NovelToon NovelToon
Mendadak Dikejar Setan

Mendadak Dikejar Setan

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Horor / Indigo / Kutukan / Pusaka Ajaib / Roh Supernatural / Hantu / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reina aka dian

Siapa sangka cincin dapet nemu malah bikin aku mendadak jadi incaran semua hantu?


Banyak hal aneh yang terjadi hingga aku mengalami kejadian demi kejadian diluar nalar, terjebak di hutan terlarang dengan pak bos hingga terjebak perasaan dengan teman sendiri yang koplaknya naudzubillah, membuat perjalananku untuk menyelesaikan teka-teki ini semakin rumit.

Hanya ada dua kemungkinan, aku bisa melepaskan keterikatan dengan cincin ini, ataukah aku akan menjadi tawanan sosok makhluk menyeramkan itu selamanya?

Novel horor yang dikemas dengan balutan komedi ini pasti bikin kamu ketagihan buat baca lagi dan lagi, percaya deh!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngajakin Ke Rumah Karla

"Astaga, Mbak Sena..." aku mencoba mengatur nafasku yang masih ngos-ngosan.

Aku meletakkan satu buku terakhir diatas tumpukan buku yang mbak Sena bawa tadi, "Maaf ya, Mbak..."

Kami berdua pun kemudian berdiri, aku menghela nafas panjang.

"Ada yang gangguin kamu?" tanya mbak Sena.

"Tadi ada iya ... disana,"

"Sebaiknya kita duduk dulu biar ngobrolnya enak," ucap mbak Sena menunjuk sebuah bangku. Namun,baru saja akan melangkah, aku dikagetkan dengan suara Mona dari belakang.

"Mbak Revaaaa!" aku putar badan ke belakang melihat adeknya Ridho setengah berlari ke arahku.

"Ya ampun, aku udah cari kemana-mana ternyata Mbak Reva ada disini!" sambung Mona.

"Iya, maaf. Tadi aku baca-baca buku di rak sebelah sana, dan kebetulan aku ketemu sama..." seketika aku memutar badanku lagi ingin mengenalkan mbak Sena pada Mona. Tapi sosok Mbak Sena ilang gitu aja kayak ditelan bumi.

Aku celingukan mencari sosok wanita yang tadi ngomong sama aku, tapi nggak ada.

"Ketemu sama siapa, Mbak?" Mona mengernyit heran.

"Tadi ada temen kosanku namanya mbak Sena..."

"Mbak Sena siapa, Mbak? nggak ada siapa-siapa disini. Kita pulang, yuk? perpusnya udah mau tutup, tinggal kita berdua aja yang masih di dalem sini..." Mona menarik tanganku untuk mengikutinya.

"Apa Mbak Sena tadi udah pergi, ya? ah, ya! mungkin udah pergi lagian emang perpusnya juga mau tutup," aku mencoba positive thingking.

Karena hari sudah semakin sore, aku dan Mona memutuskan untuk pergi meninggalkan area kampus.

"Mbak?" Mona tiba-tiba manggil saat aku lagi nyetir.

"Ada apa, Mon?"

"Kita mau makan apaan?" tanya Mona.

Aku buka kaca helm sambil nengok dikit ke arah orang yang sedang aku boncengin, "Kamu pengennya makan apaan?"

"Aku mah apa aja yang penting ada nasi, Mbak..." sahut Mona.

"Kalau bebek goreng kamu doyan, nggak?" tanyaku agak sedikit kenceng.

"Doyan banget...!"

"Ehm, kalau mas kamu suka bebek, nggak?" aku nanya lagi.

"Dia pemakan segalanya, Mbak! dijamin doyan?" jawab Mona. Aku emang temenan sama Ridhobtapi kan nggak sampai ngerti banget soal makanan yang dia suka dan yang nggak.

Oke, sekarang aku memacu gas di tanganku menuju sebuah kedai makanan yang menjual bebek goreng sebagai menu andalannya. Setelah sekian lama berkendara akhirnya aku dan Mona sampai juga ditempat tujuan. Dan kebetulan lokasinya deket sama kantor, jadi kan Ridho bisa langsung wuzz nyamperin kita.

