NovelToon NovelToon
BEHIND THE SPOTLIGHT

BEHIND THE SPOTLIGHT

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Romantis
Popularitas:612
Nilai: 5
Nama Author: Kde_Noirsz

"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Sidang Meja Bundar di Mansion Kim

Malam telah benar-benar jatuh saat iring-iringan mobil mewah memasuki gerbang Mansion Kim. Kali ini, kepulangan Aira tidak biasa. Di depan, mobil jeep tua Beomgyu yang berisik memimpin jalan, diikuti oleh mobil sedan hitam mengkilap milik Guanlin yang menjaganya dari belakang. Suasana di dalam jeep sangat sunyi. Aira duduk diapit oleh Minju dan Ryujin, wajahnya tampak cemas sambil terus memainkan ujung kemeja denim milik Ryujin.

"Kak Minju... Aira takut. Lihat tuh, lampu ruang tamu nyala semua," bisik Aira dengan nada suara yang bergetar manja.

Minju menghela napas, ia merapikan rambut Aira yang berantakan karena angin dermaga. "Tenang, Aira. Kami akan ikut masuk. Kami tidak akan membiarkanmu menghadapi tujuh harimau itu sendirian. Lagipula, kita bolos untuk alasan yang benar, kan?"

Beomgyu mematikan mesin jeep-nya tepat di depan lobi. Begitu mereka turun, pintu besar mansion terbuka. Berdiri di sana, Jin dengan tangan bersedekap, Namjoon dengan kacamata yang diturunkan ke ujung hidung, dan Yoongi yang bersandar di pilar dengan ekspresi paling dingin yang pernah Aira lihat.

"Selamat malam, Tuan-tuan Kim," ucap Minju dengan sopan namun tetap tegar, ia berdiri sedikit di depan Aira sebagai tameng.

"Pulang jam sembilan malam, ponsel mati, bolos pemotretan, dan kabur ke tempat terpencil tanpa pengawalan," suara Namjoon terdengar berat dan penuh wibawa. "Aira, masuk sekarang. Kita perlu bicara."

Guanlin melangkah maju dari belakang Aira. "Ini juga tanggung jawab saya, Tuan-tuan. Saya yang menemukan mereka."

Yoongi melirik Guanlin sekilas. "Kau menemukan mereka, tapi kau juga ikut-ikutan makan ramen di sana dan tidak segera membawanya pulang. Jadi, kau juga bagian dari masalah ini, Sultan."

Aira semakin menciut, ia bersembunyi di balik punggung Ryujin. Suasana sangat mencekam; aura ketujuh abang BTS yang sedang marah benar-benar mendominasi halaman mansion malam itu. Persahabatan Golden Fourth Circle kini benar-benar diuji di depan otoritas keluarga Kim.

Ruang tengah Mansion Kim berubah menjadi ruang sidang. Ketujuh abang duduk melingkar di sofa besar, sementara Aira duduk di sofa tunggal dikelilingi oleh Minju, Ryujin, dan Beomgyu yang menolak untuk pulang sebelum memastikan Aira aman. Guanlin berdiri di dekat jendela, memantau situasi dengan waspada.

"Jelaskan," perintah Jimin dengan suara yang tidak selembut biasanya. Matanya menatap gelang tali hitam baru di tangan Aira, merasa cemburu karena posisinya sebagai "pemberi hadiah" tersaingi.

Aira mulai sesenggukan, mode manjanya langsung aktif. "Hiks... Kakak-kakak jangan marahin Kak Minju sama yang lain... Aira yang minta... Aira capek banget disuruh pose terus... Aira pusing lihat kamera..."

Ryujin tidak tahan melihat Aira menangis. Ia maju selangkah. "Dengar, Tuan-tuan. Aira itu manusia, bukan robot naskah atau model pajangan. Dia tertekan di sekolah karena semua orang termasuk kalian terlalu menuntutnya. Kami membawanya pergi untuk menyelamatkan kewarasannya."

"Menyelamatkan kewarasan dengan membawanya ke tempat tanpa sinyal?" sahut Jungkook dengan nada kesal. "Bagaimana kalau ada orang jahat? Bagaimana kalau dia sakit?"

Beomgyu menyela dengan berani. "Kami menjaganya lebih baik dari pengawal manapun, Kak. Karena kami sahabatnya, bukan orang yang digaji untuk itu. Aira tertawa lebih banyak dalam tiga jam di dermaga tadi daripada seminggu ini di sekolah."

