NovelToon NovelToon
Psycho Man

Psycho Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: TK

• Buku ini memiliki 5 cerita ber-sekuel, kalian bisa membacanya dari awal agar lebih mengerti •

• Psycho Man
• My Girl
• Destiny Of Love
• Her Secret
• Possessive Brother

Dulu Eros pergi tanpa alasan dan meninggalkan luka padanya. Kini saat Adara sudah melupakan pria itu dan sebentar lagi akan menikah, Eros malah kembali dan memintanya untuk bersama. Luka dan kesakitan membuat Adara menolaknya, tapi pria itu malah berbuat hal gila yang membuat Adara semakin terluka.

Bagi yang suka cerita berkonflik berat genre hurt mari mampir, di sini hatimu akan di bolak-balik oleh kisah percintaan mereka. Selamat membaca, di tunggu juga dukungan dari kalian semua❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Sembilan

Vote sebelum membaca 😘

.

.

"Aku ingin kau buat berantakan keuangan perusahaan itu, buat mereka frustasi dengan anjloknya saham."

"Waw taktikmu boleh juga."

"Ya, aku tahu jika perusahaan apabila sahamnya anjlok maka perlahan akan membuat keributan yang luar biasa di sana. Bukan hanya dia saja yang bingung, tapi juga seluruh karyawannya yang pasti menganggapnya tak becus menjalankan perusahaan."

"Baiklah, akan aku usahakan."

"Ingat jangan sampai ketahuan."

"Ck kau tenang saja, sudah bertahun-tahun aku bekerja seperti ini, ini hanya masalah kecil."

"Dasar sombong!"

"Haha oke aku akan cepat mengurusnya, oh dan ingat kau harus membayarku mahal haha."

Eros menutup panggilan itu dengan senyum sinisnya, permainan ini sudah dimulai. Untuk kembali mengambil perusahaan miliknya pasti tidak akan mudah, dan Ia butuh bantuan dari seseorang. Dengan anjloknya saham, Eros yakin perusahaan akan mulai terguncang, dan disaat itu Ia akan lebih membuat masalah lagi.

Walau Eros juga tahu itu cukup berbahaya, tentu saja karena perusahaan itu milik keluarganya. Jika Ia sudah kembali memiliki perusahaan, maka pasti keuangan dan saham turun drastis. Memang harus ada yang di korbankan untuk mendapatkan sesuatu.

Perhatiannya teralih pada sebuket bunga di meja, Eros mendekat lalu membawa bunga yang baru dibelinya. Tersenyum kecil ingat kalau bunga ini salah satu kesukaan Adara dulu. Rencananya Ia akan mengirimkan bunga ini pada wanita itu, apa Adara tahu kalau ini darinya? Semoga saja.

"Ini mungkin tidak akan mudah, tapi aku akan terus berjuang untuk mendapatkanmu kembali."

***

"Mbak Adara!"

Seruan di belakangnya membuat Adara menghentikan langkah, Ia menoleh dan tersenyum pada salah satu karyawan. "Ada apa?"

"Ini mbak maaf, ada kiriman untuk mbak Adara."

Walau sempat bingung, tapi Adara tetap menerima buket bunga itu. Sempat terdiam dengan rangkaian bunga, ini adalah bunga kesukaannya. Lalu ada kartu kecil tersimpan di sana, Iapun membacanya.

Rose are red Violets are blue and I miss you..

"Cie pasti itu dari pacar mbak Adara ya?"

Adara hanya tersenyum kecil, padahal sekarang perasaannya sedang tidak tenang. "Bukan kok."

"Lalu? Apa mungkin fans mbak ya? Soalnya mbak cantik banget."

"Haha kamu ini bisa saja Zee."

"Ya sudah mbak, saya permisi ya."

"Hm terima kasih."

Adarapun masuk ke ruangannya, Ia duduk di kursinya dan menyimpan bunga itu di meja. Menatap tak berkedip rangkaian bunga mawar merah yang melambangkan cinta yang manis, romantis dan rendah hati.

Apa mungkin yang mengirim bunga ini adalah..

