Noval Ardian Mahendra menyamar menjadi pelayan toko disebuah toko milik ayahnya. Diam-diam dia menyukai teman kerjanya yang sudah memiliki pacar.
Diandra Maharani adalah gadis berusia 19 tahun, dia gadis yang ceria dan selalu berulah. Tetapi di dalam keceriaannya dia menyembunyikan masalah yang sedang melanda karena pacarnya yang kaya dan sombong.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dedhe Susi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Anak Pengusaha
Malam hari Noval dan Angga yang sudah sampai disambut oleh orang suruhan prayoga yang akan mengantarkan mereka kemana mana, dan mengantarkan mereka ke rumah yang sudah disewa sebelumnya. Rumah tersebut memang tidak lah besar tapi cukup lumayan untuk mereka beristirahat.
"kita cari makan dulu yu, gue lapar !" ajak Angga
"ya udah ayo.." sahut Noval
"pak, antar kita cari makan !" suruh Angga kepada orang tersebut.
"baik pak !" sahutnya
Mobil mereka terparkir di sebuah rumah makan kaki lima yang tidak terlalu besar namun sangat ramai, mereka memesan makanan di sana dan segera menghabiskannya setelah itu mereka kembali pulang dan beristirahat.
Pagi pun datang menyambut dengan suasana yang sejuk. Noval yang sudah lebih dulu bangun memilih untuk berolahraga dengan berlarian kecil didepan rumah dan berkeliling disekitar tempat mereka. Setelah cukup lelah akhirnya Noval kembali untuk membuat kopi, padahal disana sudah datang orang yang akan memasakn untuk Noval dan Angga tapi Noval lebih memilih untuk membuatnya sendiri.
"biar saya saja tuan yang membuatkan !" ucap wanita paruh baya tersebut
"ehh.. ga usah bu, ibu lanjutin aja buat sarapannya biar saya sendiri aja." sahut Noval
"iya tuan..." wanita tersebut pun melanjutkan memasak
"baru bangun lo ?" tanya Noval kepada Angga yang baru saja keluar dari kamarnya sambil menggosokkan handuk di rambut basahnya.
"iya, rasanya capek banget gue ! bu bikinin teh ya" suruh Angga
"baik tuan.." sahut wanita tersebut. "ini tuan, silahkan" setelah selesai membuat wanita itu memberikannya kepada Angga.
"bu, ibu siapa namanya ?" tanya Noval
"saya Ani tuan. panggil aja saya bi Ani" sahutnya sambil tersenyum.
"makasih ya bi Ani" ucap Angga sambil tersenyum.
"sama sama tuan. sebentar bibi siapin dulu makanannya." sahut bi Ani
setelah bi Ani selesai menyiapkan semua masakannya keatas meja makan, Noval dan Angga pun segera memulai sarapannya.
"kita ke hotel jam brapa ?" tanya Noval
"ga tau gue, tunggu pak Hamid dateng aja" sahut Angga sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya
*****jam 08.00*****
"Ko Noval ga ngabarin ya ?" ucap Diandra
"lo chat duluan lah, siapa tau dia udah sibuk Di !" suruh Farisya
"oke oke.. gue chat dia !" sahut Diandra
"lo baru juga hari ini ditinggal tapi udah kaya apa tau !!" omel Farisya
"biarin,, kaya lo ga aja dech. lo aja tiap hari kangen kangenan lewat hp lo. wleee" sahut Diandra meledek sambil terus mengetik
Diandra
"kamu dimana ko dari semalem ga ada kabar ?"
Diandra pun cemas menunggu balasan pesan dari Noval
...tring...
pintu toko pun terbuka dan Hana pun menyapa Diandra yang sedang mondar mandir sambil menggoyangkan hp nya ditangan.
"Diandra... kamu ngapain mondar mandir gitu ?" tanya Hana
"ehh tan..." kejut Diandra menoleh kearah Hana "ga kenapa kenapa ko cuma lagi iseng aja. hehehe" lanjutnya.
"ada ada aja kamu tuh !" Hana
"hai tan..." sapa Farisya langsung cipika cipiki
"hmm.. om udah dateng belum ?" Hana
"belum tan, paling sebentar lagi juga sampe !" sahut Farisya
"duduk dulu tan !" Suruh Diandra sambil mengambilkan kursi untuk Hana. "tante mau minum apa ? biar Diandra buatiin ?" tanyanya
"ehh ga usah, tante tadi udah minum teh ko dirumah sebelum kesini !" tolak Hana
"ehh tan, gimana kelanjutan tante sama om ?" ledek Farisya
"ihh kamu apahan si !" ucap Hana malu
"yeyy... tante mukanya merah. hahaha" ledek Diandra
"huusst... kalian nakal ya. tante masih biasa aja sama om, belum ada kelanjutan apa apa !" jawab Hana
"ahh ga seru ni tante. Tante lebih agresif lagi donk tunjukkin sama om kalo tante itu sayaaaang banget sama om !" ucap Farisya
"ga ah, biarin aja kaya gini. kalo emang tante berjodoh sama om Marwan suatu saat pasti Allah akan persatukan kita, Sya." Hana
"iya si tan. cuma masa tante gini gini aja si hubungan kalian !" Farisya
"udah ah ga usah bahas itu. lagi juga tante disini baru 2 minggu mas secepat itu tante bisa narik perhatian om marwan" Hana
"tapi kalo ternyata om Marwan jatuh cinta sama tante gimana ?" kali ini Diandra angkat bicara.
