Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tipu Daya Setan
Kiara beranjak bangkit dari kursinya, lalu membawa Tarman masuk ke rumah. "Pergilah, cari uang lima juta, baru datang kemari," gadis itu tak menggubriskan ucapan Rama yang dianggapnya hanya sebagai bualan belaka.
Baginya tidak ada yang gratis saat ini. Ia memiliki kuasa untuk mengendalikan semua perasaan pria, seolah ia adalah pemegang remote controlnya.
Rama yang sudah kecanduan, bagaikan seorang pemakai narkoba, yang mana jika tidak terpenuhi, maka ia akan uring-uringan.
Ia berdiri membeku saat pintu tertutup dengan rapat. "Lima juta? Kemana aku harus mencarinya?" kepala Rama terasa berdenyut, ia hanya memiliki motor butut milik mertuanya yang saat ini ia pakai.
Dengan lesu, ia pulang ke rumah Reva, sebab tak ingin mendengar suara rintih manja keduanya.
Sepanjang perjalanan pulang, ia sedang berfikir, bagaimana caranya agar dapat memenuhi permintaan Kiara untuk uang apem tersebut.
Hingga tanpa sadar, ia sudah tiba dirumah. Lalu bergegas masuk.
Saat bersamaan, ia berpapasan dengan Reva yang menyambutnya dengan wajah masam. "Kenapa kembali lagi? Sekalian saja gak usah pulang kerumah!" wanita itu penuh amarah, meskipun ia masih mencintai pria mokondo tersebut.
Melihat sang istri, tiba-tiba saja bujuk rayu setan datang mengusiknya, dimana ia berniat menggunakan kecantikan sang istri untuk diperjualbelikan.
"Jangan marah, Sayang. Kamu kelihatan cantik kalau marah," rayunya, dengan kalimat yang paling ampuh untuk meluluhkan wanita, yaitu pujian.
"Gak usah rayu-rayu, kau tidur saja dirumah Kiara, kenapa harus pulang?"
"Sudahlah, kamu mandi, dandan yang cantik, kita jalan keluar," ucap Rama dengan santai.
Mendengar ucapan suaminya, Reva akhirnya mengalah. "Serius?"
"Iya, kita jajan,"
Reva akhirnya luluh, dan ia bergegas untuk membersihkan dirinya. Wanita itu berharap jika sang suami berubah dan ia akan memberikan kesempatan itu padanya.
Sementara itu, Rama sedang sibuk dilayar ponselnya, dan sesaat senyumnya sumringah, seolah sebuah harapan telah ia dapatkan.
Sepuluh menit berlalu, Reva sudah selesai mandi dan berdandan, ia keluar rumah dengan wajah ceria, amarahnya mulai melemah, dan siap untuk pergi keluar.
"Ayo." Rama naik ke atas motor, dan diikuti Reva yang naik ke atas boncengan.
Keduanya menyusuri jalanan desa yang cukup berdebu, sebab saat ini musim kemarau, dan ketika hujan akan mengalami licin dan berlumpur.
"Kuta mau kemana, Bang?" Reva mendekap pinggang suaminya, merasakan cintanya kembali hadir.
"Jajan sepuasnya," sahut Rama tanpa menjelaskan lebih detail.
Hingga mereka tiba disebuah kantor perkebunan dan saat ini masih sepi, sebab hari libur, karena para pegawai banyak yang keluar untuk bersama keluarganya.
Tetapi ada dua pegawai yang datang dari luar provinsi dan tidak pergi kemana-mana, sebab merasa waktu yang tanggung jika harus keluar.
"Katanya mau jajan, kenapa kita kemari, Bang?"
"Mau ambil uang jajan, setelahnya kita jajan keluar,"
Reva masih meyakini ucapan suaminya, dan ia tidak tahu apa yang dimaksud oleh pria itu, apakah Rama sedang mengutang duit, atau juga mengambil uang gaji, tapi apa yang dikerjakan suaminya ia sendiri tidak tahu.
Dua orang pria keluar dari kantor, dan menatap Rama dengan senyum sumringah.
"Mana barangnya?" tanya pria bertubuh ceking, dan sepertinya ia terlihat tak sabar untuk pesanannya.
"Ini, yang saya bawa," Rama menggandeng tangan istrinya. Sedangkan Reva kebingungan.
"Boleh juga. Ini istrimu, ya?" tanya pria bertubuh tinggi, dengan perut buncit.
"Iya, gak masalah--Kan?" Rama kembali bertanya.