Segera Adara menggeleng, tidak mungkin. Tapi dari kartu kecil tadi, ada pesan terakhir yaitu ucapan rindu. Dulu yang sering mengirimnya bungapun adalah pria itu. Wanita itu menumpukan kepalanya diatas meja, memikirkan kejadian ini yang sangat aneh baginya.

Tanpa di sadarinya, Alvaro masuk ke ruangan itu. Tapi pria itu mengernyit melihat Adara yang sedang menunduk, apa sedang tidur? Iapun berjalan mendekat, mengusap bahu wanita itu pelan. Dan berhasil Adara langsung duduk tegak, terlihat keterkejutan, tapi tak lama.

"Kenapa? Sakit?"

"Ah tidak, aku baik-baik saja."

Alvaro mengangguk lalu memasukan kedua tangannya ke saku celana, tak sengaja Ia melihat buket bunga di meja. Pria itu terdiam dengan perasaan yang campur aduk, pikiran-pikiran burukpun melintas.

"Waw baru masuk kerja sudah ada yang tertarik padamu, aku cemburu." Canda Alvaro, ya walaupun Ia memang benar cemburu.

Sedang Adara meringis mendengar itu, aneh Ia merasa tak enak pada Alvaro. "Em bukan ini dari-"

Tapi ucapannya terpotong saat pria itu membawa bunganya membuat Adara syok, Iapun langsung berdiri dan saat akan membawa bunga itu, Alvaro membawa kertas kecil yang ada bunga. Terlihat beberapa kali kernyitan di kening pria itu, bahkan sekarang Adara tak lagi melihat senyuman membuatnya gugup. Kalau Ia merebut bunga itu pasti disangka tak sopan, atau takut ketahuan.

"Siapa yang memberikan bunga ini padamu?"

"Aku tidak tahu."

Alvaro menghembuskan nafasnya berat, tak mau lagi membahas ini. Ia menyimpan bunga itu di meja, dan senyuman kembali terbit di bibirnya. "Sudahlah, lupakan itu. Sekarang ayo kita pulang."

Aneh, melihat Alvaro yang dengan mudah mengubah ekspresi malah membuat Adara semakin tak enak hati. Pria itu memang selalu ceria dengan senyumannya, tapi Alvaro juga hebat sekali menyembunyikan perasaannya. Adarapun membawa tasnya dan bunga itu, lalu mereka keluar ruangan bersama.

Sepanjang perjalanan pulangpun tak ada obrolan, padahal biasanya mereka akan mengobrolkan apa saja. Suasana canggung sangat terasa, dan rasanya tidak enak. Khususnya bagi Adara, ya walaupun mereka bukan siapa-siapa, tapi ayolah Alvaro pernah melamarnya. Menunggunya untuk memberikan jawaban, dan Ia malah mendapatkan bunga dari orang lain. Apa mungkin pria itu cemburu?

"Bagaimana kalau kita mampir dulu ke Cafe Strawberry?"

Alvaro menoleh sebentar, akhirnya Adara memulai obrolan juga. "Ekhem ayo."

Syukurlah, batin Adara.

"Hari ini biar aku yang traktir."

"Kau yakin?"

"Hm selama ini selalu kau, dan sekarang biarkan aku yang traktir."

Alvaro mengangguk dengan senyuman kecilnya yang tertahan. Perasaan muramnya perlahan mulai hilang, melihat tingkah ceria Adara. Dulu mereka masih terlihat canggung, tapi mulai ke sini, Alvaro semakin merasa Adara mulai membuka diri padanya. Ini adalah perubahaan yang menyenangkan bagi hubungannya.

Mereka memesan tiramisu dan chocolate mint. Cafe yang nyaman, apalagi kebanyakan yang datang dari para pasangan kekasih. Hari juga baru malam, otomatis Cafepun masih ramai.

"Oh aku hampir lupa, besok malam kau ikut aku ke rumah."

"Hah, untuk apa?"

"Mama ingin makan malam bersama."

"Baiklah."

Tak sengaja Adara melihat bibir Alvaro, bukan apa-apa, tapi ada coklat yang menempel di sana. "Em itu, di bibirmu ada coklat."

"Benarkah?"

"Iya, dibagian kiri."

