NovelToon NovelToon
Allegri & Allegra Sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA

Allegri & Allegra Sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Dokter
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Emily

Pertemanan dua keluarga tidak menjadikan Allegri dan Allegra akrab. Sejak kecil keduanya selalu berdebat dan membuat Allegra sebagai gadis mungil yang memiliki tubuh berisi menangis karena bullying yang di lakukan Allegri.

Allegra selalu memeluk Monica, mengadu pada wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kedua baginya setelah Giana.

Beberapa tahun berlalu keduanya telah dewasa. Kini Allegri menjadi pimpinan rumah yang di dirikan orang tuanya. Laki-laki tampan itu menjadi pemimpin yang terkenal dingin dan berdedikasi tinggi terhadap aturan yang telah ia tetapkan.

Allegra tidak bisa menolak ketika kedua orangtuanya Valentino dan Giana , meminta ia melanjutkan bekerja untuk mengabdikan diri dirumah sakit yang kini di pimpin Allegri.

Bagaimana saat keduanya menjadi rekan kerja? Apakah keduanya masih saling membenci?

Ikuti sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA ini ya. Anak Monica-Luigi & Valentino-Giana. Semoga kalian suka.

Jangan lupa interaksi kalian di setiap bab, agar novel ini bisa berk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PONDOK AA

Allegra berdiri di balkon bagian belakang pondok. Ia sendirian di sana setelah menikmati makan malam bersama Allegri, Gabriel dan Maura dalam suasana hangat dan saling berbincang akrab.

Beberapa saat yang lalu Allegri menerima telpon, sepertinya dari kekasihnya Alice. Laki-laki itu menjauh dari Alle dan yang lainnya. Masuk ke kamar yang ada di pondok. Yang sebelumnya ia gunakan sebagai tempat berganti pakaian.

Kini hari sudah semakin malam, Allegri sepertinya belum juga keluar kamar itu.

"Alle... Aku dan Maura duluan kembali ke hacienda, kau tunggu kakak ku saja".

Allegra yang sedang menikmati pemandangan malam diterangi dengan cahaya lampu hias yang tergantung di setiap pepohonan menoleh pada Gabriel dan Maura. "Iya. Aku juga sebenarnya ingin istirahat tapi Allegri sepertinya masih menerima telpon dari kekasihnya", jawab Allegra tersenyum pada keduanya.

"Kamu tunggu saja di dalam, di sini sangat dingin. Aku sudah memasang penghangat di dalam".

"Iya Gabby. Kalian pulang saja. Aku memang ingin melihat pemandangan di sini sangat indah", jawab Allegra tersenyum.

"Kami duluan kepondok Alle".

"Iya Maura", jawab Allegra.

Kini Alle kembali melihat pemandangan sekitarnya. Suasana hening malam dengan pemandangan indah begitu menentramkan jiwa. "Ahh ternyata tempat ini sangat indah, aku tidak menyesal menerima ajakan Allegri kemari–"

"Apa kau menyukai tinggal di sini?". Tiba-tiba laki-laki yang sedang ada di kepala Alle sudah berdiri di belakangnya. Dengan kedua tangan di dalam saku jaket, Al menyandarkan bahu di pintu.

Alle menganggukkan kepalanya, tanpa mengalihkan perhatiannya.

"Jauh dari hiruk pikuk kota. Berada di desa yang tenang seperti ini membuat perasaan ku begitu damai", jawab Allegra tersenyum.

Kini Allegri berdiri disampingnya. Keduanya menghadap langsung ke danau dengan penerangan cahaya lampu.

Keduanya menggunakan mantel tebal agar tetap merasa hangat.

Udara malam Tuscany begitu dingin menusuk hingga tulang. Namun Alle tidak menolak jika di ajak berlama-lama menikmati pemandangan malam di tempat indah itu.

"Gabby yang memasang lampu-lampu hias itu. Kau tahu dari kecil dia sangat suka bereksperimen. Ternyata adikku sekarang telah mewujudkan impiannya sebagai arsitek handal. Aku bangga padanya".

Allegra tersenyum mendengar penuturan Allegri. "Iya, aku tidak akan lupa".

"Kau pasti tahu sejarah perkebunan ini? Silvio Bellucci ayah biologis ku dan Gabriel mencuri uang daddy. Mommy memberikan perkebunan ini pada ku, karena mommy merasa aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang ibuku sejak dilahirkan di dunia. Aku sempat menolak perkebunan ini menjadi milik ku, aku ingin kami semua bersama-sama memiliki dan merawat perkebunan ini", ucap Allegri.

Untuk sesaat suasana hening begitu terasa. Yang terdengar hembusan angin malam.

"Aku tidak tahu cerita yang sebenarnya tentang perkebunan ini Al. Yang aku tahu sekarang banyak sekali simbol AA di pondok ini. Sejak datang tadi mataku melihat pahatan di tiang itu dan dalam pondok. Apa tempat ini menjadi tempat kalian berdua?", tunjuk Allegra pada sebuah tiang kayu.

Alle memutar tubuhnya menatap Allegri. Pun laki-laki itu melakukan hal yang sama. Keduanya bertukar pandang dengan intens. Tidak seperti biasanya Alle akan langsung memalingkan wajahnya. Namun saat ini yang gadis itu lakukan justru kebalikannya. Menatap intens wajah tampan Allegri.

