NovelToon NovelToon
Cakar Naga Pemutus Takdir

Cakar Naga Pemutus Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Sembilan Awan, takdir seseorang ditentukan oleh Pusaka Jiwa yang mereka bangkitkan. Li Tian, seorang murid luar yang gigih namun miskin, menjadi bahan tertawaan seluruh sekte ketika ia membangkitkan pusaka berupa sarung tangan perunggu kusam yang dianggap sampah tak berguna.

Namun, dunia buta akan kebenarannya. Di balik karat itu bersemayam Zu-Long, Roh Kaisar Naga Primordial yang pernah menguasai langit. Pusaka itu bukanlah sampah, melainkan Cakar Naga Pemutus Takdir, satu dari Sembilan Pusaka Kaisar legendaris dengan kemampuan mengerikan: melipatgandakan kekuatan penggunanya tanpa batas.

Menolak menyerah pada nasib sebagai "sampah", Li Tian bangkit. Dengan bimbingan Naga Purba yang angkuh dan tekad baja, ia bersiap menampar wajah para jenius sombong, melindungi orang-orang terkasih, dan mendaki puncak kultivasi untuk menjadi Dewa Perang Terkuat.

Legenda seekor Naga yang membelah langit baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggung Naga Mengamuk

"Serang! Jatuhkan dia!"

Teriakan itu menjadi pemicu kekacauan di Panggung Nomor 7. Sepuluh murid luar, yang dipimpin oleh seorang pria kekar bernama Zhou (kaki tangan Li Feng), menerjang ke arah Li Tian dari segala arah. Pedang kayu, tongkat besi, dan tinju yang dilapisi Qi melayang serentak, bertujuan untuk meremukkan Li Tian dalam satu gelombang serangan.

Di tribun penonton, Han Gemuk menutup matanya, tidak tega melihat sahabatnya dikeroyok. "Li Tian..."

Namun, di tengah badai serangan itu, Li Tian berdiri tenang. Dia tidak memasang kuda-kuda bertahan. Dia hanya merendahkan pusat gravitasinya sedikit.

"Lambat," gumamnya.

Di mata Li Tian yang telah dipertajam oleh Sutra Kaisar Naga, gerakan sepuluh orang itu terlihat penuh celah.

Saat tongkat besi pertama hampir menghantam kepalanya, Li Tian bergerak.

BAM!

Bukan menghindar, Li Tian justru maju selangkah dan meninju ujung tongkat besi itu secara langsung.

Suara kayu dan logam beradu terdengar keras. Tongkat besi itu—senjata kelas fana tingkat rendah—bengkok seketika, lalu terlempar dari tangan pemiliknya. Murid yang memegangnya menjerit karena telapak tangannya sobek akibat getaran.

"Satu," hitung Li Tian dingin.

Tanpa berhenti, dia memutar tubuhnya. Kaki kanannya menyapu lantai seperti ekor naga.

Dugh! Dugh! Dugh!

Tiga murid yang mencoba menyerang dari bawah tersapu kakinya. Tulang kering mereka retak saat beradu dengan kaki Li Tian yang sekeras baja. Mereka jatuh berguling.

"Empat."

Enam orang sisanya mulai ragu. Namun Zhou berteriak, "Jangan takut! Dia hanya satu orang! Gunakan Qi Pelindung kalian dan tabrak dia!"

Enam orang itu mengaktifkan aura mereka, bersinar redup dengan warna-warni Qi elemen dasar, lalu menyerbu masuk.

Li Tian menyeringai. "Adu badan? Ide bagus."

Dia menarik napas dalam. Otot-otot punggungnya mengembang, merobek sedikit jahitan jubah barunya. Dia tidak menggunakan Gandakan. Kekuatan fisik murni dari Tempa Tubuh Tingkat 8 ditambah Tulang Besi sudah lebih dari cukup.

"Minggir!"

Li Tian menerjang ke depan, bahunya menjadi senjata pendobrak.

BRAK!

Tabrakan itu brutal. Li Tian seperti badak mengamuk yang menabrak tumpukan kardus. Dua murid yang mencoba menahannya terpental terbang keluar dari panggung, mendarat keras di tanah berpasir di bawah.

Li Tian mencengkeram kerah baju dua murid lainnya, mengangkat mereka seolah mereka seringan kapas, dan membenturkan kepala mereka satu sama lain.

Duk!

Keduanya pingsan seketika. Li Tian melempar tubuh lemas mereka keluar ring.

"Delapan."

Hanya tersisa Zhou dan satu pengikutnya yang gemetar ketakutan.

Seluruh arena terdiam sejenak, lalu meledak dalam kegemparan.

"Apa-apaan itu?!" "Kekuatan fisik macam apa itu? Dia melempar orang dewasa seperti melempar bantal!" "Apakah dia benar-benar Li Tian si Sampah?"

Di panggung utama, seorang Tetua Sekte Luar yang sedang minum teh tersedak. Dia menatap Panggung 7 dengan mata terbelalak. "Murid itu... fondasi tubuhnya sangat kokoh. Tidak ada kebocoran Qi sedikit pun saat dia bergerak. Siapa gurunya?"

Di atas panggung, Li Tian menatap Zhou yang kini mundur ketakutan hingga ke tepi ring.

"K-kau... jangan mendekat!" Zhou mengacungkan pedangnya dengan tangan gemetar. "Aku... aku sepupu jauh Li Feng! Kalau kau menyentuhku..."

