NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua garis kehidupan

Di dalam bilik toilet staf medis yang terletak di ujung lorong rumah sakit jiwa yang sepi, Suster Weni berdiri mematung di depan wastafel. Jantungnya berdegup begitu kencang, berpacu dengan rasa cemas yang mendera dadanya hingga terasa sesak.

Di bawah temaram lampu neon yang berkedip-kedip, sepasang tangannya yang gemetar hebat memegang sebuah benda plastik pipih berukuran kecil yang baru saja ia beli secara sembunyi-sembunyi dari apotek luar.

Sebuah alat uji kehamilan...

Suster Weni tampak sangat syok. Detik berikutnya, ia langsung membekap mulutnya sendiri dengan sebelah tangan untuk menahan pekikan yang nyaris lolos dari bibirnya.

Air matanya seketika merebak di sudut mata, mengalir membasahi pipinya yang mulai berkerut. Di atas permukaan putih testpack tersebut, dua garis merah muda muncul dengan begitu jelas, tegas, dan tebal. Tidak ada keraguan lagi. Hasilnya mutlak positif.

Suster Weni berkali-kali menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, mencoba mengatur detak jantungnya yang berantakan. Ia terkejut, tidak percaya, sekaligus dilingkupi rasa takjub yang teramat sangat atas apa yang baru saja disaksikan oleh kedua matanya sendiri.

"Ini benar-benar mukjizat, Salsa..." bisik Suster Weni dengan suara yang serak dan bergetar hebat karena emosi yang membuncah di dadanya.

"Kamu hamil, kamu mengandung di saat keadaanmu seperti ini. Keadaan yang sangat kejam, sangat tidak mungkin, dan tidak masuk akal untuk ditumbuhi sebuah kehidupan baru..."

Suster Weni menyeka air matanya dengan ujung seragam putihnya. Sebagai seorang perawat senior yang sudah belasan tahun bekerja di fasilitas medis, ia tahu betul betapa dampak zat kimia dari obat penenang dosis tinggi yang setiap hari disuntikkan ke dalam pembuluh darah Salsa.

Secara teori medis, janin di dalam rahim itu seharusnya sudah luruh, gugur, atau tidak berkembang akibat hantaman racun obat-obatan tersebut.

"Janin kecil itu... anakmu... dia benar-benar kuat, Salsa. Dia luar biasa kuat karena bisa bertahan hidup dan melawan semua pengaruh obat-obatan keras yang dipaksakan masuk ke dalam tubuhmu" Gumam Suster Weni lagi, tubuhnya masih sedikit menggigil membayangkan keajaiban biologis yang sedang terjadi di dalam sel isolasi gelap itu.

Sementara Suster Weni didera badai emosi yang hebat, Salsa yang duduk meringkuk di sudut lantai marmer yang dingin masih tetap diam saja sejak tadi. Jiwanya seolah telah membeku, terperangkap di dalam labirin hampa yang diciptakan oleh kerusakan sarafnya.

Mendapatkan sampel urin Salsa untuk pengujian ini bukanlah perkara yang mudah. Kondisi mental dan fisik Salsa yang merosot tajam selama dua bulan terakhir membuat wanita muda itu sudah tidak bisa lagi diajak berkomunikasi.

Jangankan untuk meminta Salsa buang air kecil di dalam wadah medis, bahkan untuk sekadar mengontrol fungsi biologis dasar seperti membuang air kecil dan kotorannya sendiri pun terkadang Salsa sudah tidak mampu melakukannya. Sensor motoriknya telah tumpul akibat pengebirian saraf secara sistematis.

Karena itulah, semenjak keluar dari ruangan Salsa setengah jam yang lalu, Suster Weni benar-benar harus memutar otak dan berpikir keras mencari cara untuk memastikan dugaannya.

Ia tidak bisa sembarangan membawa alat medis yang mencurigakan ke dalam sel, karena gerak-geriknya bisa memicu kecurigaan perawat lain atau dokter kepala yang bertugas memantau Pasien 5006.

