NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 29.

Hari itu jadwal penerbangan yang diterima Leya membuatnya sedikit menyipitkan mata. Rute yang tertera di tablet briefing cukup panjang.

Jakarta (CGK) – Amsterdam (AMS).

Ia menghela napas pelan.

Penerbangan jarak jauh seperti ini biasanya melibatkan lebih dari satu pilot dan co-pilot karena waktu terbang yang sangat lama. Namun bukan itu yang membuatnya tidak nyaman, matanya berhenti pada satu nama.

Co-pilot: Rafi.

Leya terdiam beberapa detik, bayangan kejadian di akademi dulu kembali terlintas di kepalanya. Sejak awal Rafi tak pernah menyukainya dan selalu memusuhinya. Sejak saat itu, Leya benar-benar tidak mempercayai pria itu.

Namun sebagai kapten pilot profesional, ia tidak bisa menolak jadwal penerbangan. Ia menutup tablet dan menarik napas panjang, ia akan fokus pada pekerjaan.

Beberapa menit kemudian briefing dimulai. Di ruang briefing, para kru sudah berkumpul. Rafi duduk di kursi seberang meja, pria itu terlihat lebih pendiam dari biasanya. Tatapannya sempat bertemu dengan Leya, tapi ia segera mengalihkan pandangan.

Tak lama kemudian pintu terbuka, Kaisar masuk ke ruangan dengan langkah santai. “Maaf terlambat.”

Beberapa kru langsung memberi ruang, ia duduk di kursi kapten tambahan. Karena durasi penerbangan yang panjang, maskapai memang menempatkan dua kapten pilot dan dua co-pilot.

Kaisar melirik Leya sekilas. “Siap untuk perjalanan panjang?”

“Siap.”

Briefing berjalan lancar, semua kru terlihat profesional termasuk Rafi.

Satu jam kemudian, sepanjang penerbangan menuju Amsterdam tidak ada masalah berarti. Pesawat terbang stabil, dan pergantian pilot dilakukan sesuai prosedur. Saat Leya beristirahat di kabin pilot cadangan, semuanya berjalan normal. Bahkan Rafi bekerja dengan cukup profesional.

Pesawat akhirnya mulai memasuki wilayah udara Belanda, lampu indikator di kokpit menyala stabil. Di depan mereka, langit Amsterdam terlihat kelabu dengan lapisan awan tipis.

Leya yang sedang bertugas sebagai pilot flying memegang kendali pesawat. Tangannya tenang di atas control yoke, matanya fokus pada panel instrumen.

“Amsterdam Approach, Nusantara 712 requesting descent,” ucap Leya melalui radio dengan suara profesional.

Beberapa detik kemudian suara dari ATC terdengar melalui headset.

“Nusantara 712, descend to flight level 150. Expect runway 18C.”

“Descend to flight level 150, runway 18C. Nusantara 712.”

Kaisar yang duduk di kursi kapten cadangan memeriksa instrumen sambil sesekali melirik ke arah Leya.

“Angin samping agak terasa,” katanya santai.

Leya mengangguk kecil. “Masih dalam batas aman.”

Rafi yang bertugas sebagai pilot monitoring membaca data cuaca dari layar. “Kecepatan angin dua belas knot dari barat laut.”

Leya sedikit menarik tuas throttle, menyesuaikan kecepatan pesawat saat mereka mulai turun melewati awan. Di luar jendela kokpit, hamparan kota Amsterdam perlahan terlihat di kejauhan. Sungai-sungai kecil dan bangunan khas Eropa tampak seperti miniatur dari ketinggian. Lampu seat belt kembali dinyalakan.

Di kabin, pramugari mulai memberi pengumuman. Namun beberapa menit kemudian, Leya sendiri yang menekan tombol interkom.

“Selamat sore, para penumpang. Di sini Kapten Kataleya berbicara.”

Suara Leya tenang dan jelas.

“Kami saat ini sedang dalam proses penurunan menuju Bandara Schiphol, Amsterdam. Perkiraan waktu pendaratan sekitar sepuluh menit lagi. Suhu di Amsterdam saat ini sekitar sembilan derajat Celsius dengan cuaca sedikit berawan.”

Beberapa penumpang mulai melihat ke luar jendela.

“Kami berharap... Anda menikmati penerbangan bersama kami. Atas nama seluruh kru Maskapai Penerbangan Nusantara, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Anda.”

Leya menutup interkom, Kaisar meliriknya dengan senyum kecil. “Suaramu cocok jadi penyiar radio.”

