Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.
Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.
Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.
Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.
Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"
"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.
Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 6: SETIAP ORANG PUNYA KISAH
“Xiaotong, bukankah kau mengatakan Daqi adalah negara yang makmur? Lantas kenapa Liu Yan bisa dibunuh sebanyak itu dalam satu bulan ini?”
Jika pemimpin bijaksana dan negara makmur, seharusnya tidak ada percobaan pembunuhan terhadap pimpinan. Rakyat tidak akan mengamuk. Kecuali jika pemimpin itu memiliki kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan beberapa pihak, itu bukan tidak mungkin.
Sistem memberitahunya soal situasi di Kekaisaran Daqi ini. Liu Yan, yang merupakan Kaisar saat ini meski terbilang masih muda, tapi dia dikenal sebagai pemimpin yang baik. Setelah dia naik takhta, Daqi memulai era kemakmuran dan rakyat hidup sejahtera.
Ketegasan di bidang hukum menjadi senjata ampuh yang mengatur kehidupan rakyat. Tata kelola negara yang baik juga membuat para pejabat tunduk.
Hanya saja, dia mendengar kalau Liu Yan sangat tegas dan berdarah dingin. Sekali menemukan pengkhianat, dia pasti akan menghabisinya sampai ke akar-akarnya.
Tidak ada toleransi untuk pejabat yang melakukan pengkhianatan dan melakukan korupsi. Liu Yan bahkan bisa langsung menghabisi nyawa pejabat itu di tempat jika amarahnya sudah tidak terbendung. Akibat gaya kepemimpinannya itulah, dia begitu ditakuti.
Itukah sebabnya dia dibunuh dan disingkirkan?
“Tuan, setiap tokoh punya kisahnya sendiri. Silakan selesaikan misi untuk membuka informasi tersembunyi.”
“Berapa daya hidup yang dibutuhkan untuk membuka informasi tersembunyi?”
“Tuan bisa membuka informasi tersembunyi seiring waktu ketika daya hidup sudah mencapai 20% dan misi utama kedua sudah dibuka.”
“Berapa daya hidupku sekarang?”
“Daya hidup 19%. Total poin saat ini: 0 poin.”
Mei Zhiyi terlihat tidak fokus. Di benaknya tersimpan berbagai pertanyaan mengenai Liu Yan, sosok Kaisar Daqi yang kini menjadi bosnya.
Orang itu terlihat dingin dan misterius, cara bertindaknya pun tidak biasa. Mei Zhiyi dapat mengetahuinya hanya dengan melihatnya hari ini.
Ada kisah apakah di balik sosoknya itu?
“1% lagi, bisakah dibulatkan saja?”
“Tidak bisa. Tidak ada pembulatan dalam pengaturan sistem. Tuan, sistem akan segera tidur pulas setelah pukul 11 malam dan akan aktif kembali setelah pukul 5 pagi. Sampai jumpa di hari berikutnya. Ding!”
Mei Zhiyi juga lelah. Hidupnya terlalu lelah. Baik dulu maupun sekarang, dia masih saja harus bekerja. Jelas-jelas saat itu sudah bisa pensiun dini, tapi gara-gara Yao Shu, dia harus pindah dunia.
Di sini, dia jadi pelayan yang harus bekerja di istana yang dapat memakan orang tanpa memuntahkan tulangnya. Jika seorang kaisar saja berani dibunuh, apa kabar dengannya yang hanya seorang pelayan?
Dia benci berada di posisi bawah seperti ini. Tapi, dia juga bersyukur karena setidaknya di sini, dia bisa lebih santai.
Tidak perlu bermain-main dengan nyawa setiap hari. Dapat tidur dan dapat gaji pula, juga punya tempat tinggal yang lumayan bagus.
Mei Zhiyi akhirnya tertidur. Begitu pulas sampai dia tidak sadar bahwa di luar, seseorang tengah berdiri dalam diam, tenggelam dalam kesunyian.
“Mei Zhiyi,” ucap Liu Yan. “Kau sebenarnya siapa?”
Liu Yan tidak mengerti. Sejak dia melihatnya pertama kali tadi pagi, matanya tidak bisa teralihkan. Pikirannya jadi tidak fokus.
Gadis muda bernama Mei Zhiyi, yang asal-usulnya begitu sederhana itu malah bisa tampil begitu berbeda. Bukan tipe wanita lemah yang merengek dan menangis untuk memohon ampun ketika diintimidasi. Bukan pula tipe gadis muda manja yang suka mengadu domba ketika menemui masalah.
Yang paling penting… dia sepertinya selalu mendengar suara aneh. Dia bisa mendengar suaranya dari jarak tertentu. Padahal, dia tahu Mei Zhiyi sama sekali tidak membuka mulutnya.
Liu Yan berpikir itu hanya ilusinya saja. Tapi malam ini, dia kembali mendengarnya, bahkan berkali-kali.
Liu Yan melihat lagi balutan luka di tangannya. Begitu rapi, kainnya juga begitu halus. Tidak seperti kain kasa dari pusat pengobatan istana.
Juga kotak medis yang dibawanya, terlihat bukan barang dari negaranya. Punya keberanian, ketenangan, memahami pengobatan, apakah sungguh ada wanita seperti itu di dunia ini?
“Yang Mulia,” panggil Duan Jiu. “Dua pelayan yang menindas Nona Mei pagi ini adalah pelayan yang disuap oleh Selir Su. Hari ini Nona Mei menumpahkan makanan ke gaun yang dipakai Selir Su untuk perjamuan.”