"Ya gak masalah, kalau kamu sendiri yang bawa, tapi jangan cari masalah." ancam pria itu pada Rama.
"Apaan ini, Bang?" tanya Reva dengan bingung. "Kamu layani keduanya, nanti dikasih empat juta," bisik Rama pada sang istri. Seolah tak merasa bersalah pada apa yang sudah dibuatnya.
"Kamu jual aku?"
"Ssstt, jangan kuat-kuat. Kamu layani saja, lagipula gak akan berkurang juga, apemmu tetap utuh, dapat uang, dapat enak, nanti abang bagi uangnya, cepatlah," desak Rama pada sang istri.
"Aku baru keguguran tiga minggu yang lalu, sekarang kamu minta aku melayani mereka?" Reva masih tetap meradang.
"Sudahlah, kamu mau bantu abang apa, gak? Kalau gak mau biar abang tinggalkan," ancam Rama dengan nada yang mulai ditekan.
Rasa cinta pada suaminya, membuat Reva akhirnya luluh juga. Akhirnya dengan suka rela melangkah masuk ke rumah dinas tersebut.
Sedangkan Rama menunggu sang istri yang sedang melayani kedua pelanggan dari arah luar.
Reva disambut oleh kedua orang pegawai perkebunan, dan menurut mereka Reva cukup cantik. Ditambah kulitnya yang putih bersih, sesuai difoto dalam applikasi kencan tersebut.
"Ayo, kami memiliki waktu satu jam, dan kamu harus bisa melayani dengan baik." pria berperut buncit membimbing Reva masuk keruang kamar yang dihuni keduanya.
Sedangkan ditempat yang berbeda, Kiara sedang melayani Tarman yang sudah memberikan uang lima juta padanya. "Kiara, saya baru kali ini merasakan nikmatnya bercinta. Kamu memang luar biasa. Dari beberapa wanita yang saya nikmati, baru kamu yang istimewa," pria itu sedang berada diliang rahim sang gadis, menyesap cairan yang berbau melati tersebut.
Kiara merintih nikmat, dan ia merasakan jika para pria sudah menjadi budaknya. Tanpa ia sadari sosok Nyai Punden Ronggeng yang bersemayam didalam tubuhnya telah menjerumuskannya ke dalam jurang kesesatan.
Tarman sudah tidak lagi tahan untuk kembali menyenggamainya. Tubuhnya kembali menyatu, dan tidak ada yang dapat ia ungkapkan, jika apem Kiara sudah membuatnya kecanduan.
Sementara itu, Lastri yang sedang menghubunginya berulang kali tak lagi ia pedulikan. Hatinya sudah tertutup untuk wanita manapun, sebab daya tarik Kiara tak dapat ia lepaskan.
"Bagaimana, Pak Kades. Mana enak punya saya dengan Bu Lastri?" tanya Kiara, ditengah hasratnya yang menggebu.
"Tentu punya kamu, Sayang. Gak ada bandingannya dengan wanita manapun," Tarman merasa gila, dan ia memacu pompaannya dengan cepat untuk mencapai puncak kenikmatannya.
Kiara ikut merasakan hal yang sama, hingga keduanya mencapai puncak kenikmatannya untuk yang kedua kalinya.
Sementara itu, Lastri sedang mondar dan mandir didepan teras rumah dengan gelisah.
Hingga seorang wanita bernama Tuti menyapanya. "Kenapa, Bu Lastri? Kok gelisah sekali," wanita itu mengantarkan pesanan bolu karamel dari Lastri.
"Bang Tarman pergi dari subuh belum kembali sampai saat ini." ia menggenggam erat jemarinya, berusaha menghilangkan rasa cemasnya.
"Pak Tarman? Sepertinya saya tadi lihat motornya ada parkir di rumah Pak Syamsuddin," jawab Tuti, lalu menyodorkan pesanan tersebut.
Lastri tercengang. "Dirumah Pak Syamsuddin? Ngapain disana? Bukannya beliau sudah pergi sejak lama?" ucapnya dengan perasaan yang tidak nyaman. Ia merasa jika suaminya adanya menyembunyikan sesuatu darinya.
~Suami yang tidak memiliki rasa cemburu pada istrinya saat disentuh orang lain, maka ia adalah suami Dayyus. Suami dayyus mendapatkan ancaman neraka dari Allah. Author mengangkat kisah ini, karena banyak marak terjadi suami yang menjual istrinya, dan mereka melakukannya secara sukarela. Maka suami seperti ini sangat dibenci Allah dan mengancamnya dengan neraka.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