Hana terdiam sejenak mendengar ucapan Diandra "tante cuma bisa meng'amini ucapan kamu Di !"
"ekhm ekhm..." tiba tiba Marwan datang dan mendengar pembicaraan terakhir mereka
"hayoo.. pasti lagi ngomongin om yaaa..." tebak Marwan sambil senyum
"kepedean kamu wan !" sahut Hana tenang.
"kamu tumben pagi pagi udah ada disini Han ?" tanya Marwan
"iya tuh om, katanya kangen sama om !" celetuk Farisya
"husst.. sembarangan kamu Sya !" Hana merasa malu atas ucapan Farisya, walau menyangkal di mulut tapi sebenarnya dalam hati Hana memang kangen dengan Marwan.
"kalo iya juga gapapa ko Han. hahaha" ledek Marwan.
"cie cie cie..." ledek Diandra dan Farisya pada Hana
"apa sih kalian ih, dari tadi ngeledek tante terus deh !" wajah Hana berubah menjadi kemerahan.
...drrttt...drrttt...
Diandra mengangkat telpon di ponselnya
"hallo assalamualaikum.." Diandra
Noval "waalaikumsalam. maaf aku baru sempat pegang hp yang.. kamu lagi apa ?"
Diandra "lagi ngobrol aja sama tante Hana. kamu udah selesai atau lagi istirahat ?"
Noval "ohh.. aku lagi istirahat ni sama si Angga sambil minum kopi."
Diandra "hmm.. gimana keadaan disana, lancar yang ?"
Noval "alhamdulillah aman terkendali. kamu doain ya biar lancar semuanya sampai aku pulang !"
Diandra "pasti dong sayaaang. kamu jaga kesehatan ya disana !"
Noval "iya sayaaang. yaudah kamu lanjutin ya nanti malem aku telpon kamu lagi. bye sayaaang."
Diandra "oke sayaaang. byeee"
mereka mengakhiri telponnya dan Diandra kembali duduk dengan Farisya dan Hana.
"ehh.. tante sama om kemana Sya ?" tanya Diandra
"ke dalem, katanya ada yang perlu dibahas Di." jawab Farisya dan Diandra mengangguk.
*****kantor Mahendra*****
"Gus kamu ikut ke ruangan saya sebentar ya saya mau bicara sama kamu !" ajak Mahendra ketika akan turun dari mobil.
"baik tuan" sahut Agus sambil menundukkan kepalanya pada Mahendra.
Mahendra dan Agus pun menuju keruangan kerja Mahendra. Hening, itulah keadaan saat ini. Agus sudah duduk di kursi yang berada didepan meja kerja Mahendra.
"Gus, saya tau kamu pasti sudah tahu semuanya tentang Noval." ucap Mahendra pada Agus yang sedari tadi hanya menunduk.
"Sudah tuan." sahut Agus singkat.
"saya meminta maaf atas nama Noval karena sudah menyembunyikan identitas aslinya. tapi saya tau alasan kenapa anak saya bisa berbuat seperti itu Gus." lanjut Mahendra.
"maaf tuan. seharusnya tuan tidak perlu meminta maaf kepada saya, karena saya tidak berhak untuk marah kepada tuan muda, tuan !" jawab Agus.
"tidak Gus, saya harus tetap meminta maaf karena kalian merasa dibohongi oleh Noval." elak Mahendra. "Gus, anak saya mencintai anak kamu. saya ga bisa menolaknya karena saya juga tau kalau Diandra gadis yang baik. selama saya kenal Diandra, saya tidak pernah melihat dia melakukan hal hal yang diluar batas. dan selama anak saya bahagia saya akan terus mendukung apapun keputusan dia."
"tapi tuan, Diandra hanya anak dari seorang sopir. anak saya ga pantas buat tuan muda." ucap Agus lirih
"Gus saya ga pernah memandang orang lain dan menilai orang lain hanya dari harta dan tahta Gus !" Mahendra
"tapi tuan, saya......." ucapan Agus terhenti.
"percaya sama saya Gus, saya tidak akan memandang rendah seseorang hanya karna seberapa besar harta yang dia punya. tapi saya melihat seseorang dari kebaikan hatinya Gus. Dan saya yakin bahwa Diandra gadis yang baik untuk Noval !" Mahendra.
"baik tuan. saya percaya dengan tuan, karena selama ini saya sangat tahu kebaikan hati tuan. terima kasih tuan, terima kasih..." Agus pun pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya, dan berharap Diandra akan benar benar diterima oleh tuan Mahendra dikala Diandra memang berjodoh dengan Noval
*****
Kak mampir ya ke novel aku yang berjudul
Cerita Masa Lalu ku
Buat ailen semakin yegas dengan joanna dan dania