NovelToon NovelToon
Monarch: The King Who Refused To Die

Monarch: The King Who Refused To Die

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sistem / Fantasi
Popularitas:224
Nilai: 5
Nama Author: Sughz

Ia pernah menjadi Monarch—penguasa yang berdiri di puncak segalanya. Namun pengkhianatan merenggut tahtanya, menghancurkan kerajaannya, dan memaksanya mati berulang kali dalam siklus reinkarnasi yang panjang. Selama ratusan kehidupan, ia menunggu. Menunggu para bawahannya yang tersebar, tertidur, atau tersesat di berbagai dunia. Di kehidupan terakhirnya, saat tubuhnya menua dan kematian kembali mendekat, sebuah system akhirnya terbangun—bukan ciptaan dewa, melainkan jelmaan dari salah satu rekan lamanya. Dengan kematian itu, sang raja kembali terlahir, kali ini di dunia yang sama… namun telah berubah drastis dalam beberapa ratus tahun.

Dunia yang ia kenal telah runtuh, kekaisaran bangkit dan jatuh, gereja menguasai kebenaran, dan para dewa mengawasi dari kejauhan. Dengan system yang setia di sisinya dan ingatan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya, sang Monarch memulai perjalanannya sekali lagi: membangkitkan bawahan yang tersisa, membangun kekuatan dari bayang-bayang, dan menuntut balas atas pengkhianatan lama yang belum lunas. Ini bukan kisah pahlawan yang diselamatkan takdir—ini adalah kisah seorang raja yang menolak mati sebelum dunia membayar hutangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sughz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.3. Under Observation

Di ruang kamar, Theo sedang duduk bersandar tembok dengan napasnya yang berat. Dia mencoba menyerap energi alam ke dalam tubuhnya. Tapi tak lama urat di wajahnya menonjol karena kesal.

“Aaaahhhh, kenapa susah sekali!!!” teriak Theo. Wajahnya penuh amarah, menarik rambut dengan tangannya.

“Hei Lily, apa kau tak bisa membantu untuk ini?” tanya Theo.

Tapi Lily hanya diam.

“Bukankah katamu, kau di sini untuk membantuku.” seru Theo, dia mendengus pelan.

[TING]

“Sebenarnya saya bisa membantu agar tuan bisa menyerap energi alam lebih cepat.”

Urat-urat di leher dan wajah Theo menegang mendengar itu.

“Lalu... kenapa kau tidak memberitahuku,” seru Theo menahan amarahnya.

[TING]

“Karena tuan tidak menyuruh saya sejak tadi.”

Theo hanya diam, dia mencoba menahan amarah agar tidak meledak. Mengatur napasnya, dan tiba-tiba energi dari luar masuk secara besar membuat udara di dalam ruangan berubah.

“Apa ini?” Theo melihat sekeliling, dan merasakan di dalam tubuhnya terisi banyak energi alam.

[TING]

“Saya bisa menyerap energi ini untuk tuan, tapi tuan sendiri yang harus mengontrolnya.”

Theo tidak berkata apa-apa, dia langsung memfokuskan dirinya mengambil posisi bersila. Lalu fluktuasi energi yang masuk ke tubuh Theo menjadi lebih besar dan semakin besar. Tubuh Theo seperti menyedot semua energi di sekitarnya.

Di luar, langit yang tadinya cerah menjadi mendung secara tiba-tiba. Angin berhembus dengan kencang, burung-burung berterbangan dengan panik. Semua orang bingung dengan fenomena itu.

Di dalam kamar, Theo masih memfokuskan dirinya, tubuhnya berubah dengan cepat. Tubuh yang tadinya hanya terlihat tulang dan kulit kini mulai membentuk otot. Dan wajahnya menjadi lebih cerah, dan saat membuka matanya. Warna merah yang pudar sekarang menjadi merah darah, tajam seperti pemangsa.

“Huufftt” Theo menghembuskan napasnya perlahan. Lalu dia bangkit dan berjalan ke arah cermin, dan terkejut saat melihat bayangannya sendiri.

“Waaaaah, apa ini. Apa ini nyata?” ucapnya kagum, melihat wajahnya yang sekarang sedikit tampan.

“Hei, Lily bukankah ini hebat. Aku hanya duduk sebentar, tapi energi yang terserap sudah sebanyak ini, bukankah ini seperti pemaksaan.” seru Theo, masih kagum dengan perubahan tubuhnya.

“Lily, apa kau tak mendengarku?” ucap Theo, bingung karena tidak ada jawaban.

“Lily?” panggilnya lagi.

Tapi masih tidak ada jawaban.

“Lily” panggil Theo mulai khawatir.

[TING]

“Bisakah tuan menyingkir dari cermin itu, saya sedikit terganggu dengan wajah anda.”

Mendengar itu, raut wajah Theo berubah menggelap. Urat-urat di leher seperti akan meledak sekarang.

“Suatu saat kalau aku bisa bertemu denganmu, aku akan membunuhmu lebih dulu daripada bajingan itu,” ucap Theo, nadanya penuh dengan amarah dan tangannya mengepal seakan ingin meninju seseorang.

[TING]

“^_^”

.

.

.

Di tempat yang amat jauh, seseorang pria tua sedang duduk dan membaca buku. Lalu ada seorang pria yang masuk, memakai jubah putih berlambang matahari. Dia berjalan pelan dan memberi hormat.

“Mohon maaf atas gangguannya tuan Uskup,” ucap pria itu.

“Ada apa?” tanya pria tua yang di panggil Uskup itu, tanpa menoleh.

“Kami mendapat laporan dari kekaisaran Ashvale bahwa di sana telah terjadi fenomena aneh,” jawabnya.

Pria tua itu menutup bukunya lalu menatap pria yang masih berdiri di depannya.

“Fenomena apa?” ucap pria tua itu.

Pria itu bingung saat ingin berbicara.

“Lebih baik tuan membaca sendiri laporan itu tuan” ucapnya, lalu melangkah maju menyerahkan gulungan kertas berwana cokelat.

Pria tua itu hanya diam lalu menerima gulungan itu dan membacanya secara perlahan.

Wajahnya perlahan menegang saat membaca surat itu.

“Apa ini bisa di pertanggung jawabkan?” ucapnya, lalu kertas itu terbakar.

“Kepala Pendeta kita yang ada di kekaisaran Ashvale yang melaporkan secara langsung tuan,” jawab pria itu.

“Baiklah, tugaskan mereka untuk mencari tahu secara diam-diam,” perintah pria tua itu, lalu dia berdiri. “Aku sendiri yang akan melapor kepada Uskup Agung.”

Pria tua itu melangkah keluar dengan cepat.

“Baik tuan” jawab singkat pria itu, lalu ikut melangkah keluar.

.

.

Di ruangan yang penuh dengan buku, terlihat Eirene sedang membaca buku yang tampak tidak sesuai dengan umurnya. Membaliknya secara perlahan, matanya penuh fokus pada tulisan di depannya. Tapi raut wajahmya bosan, seperti sudah berulang kali melihat tulisan itu.

Tiba-tiba dia menutup bukunya, melihat ke arah luar. Dan mulai beranjak pergi dari tempatnya, masih membawa buku besar di tangannya.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!