NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:64.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patah hati

Zain dan Zean sudah berangkat bekerja. Zean pergi ke kantor pusat travel sedangkan Zain ke kantor perumahan. Jadi mereka memakai mobil masing-masing.

Zean sudah biasa lewat di jalan alternatif.

"Gini amat jadi bujangan, pagi-pagi sudah dapat suguhan yang bikin meriang. " Gerutu Zean sambil menyetir mobilnya.

Ciiiit....

"Aaaaaa.... "

Zean ngerem mendadak karena melihat anak kecil mengejar bolanya.Untung saja ia tidak ngebut.

"Hah hah... Astaghfirullah... "

Anak kecil itu malah bengong di tempatnya sambil nyengir ke arah mobil.

Zean segera turun dari mobilnya menghampiri anak tersebut. Ia mensejajarkan diri dengan anak itu.

"Boy, kamu tidak apa-apa?" Tanya Zean ambil memeriksa keadaan anak tersebut.

"Nggak papa, om."

Zean dapat bernafas lega.

Seorang perempuan keluar dari gerbang rumahnya dan menghampiri anak tersebut.

Zean tertegun melihatnya. Wanita berparas cantik dengan memakai kerudung hitam itu membuat Zain terpesona.

"Rafli, sudah dibilang jangan main di jalan!"

"Rafli nggak pa-pa, bun."

Namun Zean merasa patah hati saat mendengar panggilan anak itu. Dalam pikirannya sudah menebak hubungan mereka adalah ibu dan anak.

"Em maaf, sudah mengganggu perjalanan anda. Padahal gerbangnya sudah dikunci, tapi tetap saja bisa dibukanya."

"Ti-tidak apa-apa. Saya juga minta maaf karena kurang konsentrasi tadi. Hampir saja menabraknya. "

"Rafli ayo masuk."

"Iya bunda."

"Mari... "

"Eh iya... "

"Daaa om... "

Rafli melambaikan tangannya kepada Zean. Zean pun membalasnya. Matanya tidak dapat beralih dari keduanya yang saat ini sedang berjalan masuk ke gerbang rumah.

"Sekalinya jatuh cinta, eh ternyata istri orang. Nasib-nasib... " Lirih Zean.

Zean sudah sering melewati jalan di perumahan itu. Namun baru kali ini ia mengalami hal seperti ini. Dan baru kali ini juga ia bertemu dengan perempuan dan anak kecil itu. Mungkin karena memang penghuni di sekitar perumahan elit itu jarang keluar rumah. Atau keluar pun mereka langsung naik mobil.

Zean kembali masuk ke dalam mobil, lalu melanjutkan perjalanannya.

Tidak lama kemudian, Zean sampai di kantor. Ia langsung masuk ke aula untuk memimpin rapat bulanan. Ia terpaksa menggantikan abinya. Biasanya ia paling malas kalau disuruh memimpin rapat.

"Pak Zean, bisa dimulai?"

"Iya langsung saja."

Selama rapat berlangsung entah kenapa Zean terlihat gelisah. Ia bahkan melakukan kesalahan beberapa kali.

"Pak, and sehat? "

"Tentu saja. Memang kenapa?"

"Eh tidak apa-apa, pak."

"Ya sudah, nam. Kamu tutup rapatnya. Aku kembali ke ruangan ku dulu."

"Iya, pak. "

Zean menutup laptopnya lalu keluar dari aula dan kembali ke ruangannya.

Sampai di ruangannya, ia menambah volume AC karena cuacanya cukup panas. Ia duduk sambil memeriksa beberapa berkas.

"Ya Allah... kenapa aku malah kepikiran perempuan tadi? Ada apa dengan otakku? Bisa-bisanya mikirin istri orang. Astaghfirullah tidak-tidak... " Zean menggelengkan kepala.

Adzan Dhuhur pun berkumandang. Zean segera ke toilet untuk berwudhu' lalu shalat Dhuhur di Mushalla. Dalam do'anya ia meminta agar dikuatkan imannya serta dijauhkan dari perasaan yang tidak boleh dirasakannya.

