NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 1

Albiru Danzel tengah sibuk dengan beberapa pekerjaannya yang mendesak. Tiba-tiba panggilan dari Alisha—kekasih hatinya yang sudah enam tahun ini menjalin hubungan dengannya—menghubungi melalui panggilan.

Dengan semangat Albiru menjawab panggilan tersebut.

“Kamu ada waktu sore ini buat aku, nggak?” tanya Alisha dari seberang sana.

“Ada sayang, kita ketemu di mana?”

“Kafe biasa aja ya, soalnya aku mau ngobrol santai dan tenang sama kamu,” saran Alisha.

“Oke. Tunggu aku jam 5 sore di sana. Aku usahakan segera menyelesaikan pekerjaan ini.”

“Baiklah, aku tunggu ya.”

“Iya sayang.”

Setelah panggilan berakhir, Albiru segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa bertemu dengan Alisha. Sebenarnya hari ini dia juga ingin melamar gadis itu setelah enam tahun bersama, tapi karena pekerjaan ini, dia harus menundanya.

Albiru berpacaran dengan Alisha saat mereka sama-sama duduk di bangku kuliah. Alisha yang kala itu menjadi mahasiswi baru membuat Albiru tertarik, baginya, Alisha berbeda dari gadis yang lain. Sedangkan saat itu Albiru sudah menjadi mahasiswa senior yang sudah menjalani semester akhir.

Usia mereka terpaut 4 tahun dan kini Albiru sudah menginjak usia 29 tahun sedangkan Alisha 25 tahun. Usia ini tentunya sudah matang untuk berumah tangga terlebih lagi bagi Alisha.

Sore harinya, Albiru membawa sebuket bunga dan juga cincin yang sudah dia persiapkan untuk melamar gadisnya.

Ternyata Alisha sudah datang lebih dulu, dia menunggu Albiru dengan wajah tegang seakan menyimpan beban yang cukup berat.

“Sayang, lama menunggu?” sapa Albiru setelah mengecup puncak kepala Alisha. Alisha memberikan senyum terbaiknya pada Albiru, senyum yang selalu membuat Albiru tergila-gila padanya.

“Aku baru nyampe juga kok,” balas Alisha pelan.

Albiru memberikan buket bunga itu pada Alisha dan langsung Alisha cium aroma dari bunga tersebut lalu ia peluk.

“Bagus sekali, makasih ya.” Alisha berucap senang.

“Sama-sama, sayang.”

Mereka memesan makanan terlebih dahulu sambil berbincang ringan seperti biasa. Beberapa menit kemudian, makanan datang dan Albiru pindah duduk ke samping Alisha. Dia sesekali menyuapi Alisha dengan makanan miliknya begitu pula sebaliknya. Tak ada ketegangan sama sekali saat ini hingga makanan habis dan mereka sudah duduk santai. Alisha langsung membuka pembicaraan yang jauh lebih serius.

“Aku ingin menyampaikan hal penting padamu, Albi.” Albiru mengangguk pelan karena dia yakin kalau Alisha akan menanyakan mengenai kelanjutan hubungan mereka dan disaat itulah nanti Albiru akan melamarnya.

“Mau menyampaikan apa?” tanya Albiru sambil mengusap pelan rambut Alisha yang panjang terurai.

Alisha menunduk sejenak lalu memejamkan mata, kemudian dia menghela nafas dan menatap Albiru kembali. Dengan mantap dia berkata, “Aku minta maaf sebelumnya, aku ingin hubungan kita berakhir sampai di sini, Albi.” Bagai petir di siang bolong, Albi tak menyangka kalau Alisha akan memutuskan dirinya begini, padahal mereka tidak ada masalah satu sama lain sebelum ini.

Albi menegakkan tubuhnya dan menatap Alisha dengan serius, wajahnya sedikit berkerut dan tangannya langsung menggenggam tangan Alisha.

“Apa-apaan ini?” balas Albiru dengan sedikit tawa getir. “Kamu jangan bercanda, Sha. Kita udah menjalin hubungan selama enam tahun dan kamu minta putus? Ada apa memangnya? Kenapa tiba-tiba begini? Aku salah apa?” tanya Albi tak menyangka, Alisha langsung menggeleng kuat.

“Kamu gak salah, Albi. Aku yang tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini, aku harus ikut kedua orang tuaku keluar kota.”

