NovelToon NovelToon
Kultivator Yang Menantang Waktu

Kultivator Yang Menantang Waktu

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Psikopat / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan kutukan yang memakan usia, Boqin Tianzun terpaksa menempuh jalan berdarah demi melawan waktu yang kian menipis. Di tengah pengkhianatan keluarga dan dunia yang memuja kekuatan, ia merajut rencana keji untuk merangkak ke puncak tertinggi.

​Bagi sang iblis berbakat, nyawa hanyalah pion catur dan cinta hanyalah teknik manipulasi, kecuali untuk satu jiwa yang tersisa. Di ambang batas kematian, ia bersumpah akan menaklukkan takdir dan menghancurkan siapa pun yang menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Benih yang Tumbuh di Atas Rasa Bersalah

​Beberapa hari telah berlalu sejak insiden di Paviliun Kitab. Lin Xia, yang biasanya selalu dikelilingi oleh para pengikut yang memuja kecantikannya, kini sering melamun. Bayangan wajah pucat Boqin Tianzun yang menatapnya dengan penuh kepedihan terus menghantui pikirannya.

​"Apakah aku sudah terlalu keterlaluan?" gumamnya sambil menatap pemandangan kolam teratai di kediamannya. Rasa iba mulai menggerogoti keangkuhannya.

​Boqin Tianzun, di sisi lain, tahu betul kapan harus menarik ulur benang jeratnya. Ia tidak mendekati Lin Xia. Sebaliknya, ia membuat Lin Xia yang harus menemukannya.

​Sore itu, Boqin duduk di tepi tebing yang menghadap ke matahari terbenam—tempat yang sering dilewati Lin Xia saat pulang dari latihan. Ia tidak membawa pedang, melainkan sebuah seruling bambu tua yang sudah retak.

​Saat Lin Xia berjalan lewat bersama pelayan-pelayannya, suara seruling yang menyayat hati terdengar membelah kesunyian. Melodinya tidak megah, melainkan terdengar seperti ratapan seseorang yang tahu bahwa waktunya di dunia ini tidak lama lagi.

​Lin Xia menghentikan langkahnya. Ia melihat sosok Boqin dari belakang, jubahnya tertiup angin kencang, tampak sangat rapuh seolah ia bisa terbang terbawa angin kapan saja.

​"Melodi itu..." Lin Xia membeku. Ia memberi isyarat pada pengikutnya untuk menunggu, sementara ia berjalan mendekat perlahan.

​Boqin berhenti meniup serulingnya tepat saat Lin Xia berada beberapa langkah di belakangnya. Ia tidak menoleh, seolah sudah tahu siapa yang datang.

​"Nona Lin," ucapnya pelan. "Kau seharusnya tidak berada di sini. Udara gunung saat senja terlalu dingin untuk seseorang sepertimu."

​"Kau... kenapa kau selalu sendirian di tempat seperti ini?" tanya Lin Xia, suaranya kini jauh lebih lembut, kehilangan semua nada tajamnya yang dulu. "Dan seruling itu... nadanya terdengar sangat menyedihkan."

​Boqin berbalik perlahan, memberikan senyum tipis yang tampak dipaksakan. "Hanya kesunyian yang bisa mengerti kesunyian lainnya, Nona. Bagi seseorang yang menghitung hari menuju kematian, melodi ini adalah satu-satunya teman bicaraku."

​Boqin kemudian batuk pelan, menahan dadanya dengan tangan yang sedikit bergetar. "Maafkan aku. Aku tidak ingin mengganggu pemandanganmu. Ambillah ini."

​Boqin menyodorkan sekuntum bunga Bulan Sabit Biru—bunga langka yang hanya tumbuh di tebing curam dan konon melambangkan "janji yang tak tersampaikan".

​"Aku menemukannya di tebing bawah sana. Kurasa kecantikannya lebih pantas mendampingimu daripada layu di tanganku." ucap Boqin.

​Lin Xia menerima bunga itu dengan tangan gemetar. Ia tahu betapa bahayanya mengambil bunga itu bagi seseorang dengan kondisi fisik seperti Boqin. "Kau... kau mempertaruhkan nyawamu hanya untuk bunga ini?"

​"Nyawaku tidak seberapa, Nona Lin. Tapi melihatmu tidak lagi memandangku dengan benci... itu sudah cukup bagiku." Boqin membungkuk hormat dan berjalan pergi melewati Lin Xia, meninggalkan aroma obat yang bercampur dengan wangi bunga di udara.

​Lin Xia menatap bunga di tangannya dengan jantung yang berdegup kencang. Ini bukan sekadar rasa iba lagi. Ada sesuatu yang hangat sekaligus sesak di dadanya. Ia merasa Boqin adalah pria yang paling tulus sekaligus paling malang yang pernah ia temui.

​Setiap hari setelah itu, Boqin mulai melakukan tindakan romantis yang halus. Ia akan meninggalkan catatan kecil berisi kutipan puisi kuno tentang keindahan dunia di atas meja latihan Lin Xia, atau secara diam-diam membantunya menyelesaikan aliran Qi saat Lin Xia sedang buntu dalam latihan (tentu saja tanpa menampakkan diri, hanya melalui petunjuk energi yang ditinggalkan).

​Boqin sedang membangun citra seorang Pangeran yang Terbuang dan Sekarat yang mencintai Lin Xia dari jauh dengan segala keterbatasannya.

​Di dalam paviliunnya, Boqin Tianzun menatap pantulan dirinya di cermin. Tidak ada cinta di matanya. Hanya ada perhitungan dingin.

​"Dia mulai memperhatikan setiap gerak-gerikku," bisik Boqin. "Sedikit lagi... sedikit lagi dia akan menyerahkan segalanya untukku. Dan saat itu tiba, faksi ayahnya akan menjadi pijakanku untuk menelan seluruh Sekte Giok ini."

​Bagi Boqin, cinta hanyalah teknik bela diri jenis lain. Dan di papan catur ini, hati Lin Xia adalah wilayah yang baru saja ia taklukkan.

1
Aldrianto M. Lasut
ini yg bikin cerita gak menarik memanfaat kan wanita yg telah membantu dgn licik..
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Zan Apexion
lanjut
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Epi Cendrawati
bagus alur ceritaya
Agen One: Wah, terima kasih loh🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Agen One: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Nanik S
lanjutkan
Agen One: siappppp
total 1 replies
Nanik S
Cuuuuuuuuusst
Agen One: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Nanik S
Licik dan kejam
Agen One: 💀💀💀💀💀💀
total 1 replies
Nanik S
God Job
Agen One: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
y@y@
💥👍🏼🌟👍🏼💥
Agen One: Gassss
total 1 replies
Nanik S
Dendam lama
Nanik S
Kejam dan sadis
Nanik S
Sui Mei... teman satu satunya yang membuatnya bersemangat
Agen One
Manipulatif dan strategi
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Keren cekali ceritanya Tor
Nanik S
Kata yang halus tapi mematikan
Nanik S
Jangan terlena Boqin
Agen One: gak akan, justru sebaliknya💪
total 1 replies
Nanik S
Song Yi... mau bikin umpan malah termakan umpan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!