Setelah turun dari motor, kita berdua duduk lesehan di depan sebuah meja panjang yang terbuat dari kayu jati. Aku pun segera menelepon Ridho.

"Dho? dimana?" aku langsung nyamber saat panggilan teleponku tersambung.

"Habis ambil motor kamu di bengkel. Ini baru mau balik, kenapa?" ucap Ridho.

"Aku lagi sama Mona di warung Bebek goreng deket kantor, Dho! kamu kesini, ya? aku tunggu..."

"Ya udah, aku kesana. Kebetulan aku udah laper," kata Ridho.

Aku mengakhiri panggilan teleponnku dengan Ridho dan mulai memesan makanan untuk kami bertiga, tentunya dengan beraneka macam sambal yang pasti menggugah selera.

"Nggak salah nih, Mbak? pesen sambel 5 macem?" tanya Mona saat aku pelayan meninggalkan kami.

"Nanti kamu juga ketagihan, Mon! yang aku pesen itu sambel yang best seller disini,"

Ridho datang 20 menit sebelum matahari benar-benar tenggelam. Pas banget pesanan kita udah dateng semuanya.

"Maaf lama. Macet banget soalnya," kata Ridho yang duduk berhadapan dengan aku dan Mona.

"Woles aja. Betewe cuci tangan dulu sana," aku nunjuk ke arah wastafel.

"Aku napas dulu sebentar ya Allah!" Ridho bersila sementara dia membuka satu kancing kemejanya.

Aku naikin satu alis, "Ck! emang daritadi nggak napas?"

"Itu mah cuma kiasan Revaaaaaa! kiasaaaaan! aku kan cape habis ngambil motor kamu di bengkel, terus malah balik lagi ke sini!" Ridho mulai emosi.

Aku nyengir, "Hehehe, iya maaf. Lah terus motor kamu ditinggal gitu di kantor?"

"Ya nggak lah!" Ridho noyor jidatku yang sekarang udah nggak kerasa sakit.

Ridho berdecak, "Ck! aku tuh berangkat naik ojeg, tadi juga ngojeg lagi ke bengkel tempat kamu nyervis motor,"

"Sabar, Dho ... sabar. Itung-itung pahala nolongin temen," aku menahan tawaku karena udah bisa dibayangkan betapa repotnya Ridho.

"Toooo twwwiii banget sih kaleeeeaaaan!" ucap Mona yang daritadi jadi obat nyamuk.

"Brisik, Mon! ya udah aku mau cuci tangan dulu," Ridho bangkit dari duduknya dan berjalan ke wastafel.

Mona nengok ke aku sambil naik turunin alis, "Dih apaan sih, Mon! aku tuh nggak ada..." aku belum selese ngomong si Mona udah main nyerobot.

"Aku ngerti kok kalau kalean belum go public! aku ngerti kok kakak ipar," Mona nepuk punggung tanganku pelan.

"Mon, ini sambel lumayan pedes loh! kalau aku slepetin ke alis kamu lumayan bikin enak, mau?" aku nunjuk satu sambel yang di wadahi cobek kecil

Mona menggeleng sambil ketawa, nggak ada takut-takutnya ini bocah sama aku. Nggak lama si Ridho dateng dan duduk di depan aku dan Mona. Kita makan bebek goreng dengan penuh penghayatan di setiap gigitannya.

"Kalian abis darimana?" tanya Ridho yang hanya nutul dikit sambel. Benar-benar sangat cemen.

"Habis nganterin Mona ke perpustakaan kampus," aku yang jawab karena Mona lagi asik ngunyah. Dia menikmati banget aneka macam sambal yang ada di meja.

"Tambah lagi, Mon!" aku nggeser piring yang masih ada 2 potong bebek goreng pada Mona.

Dia langsung ambil, "Makasih, Mbak! tau aja masih laper," kata Mona cuek.