Jin memijat pelipisnya. Ia melihat ke arah Minju. "Minju, kau yang tertua di antara mereka. Harusnya kau lebih bijak."

Minju menatap Jin dengan tenang. "Justru karena saya yang tertua, saya tahu kapan Aira butuh pelukan dari laut, bukan dari lampu flash. Kalian boleh menghukum kami, tapi jangan salahkan Aira. Dia hanya ingin menjadi remaja biasa selama beberapa jam."

Perdebatan berlangsung alot. Para abang BTS yang protektif merasa keamanan Aira adalah nomor satu, sementara Golden Fourth Circle bersikeras bahwa kebahagiaan mental Aira jauh lebih penting. Guanlin sesekali membela Aira, namun suaranya sering tenggelam oleh argumen Yoongi yang sangat logis namun tajam.

Setelah hampir satu jam "sidang", suasana perlahan mulai mencair saat Taehyung tiba-tiba berdiri dan menghampiri Aira. Ia berlutut di depan adiknya dan menghapus air mata Aira dengan sapu tangan sutranya.

"Sudah, jangan menangis lagi. Wajah cantikmu jadi sembab," bisik Taehyung lembut. Ia menoleh ke arah abang-abangnya yang lain. "Hyung, kurasa kita memang terlalu berlebihan belakangan ini. Lihatlah, dia sampai harus kabur hanya untuk makan ramen."

Namjoon menghela napas panjang, tanda kemarahannya sudah surut. "Baiklah. Kami minta maaf karena terlalu mengekangmu, Aira. Tapi bolos sekolah dan mematikan ponsel tetaplah salah."

"Jadi... hukuman Aira apa?" tanya Aira dengan suara kecil yang menggemaskan, ia menatap Namjoon dengan mata bulatnya yang masih basah.

Yoongi menyeringai tipis. "Hukumanmu adalah... selama seminggu ke depan, kau dilarang syuting apa pun. Kau hanya boleh sekolah dan langsung pulang. Dan untuk kalian bertiga," Yoongi menatap Minju, Ryujin, dan Beomgyu. "Kalian dilarang membawa Aira kabur lagi tanpa memberikan lokasi live sharing kepada kami. Jika itu dilakukan, aku akan menarik semua sponsor klub sekolah kalian."

"Deal!" sahut Beomgyu cepat sebelum Yoongi berubah pikiran.

Malam itu ditutup dengan makan malam bersama yang tidak terduga. Jin memasakkan pasta untuk semua orang, termasuk untuk Guanlin dan para anggota Fourth Circle. Di meja makan, Aira duduk di tengah-tengah, disuapi oleh Jimin di sebelah kiri dan Ryujin di sebelah kanan.

"Guanlin," panggil Jungkook sambil mengunyah pastanya. "Lain kali kalau mau jemput adikku, pakai mobil biasa saja. Helikoptermu itu merusak pemandangan."

Guanlin hanya tersenyum tipis. "Akan saya ingat, Tuan Muda Jungkook."

Aira tertawa bahagia, ia merasa hatinya sangat penuh. Ternyata, keberaniannya untuk "memberontak" justru membuat hubungannya dengan para abang dan sahabatnya semakin erat. Ia belajar bahwa terkadang, sedikit kenakalan diperlukan untuk mengingatkan semua orang bahwa di balik nama besar Miss KA, ia hanyalah Kim Aira yang butuh kasih sayang dan waktu luang.

📢 GEMEZZZZ BANGET! 😍 Akhirnya sidang meja bundar berakhir damai! Aira emang jago banget bikin para harimau BTS jadi kucing penurut. Tapi kira-kira seminggu ke depan Aira beneran bisa tenang tanpa syuting?

👇 VOTE [A] TEAM GOLDEN FOURTH CIRCLE! | [B] KAKAK-KAKAK PROTEKTIF! | [C] Aira pasti bakal cari cara buat 'nakal' lagi! 😂

💬 KOMEN Coba dong kasih saran buat Aira, kegiatan apa yang seru dilakuin selama 'masa hukuman' seminggu ini? 😂

🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Bab selanjutnya bakal ada momen manis saat Aira belajar masak bareng Jin di dapur mansion!

⭐ KASIH RATING 5 STARS buat keberanian Aira malam ini!

BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #MansionKimDrama #BTSFamily #GoldenFourthCircle #AiraProtection

1
Ayu Nur Indah Kusumastuti
Syuka banget sama FL nya, manja2 gitu deh
Noirsz: pembaca setia nih, mode lock on 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!