NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Reinkarnasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: KGDan

Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.

Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!

Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!

Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26.

Eleanor tersenyum senang saat mereka keluar dari Mansion, hatinya berbunga-bunga James membawanya ke kantor James.

Sepanjang mereka menuju kantor James, tangan mereka saling menggenggam seakan tidak ingin lepas satu sama lain.

Begitu juga turun dari dalam mobil, kembali mereka saling menggenggam tangan masuk ke gedung grup Sebastian.

Eleanor tidak menyangka, grup Sebastian ternyata sebuah perusahaan yang cukup besar. Sepertinya kerja keras James selama ini, membuat grup Sebastian berkembang pesat.

"Kamu mau minum apa? aku akan suruh seseorang untuk mengantarkannya!" tanya James, setelah mereka berada dalam kantornya.

Eleanor mengitari ruang kantor James, yang menurutnya cukup luas dan mewah. Ia merasa takjub dengan dekorasi ruangan.

"Apa saja, terserah kamu, aku tidak masalah!" jawab Eleanor sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kantor James.

"Baik!" James kemudian berbicara pada seseorang melalui interkom, untuk membawa satu cangkir kopi dan satu cangkir teh hangat.

James mendekati Eleanor, setelah ia selesai memerintahkan seseorang, untuk membawakan mereka minuman.

"Kenapa? kamu sepertinya mencari sesuatu yang mencurigakan, aku tidak pernah membawa seorang wanita ke dalam ruang kantor ku, sayang"

James memeluk pinggang Eleanor dari belakang, lalu mengecup tengkuk Eleanor dengan lembut.

Tangan Eleanor memegang tangan James, yang memeluk pinggangnya, dan tersenyum lucu mendengar apa yang di katakan James.

"Aku tengah terpana melihat ruang kantor mu ternyata luas, dan mewah!" ucap Eleanor, lalu satu tangannya mengelus pipi James.

"Benarkah? aku pikir kamu mencari sesuatu yang mencurigakan" James meletakkan dagunya pada bahu Eleanor.

Eleanor membalikkan tubuhnya, dan mereka pun saling berhadapan, dengan tangan James masih merangkul pinggang Eleanor.

Perlahan Eleanor melingkarkan tangannya pada leher James, dan senyuman manisnya mengembang menatap James. Kemudian ia berjinjit pada ujung sepatunya.

Cup!

Satu kecupan di berikan Eleanor pada bibir James, "Aku percaya padamu, kamu bukan pria yang suka membagi perhatiannya pada wanita lain" ucap Eleanor.

Ia yakin kalau James bukan pria bajingan seperti Ricard, yang begitu gampang sekali memberi perhatian pada wanita lain.

"Terimakasih, sudah percaya padaku, sayang" bisik James, lalu mengecup ujung hidung Eleanor.

Tok! tok! tok!

Terdengar suara ketukan pada daun pintu, lalu pintu kemudian di buka seseorang dari luar.

Seorang wanita masuk membawa dua cangkir minuman di atas sebuah nampan, "Kopi dan teh, yang anda pesan, Tuan!" kata wanita itu, sembari berjalan menuju meja sofa.

James melepaskan rangkulan tangannya pada pinggang Eleanor, "Terimakasih, letak saja di meja!"

"Permisi, Tuan, Nyonya!" ucap wanita itu, lalu meninggalkan ruang kantor James.

Baru satu jam Eleanor duduk di kantor James, Ibunya mendadak meneleponnya untuk datang ke kantor Ibunya.

"Pergilah, waktu jam makan siang, kita bertemu lagi!" kata James, setelah mendengar Eleanor selesai menerima telepon dari Ibu Eleanor.

"Sampai ketemu siang nanti" Eleanor mengecup pipi James sebelum ia pergi.

Eleanor di antar Asisten merangkap sopir James. Untung jalanan tidak begitu macet, memudahkan Eleanor cepat sampai ke gedung grup Benjamin.

"Ada apa, Ma?" tanya Eleanor begitu ia masuk ke ruang kantor Ibunya.

"Tadi mantan pacarmu menemui Mama!" jawab Olivia.

"Hah?! untuk apa dia mencari aku? bukankah dia sudah menikah dengan wanita yang ia sukai itu?!"