Ternyata beberapa tahun telah berlalu sudah banyak perubahan yang ia lihat dari laki-laki itu. Sesekali masih berbicara ketus tapi juga acap kali menunjukkan sisi perhatiannya.

Pun Allegri menatap intens wajah cantik Allegra. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah cantik alami gadis yang berdiri tanpa jarak darinya.

"Aku senang untuk mu dan Alice, Al. Kau sangat mencintainya, semua di perkebunan ini tentang kalian berdua. Cinta kalian sedalam itu. Aku ingin mengenal kekasih mu, ia gadis yang beruntung", ucap Allegra tersenyum.

Namun seketika senyum itu lenyap ketika netranya beradu dengan netra Allegri yang membalasnya dengan tatapan yang sulit ia artikan.

Entah siapa yang memulai kini keduanya saling menyatu. Mungkin terbawa suasana dingin yang menyusup hingga tulang, membuat Allegra bukannya menjauh namun malah menikmati ciuman lembut Allegri.

Alam seperti mendukung suasana intim yang kini menjelma di perasaan Allegra dan Allegri. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya membasahi bumi.

Tanpa melepas tautan bibir, keduanya berjalan masuk ke dalam pondok. Allegri mendorong tubuh Alle ke dinding pondok. Bibir laki-laki itu memangut bibir atas dan bawah Alle bergantian. Bibir itu terasa hangat. Lidah Allegri menerobos masuk menyapu langit-langit mulut Allegra yang tidak menolaknya sama sekali, malah menikmati dan membalas tak kalah panasnya.

Udara dingin mendadak menjadi panas. Tiba-tiba suara dentuman keras memecah keheningan malam, diikuti kilatan putih. Pondok terasa bergetar sama halnya dengan tubuh Allegra terasa ikut bergetar.

Langit yang pekat terbelah, membuat bumi bergetar hebat. Suara petir terdengar begitu keras memekakkan telinga.

Allegra spontan memeluk erat tubuh Allegri. Menyembunyikan wajah ketakutan ke dada bidang laki-laki itu.

Allegri membalasnya dengan dekapan hangat seperti ingin melindungi gadis itu. Ia tahu sejak dulu Alle sangat ketakutan saat mendengar suara petir. Dan ketika itu pula ia akan meledek gadis itu hingga menangis semakin ketakutan. Membuat Allegra mencari perlindungan dari siapapun kala itu. Tapi kini hal berbeda yang Allegri lakukan. Mendekap hangat tubuh Allegra. Memberikan perlindungan.

"Jangan takut, aku akan menjaga mu", bisik Allegri penuh perhatian.

"Sebaiknya kau rebahan saja. Hujan sangat deras, kita tidak bisa kembali ke hacienda".

Allegra menganggukkan kepalanya.

Allegri mengangkat tubuh Alle ke atas sofa yang berukuran cukup untuk menampung dua orang. Merebahkan tubuh gadis itu di sana.

Allegri hendak pergi mengambil selimut di lemari, namun Alle menahan tangan laki-laki itu dengan tatapan memohon.

"Jangan tinggalkan aku Al. Aku membutuhkan mu..!".

...***...

To be continue

1
Dinda Wei
Kamu beruntung banget Alle di cintai sedalam itu sama Al😍
Amelia
Lanjut thor👍😍
Amelia
Ya si bapak nggak berubah kalau ngomong sat sett gitu aihhh😛😂
Amelia
Lanjut 😍
Naya En-lish
/Heart//Heart//Heart/
Delyana.P
Kalau udah baikan jgn ribut lagi. otw ke pelaminan 👍
Delyana.P
Agak lebay si Alle kalau kayak gini. 🤔
Delyana.P
Alle jgn bodoh ya, alice emang sengaja mancing kamu biar ribut sm al. Jgn juga lg lari gitu, kenapa sih
Dinda Wei
Nah gitu berbaikan. Kasihan carmen di pecat, tp emang patàl sih kesalahannya. Lanjut kK👍
Dinda Wei
Benar-benar salah paham ini kayaknya. Entah dapat dari mana Alice pasword mu al, kamu harus selidiki loh. Kebangetan. Lagian Alle kenapa gegabah sih, mbok y dengerin penjelasan Al. 🤔🤔🤔
Dinda Wei
Kamu harus percaya dan dengerin penjelasan al dong Allegra. Bisa sja pasword itu tau dari pembantunya al atau darimanapun. namanya juga niat jahat apa aj pasti bisa di lakuin pake uang
Dinda Wei
otw halal smg nggak ada rintangan😍
Dinda Wei
otw halal smg nggak ada rintangan😍
Dinda Wei
yang terbuat dari gandum utuh ya maksudnya. enak dan sehat banget itu👍
Amelia
Malam bapaknya al yg antusias banget 😛
Amelia
Ternyata Alice licik. Hati2 aja Kamu Alice di abisin Luigi kalau sampe menghancurkan pernikahan anaknya.😂
Delyana.P
Apa? Nggak salah ngatain Alle kampungan? Ternyata begitu ya tabiat mu Alice sok terluka ternyata...ada intrrik terselubung dia mah🤔
Delyana.P
Nahh
Delyana.P
😱😱😱
Delyana.P
Kok ganti terus covernya thor? Yang sekarang udah bagus jgn di ganti lagi thor👍
Emily: Nt yang ganti covernya kak. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!