NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Menyerah

Biarkan Aku Menyerah

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

Dalam rumah tangga, CINTA saja tidak cukup, ... Masih diperlukan kesetiaan untuk membangun kokoh sebuah BIDUK.

Namun, tak dipungkiri TAKDIR ikut andil untuk segala alur yang tercipta di kehidupan FANA.

Seperti, Fasha misalnya; dia menjadi yang KEDUA tanpa adanya sebuah RENCANA. Dia menjadi yang KEDUA, walau suaminya amat sangat MENCINTAI dirinya. Dia menjadi yang KEDUA, meski statusnya ISTRI PERTAMA.

Satu tahun menikah, bukannya menimang bayi mungil hasil dari buah cinta. Fasha justru dihadapkan kepada pernikahan kedua suaminya.

Sebuah kondisi memaksa Samsul Bakhrie untuk menikah lagi. Azahra Khairunnisa adalah wanita titipan kakak Bakhrie yang telah wafat.

Tepatnya sebelum meninggal, almarhum Manaf memberikan wasiat agar Bakhrie menikahi kekasihnya yang telah hamil.

Wasiat terakhir almarhum Manaf, akhirnya disetujui oleh Bakhrie dan keluarganya tanpa melihat ada hati yang remuk menjadi ribuan keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAM DUA TUJUH

"Ummi kenapa?" Bachrie menyapu air mata yang entah sedari kapan keluar mengaliri pipi ibunya.

Fatima wanita pertama yang menjadi cinta Bachrie, kemarin juga wanita itu pula yang menjadi garis pemisah antara dirinya dan Fasha.

Namun, apa pun yang terjadi, Fatima tetap saja ibu yang melahirkannya. Bachrie mungkin sudah pernah gagal menjadi suami yang baik, tapi dia masih anak yang berbakti.

"Ummi, mau ketemu cucu Ummi."

Sudah beberapa hari terakhir, bibir Fatima sedikit miring ke kiri. Agaknya stroke yang kemarin hanya gejala ringan menjadi parah pasca ketok palu di pengadilan.

Sebelumnya, Fatima sempat berharap Fasha memaafkan Bachrie lalu kembali. Toh, Bachrie sudah menceraikan Azahra, kini.

Namun, berulang kali Jatmiko melamar ulang Fasha untuk Bachrie. Keluarga mereka masih tetap kekeuh tidak menerimanya lagi.

Sudah di bulan ke empat menjadi duda, Bachrie masih kukuh untuk menyebutkan nama Fasha di sepertiga malamnya. Yah, andai saja ada kesempatan kedua, takkan pernah Bachrie sia- sia.

"Bujuk Fasha supaya mau ke sini."

Fatima menangis, selain sakit di fisiknya, dia merenungi nasib buruknya yang bahkan sampai dia stroke seperti sekarang ini, dia belum pernah merasakan bagaimana menggendong seorang cucu.

"Hari ini juga Bachrie datangi Fasha. Ummi doakan saja dia mau ke sini." Bachrie kecup kening Fatima, lalu menatap Jatmiko yang berdiri di belakang Fatima dengan sebelah tangan yang disakukan.

"Kamu hati- hati." Jatmiko tidak lupa, keluarga King Miller masih memagari Fasha dan Abrar dengan puluhan pengawal.

"Yang lalu biar berlalu. Sekarang, buka lembaran baru. Bujuk Fasha baik- baik, jangan ada paksaan, anggap kamu sedang berusaha menaklukkannya dari nol lagi," pesan Jatmiko.

"Bachrie pamit, assalamualaikum."

Bachrie keluar setelah mencium punggung tangan ibunya lalu ayahnya yang menjawab salam setelahnya.

Jika kemarin Bachrie tak berhasil meluluhkan Fasha, sekarang Bachrie percaya diri karena doa Fatima juga menyertai langkanya.

Untuk pertama kalinya Fatima menyuruh Bachrie membawa Fasha ke rumah, agaknya ini salah satu bentuk pertaubatan Fatima yang selama ini begitu rewel pada Fasha.

Bachrie masuk ke dalam mobilnya, meraih ponsel yang dihiasi dengan foto putra tampannya. Yah, bahkan sampai sekarang Fasha masih mengirimkan perkembangan anaknya.

Berawal dari saat dia menguburkan putri yang dilahirkan Azahra. Fasha ikut mengucapkan berbelasungkawa juga turut bersedih atas gangguan kesehatan mental Azahra di penjara.