"Li Feng lagi," potong Li Tian bosan. Dia berjalan santai mendekati Zhou. "Kalian semua hanya bisa berlindung di balik nama orang lain. Menyedihkan."

"Mati kau!" Zhou nekat, menebas pedangnya ke leher Li Tian.

Li Tian menangkap bilah pedang itu dengan tangan kanannya—sarung tangan perunggu itu mencengkeram baja tajam itu tanpa tergores sedikit pun.

"Naga tidak takut pada jarum," kata Li Tian.

Krak!

Li Tian meremas tangannya. Bilah pedang baja itu hancur berkeping-keping di genggamannya.

Mata Zhou hampir keluar dari kelopaknya. Menghancurkan senjata dengan tangan kosong?!

Sebelum Zhou sempat berteriak menyerah, Li Tian menendang perutnya dengan santai.

Bugh.

Zhou melayang di udara, melewati tali pembatas, dan jatuh menimpa tumpukan murid-murid yang sudah dikalahkan sebelumnya.

"Sepuluh," kata Li Tian, menepuk tangannya seolah membersihkan debu.

Dia melihat sekeliling. Tiga puluh sembilan peserta lain di Panggung 7 menatapnya dengan horor. Tidak ada yang berani bergerak atau menatap matanya.

"Masih ada yang mau hadiah dari Li Feng?" tanya Li Tian santai.

Semua orang menggeleng serempak, mundur beberapa langkah.

Wasit di Panggung 7, seorang diaken paruh baya, menelan ludah sebelum mengangkat benderanya.

"Pemenang pertama dari Grup 7: Li Tian! Empat slot tersisa, lanjutkan pertarungan!"

Li Tian tidak menunggu. Dia melompat turun dari panggung dengan anggun.

Saat dia berjalan kembali ke area istirahat, kerumunan murid membelah jalan untuknya, memberi hormat dengan tatapan takut dan kagum.

Dari kejauhan, di area VIP peserta, Li Feng meremas sandaran kursi kayunya hingga hancur menjadi serbuk. Wajahnya merah padam, urat-urat di lehernya menonjol.

"Li Tian..." desisnya penuh kebencian. "Kau pikir kau hebat hanya karena mengalahkan sampah-sampah itu? Tunggu saat kau berhadapan denganku. Aku akan memotong tanganmu dan menjadikannya pajangan!"

Di samping Li Feng, seorang pemuda berwajah dingin dengan pedang di punggungnya—Kakak Senior Zhang—menatap Li Tian dengan minat.

"Menarik," gumam Zhang. "Dia menyembunyikan kekuatannya dengan baik. Li Feng, jangan meremehkannya. Sarung tangan itu... bukan pusaka biasa."

"Diam kau, Zhang!" bentak Li Feng. "Aku tidak butuh nasihatmu! Aku akan membunuhnya di babak final!"

Sementara itu, Li Tian duduk di samping Han Gemuk yang masih menganga lebar.

"Tutup mulutmu, Han. Nanti lalat masuk," canda Li Tian.

"Tian... kau... sejak kapan kau jadi monster?" tanya Han tak percaya.

Li Tian tersenyum misterius, mengelus sarung tangan perunggunya. "Sejak aku memutuskan untuk berhenti menjadi manusia biasa."

"Bagus," puji Zu-Long di kepalanya. "Kau tidak mempermalukanku. Tapi ingat, ini baru kroco. Babak selanjutnya adalah duel satu lawan satu. Lawanmu akan lebih tangguh."

"Aku siap, Guru," jawab Li Tian dalam hati. "Siapa pun lawannya, akan kugandakan rasa sakit mereka."

Babak penyisihan berakhir menjelang siang. Dari ribuan peserta, kini tersisa 100 orang terbaik.

Papan pengumuman sihir menampilkan bagan pertandingan babak selanjutnya.

Pertandingan 1: Li Tian vs Zhao Si (Peringkat 48).

Li Tian melihat nama lawannya. Zhao Si dikenal sebagai pengguna teknik "Tapak Besi".

"Tapak Besi melawan Cakar Naga?" Li Tian berdiri, meregangkan ototnya. "Mari kita lihat siapa yang lebih keras."

1
Nanik S
Musuh Lama bermunculan Li Tian
Nanik S
Li Tian... banyak sekali Musuhmu
Nanik S
Kadal Pitih.... Li Tian memang lumayan Konyol
𝘼̶N̶A̶L̶I̶S̶T
novel ke dua yg aku taruh di rak buku setelah " Legenda Pendekar Naga" karena emank layak di baca.
Nanik S
Keren Tor.. 👍👍👍
Nanik S
Dua Naga yang bermusuhan lagi Bersatu melawan musuh...
Nanik S
Musuh dari musuhmu adalah teman 👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Naga hitam Dan Naga putih bertarung
Nanik S
Apakah mereka akan bertemu kembali untuk adu kekuatan atau hancur bersama
Nanik S
God Joob
Nanik S
Li Tian dapat saingan
Nanik S
Jooooooos
Nanik S
Dimana tepatnya rumah Xiao Yu
Nanik S
Xiao Yu... keturunan terakhir penjaga Malam Kaisar
Nanik S
Dapat 3 inti
Nanik S
Li Tian akhirnya ikut mabuk juga
Nanik S
Maaaantaaap Pooool
Nanik S
Mau tarung mikirin paaha Ayam
Nanik S
Li Tian... pedang tak bermata...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!