Rasa yang tidak seharusnya ada itu kian tumbuh pada Carol, dari sebuah kekaguman berubah menjadi cinta. Carol mengubur semua itu dalam-dalam karena cinta itu tidak akan pernah bisa dia gapai. Sampai suatu hari dimana ternyata semesta seperti memberinya sebuah kesempatan. Dan Carol tidak mau menyia-nyiakannya, dia berjuang mendapatkan sesuatu yang sebelumnya terasa sangat mustahil itu. Dia mengambilnya meski harus menghadapi banyaknya sudut pandang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Andrew turun melalui tangga darurat , disana dia tidak akan bertemu banyak orang yang membuatnya merasa sedikit lebih tenang.
Ketika sampai di basemen dia malah meminta sopir untuk turun dan pulang dengan taksi karena ingin menyetir sendiri.
Di perjalanan pulang dia terlihat gelisah sekali, semua tingkah dan perkataan Carol berhasil membuat pikirannya terganggu.
Saat tiba di apartemen tempat tinggalnya, Andrew langsung mengguyur tubuhnya di bawah shower sambil berharap bayang-bayang Carol juga bisa menghilang tapi sepertinya percuma saja, gadis itu ternyata enggan pergi dari pikirannya dan membuat tidurnya juga menjadi tidak tenang.
...----------------...
Keesokan harinya, Carol tetap tidak lagi datang ke ruangan Andrew.
Saat dirinya tiba di kantor ternyata Jenn sudah lebih dulu sampai. Dan dia langsung memberikan banyak pekerjaan untuk Carol.
Tentu saja Carol tidak bisa menolak. Dia mengerjakan semua itu sendiri tanpa protes dan baru bisa keluar dari ruangan ketika jam makan siang.
Saat ingin pergi ke kantin kantor dia tidak sengaja berpapasan dengan Andrew dan sekertaris seksinya yang kelihatannya baru selesai rapat dengan dewan direksi.
Namun tidak biasanya Andrew terlihat sangat datar sekali. Jangankan menyapa, menoleh pun tidak.
Carol ingin memanggil, namun Jenn menahannya, "Kita dipanggil Tuan Andrew ke ruangannya."
"Kita? Oh, oke."
Carolpun mengekori bok0ng Jenn yang terlihat sangat proposional itu. Dan saat pintu dibuka Andrew nampak sudah duduk di kursi kebesarannya.
Carol dan Jenn pun melangkah dan berdiri di depan meja dengan jarak sekitar satu meter.
"Saya harus membahas sesuatu."
"Jenn, kau membiarkan Carol pergi sendiri kemarin malam untuk bernegosiasi dengan klien, kenapa bisa?"
"Tuan maaf, semalam saya ada keperluan mendesak jadi saya meminta dia untuk mengurus hal ini sendiri."
"Apapun alasannya itu tidak dibenarkan apalagi bagi Carol ini adalah pengalaman pertamanya. Saya tidak mau hal seperti ini terjadi lagi."
Andrew berbicara sangat lantang dan tegas, membuat Carol menunduk sambil tersenyum tipis.
"Baik, Tuan. Sekali lagi saya minta maaf."
Karena merasa tidak nyaman Jenn akhirnya pamit keluar lebih dulu, sedangkan Carol masih berdiri di tempatnya.
"Aku tahu ini kau akan melakukan ini."
"Terima kasih, kau bahkan sampai memarahi karyawan terbaikmu hanya untuk membelaku."
Andrew tersenyum tipis, dia menatap Carol dengan tegas, "Jika kau lupa aku adalah bos disini. Semua keselamatan karyawanku adalah tanggung jawabku. Jangan sampai kau salah mengartikan."
Jleb.
Seperti tertusuk ribuan duri hati Carol terasa nyeri. Pernyataan Andrew kali ini benar-benar terdengar sangat tegas dan pasti.
"Yakau benar, aku memang terlalu berharap." ucap Carol sebelum meninggalkan ruangan.
...----------------...
"Semua laporan ini harus selesai malam ini."
Jenn lagi-lagi datang dengan setumpuk berkas ke ruangannya.
"Aku membutuhkannya besok pagi." tambahnya.
Carol menganga, dia menatap tumpukan itu dengan heran.
"Tunggu, kenapa aku lagi?"
"Karena tugasmu disini memang untuk membantuku kan? Jangan lupa kau bekerja di bawahku."
Carol berdiri, dia menatap Jenn tanpa ragu.
"Aku sudah mengerjakan hampir sebagian pekerjaanmu hari ini, bahkan aku sampai melewatkan makan siangku."
"Itulah resikonya, kau itu bekerja di bawah kendali seseorang jadi jangan bertingkah! Kalau kau tidak sanggup maka silahkan pergi!"
Tangan Carol mengepal namun sepersekian detik kemudian dia tersenyum picik, tatapannya pun berubah berani.
...----------------...
...----------------...
HOLA SEMUANYA, TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR 🫶🏾