NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Istana tampak megah dari kejauhan, atapnya berlapis genteng kuning keemasan yang berkilau ditimpa matahari pagi, dikelilingi tembok tinggi berukir naga. Kereta kuda Yuxin akhirnya tiba di gerbang utama, terlambat cukup lama dari jadwal yang ditentukan karena insiden di jalan tadi.

Xiao Yan membantu merapikan hanfu dan rambut Yuxin sekali lagi sebelum pintu kereta dibuka, tangannya masih sedikit gemetar mengingat kejadian mengerikan barusan.

"Nona, apa Nona baik-baik saja?" bisiknya cemas.

"Aku baik-baik saja," jawab Yuxin tenang, meski dia bisa merasakan detak jantungnya sendiri belum sepenuhnya melambat. Bukan karena insiden Chen Muyang, tapi karena dia tahu, di balik gerbang ini, dia akan berdiri di hadapan takhta yang sama dengan yang dulu menandatangani hukuman matinya.

Seorang pejabat istana menyambut di gerbang, wajahnya sedikit tegang melihat keterlambatan rombongan. "Nona Lin, Yang Mulia sudah menunggu di Aula Kebajikan Agung. Mohon segera mengikuti saya."

Yuxin melangkah masuk, disambut lorong panjang berpilar merah, dihiasi ukiran emas di setiap sudutnya. Setiap langkahnya terasa seperti mengulang jejak yang pernah dia tempuh di kehidupan sebelumnya, meski kali ini dengan tujuan yang berbeda sepenuhnya.

Aula Kebajikan Agung dipenuhi pejabat tinggi yang berdiri berjajar di kedua sisi, semuanya menoleh begitu Yuxin melangkah masuk. Di ujung ruangan, di atas takhta bertingkat, duduk seorang pria berjubah kuning keemasan dengan mahkota bermanik giok... Kaisar Zhao Heng.

Di sampingnya, seorang wanita anggun dengan riasan sempurna duduk tegak, matanya menyapu Yuxin dari ujung kepala sampai kaki dengan tatapan yang sulit disebut ramah, Permaisuri Xuan Ling shie.

Yuxin berlutut di tengah aula, membungkuk dalam-dalam. "Hamba Lin Yuxin menghadap Yang Mulia. Mohon maaf atas keterlambatan hamba."

Hening sejenak sebelum suara berat namun hangat terdengar dari atas takhta.

"Bangunlah, Nona Lin," ucap Kaisar Zhao, nadanya jauh lebih ramah dari yang dibayangkan siapapun di ruangan itu. "Kami sudah mendengar kabar tentang insiden di jalan tadi. Seorang penyusup mencoba mencelakaimu, bukan begitu?"

"Benar, Yang Mulia," jawab Yuxin, mengangkat kepalanya sedikit. "Hamba mohon maaf sudah membuat Yang Mulia menunggu."

"Tidak perlu meminta maaf," Kaisar Zhao tersenyum tipis, matanya menyiratkan pengertian yang tulus. "Kau berhasil melindungi dirimu sendiri dari bahaya, dan tetap datang menghadap meski nyawamu sempat terancam. Itu menunjukkan keberanian yang jarang dimiliki wanita seusiamu."

Beberapa pejabat di sekitar ruangan mengangguk setuju, terkesan dengan kata-kata kaisar yang jelas memihak pada Yuxin.

Namun suara lain segera memotong suasana hangat itu, tajam dan dingin.

"Keberanian atau bukan," ucap Permaisuri Xuan, suaranya melengking halus namun penuh sindiran, "keterlambatan tetaplah keterlambatan, Yang Mulia. Ini upacara penting menyangkut kehormatan istana. Kalau calon putri mahkotanya saja sudah tidak bisa datang tepat waktu di hari pertamanya, bagaimana dengan tanggung jawab yang lebih besar nanti?"

Ruangan itu hening sesaat, beberapa pejabat saling melirik, tidak berani ikut campur dalam perbedaan pendapat antara Kaisar dan Permaisuri.

Yuxin menunduk lebih dalam, tetap tenang meski merasakan tatapan tajam Permaisuri Xuan seolah menusuk dari atas takhta. "Hamba mengerti kekhawatiran Yang Mulia Permaisuri. Hamba berjanji, kejadian seperti ini tidak akan terulang."