Leya mendengus geli, tapi matanya tetap fokus pada runway yang mulai terlihat di kejauhan.

“Flaps fifteen,” ucapnya.

Rafi segera mengoperasikan panel. “Flaps fifteen.”

Pesawat terus turun perlahan, runway kini semakin jelas terlihat lurus di depan mereka.

“Landing gear down.”

“Landing gear down.”

Suara mekanis roda pesawat terdengar saat roda keluar dari badan pesawat. Beberapa detik kemudian... bump! Roda pesawat menyentuh landasan dengan mulus.

“Speed brake deployed,” kata Rafi.

Leya mengurangi throttle sambil menjaga arah pesawat tetap stabil di runway, pesawat pun melambat dengan sempurna.

Kaisar menepuk ringan sandaran kursinya. “Pendaratan halus.”

Leya hanya tersenyum tipis, pesawat kemudian bergerak perlahan menuju gate parkir di bandara.

Beberapa menit kemudian mesin pesawat dimatikan, lampu kabin menyala terang. Para penumpang mulai berdiri dan mengambil bagasi kabin mereka. Sebelum pintu dibuka, Leya dan Kaisar keluar dari kokpit untuk menyapa penumpang bersama para pramugari.

Leya berdiri di dekat pintu pesawat dengan senyum profesional.

“Terima kasih telah terbang bersama Maskapai Penerbangan Nusantara. Selamat menikmati waktu Anda di Amsterdam.”

Beberapa penumpang tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Seorang anak kecil bahkan melambaikan tangan padanya, Leya membalas dengan senyum hangat.

Namun di belakang keramaian itu, Rafi berdiri diam sambil menatap ke arah Leya. Tatapannya sulit dibaca, dan Leya sama sekali tidak menyadarinya.

1
Punkpunk 234
😡😡😡😡
Punkpunk 234
eett daakh.. othoorr kapan dimetonginnya c Kunti Shanaz haahh..?!!!? 😡😡😡
Punkpunk 234
hmm.. jadi mikir aku tuh 😉 jangan² akhir ceritanya nanti bakal rame sama yg reunian neechch..😂😂
Lesmana
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Punkpunk 234
wadduhh c Kunti Shanaz sedang menggali lubang kubur nya sendiri..😂😂
Punkpunk 234
pa kabarnya c Kunti Shanaz ?!?
Punkpunk 234
novel yg kerreenn.. aku suka bngt cerita yg begini 😍👍👍😍
Punkpunk 234
arkana.. sombongnya mo nyundul langit.. mentang² pilot.. ngawang² terus.. berasa langit miliknya..😂😂🤭 pdhl diatas langit masih ada langit..😡
Lesmana
woowww ini istri2nya yg kelak para suaminya kena hiv berjamaah 🤣🤣🤣
Setiawan
yah elu emang ky sampah sih.. sama laki org nyosor mulu 😅😅😅
rahmah
ceritanya bagus jarang banget cerita kehidupan pilot dan ini juga banyak yg terinspirasi kalau tertimpa masalah apapun itu mau di selingkuhi putus cinta di pecat dari pekerjaan dll harus bangkit kembali dan leya arkana kaisar kan pilot tapi anaknya gak jadi pilot ya tapi dapat menantu pilot itu Janeta calon istrinya Arsen semoga bahagia selalu..🥰
rahmah: bangkit kembali jadi lebih baik kalau Shanaz malah berakhir kena penyakit..😁
total 2 replies
Lesmana
ini perempuan kaga ada kapok2nya😤😤 di ksh hidup enak , malah nyari mslh trus.. tunggu hancur lebur br berenti kynya si shanaz😤😤
Widia Aja
Pasti sebentar lagi giliran Viola yg beraksi dng dendam dan kelicikannya...
Widia Aja
Viola jadi Shanaz kedua.... obsesi yg mengerikan...
Widia Aja
Cerita yg Sungguh2 KUSUT...😄🤣
Widia Aja
Ya ampun Authooooorrr....
Keren banget cerita nya...
NO DEBAT....❤️❤️❤️
Widia Aja
Udah lah Farah, jangan dekati Arkana lagi, dan Tolong Author, jodohkan Farah dng pilot Rafi....🤭
Widia Aja
Rapi... Rapiiiii.....jealous kok malah bikin perkara jahat...
Lesmana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Widia Aja
Waduh.... Kikan dan Shanaz jadi sekutu se ketombean ngebenci Kateleya nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!