Jika aku bisa memilih antara dia atau dirimu maka aku tak kan pernah ingin mengenal kalian..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selvi Noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 30
"Assalammualaikum putri bunda, Alysia masyaallah cantik sekali kamu nak.. " ucap Dera yang kini tangannya meraih pipi mengusapnya dengan pelan sang putri, Alysia.
"Waalaikumsalam bunda.." jawab dion dengan nada seperti anak-anak.
"Dan ini putra bunda jagoan bunda, namanya Aryan.." ucap sang ibu mertua yang kini mendekat ke arah Dera yang saat ini sedang terbaring..
Dera pun menoleh melihat sang putra yang saat ini tertidur pulas di dalam dekapan sang ibu
"Masya'Allah bu.. Aryan dan juga Alysia sudah besar dan aku baru lihat saat mereka tumbuh menjadi anak yang pintar.." Ucap Dera yang kini menitihkan air matanya melihat putra dan juga putrinya.
"Bu.. tolong baringkan Aryan ke tempat tidur bersama Dera .." sambungnya yang kini menatap Aryan yang tertidur dengan pulas
Sang ibu pun menganggukkan kepalanya lalu membaringkan tubuh sang cucu dengan pelan. Dera pun tersenyum ia mengelus pipi sang putra menatapnya. Sedangkan sang putri terlihat lebih aktif ia selalu menampakkan kebolehannya terhadap sang bunda ataupun keluarganya yang lain.
Waktu begitu cepat berlalu dan kesehatan dera pun terus maju begitu cepat, entah karna ia ingin terlihat lebih kuat atau ia memang lebih kuat. Dera terlihat bersemangat saat melihat putra dan juga putrinya yang dekat dengannya.
Di pagi yang cerah terlihat dera yang sedang di periksa oleh dokter yang cukup kenal dengannya.
"Masih melakukan rawat jalan ya Der.. aku minta untuk satu minggu sekali tetap periksa kesehatan agar kami bisa mengontrol kamu setiap minggunya " ucap sang dokter yang kini memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Dera
"Iya dok.. Aku akan periksa jika aku ingat" jawab dera dengan senyuman di wajahnya.
"Dirimu belum terlalu pulih dera.. Bahkan aku pun takut jika dirimu kembali drop " ucap sang dokter yang menatap Dera
"Haiss buktinya saat aku hamil aku tak ada masalah dan saat aku melahirkan pun tak apa. Dan lihat lah sekarang aku kembali. Aku kembali pada suami dan juga anak-anak ku .." jawab Dera yang terlihat jelas di matanya begitu bahagia.
"Tetap jaga kesehatan Der.. jangan lupakan kondisi mu saat ini, kamu belum di perbolehkan pulang sebenarnya masih menunggu beberapa Hari lagi, tapi kamu kekeh ingin kembali di rumah !" ucap sang dokter
"Dan ingat aku adalah dokter yang selalu menangani kamu, aku perduli pada orang tua kamu, suami dan juga kedua anak kalian.." sambungnya yang kini membuka tasnya dan menuliskan beberapa nama obat yang harus di berikan pada Dera.
"Hemmm.. aku tau dan aku sadar, maka dari itu aku sangat berterima kasih atas semuanya.. Kamu sudah merawat saya dengan keyakinan dirimu walaupun susah untuk mu terima semuanya, aku tau kamu takut tapi yakin lah jika jodoh rejeki dan juga maut pasti akan menghampiri kita.." ucap Dera
"Dan seandainya aku akan pergi aku mohon bukalah hati mu untuk orang lain, ada atau pun tidak ku mohon tetap lah buka hati mu untuk orang lain. Walaupun aku masih ada di sini aku adalah istri orang.. Dan kamu harus tau itu " sambung Dera.
"Hemm.. ak.." jawabnya terputus saat ada suara ketukan dari luar.
Tokk tokk tok.. (Bunyi ketukan pintu)
Dan tak lama kemudian nampak Dion yang datang membawakan makanan untuk dera, senyuman yang terlihat jelas di pipinya membuat Dera terenyuh
"Assalammualaikum sayang " ucap Dion yang kini berjalan ke arah ranjang Dera.
"Dok" Sambungnya saat melihat Dokter yang kini pun tersenyum melihat Dion
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatu mas.." jawab Dera
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatu pak.." ucap sang Dokter dengan tersenyum melihat Dion
"Bagaimana keadaan istri saya dok..?" Tanya Dion yang kini melihat ke arah sang istri yang kini terlihat mengambil roti yang ia bawakan
"Sudah membaik sayang dan tak perlu ada yang di khawatirkan.." jawab Dera dengan tersenyum
sedangkan sang dokter terlihat menganggukkan kepalanya.
"Namun setiap satu minggu sekali datang ke rumah sakit untuk mengontrol keadaan pasien.." ucap Sang dokter
"Baiklah kalau begitu terimakasih dok, saya akan menghantarkan istri saya untuk cek keadaanya." jawab Dion dengan tangan yang mengusap puncak kepala Dera.
Justru karena mencintai itu rela mengalah membiarkan Dia bahagia dengan Dunianya dan kebebasannya tanpa harus terkekang dengan segala aturan yg kita buat.
Level tertinggi mencintai itu, ketika kita rela melepaskannya disaat hati sangat mencintainya 😊
Hingga akhirnya jatuh sejatuh²nya dan berakhir dengan kecewa dan luka.
Apabila semua itu blm siap maka jaga hati untuk tidak jatuh cinta 🤧
Bukan perpisahan yang ditangisi, tapi pertemuan yang harus disesali..
Kecewa sama diri sendiri dan hati yang begitu mudahnya jatuh cinta dan terbuai 🥺
ada hubungan apa merekaa sama dera..