"Berjanji," Permaisuri Xuan mendengus pelan, nyaris tak terdengar namun cukup jelas bagi yang berdiri dekat dengannya, "gadis kampung sepertimu tentu pandai membuat janji manis."

Kaisar Zhao Heng melirik istrinya sekilas, alisnya sedikit berkerut, tapi tidak menegurnya secara langsung di depan seluruh pejabat.

"Sudahlah," ucapnya, mengalihkan perhatian kembali pada Yuxin. "Insiden pagi ini akan diselidiki secara menyeluruh. Untuk sekarang, mari kita lanjutkan upacara penerimaan gelarmu sebagai calon putra mahkota."

Dia memberi isyarat pada seorang pejabat yang membawa gulungan sutra kuning lain, siap membacakan gelar resmi yang akan disandang Yuxin mulai hari itu.

Di sudut ruangan, berdiri sosok yang sudah dikenal Yuxin... kali ini bukan lagi mengenakan jubah sederhana seperti saat menyamar di pasar atau pesta, melainkan jubah kebesaran putra mahkota berwarna biru tua bersulam naga keemasan.

Zhao Li Chen menatap Yuxin dari kejauhan, ekspresinya tenang namun matanya menyimpan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar rasa ingin tahu seperti pertemuan-pertemuan mereka sebelumnya.

Kaisar Zhao Heng mengangkat tangannya, memberi isyarat pada pejabat yang membawa gulungan sutra kuning. Pejabat itu maju, membuka gulungan itu dengan gerakan khidmat, lalu membacakannya dengan suara lantang yang menggema di seluruh aula.

"Titah Kaisar: Diketahui Lin Yuxin, putri sulung keluarga Lin, telah dijodohkan dengan Putra Mahkota Zhao Li Chen atas restu Yang Mulia. Mulai hari ini, Lin Yuxin resmi menyandang gelar Putri Mahkota, mendampingi Putra Mahkota dalam segala urusan istana hingga hari pernikahan resmi dilangsungkan."

Gulungan itu digulung kembali. Seluruh pejabat di aula membungkuk serempak, memberi hormat pada gelar baru yang baru saja disandang Yuxin.

"Selamat, Putri Mahkota Lin," ucap Kaisar Zhao Heng, tersenyum hangat. "Semoga kau membawa keberkahan bagi istana ini."

Yuxin membungkuk dalam-dalam. "Terima kasih atas kepercayaan Yang Mulia. Hamba akan berusaha sebaik mungkin menjalankan tugas ini."

Permaisuri Xuan menatap seluruh prosesi itu dengan wajah datar, tangannya mengepal halus di balik lengan bajunya yang mewah. Dia tidak ikut membungkuk seperti pejabat lain, hanya menundukkan kepala sedikit, sekadar formalitas yang tidak bisa dia hindari.

"Semoga saja," gumamnya pelan, cukup untuk didengar orang-orang terdekat, "gelar itu sepadan dengan kemampuan yang dimilikinya."

Kaisar Zhao Heng berdeham pelan, memberi isyarat agar upacara dilanjutkan tanpa perlu menanggapi sindiran istrinya lebih jauh.

Setelah prosesi resmi selesai, para pejabat mulai membubarkan diri, meninggalkan aula satu per satu. Yuxin masih berlutut sejenak sebelum diperbolehkan bangkit oleh seorang dayang istana yang membimbingnya keluar dari ruangan utama menuju paviliun yang sudah disiapkan untuknya.

Di lorong menuju paviliun itu, langkah Yuxin terhenti sejenak ketika sesosok bayangan muncul dari balik pilar, menghalangi jalannya dengan sopan.

Li Chen berdiri di sana, jubah birunya berkibar pelan tertiup angin lorong, senyum tipis yang sama seperti saat mereka bertemu di pasar dan pesta kembali muncul di wajahnya.

"Selamat datang di istana, Putri Mahkota Lin," ucapnya, suaranya rendah namun penuh makna. "Sudah waktunya kita bicara secara terbuka, tanpa perlu berpura-pura tidak saling mengenal lagi."

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!