Alvaro menatap jahil Adara, entah kenapa Ia punya ide. Jarinya malah mengusap bibir kanan juga tengah, bertingkah seolah tidak tahu. "Apa sudah hilang?"

"Belum, bukan dikanan, kiri!" Tekan Adara merasa gemas.

"Huh aku tidak tahu."

"Ck." Decak Adara lalu mencondongkan tubuhnya, Ia membersihkan coklat dibibir Alvaro dengan tisu dengan wajah cemberut.

Di posisi sedekat ini, membuat Alvaro gelagapan. Detak jantungnya menggila dengan nafas tersedat. Ia menatap wajah cantik di dekatnya, sempurna. Saat wanita itu akan kembali duduk, segera Alvaro menahan tangan wanita itu.

"A-apa?" Gugup Adara, tentu saja karena Ia sama sekali tak sadar kalau posisi mereka sedekat ini.

Alvaro tersenyum manis, Ia membuang tisu yang tadi digunakan untuk membersihkan coklat di bibirnya, lalu dengan mesra mengecup telapak tangan Adara.

"Terima kasih."

Speecshless, itulah yang Adara rasakan. Astaga, ada apa dengan jantungnya? Ia saja sampai mendengar detak jantungnya yang cepat. Tadi itu, sangat.. romantis.

Segera saja Adara kembali duduk dengan benar, mengalihkan pandangannya ke arah lain karena merasa gugup. Entah kenapa juga, udara di sini menjadi panas. Huh, Ia benar-benar malu. Lalu terdengar tawa kecil di depannya, membuat Adara kembali menatap Alvaro. Ia mengernyit bingung, karena pria itu malah tertawa, ada apa?

"Kau lucu sekali, pipimu sekarang semerah tomat." Kekeh Alvaro.

Adara langsung menutupi pipinya dengan tangan. "Ikh apasih!" Rengeknya dan malah semakin diketawai Alvaro.

1
Rifana Sitorus
Luar biasa
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
akhirnya happy ending 😍
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
bodoh aja Adara kalau masih mau balikan sama Eros
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
baru mampir mudah2an suka sama ceritanya 💪 ya Thor
Wiyanti SE
suka ceritanya 👍
Hanneke Kuhu
menarik semua nya 👌 tetap semangat dan semangat terus untuk berkreasi 🙏
mey
JD cewek kok bodoh ya,,cwok kyk GT UD tinggal dan lupa kn ngpn d tangis i
Shusy Datunsolang
cerita yang bagus banget🥰
Inisial L
emang paling bener alvaro sama aku aja thor, udah bisa di pastikan akan sengsara eh salah bahagia😁
wllyanti14: silahkan mampir dikaryaku "my Protective Wall" (jirose)🙏😊
total 1 replies
Inisial L
balik kanan aja adara, mantanmu setia menampungmu wkwkwk
Inisial L
duuuh ganteng bgt pacar akoh, baek" ya klean berdua. jangan berantem cuma gara" acu ya😁
Inisial L
eros ini kadang" gantengnya ga manusiawi ya
Inisial L
alvaro kamu sama aku aja yaa, biarkan adara bahagia sama eros. kamu cukup bahagiain aku aja🤣
Inisial L
sebenernya pengen nimpuk eros, tapi setelah liat fotonya malah jadi meleleh hati adek bang🤣
Inisial L
kog aku nangis ya😢maaaaakk boleh ga sih nampol otak eros sekali ajaaaa
Inisial L
eroooos anj.. tapi kog makin lama makin tampan juga kau, tapi jahad bgt kau eros😬pengen ku tampol habis itu ku cium
Inisial L
adara plis sama alvaro aja, gausah sama si bajingook itu udah kasar selingkuh pulak,tapi kalo dilihat lihat dari judulnya aku ragu double A bisa bersatu🤔
Saenab
kenapa tdk telpon Alvaro hanya dia yg bisa menolongmu
sabila 78
mending kita hajar rame2 biar tau rasa..
enak aja ama perempuan..sini lawan emak2 jaman now pasti babak bunyak lo eros 😬😬😡😠
Saenab
lebih baik Andara SM Alvaro sudah ganteng baik LG Andara lupakan SJ Eros dia org kasar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!