NovelToon NovelToon
Nightshade

Nightshade

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Komedi
Popularitas:490
Nilai: 5
Nama Author: Bisquit D Kairifz

Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.

Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”

Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.


PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

M-Monster itu!?

CHAPTER 17

Malam telah tiba.

Riot dan Juichi juga sudah menemui Shun dan Yuzuriha. Riot menyampaikan tentang misi yang akan mereka laksanakan kepada mereka semua. Setiap orang juga diberi headset komunikasi.

Riot juga sudah membuat semacam rencana. Juichi dan Yuzuriha ditempatkan di tempat masing-masing karena menurut Riot akan ada masalah di tempat mereka berdua itu.

Untuk tempat Shun, akan ditempatkan khusus oleh Riot. Shun akan bersama Riot menuju perkumpulan musuh. Riot berniat untuk membentuk mental Shun dengan cara membuatnya membunuh musuh.

"A-apa..." Shun terkejut mendengar itu.

Riot memegang bahu Shun dengan erat.

"Berjuanglah," Senyum sinis terlihat di wajah Riot.

Shun langsung mengubah raut mukanya menjadi tenang.

"Baik, Master!"

Riot dan Shun mulai bergerak menuju tempat yang sudah disediakan.

 

Di sisi lain...

Di tempat persembunyian Justice, terlihat para anggota Justice yang berjumlah 25 orang. Sang pemimpin yang bernama Hige terlihat sedang berdiri di depan kurungan yang besar.

Hige tersenyum licik. "Projek No. 12 berguna lah bagi Tuan Voda."

Projek No. 12, atau lebih tepatnya adalah monster serigala berkepala dua dan berekor tiga yang ukurannya lebih besar dari monster pada umumnya. Monster itu mengerti apa yang diucapkan Hige. Sampai akhirnya monster itu...

"B...B...Baik," Monster itu mengangguk pelan.

Monster yang memahami bahasa manusia dan bisa berbicara menggunakan bahasa manusia itu tidak pernah ada, tapi kali ini ada. Apa yang sebenarnya terjadi?

Hige memerintahkan anggota yang lain untuk melepaskan dua monster lainnya.

 

Kembali ke Shun....

Shun dan Riot masih menuju ke tempat yang sudah disediakan. Dan tiba-tiba BOOM!!, ledakan terjadi dari segala penjuru.

Tidak hanya ledakan, ada dua monster yang muncul di tempat yang berbeda. Yang satu di barat dan satunya lagi di timur.

Riot terlihat tersenyum. Ternyata, perkiraannya benar. Yuzuriha ditempatkan di barat dan Juichi ditempatkan di timur.

Tidak hanya itu. Di depan atau utara, muncul juga monster yang lebih besar, monster serigala berkepala dua dan berekor tiga yang terlihat seperti chimera.

Shun yang melihat monster itu terpelongo. "Oi, oi, oi... A-apa-apaan itu, Master?"

Riot tersenyum lebar. "Punya murid bodoh, jelas-jelas itu monster."

"Semua orang juga tahu!!"

"Tidak peduli! Dengan bentuknya, jika dia bisa mati, tinggal bunuh aja, dong!" Riot tersenyum lebar dan mempercepat larinya.

"Punya Master gini amat," Shun menyusul Riot.

Masyarakat Entertainia, baik penduduk setempat maupun orang yang lagi liburan, berlari ke segala arah menyelamatkan diri dari api yang mulai menyebar karena ledakan.

Shun dan Riot sampai di tempat mereka, yaitu di depan langsung monster yang muncul di utara itu. Shun yang melihat monster itu gemetar.

Baru kali ini ia melihat monster yang berkepala dua. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah...

"M...M...Manusia.... B...B...Bunuh!" Monster itu mengangkat tangannya dengan gemetar.

Monster itu mulai melancarkan serangan. Shun yang masih terdiam tidak sempat menghindar, namun masih ada Riot yang langsung menariknya.

"Jangan melongo begitu, bego!" Riot melepaskan pegangannya.

"Master, tidak terkejut apa?" tanya Shun bingung.

Riot tersenyum lagi. "Untuk apa aku terkejut? Terkejut ke monster? Mungkin aku akan terkejut jika si pemimpin Justice itu buang air besar di WC umum!" Riot menarik kedua sabit sawahnya dari punggung.

Riot berlari ke arah monster itu dan mengaktifkan Ten. Energi merah tua mengalir deras, menyelimuti tubuhnya, dan merambat ke sabitnya.

Sabitnya berubah menjadi senjata ninja kama. Riot melompat ke arah kepala monster itu dan berputar seperti gasing.

Monster itu mengangkat tangannya dan menangkis serangan Riot menggunakan cakarnya. Riot berhenti berputar dan mengaitkan kamanya ke cakar monster itu.

Ia meloncat. Saat di udara, Riot langsung melempar kedua senjatanya ke arah mata monster itu. Namun, tiba-tiba ada semacam laser yang mementalkan kedua senjata Riot.

Ternyata, laser itu dari Hige, laser yang berbentuk fisik. Benda laser mainan, dan Hige mengaktifkan Ten untuk membuat laser itu bisa menjadi serangan.

"Hahaha..." Hige tertawa kecil. "Dua senjata. Kau seperti orang terkenal dari Nightshade itu, tapi aku lupa siapa, ya?" Hige memendekkan lasernya menjadi seperti pedang.

"Berani-beraninya kau melupakan nama orang ganteng itu," jawab Riot sambil tersenyum songong.