Suster Weni sendiri tidak bisa selalu ada di samping Salsa setiap jam, sebab perlakuan istimewa atau kunjungan yang terlalu sering dari satu perawat yang sama pasti akan mengundang selidik dari pihak manajemen rumah sakit yang sengaja dibayar untuk menjaga agar Salsa tetap terisolasi.

Keberuntungan, atau mungkin takdir yang berpihak pada janin itu, terjadi beberapa menit yang lalu. Saat Suster Weni masuk kembali ke dalam ruangan dengan berpura-pura ingin mengambil mangkuk sup yang tersisa, ia mendapati Salsa baru saja buang air kecil secara tidak sadar di atas lantai marmer, tidak jauh dari tempatnya meringkuk.

Tanpa membuang waktu dan dengan gerakan yang sangat tangkas, Suster Weni memanfaatkan sisa air seni yang tercecer di lantai tersebut.

Menggunakan pipet kecil yang sudah ia sembunyikan di dalam saku seragamnya, ia mengambil sampel cairan itu dengan sangat hati-hati, lalu bergegas membawanya ke toilet staf untuk diuji. Berkat sisa air seni itulah, rahasia besar ini akhirnya terungkap.

Suster Weni menyimpan kembali wadah sampel ke dalam tempat sampah medis, lalu melangkah kembali menuju ruang isolasi Salsa dengan langkah yang senyap namun cepat. Begitu pintu besi berderit terbuka dan tertutup kembali, ia langsung mengunci slot dari dalam, memastikan mereka memiliki waktu privasi yang aman.

Suster Weni perlahan berjalan mendekati tubuh kurus Salsa yang masih setia mengenakan gaun pasien yang kebesaran. Wanita paruh baya itu berlutut di atas lantai yang dingin, menyejajarkan tubuhnya dengan posisi duduk meringkuk Salsa.

"Salsa, dengarkan aku, Nak. Lihatlah ini... lihat benda ini" Ucap Suster Weni dengan nada suara yang sangat lembut namun sarat akan penekanan. Ia mengangkat tangan kanannya, menunjukkan alat testpack dengan dua garis merah itu tepat di depan pelupuk mata Salsa yang sayu.

"Dia ada di sini, Salsa. Dia ada di dalam rahimmu. Di dalam perutmu yang kurus ini, ada sebuah kehidupan baru yang sedang berjuang bersamamu" Lanjut Suster Weni sembari mengarahkan telunjuknya ke arah dua garis merah tersebut.

Salsa tidak langsung merespon. Namun, seolah ada daya pikat magis dari benda plastik itu, fokus mata Salsa yang tadinya kosong perlahan-lahan bergerak bergeser.

Ia menatap alat penguji kehamilan itu selama beberapa detik. Tatapan matanya yang cekung dan redup tampak bergulir, memandangi dua garis merah yang kontras. Untuk sesaat, ada kilatan tipis, sebuah riak kesadaran yang sangat samar yang melintas di benak Salsa yang tumpul.

Namun, keajaiban itu hanya bertahan sekejap. Detik berikutnya, Salsa memalingkan kembali wajah tirusnya yang pucat. Fokus matanya kembali terpaku pada satu-satunya hal yang konstan di ruangan itu, titik cahaya matahari yang menyusup melewati celah beton sempit di bagian atas dinding.

Sorot mata Salsa kembali kosong, memancarkan keputusasaan yang sunyi, seolah ia telah menyerahkan seluruh sisa hidupnya pada harapan semu bahwa cahaya kecil itu suatu hari nanti akan mewujud menjadi sepasang tangan yang membawanya pergi dari neraka jahanam ini.

Melihat reaksi Salsa yang kembali tenggelam dalam delusi hatinya, Suster Weni tidak menyerah. Ia menyembunyikan testpack tersebut ke dalam saku seragamnya dengan rapat, lalu mengulurkan kedua tangannya untuk menggenggam jemari Salsa yang terasa sangat dingin dan kaku.

"Kamu tenang saja, Salsa. Dengarkan aku dengan baik" Bisik Suster Weni lagi, merapatkan tubuhnya agar suaranya tidak memantul keluar ruangan.

