Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.
Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.
Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.
Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.
Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Waktu terus berlalu, tidak terasa kini Mawar sudah menyelesaikan pendidikan nya. Mawar hanya menunggu waktu untuk wisuda saja, Mawar saat ini masih bekerja di sebuah kafe sampai dia mendapat kan ijazah nya dan melamar kerja di tempat lain.
Sudah satu tahun ini Indah lulus sekolah menengah atas nya, dan dia hanya di rumah saja. Sibuk merawat diri, tanpa perduli sedikit pun pada pekerjaan rumah. Setiap hari kerja nya hanya keluyuran saja, dan jika dia berada di rumah dia selalu menghabis kan waktu nya untuk tidur.
Dia tidak ingin melanjutkan pendidikan nya di universitas kecil seperti Mawar, dia ingin melanjutkan pendidikan nya di universitas bergengsi. Tapi semua itu tinggal kenangan saja, karena Mawar dan Farhan menolak untuk membantu membayar biaya nya.
Farhan sudah sangat kesal pada kelakuan Indah, setiap hari dia selalu bersolek tanpa perduli pada orang lain. Indah bahkan selalu memaksa bu Munah untuk menuruti keinginan nya, rasa sayang yang berlebihan membuat bu Munah menuruti keinginan Mawar sekalipun itu salah dia tidak perduli.
"Bu, ini ada uang untuk biaya yang akan kita gunakan untuk menghadiri wisuda nya Mawar minggu depan!" Farhan memberikan sebuah amplop coklat pada ibu nya.
"Iya nak!" Bu Munah menerima uang pemberian dari putra sulung nya itu dengan senyum bahagia di sudut bibir nya.
Setelah Farhan pergi, Indah yang sejak tadi mengintip dari dalam kamar nya bergegas menemui ibu nya.
"Bu, berapa jumlah uang yang di berikan oleh kakak?" Tanya Mawar dengan sangat antusias.
"Entah lah, ibu belum menghitung nya!" Jawab Bu Munah sambil memperlihat kan amplop itu.
"Sini bu, biar Indah hitung dulu!" Indah meminta amplop itu pada ibu nya.
Bu munah menyerah kan amplop itu pada Indah, dan mereka berdua mulai mengeluarkan semua isi nya lalu menghitung nya.
"10 juta bu jumlah nya, bu Indah minta 5 juta ya, Indah mau beli baju model baru! " Ujar Indah setelah dia menghitung jumlah uang itu dan mengambil separuh dari jumlah uang yang ada.
"Ya udah, ambil aja!" Bu Munah pun tidak mempermasalahkan uang yang di ambil oleh Indah.
Indah tersenyum puas setelah dia mendapat kan banyak uang tanpa harus bekerja keras, Indah sangat senang sekali.
Bu Munah juga tidak mempermasalah kan uang itu lagi, karena dia tahu dalam acara wisuda Mawar nanti tidak akan menghabis kan uang sebanyak itu. Rencana nya bu Indah dan keluarga nya akan menginap di rumah salah satu teman Mawar yang berasal satu desa yang sama dengan nya, karena orang tua teman nya Mawar mempunyai rumah di kota L.
******
Hari Wisuda Mawar pun tiba, sejak subuh Mawar sudah mulai melakukan Make up. Mawar sengaja menyewa seorang Mua untuk merias diri nya beserta bu Munah dan juga Indah. Untuk baju yang akan di kenakan oleh Bu Munah dan juga Indah serta Farhan sudah di siap kan oleh Mawar jauh - jauh hari.
Mereka tiba di tempat acara dengan menggunakan mobil yang memang di carter oleh Farhan selama satu hari ini. Mawar sangat bahagia, dia tidak menyangka kini diri nya ada di titik ini. Sementara Indah memandang Mawar dengan tatapan penuh kebencian.
"Awas saja kau Mawar, aku tidak akan membuat mu hidup dengan tenang. Gara - gara kau, kakak menolak keinginan ku, aku tidak akan tinggal diam!" Indah membatin sambil mengepal kan tangan nya.
Tempat duduk para wisudawan dan wisudawati berbeda dengan para orang tua dan tamu yang lain nya, tempat duduk laki - laki dan perempuan pun berbeda tempat nya. Indah yang duduk di sebelah bu Munah menggunakan kesempatan itu untuk kembali menghasut ibu nya agar membenci Mawar.