Dari sanalah, dimulai sebuah percakapan di antara mereka dan sampai sekarang keduanya masih saling kirim pesan.

Bicara soal Azahra, sempat Bachrie mengetes DNA anaknya, dan dia harus akui bahwa dia bersama Azahra pernah memiliki seorang putri.

📤 "Sayang..."

Bachrie lalu menghapus kembali pesan yang dia tulis. Dia lupa, seharusnya dia tidak lagi membuat Fasha risih dengan sebutan itu.

📤 "Aku mau bicara dengan mu." Bachrie lalu menyalakan mesin mobil setelah mengirim pesan singkat tersebut kepada Fasha.

Sudah cukup siang. Dia harus ke kampus tempat di mana dirinya mengajar.

Hanya tiga hari dalam seminggu. Lalu sisa harinya dia buat untuk mengurus perusahaan makanan milik Jatmiko yang empat puluh persen sahamnya atas nama Fasha, yah, setidaknya sampai usia Abrar 17 tahun baru boleh dipindahkan ke Abrar.

Klik, Mendapat pesan dari mantan, Bachrie menepi untuk membacanya. Rupanya Fasha tidak bisa bertemu karena sudah mulai sibuk dengan kampusnya kembali.

📤 "Kamu ngajar lagi?" Bachrie baru tahu, dan sedikit tersentak, Fasha memilih untuk kembali beraktivitas layaknya gadis muda.

📥 "Ya."

📤 "Di kampus yang dulu?" cecar Bachrie.

📥 "Ya."

Sontak, dada Bachrie memanas. Bulu kuduk kian meremang, takut. Kampus tempat Fasha mengajar, bukankah itu berarti satu tempat yang sama dengan Gantara?

Ah, Tuhan, kemarin Bachrie bisa melarang Fasha karena sudah istrinya. Sekarang, punya hak apa dirinya atas wanita itu?

📤 "Kalau kamu ngajar, Abrar gimana?"

📥 "Alhamdulillah nurut."

Bachrie mendengus pelan, ... Benar- benar jawaban yang padat dan singkat.

Dulu Fasha selalu mengirimi dirinya pesan yang bertubi- tubi bahkan panjang sekali isi topiknya. Namun, sekarang Fasha yang mencintai dirinya secara brutal telah lenyap.

Memang kontaknya tidak diblokir, bahkan masih bisa Fasha membalasnya, tapi sejauh ini, sekalipun Fasha tak pernah mengangkat panggilan atau mengirim pesan lebih dulu.

...][∆°°°°^°°∆°°^°°°°∆][...

"Hey... Assalamualaikum." Gantara terkekeh kecil mendapat sapaan Baby Abrar. Usapan lembut dia berikan di perut gendut anak itu.

"Kamu lucu... Masha Allah." Gantara memuji, tapi wajah Bachrie terdapat di sana.

"Ciyeeee, main sama Om ya!"

Fasha baru selesai dari toilet setelah sebelumnya menitipkan Abrar pada Gantara yang kebetulan tidak ada kelas.

Gantara masih tersenyum untuk Abrar, dan kedatangan Fasha membuat pria itu menoleh secara reflek. Sayangnya, mata itu harus dia turunkan lagi setelah mendapati satu kancing Shanghai di bagian samping perut Fasha terlepas.

"Ehm!" Gantara mengusap kening, bingung, antara ingin menegur atau tidak.

Andai tidak ditegurnya, Fasha pasti akan menjadi pusat perhatian bagi mata mahasiswa nakal di kelasnya nanti.

Walau fakultas mereka agama, tapi balik lagi, pikiran insan sama hakekatnya. Apa lagi, kebanyakan dari mahasiswa di jurusan ini, ada yang berangkat dari background santri mbeling, anak nakal buangan ibu bapaknya.

"Terima kasih, Om Tara." Sembari mewakili Abrar, Fasha tersenyum lalu menundukkan tubuhnya demi membetulkan baju putranya.

Di mana gerakan itu membuat mata Gantara lolos ke dalam perut Fasha yang berhasil membuatnya bergetar seketika.

"Ehm!" Demi menetralisir gemuruh di dalam dirinya, Gantara terus berdehem. Yang mana, Fasha justru mengiranya sedang penyakitan.

"Om Tara, lagi batuk?"

