"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.
Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"
"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 20
Setelah beberapa minggu berlalu, kehidupan di sekolah semakin meriah. Hanya saja, ada sesuatu yang mereka lupakan ulang tahun Kinta dan Hana jatuh pada hari yang sama! Yuki dan Rina menyadari hal itu saat melihat kalender di kelas.
"Wah, ini lucu ya! Ulang tahun Kinta dan Hana tanggal 17 Mei yang sama!" teriak Rina dengan terkejut. Yuki juga melihat dan tersenyum. "Benar! Kita harus merayakan ulang tahun mereka bersama! Buat kejutan yang besar!"
Mereka berbicara dengan Bu Siti dan semua teman sekelas untuk membuat kejutan. "Semua teman sekelas harus ikut ya! Kita bikin pesta di kelas setelah jam pelajaran selesai," ucap Yuki. Semua orang menyetujui dengan senang.
Selama seminggu, Yuki dan Rina sibuk merencanakan pesta ulang tahun. Yuki membuat undangan rahasia untuk semua teman sekelas, Rina menggambar dekorasi kelas dengan tema warna biru dan merah (warna favorit Kinta dan Hana), sedangkan Bu Siti membantu memesan kue dan camilan.
Setiap sore, mereka bekerja rahasia di kelas setelah teman-teman lain pulang. Yuki membuat banner yang tulisannya "Selamat Ulang Tahun Kinta & Hana Semoga Selalu Bahagia!" Rina membuat bunga kertas yang cantik untuk hiasan kelas. Mereka juga meminta teman sekelas untuk menyiapkan hadiah kecil.
"Susah banget ya menyembunyikan ini dari Kinta dan Hana!" ucap Rina dengan lucu. "Kemarin, Hana hampir melihat banner yang aku buat!" Yuki mengangguk. "Ya, tapi kita harus kuat! Biar kejutan nya lebih seru!"
Saat itu, Kinta datang ke kelas untuk mengambil buku yang terlupa. "Yuki, Rina, apa yang kamu lakukan di kelas sore-sore ini? Kenapa pintu selalu terkunci?" tanya Kinta dengan penasaran. Yuki dan Rina saling melihat dan tersenyum malu. "Tidak apa-apa! Kita cuma mengerjakan tugas kelompok!" ucap Yuki dengan cepat. Kinta mengangguk meskipun masih ragu. "Oke deh. Jangan terlalu lelah ya!"
Hari Sabtu, tanggal 17 Mei hari ulang tahun Kinta dan Hana akhirnya tiba. Yuki mengajak Kinta dan Hana ke sekolah dengan alasan "ada rapat kelompok untuk lomba mendatang". "Kita harus datang ke sekolah ya, ada hal penting yang harus kita bicarakan," ucap Yuki. Kinta dan Hana mengangguk tanpa curiga.
Saat mereka memasuki kelas, semua lampu dimatikan. Kinta dan Hana terkejut. "Yuki, apa ini? Kenapa gelap banget?" tanya Hana. Tiba-tiba, lampu menyala dan semua teman sekelas keluar dari balik meja, bersorak "Selamat Ulang Tahun!" sambil memegang kue dan hadiah.
Kinta dan Hana menangis air mata senang. "Wah! Ini kejutan ya! aku tidak menyangka!" teriak Hana dengan tersenyum lebar. Kinta memeluk Yuki dengan erat. "Terima kasih, Yuki. Ini kejutan yang paling indah yang pernah aku dapat!"
Kue yang besar diletakkan di meja depan kelas kue itu berbentuk hati dengan warna biru dan merah, dengan tulisan nama Kinta dan Hana di tengah. Bu Siti berdiri di depan semua orang. "Selamat ulang tahun Kinta dan Hana! Semoga kalian selalu sehat, bahagia, dan sukses di masa depan. Sekarang, mari kita menyanyi lagu ulang tahun!"
Semua orang menyanyi lagu ulang tahun dengan meriah. Kinta dan Hana meniup lilin kue bersama-sama, lalu membagi kue ke semua teman sekelas. Suasana kelas sangat meriah dan penuh kebahagiaan.
Setelah membagi kue, teman sekelas mulai memberikan hadiah. Hana menerima banyak hadiah dari buku cerita, mainan kelereng, sampai bunga kertas yang cantik. Kinta menerima hadiah dari teman-teman nya dari buku pelajaran, topi baru, sampai jam tangan yang lucu.