Setelah selesai shalat Dhuhur, Zean keluar sebentar untuk makan siang. Ia berjalan kaki hanya dua menit untuk sampai ke tempat makan siang yang letaknya di pertokoan belakang kantornya. Zean memesan nasi rawon dan es teh.

Sedangkan Zain saat ini sedang menelpon istrinya untuk mengingatkannya agar tidak lupa makan siang meski tidak ada dirinya di rumah. Hari ini Zain makan siang di kantor karena banyak sekali yang akan dia kerjakan. Tiyas pun segera shalat Dhuhur setelah Zain memutus panggilannya. Setelah selesai shalat, Tiyas turun ke bawah. Kali ini ia lebih memilih makan siang bersama ke empat asisten rumah tangga di belakang.

"Non, kenapa Non makan di sini juga?"

"Aku nggak mungkin makan di meja sebesar itu sendirian, bi'. Lebih baik aku makan bersama kalian saja."

"Ya, Allah, Non. Non memang baik hati dan selalu merendah."

"Karena kenyataannya saya juga orang kampung, bi'"

"Iya, tapi Non nggak sombong. Sama dengan keluarga suami non. Mereka meskipun kaya tapi tidak sombong."

Tiyas hanya mengulum senyum

Betul kata bibi'. Keluarga suaminya itu memang sangat baik dan tidak sombong. Keluarga itu mematahkan pandangan Tiyas terhadap orang kaya yang pasti sombong.

Akhirnya setelah yang lain ngumpul, mereka makan siang bersama. Tiyas sangat senang dapat berbaur dengan mereka.

Waktunya sudah sore.

Zean sudah bersiap untuk pulang. Ia masukkan barang-barang ke dalam tas. Setelah itu, Ia keluar dari ruangannya. Zean masuk ke dalam mobil lalu tancap gas.

Zain juga baru saja selesai shalat Ashar di kantor. Setelah itu, ia bersiap-siap untuk pulang.

Saat perjalanan pulang, Zain mampir ke konter yang cukup besar untuk membeli handphone.Ia ingin membelikan handphone baru untuk istrinya. Zain melihat handphone istrinya layarnya sudah retak. Zain sengaja, tidak bilang kepada Tiyas, karena ia tahu pasti Tiyas akan menolaknya. Ia memilih IP 18 warna Burgundy. Selesai melakukan pembayaran, Zain pun keluar dari konter lalu melanjutkan perjalanan pulang.

Beberapa saat kemudian, Zain sampai di rumah. Kebetulan Tiyas baru selesai menyiram tanaman. Melihat suaminya datang, Tiyas pun menyambutnya dengan senyuman.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam, mas. "

Tiyas mencium punggung tangan suaminya. Zain pun mengecup keningnya. Mereka masuk ke dalam. Zain sudah tidak sabar ingin memberikan handphone yang dibelinya.

"Sayang, duduk di sini dulu ya. Aku capek."

"Ah iya, mas. "

Mereka duduk di ruang tengah.

"Sayang, ini untukmu. "

Zain menyerahkan paper bag warna putih.

"Apa ini, mas?"

"Kamu lihat saja!"

Tiyas membukanya.

"Ini.... handphone."

Zain mengangguk.

"Buat apa, mas?"

"Kalau handphone fungsinya apa, sayang?"

"Maksudku ini untuk siapa? "

"Untuk kamu lah."

"Tapi kan handphone ku masih berfungsi."

"Iya aku tahu. Tapi aku pingin belikan kamu."

Saat melihat merknya, Tiyas semakin terkejut.

"Mas, ini harganya mahal. Kenapa nggak belikan yang murah saja. Toh sama saja fungsinya."

"Kalau aku mampu kenapa tidak, sayang? Lagian ini untuk orang yang spesial, jadi ya harus spesial." Ujar Zain sambil mencubit dagu istrinya

"Mas, kamu lama-lama pintar menggombal."

