HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Di bawah terik panas matahari, Luna berdiri seorang diri dengan kepala tertunduk, tangannya mengenggam erat tas selempangnya, telinganya panas mendengar cacian dan hinaan yang di lontarkan oleh orang yang berlalu lalang.
Beberapa saat yang lalu, Luna merasakan darahnya seperti berhenti mengalir, saat mendengar kalau Hazel ternyata putri William Seteven, donatur tetap di universitas Pamela, bukan hanya dirinya yang terkejut, tapi semua orang yang tadi mengerumuninya saat dirinya berdebat dengan Hazel.
Malu tentu saja, ternyata tuduhannya terhadap Hazel salah, dia tadi hampir saja membuat malu Hazel, tapi kini perasaan malu itu malah berbalik pada dirinya, bahkan lebih parah.
Kini Luna merasakan seperti ada magnet di kedua kakinya, dia seperti sulit untuk pergi dari tempat dirinya berdiri saat ini, mungkin karna terlalu malu sampai membuatnya tidak berani bergerak walau hanya sejengkal.
Saat Luna masih betah berdiri di bawah terik matahari, tiba tiba ada seorang mahasiswi yang menghampirinya, mahasiswi itu menatap rendah pada Luna.
''Luna Luna, sebenarnya aku denganmu tidak ada bedanya, kita sama sama menyukai Ronald, tapi aku masih bisa pakai otakku, tidak seperti dirimu'' cibir mahasiswi itu yang tak lain adalah Veronika, dia sudah habis masa skorsingnya, dan hari ini dia sudah di bolehkan untuk mengikuti kegiatan kampus.
''Huh, kamu sudah memfitnah Hazel, berdoa saja semoga Hazel orangnya tidak pendendam, kalau tidak, kamu bisa saja di pidanakan atas pencemaran nama baiknya, apa lagi keluarga Hazel bukan dari keluarga sembarangan, dan satu lagi kelanjutan studymu di sini itu ada di genggaman Hazel'' cetus Veronika sembari menepuk nepuk bahu Luna, lalu melenggang pergi meninggalkan Luna yang semakin dalam menundukkan kepalanya, dan selang beberapa detik Luna merasakan tubuhnya gemetar, tiba tiba dia ketakutan dengan apa yang di katakan oleh Veronika barusan.
''Luna, kenapa masih di sini, ayo pergi'' ujar Winda yang baru muncul sembari menggenggam tangan Luna yang sangat dingin.
Tadi setelah upacara wisuda usai, Winda terus bersama dengan Ayah dan Ibunya, sebenarnya Winda sempat mencari Luna, untuk di ajak makan di restoran yang ada di dekat kampus bersama kedua orang tuanya, tapi Winda sempat merasa kecewa saat mendapati Luna lebih memilih menemui Ronald ketimbang dirinya yang sudah bersahabat lama, bahkan Winda juga melihat Luna memberikan kado pada Ronald, akhirnya Winda tidak jadi mengajak Luna dan memilih pergi.
Dan saat di tengah tengah merayakan kelulusannnya bersama kedua orang tuanya di restoran, Winda di buat terkejut saat membaca berita panas di forum kampus, akhirnya Winda tidak tega juga melihat Luna menjadi bahan olok olokan, jadi Winda memutuskan kembali ke kampus untuk menemui Luna, dan ternyata Luna masih tetap berdiri di tempat yang tadi.
Luna dengan kepala tertunduk membiarkan Winda menarik tangannya, membawanya pergi dari halaman depan aula dan kembali ke asrama.
''Kenapa kamu berdiri di bawah terik matahari?, nanti kalau pingsan gimana?'' tukas Winda sembari memberikan air putih pada Luna.
Luna langsung meneguknya hungga tandas,
''Win, aku merasa bersalah sama Hazel, aku sudah menuduhnya yang tidak tidak'' tukas Luna menatap Winda dengan mata memerah menahan tangis.
Winda menghela nafasnya pelan, lalu duduk di sebelah Luna.
''Lagian, kenapa kamu langsung menuduh Hazel begitu saja, padahal kamu juga belum tahu kebenarannya bagaimana'' tukas Winda yang sudah tahu permasalahannnya, tidak bohong dalam hatinya Winda sedikit merutuki kecerobohan Luna, menurutnya Luna sudah di buat bodoh karna cinta.
''Entahlah, semalam fikiranku sudah kalut, aku terlalu kaget melihat Hazel berduaan di hotel sama pria lain'' sahut Luna.
Winda mendengus pelan. ''Bukan fikiranmu yang kalut, tapi kamu berfikir kalau sudah punya alat untuk membatalkan pertunangan Ronald dan Hazel'' ketus Winda membuat Luna langsung diam seribu bahasa.