Terakhir, Yuki berdiri di depan Kinta dengan hadiah yang dibungkus dengan kertas warna biru. "Ini hadiah buat kamu, Kinta," ucap Yuki dengan pipi yang memerah. Kinta membuka hadiah dan terkejut itu adalah kalung dengan bintang kecil yang terbuat dari permata sintetis, dengan nama "Kinta" dituliskan di belakang bintang.
"Yuki... ini sangat cantik! Terima kasih banyak!" ucap Kinta dengan suara gemetar. Yuki mengambil kalung itu dan memasangkannya di leher Kinta. "Aku harap kamu suka. Ini tanda cinta dan perhatianku buat kamu," ucap Yuki dengan suara lembut.
Semua teman sekelas bersorak senang. "Romantis banget! Ciumlah dia!" teriak Hana dengan semangat. Kinta dan Yuki saling melihat, lalu Kinta mendekat dan mencium pipi Yuki dengan lembut. Pipi Yuki semakin memerah, bikin semua orang ketawa dan bertepuk tangan.
Hana juga mendapatkan hadiah spesial dari Rina itu adalah gambar yang dia lukis sendiri, menggambarkan Hana, Yuki, Kinta, dan Rina bermain bersama di pantai. "Ini buat kamu, Hana. Semoga kita selalu teman terbaik selamanya," ucap Rina. Hana memeluknya erat. "Terima kasih, Rina! Ini hadiah yang paling berarti!"
Setelah pesta di kelas selesai, mereka semua pergi ke taman sekolah yang dekat. Mereka membawa camilan dan minuman yang tersisa dari pesta. Hana membuka musik dengan ponselnya, dan semua orang mulai menari dengan meriah.
Kinta dan Yuki berjalan santai di tepi taman, tangan saling terjalin. "Hari ini aku sangat senang, Yuki. Terima kasih sudah membuat kejutan ini buat aku dan Hana," ucap Kinta. Yuki tersenyum. "Sama-sama, Kinta. Kamu dan Hana pantas mendapatkan kejutan yang baik. Aku senang kalau kamu senang."
Mereka duduk di bangku taman yang indah, melihat matahari yang mulai terbenam. Kinta memeluk Yuki dari samping. "Yuki, aku cinta kamu. Terima kasih sudah ada di hidupku," ucap Kinta dengan suara pelan. Yuki memeluknya kembali. "Aku juga cinta kamu, Kinta. Selamanya."
Sementara itu, Hana dan Rina bermain bola dengan teman-teman lain. Hana membuat kelucuan dengan sengaja menjatuhkan bola ke kolam ikan, bikin semua orang ketawa terbahak-bahak. "Hana, kamu selalu bikin kita senang!" teriak salah satu teman sekelas. Hana tersenyum. "Tentu saja! Hidup harus selalu meriah!"
Malam hari, mereka semua berkumpul di tengah taman, menyaksikan bintang-bintang yang menyala. Ayase datang dengan makanan tambahan yang dia bikin sendiri. "Mari kita makan lagi! Semua pasti lapar kan?" ucap Ayase dengan senyum.
Mereka semua makan bersama di lantai taman, bercanda dan berbicara tentang masa depan. Kinta dan Hana mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah merayakan ulang tahun mereka. "Terima kasih semua teman sekelas, Bu Siti, Ayase, Yuki, dan Rina. Hari ini adalah hari yang paling bahagia dalam hidupku," ucap Hana dengan suara penuh emosi.
Kinta juga menambahkan. "Ya, aku juga merasa begitu. Tanpa kalian semua, hidupku tidak akan pernah seindah ini. Semoga kita selalu bersama, baik dalam suka maupun duka."
Semua orang bersorak senang. Mereka mengambil foto bersama di tengah taman, dengan bintang-bintang sebagai latar belakang. Foto itu akan menjadi kenangan abadi kenangan tentang persahabatan, cinta, dan kebahagiaan yang dibagikan bersama-sama.
Saat mereka pulang ke rumah masing-masing, Yuki dan Kinta saling berjabat tangan. "Besok kita sekolah bersama ya, pacarku," ucap Yuki dengan senyum. Kinta tersenyum. "Tentu saja, sayangku. Selamat tidur dan mimpi indah."
Di rumah, Yuki duduk di teras, memikirkan semua yang terjadi hari itu. Dia merasa sangat beruntung punya teman-teman yang baik, kakak yang mencintainya, dan pacar yang mencintainya dengan sepenuh hati. Dia tahu bahwa hidupnya akan selalu penuh dengan kebahagiaan selama dia bersama orang-orang yang dia cintai.