NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 Ilusi Cermin Hati

Tetua Agung terdesak. Meski begitu, ia masih tersenyum. Pria itu membuat segel tangan dengan cepat. Tak sampai semenit, sesuatu terjadi. Area sekitar diselimuti kabut tebal yang menghalangi pandangan.

"Tunggu dulu!"

Erlang Xuan menyadari sesuatu. Ia menoleh dan menatap ibunya. Keningnya berkerut saat menyadari sesuatu. Mata jiwanya tidak dapat menembus lautan jiwa wanita itu.

"Apa yang ter—" Belum sempat ia mencerna apa yang terjadi, akar berdiri sudah melilitnya.

"Li Yanran, apa yang kau lakukan?" Suara seseorang memecah keheningan.

"Oh, jadi, kau datang?" tanyanya. Ia tersenyum dan menatap wanita yang mirip dengannya dengan tajam.

"Li Yanruo, salahkan dirimu!"

Li Yanruo atau yang selama ini dikenal sebagai Li Yanran mengepalkan tangannya. Ia menoleh dan menatap pemuda terjebak di dalam ilusi cermin hati. Ilusi itu benar-benar menjebak dan menutup mata jiwa putranya itu. Tepat di lantai yang dipijak oleh Erlang Xuan, pola formasi bersinar kemerahan.

"Sayang sekali, semua yang kau lakukan sia-sia!" ledek Li Yanran.

"Kau!" Li Yanruo. benar-benar bingung. Baginya, menghancurkan formasi itu sangat mudah, tapi formasi itu juga akan membuat Erlang Xuan terluka parah.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Erlang Xuan membuka matanya. Topeng giok muncul ditangannya. Topeng itu memancarkan cahaya dan melepaskan ikatan formasi yang menjebaknya.

"Ilusi cermin hati! Ternyata aku mudah dijebak!" Ia menertawakan dirinya sendiri. Karena merindukan sosok ibunya, ilusi cermin hati menjebaknya dengan sangat mudah. Bahkan, tanpa disadarinya, padahal mata jiwanya selalu aktif.

Taaakk

Suara benda jatuh mengejutkan tiga orang yang ada di ruangan itu. Dengan cepat, ilusi cermin hati yang mereka buat menghilang. Bukan hanya itu, formasi yang menjebak Erlang Xuan juga menghilang, meski kondisi pemuda itu tidak baik-baik saja.

"Ilusi cermin hati mungkin bisa menjebaknya, tapi formasi hati giok tidak berguna!" Li Yanruo atau yang dikenal sebagai Li Yanran menatap tajam perempuan yang mirip dengannya. Sejak awal, dialah ibu kandung Erlang Xuan, bukan wanita yang ada di penjara.

"Kenapa kau peduli denganku?"

Li Yanruo tersenyum. Membiarkan anaknya mati perlahan, itu tidak mungkin terjadi. Mungkin ia dikenal sebagai ibu yang kejam, tapi alasan dibalik kekejamannya itu karena wanita yang ada di depan.

"Belati yang menusukmu itu untuk merusak segel di hatimu. Cambukan untu menghilangkan segel ditubuhmu, dan petir untuk menghilangkan segel di matamu," jelas wanita itu.

Erlang Xuan semakin bingung. Ia tidak tahu harus mempercayai dirinya sendiri atau wanita yang tak pernah peduli padanya. Tak bisa dipungkiri bahwa kasih sayang seorang sangat dirindukannya. Yang membuatnya marah, seseorang memanfaatkan keinginannya dan menjebaknya di formasi pengorbanan.

"Siapa yang harus kupercaya?" tanyanya sebelum kesadarannya menghilang.

"Untuk kedua kalinya, kau menggagalkan rencanaku!" Wanita itu berteriak. Ia marah karena rencananya digagalkan oleh kedatangan adik kembarnya, Yanruo.

"Kalau bukan karenamu, anakku tidak mungkin menderita, perempuan sialan!" Li Yanruo mengeluarkan pedangnya. Kebencian terlihat jelas di matanya.

"Saat berusia 4 tahun, kamu menculiknya dan dan memasang tiga segel pengorbanan di tubuhnya!" Li Yanruo mengatur napasnya.

Flashback

Li Yanruo panik karena putranya menghilang. Meski belum pulih, ia menggunakan cermin jiwa untuk melacak keberadaan Erlang Xuan. Berkali-kali memuntahkan darah tidak menghentikannya. Wajahnya pucat, dan luka lukanya semakin parah.

"Nyonya, berhenti!" Seorang pelayan mencoba menghentikannya, tapi tidak didengarkan.

"Coba saja kalau kau mau mati!" ancamnya.

"Li Yanran!" Ia berteriak setelah mengetahui anaknya dicuri oleh kembarannya. Sebuah portal muncul di kamarnya. Portal itu membawanya ke tempat di mana anaknya berada.

"Kamu terlambat, adikku!" Wanita itu menyeringai. Di tengah formasi, Erlang Xuan kecil terbaring lemah. Di tubuhnya, terpasang tiga segel pengorbanan.

"Aku tidak akan mengampunimu!" Li Yanruo membawa anaknya ke suatu tempat. Karena esensi darah anak itu diambil, tubuh fisiknya semakin melemah.

"Anak ini tidak akan hidup lebih dari 10 tahun!" ucapan sang Tabib membuat pertahanan Li Yanruo runtuh. Ia memeluk anaknya dengan tangis penyesalan.

"Ibu terlambat!" ucapnya lirih.

