NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:856.2k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Sore itu, angin berembus sepoi-sepoi di rooftop gedung fakultas yang sepi. Kinara duduk di atas sebuah ayunan besi panjang, menyandarkan kepalanya pada rantai ayunan sambil memejamkan mata perlahan. Menjauh dari hiruk-pikuk area bawah kampus yang sedang gempar karena video viral keluarga Adijaya, di atas sini Kinara akhirnya bisa merasakan ketenangan yang sesungguhnya.

​Krieeet...

​Suara pintu besi rooftop yang terbuka membuat Kinara perlahan membuka matanya. Sosok jangkung Zergan melangkah masuk dengan kedua tangan yang ditenggelamkan ke dalam saku celana. Pria itu tampak kusut, raut wajahnya menyiratkan kelelahan yang amat sangat—tampaknya ia naik ke atas sini dengan niat murni untuk menyendiri dari kerumunan.

​Namun, langkah Zergan mendadak terhenti saat manik mata elangnya menangkap kehadiran Kinara. Mata mereka saling bertemu, terkunci dalam keheningan selama beberapa detik.

​Zergan sempat ragu, namun alih-alih berbalik pergi, ia justru melangkah mendekati ayunan besi tempat Kinara berada. Pria itu mendudukkan dirinya di atas ayunan yang sama, namun di ujung yang paling berlawanan—menyisakan jarak yang cukup lebar di antara mereka. Keheningan kembali merayap di antara sapuan angin sore yang menerpa rambut mereka.

​Menatap lurus ke depan, Kinara akhirnya memutus keheningan itu terlebih dahulu. "Aku tahu kamu sedang pusing memikirkan Oma Gayatri," ucap Kinara, suaranya terdengar lembut namun tenang, berbaur dengan deru angin. "Aku tidak bercanda soal ucapan malam itu, Zergan. Aku akan membantumu dan Haura untuk mendapatkan restu dari Omamu."

​Zergan tidak langsung merespons. Ia menolehkan kepalanya, menatap tajam profil samping wajah Kinara yang tampak begitu damai dari jarak sedekat ini. Rahangnya mengeras samar.

​"Kenapa?" tanya Zergan dengan suara beratnya yang menuntut penegasan. "Kenapa kamu selalu terlalu ikut campur dalam urusan hidupku? Kamu sengaja terluka demi aku, kamu tahu rahasia keluargaku, dan sekarang kamu bahkan mau mengurus restu hubunganku. Siapa kamu sebenarnya, Nara? Dan apa maumu dariku?"

​Mendengar rentetan pertanyaan penuh kecurigaan itu, Kinara perlahan memutar tubuhnya menghadap Zergan. Alih-alih merasa terintimidasi, ia justru menyunggingkan sebuah senyuman yang teramat tulus—senyuman paling hangat yang pernah Zergan lihat dari gadis itu selama ini.

​Kinara menatap lekat-lekat setiap inci wajah Zergan; mata elangnya yang tajam, hidung mancungnya, hingga garis rahang tegas yang di kehidupan lalu selalu ia pandangi dengan rasa cinta yang teramat dalam namun berujung luka.

​"Aku tidak menginginkan apa-apa darimu, Zergan," ucap Kinara lirih dengan mata yang berbinar tulus namun menyiratkan kepasrahan yang mendalam. "Aku hanya ingin melihatmu hidup dengan baik, tanpa harus hancur oleh penyesalan yang terlambat. Anggap saja... ini adalah caraku untuk menebus sebuah janji di masa lalu yang tidak sempat kuselesaikan. Setelah kamu bahagia dan semuanya aman, aku berjanji akan menghilang sepenuhnya dari pandanganmu."

Mendengar jawaban yang begitu sarat akan emosi namun terdengar sangat asing di logikanya, Zergan tertegun membeku. Jantungnya kembali bertalu dengan ritme yang tidak beraturan, persis seperti sensasi aneh yang ia rasakan saat menyantap sup buatan Kinara malam itu.

