terakhir kali.
"Makasih Keyra Angelista Mahendra untuk waktu yang udah lo habiskan sama gue, lo boleh pergi," ucap Anton dengan tatapan sendu ke arah Keyra.
Gadis itu benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan Anton, ia berjalan menuju pintu dan tak bisa berkata-kata.
Tok-tok-tok!
Deg!
Keyra menghentikan langkahnya saat mendengar ketukan pintu, jantungnya berdebar hebat.
Siapa, siapa yang datang, ha! Habis sudah riwayat gue, batin Keyra sambil berdiri mematung dengan badan gemetar.
.
.
Anton segera berlari kearah Keyra dan menariknya agar ia pergi dari depan pintu. Ia memasukkan gadis itu ke dalam kamar mandi. Kemudian ia membuka pintu kamarnya.
Gadis cantik berambut pendek segera masuk ke dalam kamar itu dan memeluk Anton seraya memberi morning kiss untuk pria manis itu.
"Aku bantu beresin barang-barang kamu, Yang," ucap Jelytha sambil memeluk Anton.
"Ng ... gak usah, Tha, aku bisa sendiri, kok," tolak Anton.
"Sebentar lagi kapalnya akan tiba di dermaga, nanti kalo gak aku bantu, barang kamu ada yang ketinggalan, loh," jelas Lytha sambil melepas pelukannya dan berlari kecil ke arah lemari pakaian.
Anton hanya bisa pasrah dan sesekali ia melirik ke pintu kamar mandinya.
Gue harus bantu Jelytha biar dia bisa cepet pergi, batin Anton.
Di dalam kamar mandi, Keyra mendengar samar-samar percakapan yang mereka lakukan, ia masih berdiri mematung dengan badan gemetar. Gadis itu tidak berani menyentuh benda apapun yang ada di tempat itu, ia takut akan menjatuhkannya dan membuat suara yang dapat di dengar dari luar.
Gadis cantik itu hanya bisa berdoa, semoga dia selamat dari situasi ini.
.
.
.
Blast : Suara dari klakson atau ship's whistle.
Bersambung....
Like sama Votenya dong, terimakasih. 😊
bnyak x cownya
si key terkesan murahan gtu