“Ya kalau keluar kota silakan saja, kita masih bisa berhubungan kan? Kita juga masih bisa saling berbagi kabar dan bertukar pesan. Kenapa harus putus?” sanggah Albi yang masih tidak terima dengan keputusan Alisha.

Alisha duduk menjauh dari Albiru dan melepaskan genggaman tangan itu. “Maaf Albiru, aku mencintai pria lain yang mana sebulan lagi kami akan menikah. Pria itu pilihan kedua orang tuaku dan aku mencintainya.” Tak bisa lagi Albiru membalas ucapan Alisha.

Semua ini sangat menyakitkan baginya dan juga harga dirinya sebagai pria terinjak oleh pengakuan Alisha.

“Jadi, selama ini kamu sudah berselingkuh?” tanya Albi dengan nada rendah yang pastinya amat menyakitkan.

“Iya. Maafkan aku, aku jauh lebih nyaman dengan pria itu dan mantap untuk menikah dengannya.” Albiru seketika tertawa dan menaruh kedua tangannya di atas meja. Tawa yang menyiratkan betapa sakit dirinya dikhianati oleh kekasih yang selama ini dia cintai itu.

“Wow... ternyata kamu tidak sebaik yang aku pikirkan, Alisha. Gadis sepolos dan sebaik kamu justru mengkhianatiku, apa salahku memangnya hah?”

“Kamu tidak salah sama sekali, Albi. Aku yang salah. Aku hanya ingin menyampaikan hal ini padamu. Maafkan aku.” Alisha meraih tas kecilnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Albiru yang sedang merenungi semua ini.

Albiru tidak mengejar Alisha ataupun meminta penjelasan lebih, dia memilih diam dan melepaskan gadis itu dengan pilihannya sendiri.

...***...

Albiru pulang ke rumah dengan kondisi tidak karuan, penampilannya sangat berantakan dan bau alkohol begitu menyengat di tubuhnya.

Irma langsung menghampiri anak tunggalnya itu dan khawatir melihat Albiru begini. “Kamu mabuk? Sejak kapan kamu menyentuh minuman begitu, Albi?” tanya Irma dengan panik lalu menuntun Albiru untuk duduk di sofa ruang tamu.

Albiru tidak menjawab, dia hanya diam termenung tanpa ekspresi sama sekali. Jas miliknya tergeletak di lantai marmer begitu saja dan pelayan di rumah itu segera membereskan atas suruhan Irma.

Adipati selaku ayah Albiru juga ikut terkejut melihat putranya kusut begini. Tak pernah seumur-umur Albiru sehancur dan sekusut ini, dia juga tidak pernah meminum alkohol sama sekali. Adipati mendekati Albiru dan menanyakan pertanyaan yang sama dengan Irma tadi. Tetap saja Albiru tidak menjawab, dia memilih bungkam dan membiarkan tubuhnya dipeluk oleh Irma.

“Sudahlah, lebih baik kamu tidur dan istirahat dulu. Kamu butuh istirahat, Bi.” Adipati berujar lalu Irma menuntun putranya ke dalam kamar.

“Mama pergi saja, aku mau sendiri,” tolak Albiru lalu berjalan gontai menuju kamarnya di lantai atas.

Irma yang tidak senang hati langsung menghubungi Alisha karena mereka cukup dekat tapi nomor Alisha tidak aktif.

Albiru mengurung dirinya di dalam kamar tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu.

Dua minggu berlalu, kondisi Albiru semakin mengkhawatirkan. Sudah dua minggu ini Albi tidak mau bicara dengan siapapun termasuk kedua orang tuanya. Sudah dua minggu ini pula pria itu sakit dan terbaring di tempat tidur.

Sampai detik ini, Irma masih belum bisa menghubungi Alisha dan meminta Kartik untuk mencari gadis itu. Kartik yang telah berusaha tetap tidak menemukan di mana Alisha berada dan mereka yakin kalau penyebab hancurnya Albiru adalah menghilangnya Alisha.

“Ada apa dengan mereka? Kenapa jadi begini? Tante lihat belakangan ini mereka baik-baik saja,” kata Irma pada Kartik yang duduk di tepi ranjang Albiru.

“Mungkin mereka ada masalah, bisa saja kan.” Kartik mengutarakan pendapatanya mengenai hal ini sehingga Irma mengangguk-anggukkan kepala.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!