​Sorot mata elang Zergan menatap lurus ke dalam manik mata Kinara, mencoba mencari kilasan jawaban di sana. Angin rooftop yang berembus kencang menerbangkan beberapa helai rambut Kinara, menambah kesan misterius pada raut wajah gadis itu.

​"Apa kita... pernah bertemu sebelumnya?" tanya Zergan dengan suara yang mendadak melunak, hampir menyerupai bisikan yang penuh keraguan. "Rasa masakanmu, caramu menatapku, dan semua ucapanmu... rasanya terlalu mustahil jika kita benar-benar orang asing yang baru bertemu beberapa hari lalu. Di mana kita pernah bertemu, Nara?"

​Kinara tidak langsung menjawab. Ia menatap Zergan untuk yang terakhir kalinya sore itu, membiarkan senyuman tulusnya perlahan memudar digantikan oleh seulas senyum tipis yang sarat akan rahasia.

​"Entahlah," jawab Kinara lirih, sebuah jawaban mengambang yang sengaja ia berikan untuk memutus rasa penasaran Zergan.

​Sebelum Zergan sempat membuka mulutnya lagi untuk mendebat atau menahan pergelangan tangannya, Kinara sudah lebih dulu berdiri dari ayunan besi tersebut. Ia merapikan tas kuliah di pundaknya, berbalik tanpa ragu, dan melangkah pergi meninggalkan Zergan sendirian di atas rooftop.

​Zergan hanya bisa terpaku di tempatnya, menatap punggung Kinara yang perlahan menghilang di balik pintu besi, menyisakan deru angin sore dan sejuta pertanyaan yang kian berkecamuk hebat di dalam benaknya.

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
harusnya 2-4 org pengawal ikut pulang kermh
Allfa Rizky
perasaan zergan lambat amat gak ngambil gerakan apapun buat Arsen dan Haura paska serangan penusukan,, heran
Allfa Rizky
diiihh kesepakatan konyol itu lagi,, tolol banget ya Haura,, apa kabar nya kesepakatan yang dulu dan mana hasilnya gatot kan...
Allfa Rizky
apa kabarnya Arsen sama Haura ya kok gak dbahas2 apalagi zergan sekarang udah sehat lagi...
Allfa Rizky
gimana ya reaksi Kinara pas tahu zergan juga mengulang kehidupan spt dirinya ..
Allfa Rizky
kayaknya zergan udah d ujung tanduk deh🤭😄
Allfa Rizky
bingung ya... dsatu sisi Nara sangat teraniaya sama ibu kandungnya sendiri TPI mau bagaimanapun mika tetaplah ibu kandung Nara
Allfa Rizky
ini ibu mika kenapa bisa bersikap jahat sama Nara ya
Allfa Rizky
lika hati Nara terlalu dalam,, hingga Nara sulit untuk memaafkan ibunya...
Allfa Rizky
ibu yang toxic
Allfa Rizky
lho lho bukanya zergan udah tahu ya langkah Arsen dan Haura TPI kenapa jadi gini,, apa ini juga bagian dari rencana zergan,, kalo iya taruhannya nyawa zergan sendiri
Allfa Rizky
kayaknya makin Nara menolak makin gila zergan tingkahnya
Allfa Rizky
part hareudaaaaaang
Allfa Rizky
entah rencana tengil apa lagi tuh d kepala zergan
Allfa Rizky
kayaknya itu akal2an zergan deh,, pasti zergan yang angkt Nara ke sofa biar bisa tidur sambil pelukan,, jadi pas ntar pagi Nara bangun zergan punya alibi yang sangat2 kuat ya kaaaannnn
Allfa Rizky
jangan terlalu benci Nara,, bukankah beda nya sangat tipis antara benci dan cinta ? ntar bucin abis lho sama zergan 😄
Allfa Rizky
sptnya Kinara akan terus d buat jengkel dan pusing sama zergan 🤭
Allfa Rizky
perjuangan zergan akan lama sptnya
Sartin Gusasi
kenapa sampai kecolongan.. padahal ketat penjagaan
Atik Kiswati
hrs nya lgs di bikin mati aja gk perlu di bw ke polisi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!