"Sebenarnya ada satu metode yang bisa menyelamatkannya, tapi …. " Tabib itu ragu. Li Yanruo yang sudah tahu metode itu langsung menerimanya tanpa pikir panjang. Prioritasnya adalah menyelamatkan anaknya, tidak peduli bagaimana caranya.

"Metode hati es!" Sang Tabib memberikan sebuah metode.

"Kamu tidak keberatan jika anakmu membencimu?"

"Yang penting dia selamat!"

Hati es, metode kejam yang menghilangkan perasaan seseorang. Meski metode itu berhasil menyelamatkan Erlang Xuan, tapi perasaan pemuda itu tidak sepenuhnya menghilang. Hatinya memenang beku, tapi tidak sepenuhnya membeku. Ada setitik perasaan yang tersisa di hatinya. Itulah yang menjadi titik lemahnya.

...****************...

"Menggunakan metode kejam untuk menyelamatkannya. Kamu memang berhasil, tapi cara itu tidak efektif!" Li Yanruo melemparkan gelang formasi ke Erlang Xuan. Gelang itu mengikat dan menyerap kekuatan pemuda itu perlahan-lahan.

"Mungkin dia bisa hidup hingga berusia 19 tahun, tapi hari ini akan menjadi hari kematiannya!" Li Yanran menampakkan wujud aslinya, yaitu manusia setengah iblis. Ibunya berasal dari ras iblis, sementara ayahnya manusia. Meski begitu, darah iblisnya lebih dominan, sementara adiknya lebih ke manusia, meski darah iblis mengalir di tubuhnya.

"Rencanamu gagal!" Li Yanruo menunduk sedih. Ia tahu teknik hati es akan mengubah anaknya menjadi manusia tanpa perasaan.

Li Yanruo menghampiri anaknya. Dengan mudahnya, gelang formasi dihancurkan. Ia memeluk Erlang Xuan untuk terakhir kalinya. Setelah hari ini, semua perasaan anaknya, entah itu sayang atau cinta akan menghilang.

"Li Yanruo, apakah kamu rela jika suatu hari nanti anakmu akan melupakanmu?" tanya Li Yanran.

"Aku bukanlah ibu yang baik untuknya. Aku tidak bisa menjaganya, jadi, sudah seharusnya dia melupakanku. Tidak masalah kalau anakku menyebutku ibu yang buruk. Bagiku, yang penting dia selamat," jelas Li Yanran. Dengan tangan gemetar, ia mengeluarkan jarum es. Ia menusukkan jarum itu ke hati Erlang Xuan. Saat itu juga, asap hitam keluar melalui jarum itu.

"Ibu berharap suatu hari nanti, kamu akan bahagia, anakku!" ucapnya sambil menahan tangisnya. Ia membaringkan anaknya di lantai, lalu berbalik dan bertarung dengan kakaknya sendiri. Jika Li Yanran berwujud iblis, maka Li Yanruo adalah manusia. Meski begitu, kekuatan mereka seimbang, karena sama-sama berada di ranah dewa.

Baaaammm

Ledakan keras menghancurkan markas bandit. Di saat yang sama, Erlang Xuan membuka matanya. Ia bingung dan tidak tahu mengapa dirinya ada di tempat itu.

"Di mana ini?" tanyanya.

Ia bangkit dan melihat sekelilingnya. Pandangannya kemudian tertuju pada dua orang yang bertarung. Keningnya berkerut saat melihat ibunya bertarung dengan sesosok iblis.

"Ranah dewa?" Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ibunya yang selama ini terlihat lemah, ternyata seorang kultivator ranah dewa.

Baaammm

Ledakan kembali terdengar. Kali ini, Li Yanruo terpental dan memuntahkan darah. Satu-satunya yang menjadi kelemahannya adalah luka lamanya. Luka itu disebabkan oleh kakaknya, Li Yanran sendiri. Selama 19 tahun, luka itu tidak pernah sembuh.

...****************...

Note:

• Li Yanruo adalah ibu kandung Erlang Xuan, tapi menggunakan identitas kakaknya. Sehingga orang-orang mengenalnya sebagai Li Yanran.

• Li Yanran adalah kakak Li Yanruo yang berwujud iblis. Dia menggunakan ilusi cermin hati untuk menjebak dan menipu Erlang Xuan, keponakannya sendiri.

1
Nanik S
Erlang Xuan... mereka pantas dikasih pelajaran
Nanik S
Kenapa ada empat Kaisar
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia terutama senjata n cincin ruang yg ber8ssi jarta buat sdn masa depan kultovator berpetualang.. hampar .. gak mengigit..!!!
Pena_Novel: Authornya lupa 😁😁
total 1 replies
Nanik S
Banyak sekali Anak Selir
Nanik S
Giiiilaaaa
Nanik S
Lanjutkan 💪💪💪
Nanik S
Siapa yang menyegel Zhang Xue
Nanik S
NEXT
Nanik S
Kaisar Jahat maaah anak sendiri dikurung
Nanik S
Bagus sekali ceritanya
Nanik S
Zhang Xue... ternyata Anak Kaisar
Nanik S
Erlang Xuan akhirnya menikah juga
Nanik S
Kenapa ceritanya seperti ini Tor
Nanik S
Siapa yang melindungi jiwanya
Nanik S
Kok masih punya adik kecil
Nanik S
Balas dendam yang sesuai
Nanik S
apakah Xuan akan bertemu Adiknya
Mika Dion
ternyata dibalik sikapnya ada kejadian yg memilukan...
Davide David
up
Mika Dion
Thor gambaran keluarganya terlalu sadis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!