Spin off Sepenggal Kisah Ary.
Dalam novel ini akan mengisahkan kehidupan Ary dan Eno.
Session 1, Mengisahkan kehidupan Alex dan Ary.
Setelah sekian lama berpisah, akhirnya Alex dan Ary dipertemukan kembali dengan keadaan sama sama single. Bukan karena mereka belum pernah menikah, tapi keduanya sudah menyandang status duda dan janda.
Perbedaan membuat mereka harus berjuang lebih keras lagi. Akankah Alex dapat memperjuangkan Ary dan mempertahankannya?
Session 2, mengisahkan tentang Eno yang pecicilan dengan suaminya yang cool.
Perjodohan yang menyatukan Eno dengan suaminya. Agam seorang duda beranak satu, yang awalnya menyukai Ary harus pasrah ketika ibunya menjodohkan dirinya dengan gadis pecicilan.
Bagaimana kisah mereka? Yuk baca selengkapnya di karyaku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
"Silahkan! Duduk aja, masih kosong kok." jawab Anton tanpa melihat orang yang mengajaknya berbicara.
"Terima kasih!" jawab Ary sambil menahan tawanya.
Karena tidak bisa lagi menahan tawanya, Ary dan Eno tertawa lepas.
"Hahaha..."
"Dasar Ferguso Anton beton! Artis datang dicuekin." gerutu Eno sambil memukul pundak Anton.
"Eh, ada artis cilik gak laku! Gue kira siapa tadi!" jawab Anton sambil mengusap pundaknya yang terkena pukulan Eno.
"Ary?" tanya Anton setelah meneliti perempuan yang bersama Eno.
"Siapa lagi? Chandra Dewi sudah lama tidak ada kabar!" jawab Eno sambil duduk.
Ary pun ikut duduk di sebelah Eno, perasaannya tidak enak sejak mendatangi meja itu.
"Apa kabar, Anton?" sapa Ary.
"Baik! Kabarku baik, kamu bagaimana? Anak sudah berapa?" Anton memberondong pertanyaan pada Ary.
"Kabar, alhamdulilah baik. Kalau anak belum punya." jawab Ary sambil tersenyum.
"Mana pasangan kalian, kok cuma berdua saja?!" tanya Anton.
"Nanti nyusul!" jawab Eno sambil mengambil minuman yang sudah disediakan di atas meja.
Dari kejauhan tampak Alex dan Tere berjalan mendekati meja mereka. Alex dan Tere berjalan bergandengan, lebih tepatnya Tere memeluk lengan Alex. Ary dan Eno yang posisi duduknya membelakangi Alex, tidak tahu kehadiran Alex dan Tere.
"Nah, ini Alex sudah datang!" kata Anton spontan begitu Alex sudah dekat dengan mereka.
Ary dan Eno terjengit kaget, mereka berdua tidak menyangka sama sekali akan bertemu dengan Alex. Eno langsung semangat bertemu dengan Alex, karena dia sudah lama menantikan bertemu dengan Alex. Eno ingin meminta bayaran atas informasinya yang pernah disampaikannya dulu.
"Eh, si bos datang juga! Apa kabar bos?" sapa Eno sumringah, karena sebentar lagi dia bisa panen ladang uangnya.
"Baik!" jawab Alex datar.
Alex merasa mati kutu, karena ketahuan Ary menggandeng Tere. Padahal Alex sudah berencana untuk menemui Ary dan mengajak ngobrol.
"Ih, kek tembok mukamu!" kata Eno begitu melihat ekspresi wajah Alex yang datar.
"No!" tegur Ary.
"Hai Alex, hai Tere!" sapa Ary pada Alex dan Tere.
"Hai Ary, apa kabar?" jawab Tere mendekati Ary untuk berpelukan kemudian cipika-cipiki.
"Gue gak dapat nih, ambung juga dong!" kata Anton melas, karena dia tidak dipeluk oleh Ary dan Eno.
Eno dan Tere masih perang dingin, padahal mereka sudah tidak ada urusan lagi. Masalah sewaktu masih sekolah, ternyata tidak dilupakan Eno. Sampai saat ini Eno masih membenci Tere.
"Hai Eno!" sapa Tere sambil mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan.
Eno diam saja tanpa mau menyambut uluran tangan dari Tere. Ary sudah berulangkali memberi kode pada Eno untuk menyambut uluran tangan Tere. Setelah dipijak kakinya, barulah Eno menyambut uluran tangan Tere.
"Hai Re!" balas Eno datar.
"Kalian sudah tua, masak masih kek anak kecil gitu sih? Anak kecil aja kalau berantem, gak lama musuhannya. Masak kalian masih marahan." tegur Ary karena sejak kedatangan Alex dan Tere, Eno mengibarkan bendera perang.
"Karena kita bukan anak kecil, makanya lama!" jawab Eno ketus.
"Sebenarnya salah gue apaan sih? Sejak masih di kelas sepuluh, Lo musuhin gue. Kek memendam dendam kesumat gitu." kata Tere.
"Entah, gue gak suka aja lihat muka Lo!" jawab Eno sekenanya sambil mengangkat bahunya.
"Sudah! Jangan berantem terus, malu dilihat anak!" kata Ary melerai Eno dan Tere.
Tere kembali bergelayut manja di lengan Alex. Hal itu semakin membuat Eno meradang, karena Eno tahu Alex tidak suka dengan tingkah Tere yang sok manja. Setelah Eno menikah, komunikasi Alex dan Eno kembali terjalin. Jadi sedikit banyak Eno mengetahui bagaimana suasana hati Alex.