"Bu, setelah wisuda ini jangan biar kan Mawar tetap tinggal di kota, enak saja dia sudah menghabis kan banyak uang dan sekarang dia ingin tinggal jauh dari ibu. Mawar harus balas budi sama ibu, jangan aku saja yang tinggal di kampung, Mawar pun harus tinggal di kampung juga!" Indah menghasut ibu nya.
"Iya, nanti ibu akan minta Mawar untuk pulang ke kampung saja!" Bu Munah pun mengangguk kan kepala nya.
"Aku tidak mau tinggal di kampung kalau Mawar tidak tinggal di kampung!" Indah berkata pada ibu nya.
Acara wisuda pun berjalan dengan lancar, dan sekarang tinggal acara foto - foto bersama keluarga saja. Mawar pun sudah menyewa teman nya yang seorang fotografer untuk mengabadikan momen penting tersebut.
Suasana kampus yang cukup ramai membuat Farhan harus mengantri untuk bisa mengeluarkan mobil nya dari parkiran, sementara Mawar dan ibu nya beserta Indah menunggu di depan kampus. Bu Munah tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan tersebut untuk memaksa Mawar kembali ke kampung, mumpung Farhan sedang tidak ada.
"Mawar, setelah ini kamu harus kembali ke kampung!" Bu Munah mulai bicara pada Mawar.
"Kenapa bu? Aku ingin mencari pekerjaan di kota saja!" Jawab Mawar mengutarakan keinginan nya.
"Mawar, anak perempuan tidak boleh jauh - jauh dari orang tua, tidak baik. Kau bisa mencari pekerjaan di kampung saja, kau seorang sarjana pendidikan dan kau bisa mengajar di sekolah yang ada di kampung!" Bu Munah membujuk Mawar.
"Tapi bu,,,!" Mawar ingin membantah ibu nya.
"Mawar, kau adalah anak perempuan pertama di keluarga kita. Kau harus tetap di rumah nak, untuk menemani ibu. Nanti setelah kau menikah, kau akan ikut bersama suami mu, jadi kau tidak akan punya waktu untuk tinggal bersama ibu lagi. Kembali lah ke kampung nak, dan tinggal lah di rumah kita!" Bu Munah membujuk Mawar dengan lembut.
Seketika Mawar luluh dengan ucapan lemah lembut sang ibu, hati nya yang haus akan kasih sayang seorang ibu selama ini menjadi lemah. Tidak masalah bagi Mawar jika dia harus tinggal di kampung, asal kan dia bisa mendapat kan kasih sayang yang selama ini tidak pernah dia dapat kan sebelum nya.
"Nak, ibu ingin tinggal bersama mu. Jadi kembali lah nak!" Bu Munah menatap anak nya dengan tatapan memohon.
Mawar yang tidak tega akhir nya memilih untuk menuruti keinginan ibu nya, Mawar berharap mungkin kali ini sang ibu akan menyayangi diri nya seperti dia menyayangi Indah.
"Iya bu, aku akan kembali ke kampung, tapi tunggu lah beberapa hari lagi, masih ada urusan di kampus ku yang harus aku selesai kan dulu!" Mawar setuju dengan permintaan ibu nya.
"Tidak masalah aku kembali tinggal di kampung, asal kan aku bisa mendapat kan kasih sayang dari ibu yang belum pernah aku dapat kan selama ini!" Mawar membatin di dalam hati.
Indah yang mendengar jawaban dari Mawar langsung tersenyum, niat licik nya berhasil. Mawar bisa dia manfaat kan untuk kepentingan diri nya, apalagi Mawar sekarang sudah bisa menghasilkan uang, Indah akan memanfaat kan Mawar agar keinginan nya tercapai.
mungkin Dr kecil di buli mkne otaknya gk jalan jd bego.
coba km punya sedikit pinter pasti kau hajar adikmu itu. sayangnya km in oon.
baik tp bodoh buat apa ya buat di injak injak dan di jadikan sapi perah.
dan lgi" sll mawar harus jdi org bodoh...
🤣🤣🤣🤣. jelek banget novel nya.
ah tp terserah othor aja ngikutin alur sampe mana mawarnya di buat bodoh
djadiin babu gratisan dan diperas hasil krjamu
coba jd wanita elegant pinter gk mudah di tindas gk tolol bin bulol pasti juga gk akn di tindas.
Ya krn km wanita yg mudah di manfaat kan, 😄🤣. baik sih hatimu tp baik nya tu baik baik bodoh.