"Tidak."

Demi mata dan jantung sehatnya, Gantara menarik ujung hijab yang kurang turun ke area samping perut Fasha agar sedikit menutup bagian yang melompong.

Memang tidak terlihat kulitnya, hanya tampak manset putih saja, tapi lekukan yang sempat Gantara intip secara tidak sengaja, lumayan berhasil menyentak kewarasannya.

Dia berdosa mungkin, ia telah lancang memiliki angan mesum hanya karena penglihatan tidak disengajanya.

"Maaf lancang, tapi, ... kancing baju Nona lepas beberapa."

"Hah?" Fasha mendelik tak sadar, lalu memeriksa bagian yang ternyata memang belum dikancingkan kembali.

Ah Tuhan, cukup kuat Fasha memejamkan mata sebagai gestur alami tak enaknya, ... dia terlalu takut Abrar menangis sampai keluar dengan buru- buru sekali. Tanpa tahu, yang dia perhatikan hanya kancing di atasnya saja, selebihnya terbuka.

"Terima kasih," kaku Fasha. Lantas menatap senyum keki Gantara yang beranjak bangkit dari duduknya.

"Mau ke mana?"

"Shalat taubat."

1
WHATEA SALA
Saya parnah di komeni penulis seperti author bilang,ya kaget aja...padahal komen ku gak membahas author nya "bikin cerita kok gini" cuma kesel sama si peran dalan ceritanya" ...ya sudah aku bilang"klu gak boleh komen ya maaf"gitu aja sih😁😁
WHATEA SALA
Azara sudah terbongkar kedoknya,mungkinkah fasha mau kembali pada bakrie..?? berharap sih enggak
WHATEA SALA
Klu masih cinta kenapa pulang ke indonesia,pake marah nangis kecewa..di nikmati aja apa yang terjadi meskipun sakit yang penting kan cinta..cinta...cinta,makan tu cinta klu sudah sampai muntah2 masih bilang masih cinta kah....!!??
WHATEA SALA
Syukurin kena tuduh...sudah suami di ambil orang e sok2an peduli sama anak nya,tinggal panggil emaknya kasih tau anak nya nangis
WHATEA SALA
Sombong amat anak nya miller tapi sombong mu gak ada guna karna suamimu nikah lagi....masih mau bertahan..??
WHATEA SALA
Preettt....mulai agama jadi sasaran
WHATEA SALA
oalah....fasha plus mu tambah😩😩
WHATEA SALA
Pergi aja fasha...kesannya kok seperti rebutan minta di kelon,pada kurang kerjaan,uuuphs...maaf cuma komen
WHATEA SALA
Andai bakrie dapat wasiat untuk terjun dari gedung mencakar langit kira kira mau gak ya...? ya jelas gak maulah karna tidak menguntungkan dan ada orang tercinta yang akan menangisin nya tapi wasiat ini sangat menguntungkannya walau ada hati tersakiti.keren ya laki laki macam ini
Eli Elieboy Eboy
𝑏𝑖𝑎𝑟 𝑔𝑎𝑘 𝑗𝑑 𝑑𝑢𝑑𝑎 𝑛𝑔𝑒𝑛𝑒𝑠 𝑙𝑜🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑚𝑢𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑟 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑢𝑔𝑎𝑙2𝑎𝑛 𝑡𝑝 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑒𝑔𝑜𝑖𝑠 𝑦𝑔 𝑔𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛 😡😡😡
Eli Elieboy Eboy
🤣🤣🤣 𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑔𝑖𝑙
Retno aja
bener nabeel jangan sama ayana
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑤 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑘𝑤 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑐ℎ𝑎.... 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑚𝑝𝑜𝑠 𝑘𝑤 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒
Sari Nilam
Bahrie...ampun deh gamon ...
fasha udah bahagia ngapain masih ngarepin sesuatu yang sudah kamu buang dan abaikan. Gimana rasaya...nano nanokan
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget suka, terimakasih KK author semoga sukses selalu buat karya yg menarik lagi, terimakasih banyak🙏
Sari Nilam
bachrie laki2 gak punya urat malu sama dengan umminya yang angkuh.
acha sudahlah untuk apa masih peduli sana manfan syami dan mertua jahat
Sari Nilam
mantap cha...hiduplah bahagia dengan anakmu yang sempat diragukan oleh suami bodohmu itu. Biarkan bachrie menyesal seumur hidupnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!