Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.
"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.
Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.
Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menagih
Mobil sedang berwarna hitam yang tidak asing bagi Erika. Keluarlah seseorang yang tidak asing pula untuk Erika. Seorang pria bertubuh tinggi besar dengan tato dikedua lengannya.
"Bos Jack," gumam Erika.
Pria itu turun dari mobil seraya bertepuk tangan. Membuka kacamata hitam yang dia kenakan. Menampilkan senyuman yang sulit untuk diartikan.
"Bagaiman kabar anda Nyonya Justin?" sapa Jack.
"Apakah anda sudah berhasil mengeruk hartanya?" tambahnya.
Masih ingatkah kalian para pembaca mengenai misi mereka berdua. Sewaktu di klub malam saat itu, Justin dijebak. Jack membawa Erika ke dokter kandungan, guna meminta obat penyubur kandungan. Sementara itu saat mabuk, Jack memberikan obat perangsang ke dalam minuman milik Justin.
"Bagaimana kabar kandung Lo?" tanya Jack lagi.
Setelah diketahui Erika berhasil hamil. Jack meminta Justin untuk bertanggung jawab. Dan suatu saat Jack akan kembali untuk meminta bayaran.
"Gue nggak bisa menaklukkan dia di rumah ini," ucap Erika.
"Dia membenci gue," imbuhnya.
Perempuan itu menekuk wajahnya, menunjukkan kesedihan dia yang sebenarnya. Sesuai dengan kenyataannya bahwa Justin menikahi dia karena ingin pura-pura di depan Oma Yen. Tidak lebih dari itu.
"Dia itu jijik sama gue. Dia bilang sendiri menikahi gue cuma mau pura-pura di depan omanya," jelas Erika.
"Dia nggak akan pernah cinta sama gue," tambahnya.
Jika mengingat kata-kata bahwa Justin sangat jijik dengan Erika. Perempuan itu merasakan sakit yang teramat dalam. Memang pekerjaannya di dunia malam. Tetapi tidak seburuk seperti apa yang dia bayangkan.
"Gue di rumah ini hanya sebatas pembantu. Enggak lebih, itu yang selalu dia ucapkan," ucap Erika lagi.
"Sebagai pembantu atas apa yang dia berikan kepada gue. Seperti tempat tinggal mewah, makanan mewah, pakaian mewah, dan lain sebagainya."
"Untuk membayar itu semua gue harus bekerja untuk dia setiap hari. Memasak, membereskan rumah, berkebun, dan sebagainya."
Mata perempuan itu tampak berkaca-kaca. Ternyata kehidupan di rumah ini tidak sebagus saat dia bekerja di tempat hiburan malam.
"Jadi gue sama sekali nggak dapat uang disini," ucapnya dengan penekanan.
"Gimana caranya mengeruk harta dia?" Erika bertanya kepada Jack.
Perempuan cantik sudah frustasi, sesekali mengusap air mata yang hampir saja meluncur bebas. Mengusap rambutnya frustasi dan tentunya dengan ekspresi gusarnya.
"Gue nggak mau tahu Er!" balas Jack.
"Pokoknya Lo harus ganti rugi terhadap semua biaya yang sudah gue keluarkan untuk ke dokter kandungan dan obat penyubur kandungan yang Lo minum!" tegasnya.
"Asal Lo tahu aja gue ambil dokter yang terbaik dan obat penyubur kandungan paling mahal."
Pria itu tampak kesal juga dengan semua kenyataan yang ternyata tidak sesuai dengan rencananya. Bagaimana bisa menjadikan istri bohongan sebagai pembantu di rumah mewah itu. "Dasar orang kaya pelit," batin Jack.
"Tapi bagaimana caranya gue harus membayar? Dan gue juga enggak minta untuk dibawa ke dokter dan minum obat laknat itu!" balas Erika dengan berani.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat pada pipi perempuan cantik itu. Kulitnya yang putih, menjadi kemerahan akibatnya. Dia pun meringis kesakitan.
"Gue gak mau tahu. Uang yang sudah gue keluarkan harus Lo ganti!" sambung Jack.
"Terserah dengan cara Lo!"
"Mau Lo ngerampok duit dia atau Lo maling saja barang berharga dia! Kan di rumah orang kaya tidak sudah menemukan barang-barang berharga!"
Begitulah usulan Jack yang sama saja menyuruh Erika menjadi maling. Mana mungkin dia bisa berbuat seperti itu.
"Lain hari gue akan kembali dan menagih semuanya lagu!" pungkasnya lalu pergi meninggalkan rumah itu.
##
Woi! Kesel banget gimana pikiran itu orang yak. Menagih semua duit yang dikeluarkan untuk Erika. Lalu bagaimana Erika akan membayarnya?
Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
biarkan aja Erika diculik...
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
cocok sama jastin...
Erika yg bodoh...