Eleanor terkejut mendengar apa yang di katakan Ibunya. Ia tidak menyangka ternyata Ricard pria tidak tahu malu.

Ia masih ingat sekali, kalau Melanie wanita yang sangat Ricard sayangi, dan Ricard pasti sangat menantikan putus darinya.

"Dia ingin minta maaf padamu, dan katanya dia tidak akan terlibat lagi dengan wanita bernama Melanie!" kata Olivia lagi menjelaskan apa yang di katakan Ricard.

"Ha ha haa... dasar pembohong! dia pernah mengatakan itu padaku, saat aku mengabaikannya, tapi itu hanya dua hari saja, dia tidak tahan mendengar nada mengiba wanita itu, dan ia kembali menemui wanita itu!"

Eleanor tertawa lucu mendengar apa yang di sampaikan Ibunya, mengenai permintaan maaf Ricard, dan janji Ricard yang tidak akan pernah menemui Melanie.

"Untung lah kamu cepat menyadarinya, dan meninggalkan pria bajingan itu!" Olivia merasa geram mendengar apa yang di katakan Eleanor.

Eleanor memeluk Ibunya, "Lalu apa yang Mama katakan padanya?" tanya Eleanor.

"Aku katakan kalau kamu tidak akan bisa ia temui lagi!" jawab Olivia.

Eleanor mempererat pelukannya, ia sangat senang sekali dengan jawaban Ibunya.

Bersambung.....

1
Ning Suswati
buat apa saling ancam, biasanya mai ciduk dan hilang, selesai, gk perlu main adu mulut, dari awal sih ceritanya adu mulut mak2 comber
Ning Suswati
lucu juga udah pada tuwer masih aja sombong, apalagi cuma jalangkung, pelakor, sok2 an bersih emak2 sosialita
Ning Suswati
terlalu lembek sih, sibuk aja berdebat kaya anak TK, terus baikan lagi, lagi dan lagi, gk ada habisnya mulut kaya mak mak rombeng
Ning Suswati
gila tuh manusia serakah ingin kaya, hidup enak cara singkat, tdk tau dg siapa lawan bicara nya
Ning Suswati
aq suka alurnya, tadinya sempat curiga kalau2 serangan kepada aleanor akan berhasil, tapi sungguh cantiq, aq suka
Ning Suswati
dasar manusia iblis, gk ada yg bener, maunya enak sendiri, opsesi, rakus, tamak, apalagi y🤔
Ning Suswati
masa cuma sekretaris mau minta dijemput mantan bos, emang ada apa2nya kali y🤔
Ning Suswati
ceritanya jadi kaya anak2 TK, saling hujat
Ning Suswati
iiiikkkkkhhhh jadi ikutan emosi, tadinya melani sekarang diana, ceritanya jalan di t4, gk maju2
Ning Suswati
kok banyak manusia2 berhati iblis dan tak tau diri
Ning Suswati
jadi ceritanya kaya orang kampungan, memalukan katanya konglo kok jadi kongkalikong, masa sdh pakaian pengantin berdebat gk habis2,
Ning Suswati
kapan pesta nya mulai, masa pestanya konglomerat tdk ada pengamanan khusus, kaya orang kampung pengantin berdebat dg manusia2 sampah, dilayani
Ning Suswati
kan udah pakaian pengantin, kok jadi kaya kampungan gitu,
Ning Suswati
kayanya si pembaca diajakin jadi gila juga kayanya, kok gk abis2 melani2 melulu kaya dikampung aja ketemuan terus
Ning Suswati
kemana aja pengawal james, kok keadaan genting begini, masih main sandiwara2an apa drama komedi y, bikin mual aja jadinya
Ning Suswati
kan ada undangn, tanya dong mana kartu undangannya, kok melani bikin ribut dilayani, apa gk malu2in tuh
Ning Suswati
aq suka semuanya lancar, emang enak diabaikan, nikmatin aja tuh si melaninya kan sdh sah
Ning Suswati
menangislah darah sekalian richard syukurin dikadalin jalangkung, gk nyadar2, ya begitulah laki2 pecundang
Ning Suswati
panaaaaassss, gol gol gol yeeeee
Ning Suswati
taaadaaaa mantap jiwa, jgn sampai babang richard mengganggu malam.pertama sang pengantin baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!