Ridho melihat ke arahku, "Hari sabtu pagi kita ke rumahnya Karla di kampung," ucap Ridho tiba-tiba.

"Ngapain?"

"Ya ada perlu, lah! bawa baju secukupnya aja barangkali nginep disana," kata Ridho yang nggak mau menjelaskan secara gamblang apa yang sudah direncanakannya.

"Mon, nanti kamu nginep di kosan temen kamu aja selama mas di luar kota," kata Ridho pada Mona.

"Beres! asal ditinggalin duit," ucap Mona yang kemudian menyeruput es jeruknya.

"Nggak usah khawatir, nanti mas tinggalin duit buat makan sama jajan,"

Mona lalu mengangkat jempol kanannya menandakan dia setuju dengan kangmas ganteng. Sedangkan pikiranku udah kemana-mana.

"Ngapain si Ridho mau ke kampungnya si karet nasi?" aku ngomong sendiri sambil terus memperhatikan orang yang di depan ini yang sedang mengisi perutnya.

Dan setelah selesai makan, kita bertiga pulang.

Aku tetep boncengan sama Mona, sedangkan Ridho sengaja ngikutin kita dari belakang. Lumayan lama buat kita akhirnya bisa sampai di kontrakan dengan selamat.

"Va..." Ridho manggil.

Aku pun mendekat ke Ridho yang berdiri di teras, sedangkan Mona udah masuk duluan.

"Nih..." Ridho ngasih kunci motorku.

"Makasih, Dho..."

"Oh ya, jangan lupa hari sabtu kita pergi ke kampungnya Karla..." Ridho ingetin lagi bikin gedeg.

"Emang sebagai apa? sampai harus ngajak aku segala kesana? emang kamu nggak bisa ngadepin calon mertua sendiri? nggak gentle banget, sih!" aku misuh-misuh, sedangkan Ridho...

...----------------...

1
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
si karan ni mrintah" orang, gk mkir dy udh brkli" bkin reva clka juga
MamAnda
novel yg menarik pake banget, dan baru Nemu ne novel th 2025 😁
Dengan penulisan yg asyik, horor yg menegangkan tapi ada humornya jg jadi creepy crispy deh bacanya 🤣
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: terimakasih bintang 5 nya...
total 1 replies
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
bca 2 kli novel ini. msih gregetan sma si Reva
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: author jg nulis di apk lain, sama horor komedi jg
total 3 replies
Sri Wiludjeng
Knapa sih cerita nya kayak gini .. ???
Bikin orang jadi gak tenang aja .

Jadi kepengen BaaaaCaaaa Terrruuussss ...
Cerita nya Nagiiiiihhh ... gak bisa brenti baca jadi nya.
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: terima kasih bintang 5 nya, semoga bisa sampai ending ya bacanya
total 1 replies
Laila Arum
ak jg muak lihat sifat reva gebantah trus kalau di kasih tau
Laila Arum
muak lihat tingkas reva terllu
Radhita Indrawati
monaa kemana, Thor?
Radhita Indrawati
Rava di kerjain orang sekampung /Drool//Drool//Smile//Smile//Smile//Smile/
Dwi Ratih
seru tp lucu walaupun tuh si Reva mulutnya nyebelin
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: sabar ya.....
total 1 replies
Dwi Ratih
Buruk
Dwi Ratih
bahasanya si Reva GK ketolongan kasar banget
sasip
mendadak merinding disko bacanya kak.. 🫣
Henry Setiawan
Jangan-jangan cewek yang telfonan di kantin pelakunya
Henry Setiawan
To the bone mah lagu
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: wkwk🤣
total 1 replies
Helmina Sari
Luar biasa
Muh Faisal K
baru baca udh tertawa
ANNTIE
/Smile/
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
🤣🤣🤣🤣🤣
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021: mampir juga yuk ke cerita ku, Serupa 😁
total 2 replies
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
😭😭😭😭
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
dri awal gk suka sama karan ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!