Winda menepuk kedua pahanya lalu berdiri, dan menatap Luna yang menundukkan kepalanya.
''Lun, sebaiknya mulai sekarang kamu lupakan Ronald, iya aku tahu perjuanganmu selama ini, tapi kamu juga harus tahu dan sadar, Ronald menerima Hazel bukan hanya sebatas perjodohan dari kakek kakek mereka, tapi karna Ronald memang mencintai Hazel'' ucap Winda panjang lebar, setelah itu Winda berlalu keluar dari asrama, untuk kembali ke hotel menemui kedua orang tuanya.
Setelah kepergian Winda, Luna sendirian di asrama terisak sedih, di tambah saat membaca kolom komentar di forum kampus, semakin membuatnya menangis tersedu sedu, semua orang mengecamnya dan memojokkannya habis habisan, hingga ia mendapati satu komentar yang membuat mentalnya terkoyak habis habisan.
[Sudah miskin, enggak mau sadar diri pula]
[Benar, seharusnya fokus saja sama kuliahnya, udah kuliah pakai beasiswa penuh, masih aja mikirin cinta, enggak malu apa sama yang memberi beasiswa]
Dan masih banyak lagi cacian yang di lontarkan untuknya di forum kampus, sampai samapi membuatnya tidak berani membaca lebih banyak lagi, karna sangat menyakitkan untuknya.
Sedangkan di restoran pusat kota, Ayah Ronald sudah mereservasi salah satu ruang vip, untuk merayakan kelulusan Ronald.
Kini di ruangan itu tidak hanya ada Ronald dan keluarganya saja, tapi juga ada Hazel dan kedua orang tuanya, Clara, David dan Kenzo, yang juga di ajak untuk merayakan kelulusan Ronald.
David yang duduk bersebelahan dengan Clara, beberapa kali menyenggol lengan Clara.
''Ada apa Kak?'' tanya Clara.
''Pantas saja Hazel cantik, orang Ibunya secantik itu'' bisik David yang sejak tadi terus di buat kagum dengan kecantikan Ibu Hazel, padahal kalau enggak salah tebak usia Ibu Hazel tidak beda jauh dengan Ibunya, tapi kenapa Ibunya terlihat sangat tua, apa mungkin karna setiap hari marah marah terus.
Clara terkekeh pelan. ''Tentu saja Bibi Rahel cantik, orang keturunan bangsawan''
''Apa?!!'' pekik David membuat semua orang terkejut dan menoleh padanya.
''Kak David ada apa?'' tanya Hazel.
''He he he,, tidak apa apa'' David tertawa konyol sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Berbeda dengan David yang mengagumi kecantikan Ibu Hazel, Kenzo dia masih larut dalam rasa terkejutnya kalau ternyata keluarga Hazel sekaya itu, dia pikir di Universitas Pamela Ronald satu satunya mahasiswa dari keluarga pengusaha yang sangat kaya, ternyata keluarga Hazel jauh lebih kaya.
''Bagaimana rencana pesta pertunangan nanti malam?, apa sudah siap semua?'' tanya William.
''Tentu dong, semuanya sudah beres semua'' sahut Ayah Ronald yang bernama Sean.
Ronald yang duduk berhadapan dengan Hazel, sejak tadi matanya tidak lepas dari Hazel yang sedang bermanja pada Ayah dan Ibunya, akhirnya peresmian pertunangannya dengan Hazel tiba juga, kini tinggal nunggu pernikahan mereka.
''Nald''
Ronald seketika tersadar dari fikirannya, saat ibunya memanggilnya.
''Iya Bu?''
''Sebaiknya mulai sekarang kamu jauhi Luna, Ibu enggak mau kejadian seperti tadi menimpa calon mantu kesayangan Ibu lagi'' ucap Ibu Ronald memberi nasihat, tapi lebih ke perintah.
Semua orang terdiam, kejadian di kampus tadi benar benar mengejutkan, Luna sudah memfitnah Hazel berselingkuh tanpa punya bukti, dan lebih parahnya lagi Hazel di fitnah berselingkuh dengan pria yang ternyata Ayah kandungnya sendiri.
''Baik Bu''
Dari kejadian tadi Ronald memang sudah berencana akan menjauhi Luna, dia juga akan mengeluarkan Luna dari cafenya. Walaupun keputusannya sangat keterlaluan, karna sudah menyangkut pautkan pekerjaan dengan masalah pribadi, tapi Ronald tidak ingin membuat Hazel merasa tidak nyaman, apa lagi mulai nanti malam statusnya dengan Hazel sudah lebih jelas.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....