"Cih..." Hige maju dan berlari dengan cepat.

Tidak butuh waktu lama, Hige sampai di depan Riot. Hige mengayunkan laser pedangnya ke arah leher Riot. Namun, Riot hanya tersenyum lebar. Riot menunduk dan menendang horizontal.

Hige terpental jauh dan tergeletak begitu saja. Saat ingin bangun, Riot berteriak, "Saatnya Shun!"

Shun memegang panah yang berwarna merah dan anak panah berwarna hitam. Shun berada cukup jauh dari mereka. Shun ragu untuk melepaskan anak panah karena ia masih takut membunuh.

"Lepas, Shun!" Teriak Riot terdengar jelas di telinga Shun.

Hal ini membuat Shun melepaskan anak panah itu. Anak panah hitam melaju kencang, energi hitam melingkari anak panah itu.

Hige juga sudah berpikir bahwa ia akan mati jika terkena anak panah itu. Saat anak panah mulai mendekat, tiba-tiba muncul lengan monster dan menghadang anak panah itu.

Benar saja, dampak dari anak panah itu sangat besar karena seketika satu lengan monster itu hancur.

Namun, bukan masalah besar. Monster itu bisa beregenerasi seperti monster tingkat atas pada umumnya.

Saat monster itu masih proses pemulihan, Riot langsung melesat ke arah Hige. Ia melancarkan serangan menggunakan kamanya tepat di leher.

Namun, dengan cepat Hige menangkis serangan itu. Hige tidak dapat menahan serangan Riot yang sangat kuat itu dan menyebabkan Hige terpental.

Riot berjalan santai ke arah Hige seakan menunjukkan kepada Hige perbedaan kekuatan di antara mereka berdua bagaikan langit dan bumi.

Terlihat Hige tersenyum. Tiba-tiba, terjadi ledakan di tengah-tengah mereka berdua.

Saat asap karena ledakan menghilang, Hige sudah tidak ada dan yang muncul adalah 25 anggota Justice.

Riot melompat ke arah monster itu. Dengan lincah, ia langsung berada di paling atas. Saat di atas, ia melompat tinggi-tinggi.

"Hmmm... Warga sudah dievakuasi, ya. Pantas saja kalian berada di sini." Ia turun dengan cepat ke tempat Shun.

"Maksudnya apa, Master?" Shun bertanya.

"Mereka melepaskan monster untuk membuat kekacauan, dan 25 anggota lainnya bergerak mengevakuasi warga supaya Justice terlihat menyelamatkan," Riot berdiri tegak. Energi merah tua yang menyelimutinya sangat pekat, menandakan bahwa ia sedang marah.

"Dan mungkin saja, mereka mengatakan Nightshade lah penyebab kerusuhan ini!" lanjut Riot dengan nada geram.

 

Di sisi lain....

Di barat Kota Entertainia, terlihat Yuzuriha yang bertatapan langsung dengan monster di depannya.

Ia mengambil jarum yang mengikat rambutnya. Rambut merahnya berkibar dengan indah, walaupun di tengah-tengah kobaran api.

Yuzuriha mengaktifkan Ten. Energi merah menyelimuti tubuhnya dan jarum yang ia pegang.

Jarum itu berubah menjadi jarum yang lebih besar dan panjang.

"Ayo! Kita mulai, monster yo!" Yuzuriha tersenyum dan berlari maju ke arah monster itu.

Monster yang berbentuk raksasa itu mulai mengangkat kakinya dan ingin menginjak Yuzuriha.

Benar saja, Yuzuriha terinjak. Tapi, tiba-tiba kaki monster itu terpotong. Darah monster itu keluar deras.

Monster raksasa yang berdiri menggunakan dua kaki itu mulai kehilangan keseimbangan dan terjatuh berlutut.

Monster itu mengepalkan tangannya dan melancarkan serangan ke arah Yuzuriha. Dengan melompat, Yuzuriha menghindari serangan itu.

Yuzuriha menyayat tangan raksasa itu dengan cepat dan berkali-kali.

"RRRAAGHHHHHH!" Monster itu meraung kesakitan.

Yuzuriha melompat mundur. "Tahan ya, adek manis."

Yuzuriha melempar kedua jarumnya dengan cepat ke arah mata monster itu.

Kedua jarum itu menduplikasi dan menjadi total 10 jarum yang mengarah ke kedua mata monster itu dengan cepat. 10 jarum itu menancap ke mata monster itu.

Dan dua jarum kembali ke tangan Yuzuriha. Yang lainnya masih tetap berada di mata monster. Yuzuriha memusatkan energinya ke kedua kakinya.

Setelah itu, ia melesat cepat ke arah leher monster itu. Yuzuriha jatuh tepat di belakang monster itu, dan dengan pelan muncul goresan panjang yang melingkari leher monster itu.

Tiba-tiba, kepala monster itu terjatuh dan tidak lama menghilang menjadi debu seperti monster pada umumnya.

Yuzuriha mengatur napasnya. "Sepertinya Juichi mau dibantu, ya."

Yuzuriha berjalan menuju ke timur Kota Entertainia. Tidak lama, terdengar di headset Yuzuriha dan benar, Juichi minta dibantu.

1
Panda
kak itu ngasih tag komedi bikin sendiri?
Bisquit Kairifz: ada kok dibagian bawah klo ga salah
total 1 replies
boyy
semngatt thorr,gw lagi nabung crta lu,poko ny ku lnjutt truss smpe nanti crta lu rmee,jngn ptah smngattt torr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!