“Su Qian?” Kening Liu Yan mengernyit. Wanita itu lagi. Liu Yan sudah sangat muak padanya.
“Ibu Suri benar-benar tidak menyerah.”
Liu Yan agak menunduk. Ada hati yang tergores kembali begitu dia mengingat sosok itu. Tapi, sudahlah. Dia tidak ingin memikirkannya untuk saat ini.
“Tangkap dua pelayan itu. Pukul lima puluh kali dan buang ke kuburan masal!”
Duan Jiu sempat terdiam. Hari ini Kaisar begitu aneh. Tiba-tiba memindahkan seorang pelayan yang tidak biasa, juga membantunya membalas dendam. Apakah mainan Kaisar yang baru ini begitu menarik sampai baru satu hari saja Kaisar sudah memedulikannya?
“Baik, Yang Mulia.”
Keesokan harinya, Bibi Cui membawa Mei Zhiyi mengelilingi Istana Zhaoyang untuk memberinya pengetahuan mengenai tata letak tempat dan setiap bagian dari istana ini. Karena ini adalah istana tidur dan tempat istirahat Kaisar, segala sesuatunya harus sesuai dengan keinginan Kaisar.
Tidak boleh berisik, tidak boleh ribut, harus tenang dan tidak bising. Para pelayan yang dipekerjakan di tempat ini semuanya adalah orang yang sangat berhati-hati dan teliti karena dipilih secara cermat oleh Bibi Cui dan Li Dezai, mengikuti preferensi Kaisar.
Terlebih, istana ini punya pengawalan yang sangat ketat untuk mencegah niat buruk seseorang. Meski pada akhirnya, lalat-lalat itu masih saja berhasil masuk. Tampaknya selain orang-orangnya sendiri, istana ini juga bisa disusupi mata-mata dari orang lain.
Tidak heran jika Liu Yan begitu waspada. Instingnya dalam melindungi diri begitu kuat. Orang seperti ini sangat berhati-hati.
Jika ingin menjadikannya bos besarnya, Mei Zhiyi mungkin harus belajar memahami tindakan dan pikirannya. Tapi, di istana yang dalam ini, selain dia, mungkin masih ada banyak orang yang lebih sulit dilawan.
“Bibi Cui, berapa gajiku dalam satu bulannya?” tanyanya.
Meski sekarang dia seorang pelayan, dia harus punya kesejahteraan, kan? Kalau gajinya kecil, dia bisa mempertimbangkan mengundurkan diri dan keluar istana saja.
“Setiap bulan pelayan di Istana Zhaoyang akan diberi gaji sepuluh tael perak. Tentu belum termasuk hadiah dan tip yang didapat secara pribadi.”
Sepuluh tael? Kenapa banyak sekali? Di zaman ini, jumlah uang lima tael saja sudah cukup untuk menghidupi diri sendiri selama dua bulan.
Sepuluh tael per bulan, tidak perlu membayar sewa rumah dan tidak perlu membayar uang makan atau listrik, sungguh sudah merupakan jumlah yang sangat besar. Apakah ini sebabnya banyak orang yang ingin menjadi pelayan di Istana Zhaoyang?
Ini bukan tempat kerja, ini jelas gudang uang! Memikirkannya saja Mei Zhiyi sudah menelan ludah.
“Nona Mei, karena sekarang kau adalah pelayan Kaisar, maka hati dan pikiranmu harus sepenuhnya untuk Kaisar. Kaisar paling benci orang yang berkhianat. Saya harap Nona Mei dapat memahaminya.”
Siapapun tidak tahan dengan pengkhianatan, tahu! Bukan hanya Liu Yan, Mei Zhiyi juga paling benci pengkhianatan!
“Aku tahu. Bibi Cui tidak perlu khawatir.”
“Syukurlah jika nona mengerti.”
“Bisakah kau memberi tahu aku apa pekerjaanku sekarang? Kita sudah menunda waktu selama dua jam. Seseorang mungkin akan menganggap aku pemalas dan tidak becus bekerja.”
Bibi Cui tersenyum. Jarang sekali ada pelayan yang berinisiatif menanyakan pekerjaannya. Jarang pula ada pelayan yang dengan kesadaran penuh mengetahui perannya dan mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
“Mulai sekarang, kau bertanggungjawab atas makanan Kaisar. Mengambil, memeriksa, dan membereskannya menjadi tanggungjawabmu. Tidak boleh melalui tangan orang lain, harus dengan tanganmu sendiri.”
Sudut mulut Mei Zhiyi berkedut. Sudah ia duga tidak ada yang namanya promosi instan.
Di antara ratusan pekerja dan ribuan pekerjaan, kenapa dia masih saja menjadi pelayan pengantar makanan? Apa dia seorang kurir?
“Apa lingkup pekerjaanku termasuk penguji racun juga?”
“Tidak juga. Ada orang yang bertanggung jawab atas hal itu. Tapi mungkin dalam beberapa situasi, tidak menutup kemungkinan nona juga harus menjadi penguji racun.”
Mei Zhiyi menghela napas. Ternyata di balik kenaikan tingkat yang tiba-tiba dan berlangsung secara instan, ada pekerjaan berat yang memiliki risiko besar untuk ditanggung. Tapi dibandingkan dengan hidup di medan perang dan terus menjalankan misi hidup dan mati, ini jauh lebih baik.
“Baiklah. Aku mengerti. Sekarang juga aku akan mengambil jatah sarapan Kaisar.”
“Nona, selamat bekerja.”
Takut knp knp sama Liu yan
😁😁😁😁
nebak" aja dulu
Emang enak di ghibahin sama Mei