Hidup dalam kepalsuan bukanlah hal yang Safira inginkan. Menjadi sosok gadis yang sombong penuh keangkuhan bukanlah sifat aslinya. Namun keadaan memaksanya untuk menjalani kehidupan penuh manipulatif ini.
Safira jenuh dengan kehidupannya, gadis itu ingin lari dari semuanya, meninggalkan segala kepalsuan ini. Hingga dimana Safira tidak lagi sanggup, gadis itu akhirnya benar-benar pergi. Meninggalkan keluarganya dan teman-temannya serta kehidupan yang selalu membuat iri semua orang.
Namun siapa yang menyangka, kepergiannya ini justru membawanya kembali ke masa kelamnya. Lelaki itu, sosok bajingan yang telah menghancurkan hidupnya dengan brutal, muncul di saat Safira ingin melupakannya.
Safira sangat membencinya, hingga timbul dalam hatinya ingin membalaskan dendamnya. Ya, Safira memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas kehancurannya.
Cerita ini merupakan sequel dari MY POOR WIFE. Silakan baca dulu agar lebih seri bacanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novia Butera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
"Nyonya, Anda harus makan, jangan sampai bayinya kenapa-napa." entah sudah berapa kali Anna mengembalikan sendok ke piring, karena Safira tidak mau membuka mulutnya.
Safira masih dengan wajah penuh kecewa, "Biarkan saja! Jika bayi ini tiada, semua akan lebih baik. Dan aku bisa bebas dari si brengsek itu!" ketus Safira.
Anna mendesau, entah mengapa Safira yang di hadapannya saat ini berbeda dari yang sebelumnya. Safira yang dikenalnya sangat dewasa dan sangat memikirkan kesehatan kandungannya. Tapi saat ini, Anna seperti berhadapan dengan anak kecil yang susah diatur.
"Nyonya salah jika berpikiran seperti itu. Kalau pun bayi ini tiada, saya yakin seratus persen, Tuan tidak akan melepaskan Anda." tutur Anna.
Safira menatap lekat, keningnya berkerut, berpikir mengapa Anna beranggapan seperti itu. Dan Anna mengerti apa yang dia pikirkan.
"Asal Nyonya tahu, Tuan Dave telah mengorbankan segalanya hanya demi membawa Anda bersamanya. Bahkan orang tuanya sendiri, Tuan Dave tidak peduli akan mendapat amukan dari Tuan Bara. Setelah apa yang telah dikorbankan, apakah Nyonya pikir Tuan Dave akan melepas Anda semudah itu?"
Safira bungkam, dia tidak tahu Dave telah melakukan banyak hal hanya agar dirinya bersamanya. Tapi itu sama sekali tidak bermakna untuknya.
Tapi Safira penasaran, apa yang telah Dave lakukan, hingga Bara si penguasa bisnis komersil itu belum juga menemukannya sampai saat ini. Sudah satu minggu berlalu, harusnya tidak sampai dua puluh empat jam, Bara pasti sudah menemukannya.
"Nyonya, ayo dimakan. Pikirkan bayi Anda." sekali lagi Anna menyodorkan makanan ke mulutnya.
Safira masih sama, menggelengkan kepala dan menutup rapat mulutnya. Anna kehabisan cara, kali ini dia benar-benar berhadapan dengan anak kecil.
Anna berdiri lalu membereskan makanan yang tidak berkurang sama sekali. Gadis muda itu akan keluar dari kamar, dan di saat yang bersamaan, pintu kamar terbuka secara tiba-tiba.
Keduanya kompak menoleh, dan melihat Dave di sana dengan wajah yang tidak menyenangkan.
"Anna, letakkan makan malamnya kembali, dan keluar!" perintahnya dengan suara yang tidak ramah. Anna menurut dan segera melakukan apa yang diperintahkan.
Setelah Anna keluar, Dave mendekat, duduk tepat dimana Anna duduk sebelumnya.
Pria itu meraih dagu Safira yang enggan menatapnya. Hingga tatapan keduanya bertemu, Safira melihat dengan galak. Dave menyipitkan matanya, wanita ini benar-benar di luar ekspektasinya. Sangat pembangkang.
"Kudengar kau belum menghabiskan makan siang dan makan malammu?!" suara itu lembut, namun penuh penekanan.
Safira menepis tangan Dave dari dagunya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dave mengeratkan giginya, tapi secepat mungkin menghela nafasnya.
Pria itu mengambil piring yang masih tetap utuh, lalu menyodorkan ke mulut Safira. Masih sama seperti tadi, Safira menutup mulutnya rapat-rapat.
"Buka mulutmu Safira!" kali ini, Dave telah kehilangan kesabarannya.
Dan ketika Safira menggeleng kuat, Dave menyendokkan makanan ke dalam mulutnya. Dan tanpa aba-aba, pria itu menarik Safira lebih dekat dengannya. Menahan kepalanya dan memaksa mulut wanita itu terbuka.
Dalam sekali gerakan, Dave menempelkan bibir mereka, lalu memasukkan makanan dari mulutnya ke mulut Safira. Dave tidak melepasnya sampai Safira menelannya.
Safira berusaha berontak, tapi Dave sangatlah kuat untuk dia lawan. Mata wanita itu berair akibat serangan tiba-tiba. Hingga akhirnya, dengan terpaksa Safira menelan makanan dari mulut pria itu.
Dave melepasnya pada akhirnya, pria itu menyeringai melihat raut wajah Safira. Dave akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, tapi sebelum itu terjadi, Safira mencegatnya. Wanita itu merebut makan malamnya dari Dave.
"Aku bisa sendiri!" ketusnya.
knpa?
semangaat yaa othor, sehat selalu
kita semua menunggu
lanjut kaaa
penasaran bget jdina tpi g up date,gmana nie thor???