"Eh kata siapa? Ini bukan gombal tapi kenyataan."

"Iya iya, makasih ya. Akan aku manfaatkan sebaik mungkin."

"Iya sama-sama."

Zain melebarkan tangannya. Tiyas pun memeluknya. Lagi-lagi adegan itu dilihat oleh Zean.

"Ehem.... "

Tiyas langsung melepas pelukannya. Ia merasa sedikit malu.

"Dek, masuk rumah kok nggak ucap salam! " Tegur Zain.

"Sudah, bang. Tapi penghuninya lagi pacaran. Makanya nggak dengar." Ujar Zean sambil melipir pergi naik ke atas.

Zain dan Tiyas saling berpandangan lalu tertawa.

Sedangkan Zean hanya bisa merutuki abangnya di dalam kamarnya.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Bunda RH: siap kak
total 1 replies
secret
sumpaahh modusnya ngemoduss bgt Zeann🤣🤣 tp gpp lanjuutttkann sampe saahh🤭🤭
Bunda RH: iya kan, dasar Zean 🤭
total 1 replies
Teh Euis Tea
mak comlangnya ragi ternyata 😁
Bunda RH: makasih banyak kak sudah suka dengan karya si ratu typo ini 😄😂
total 5 replies
🍒🍒 Aisyah 🍒🍒
Rafli pintar ,, jadi Mak comblang
Bunda RH: mak coblang cilik 😄
total 1 replies
Novita Sari
senyum senyum lama lama suka.rafli pinter...
Bunda RH: iya Zean pintar mengambil kesempatan dan Rafli pintar membuka kesempatan
total 1 replies
secret
duhh nama aja ridho, kelakuan rawarass🤨 baruu Tyas marah aja udh gemeter, klo tau siapa suaminya Tyas bisa² ngompoll luu🤣
Bunda RH: ya kan nanti bisa pingsan kl tahu siapa Zain 🤭
total 1 replies
secret
*ayah indri
Sri Supriatin
Mampus kamu Dho, kena semprot Tyas🤣🤣🤣🤣
Bunda RH: wkwkwk dikira Toyas gak bisa marah😂
total 1 replies
dewi rofiqoh
Ridho sakit hati karena gagal memperistri tiyas, makanya dia berusaha provokasi..... Tapi gagal, malah dia tengsin sendiri 🤣🤣
Bunda RH: iya kak gatot 🤭
total 1 replies
Novita Sari
jangan jangan otw zain junior....
Bunda RH: jangan jangan 😄
total 1 replies
secret
yokk zean, yakinin hilda dan bantu sembuhin traumanyaa
Bunda RH: yok yok gas pol
total 1 replies
Sri Supriatin
Jangan janda yg di selalu di ceritain Opa 🤭🤭🤭
Bunda RH: ah masa' sih 😂
total 1 replies
Novita Sari
semoga hilda berjodoh dengan zaen..
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
dewi rofiqoh
Lanjuut
Bunda RH: siap kak
total 1 replies
Fitri Yah
habaja ... cah gemblung🤣
Teh Euis Tea
janda yg ini bkn sembarang janda umi, pokoknya janda yg buat hati zean berbunga bunga🤭
Teh Euis Tea: pokoknya siang malam terbayang bayang, sebelum preettt pada waktunya 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
secret
cah gemblungg gak tuu🤣🤣
Bunda RH: wkwkwkk Zean radak memang
total 1 replies
Sri Supriatin
Gemblung2 putramu Ummi 😍😍😍🤣🤣🤣
Bunda RH: iya putra ummi yang 11 12 sama abinya
total 1 replies
dewi rofiqoh
🤣🤣🤣🤣Zean bocah gemblung ya ummi...... Akhirnya memakan omongannya sendiri, jatuh hati sama janda karena menolak janda🤣🤣🤣
Novita Sari
umi zaen lucu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!