Eno sudah berencana mempertemukan Ary dan Alex, jangan sampai rencananya rusak karena ulah Tere. Eno sudah bersusah-payah membujuk Ary untuk ikut acara ini. Jangan sampai Ary kecewa kemudian tidak mau lagi diajak keluar lagi. Kesibukan Ary membuat Ary lebih selektif memilih kegiatan di luar rumah.
"Kalian gak bawa pasangan? Bukannya wajib bawa pasangannya masing-masing?!" tanya Alex, dia heran Eno dan Ary hanya datang berdua tanpa pasangan.
"Gue gak punya pasangan!" jawab Anton, karena Eno dan Ary hanya diam.
"Kan gue sama Ary dari dulu pasangan!" jawab Eno asal.
"Kalian berdua memang gak pernah berubah ya, tetap eror!" kata Alex kesal.
"Sudahlah, yang! Biarin aja mereka mau bawa atau tidak itu hak mereka." kata Tere mengusap punggung Alex.
Eno yang melihat itu, berdecih. Rasanya ingin muntah, tapi melihat Alex dan Ary diam saja akhirnya Eno pun memilih diam. Saat mereka hanya berdiam diri saja, tiba-tiba hp Ary berbunyi.
"Ya?" kata Ary setelah mengaktifkan tombol terima.
"Tunggu di pintu masuk aja, biar aku keluar!" kata Ary setelah mendengar orang di seberang telepon berbicara.
Ary mematikan panggilan, lalu berdiri hendak meninggalkan meja itu.
"Siapa ?" tanya Eno.
"Siapa lagi? Si brondonglah!" jawab Ary sambil tersenyum kemudian meninggalkan mereka.
"Suaminya ya?!" tanya Tere.
"Semoga!" jawab Eno datar.
"Kok semoga? Bukannya dia sudah menikah dengan si brondong?" cerca Alex.
"Kalian gak ada yang tahu?" tanya Eno.
"Tahu apa, ketemu juga barusan aja?!" kata Alex kesal.
"Ary sudah menjanda 3 th lebih, masak gak tahu sih!" kata Eno.
"Nggak ada yang kasih tahu, informan gue gak mau kasih tahu kalau belum dibayar!" kata Alex.
Tere berdiri hendak mencari beberapa temannya sewaktu SMA. Karena sedari tadi dia hanya menjadi pendengar saja.
"Yang, aku nyamperin yang lain dulu ya!" pamit Tere.
"Hmm..." jawab Alex.
Setelah itu Tere mulai berkeliling ruangan itu untuk mencari temannya. Tere pergi, datang Ary menarik baju Brandon. Orang yang menelpon Ary tadi adalah Brandon, dia ingin menjemput Ary.
"Jangan ditarik terus, ntar kusut. Pegang tangan aja, begini!" kata Brandon sambil menyerahkan lengannya untuk dipegang Ary.
Dengan berat hati Ary menuruti keinginan Brandon, karena acara wajib membawa pasangan. Sedangkan suami Eno mengikuti Ary dan Brandon di belakang sambil menggendong bayi berusia lima bulan. ( Reuni diadakan setelah Eno melahirkan ya readers).
"Anak mama ikut juga ya?" kata Eno begitu melihat suaminya datang menggendong anaknya.
"Nangis terus, gak mau tidur! Mungkin dia mau nen." kata suami Eno.
Eno langsung mengambil bayi laki-laki itu dari gendongan sang suami.
"Anak mama kenapa? Baru juga ditinggal sebentar, sudah rewel." kata Eno pada anaknya.
"Lagian punya baby malah keluyuran!" celetuk Ary.
"Ry, kenalin dong ke kita! Masak dikekepin aja." kata Anton memainkan alisnya.
Hati Alex sudah tidak tenang melihat Ary menggandeng tangan Brandon. Hal itu terlihat jelas dari sorot matanya, ada rasa tak rela jika Ary bersama yang lainnya.
"Oh, lupa!" jawab Ary sambil nyengir.
"Bran, kenalin ini teman-temanku sewaktu SMA." kata Ary sambil menatap Brandon.
"Anton!"
"Alex!"
"Brandon." sebut Brandon setelah menyalami satu persatu.
"Si Richard sudah mulai ngantuk tuh, kita pulang aja ya?" kata suami Eno.
"Kita belum makan, sehabis makan baru kita pulang. Iya kan, Ar?" tanya Eno pada Ary.
Akhirnya mereka mengambil makan, untuk menghemat waktu. Brandon dengan telaten melayani Ary, mulai dari mengambilkan piring hingga mengisi piring Ary.
Yuk like, komen, vote dan gift karya retjehku ini🙏🙏🙏
Terima gajeeeeeee 😘😘😘
aku baru gabung nih.. di ceritanya author..
semua masih berkaitan ya ceritanya satu novel sama lainnya..
tokohnya sama.
pertama ku buka cinta sendiri..
trus ini.. kok sama tokohnya.
😁🙏
selamat utk Ary dan Alex walaupun Mama Jessie blm merestui nmun mudah2an nanti bs menerima Ary....
Wahhh Alex dpt janda kembang nih....
terkesan hanya ustad bayaran, walaupun paham sih mksudnya.
Mungkin baiknya tdk perlu ada kata2 BAYAR...cukup yg mgajarkan Alex ttg agama Islam. 🙏🙏
Semoga segera terajut kmbali kisah Ary dan Alex yaa
udah like bab yg tertinggal