"Aku tidak akan mengatakan hal ini kepada siapa pun di rumah sakit ini. Rahasia ini akan aman bersamaku. Aku bersumpah demi sisa umurku"

Suster Weni tahu betul konsekuensinya. Jika dokter kepala atau orang berkuasa yang menjebloskan Salsa ke sini mengetahui tentang kehamilan ini, mereka pasti akan memaksa Salsa untuk melakukan aborsi, atau menaikkan dosis obat untuk membunuh janin tersebut agar tidak ada bukti fisik yang tersisa dari hubungan Salsa dan Arkan.

"Setiap bulan, saat pemeriksaan rutin tiba, aku yang akan memalsukan laporan medismu. Aku akan mengatakan pada dokter bahwa kamu tetap datang bulan seperti biasa. Aku akan mengatur lembar catatan harianmu agar mereka tidak menaruh curiga sedikit pun pada perubahan fisikmu" Kata Suster Weni, menyusun rencana nekat yang mempertaruhkan seluruh karier dan keselamatannya demi melindungi nyawa tak berdosa di dalam kandungan Salsa.

Suster Weni meremas lembut jemari Salsa, mencoba mengalirkan kehangatan dan kekuatan dari tubuh tuanya ke dalam aliran darah wanita muda itu.

"Tapi aku mohon padamu Salsa. Tolong, kuatkan dirimu. Kamu harus berjanji padaku untuk menjaga baik-baik anakmu!"

Suster Weni menatap lurus ke dalam manik mata Salsa yang sayu, mencoba memberikan suntikan semangat yang paling tulus dari lubuk hatinya.

"Mulai hari ini, kamu tidak boleh lagi memuntahkan makananmu. Kamu harus mengunyah setiap suapan yang aku bawa, sedikit demi sedikit. Kamu harus menelan semuanya demi bayimu, demi malaikat kecil yang sudah memilih rahimmu sebagai tempatnya berjuang. Jika dia yang sekecil itu sanggup melawan racun obat-obatan ini, maka kamu sebagai ibunya harus berdiri lebih kuat untuk melindunginya. Kamu mengerti Salsa?"

Sebuah keheningan yang panjang kembali merayap di antara mereka setelah bisikan penuh tekad dari Suster Weni berakhir.

Di dalam ruang beton yang pengap itu, takdir baru telah digariskan di atas kertas kehidupan Pasien Nomor 5006. Sebuah perjuangan rahasia yang berdarah-darah baru saja dimulai di balik dinding-dinding bisu rumah sakit jiwa.

1
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
Ari Atik
next.....
Ari Atik
gk bisa ngomong apa2..
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
dyah EkaPratiwi
lekas Carikan dr Arkan biar salsa bisa pulih lagi
Yeye 🐱
baru 3 hari, Sallsa aja 1 thn kamu cuekin, kamu maki2,, dih 😏
Nar Sih
penolakan lgi dan lagi ,mungkin ini lah blsan untuk mu arkann,tpi tetap lah berusaha berdoa mohon ampunan yg di atas yg maha membolak balikkan hti seseorang ,semoga usaha mu mendekat lgi dgn salsa juga putri mu sgra di kabul kan yg di atas
Linda Gunawan
pagi menjelang siang ini udah menangisi Ayu. /Sob/
Melly
masa kalah sama Salsa yg 1 tahun dicuekin, dimaki, terakhir diusir sama dibikin bangkrut
Teti Hayati
Harus tahan....
harus kuat...
sudah jadi resiko..
pecinta novel lealistis
sambil nungguin update terbaru aku baca baca ulang part nyesek
Nureliya Yajid
lanjutkan
Silvia
berusaha lebih keras lagi Arkan
Hanima
Hikssss
Semoga Arkan menjadi Gila
dan semua harta nya buat Ayu
itu rasa nya baru setimpal 🔥😡
SasSya
🥺🥺🥺🥺😥😢😓
anak usia 5 thn sekritis iniiiii
Dunia memaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya
SasSya: miris Za kaaakkkk
mereka kehilangan masa kecilnya
total 2 replies
Agnezz
di bab Neraka, Ayu mengatakan ayahnya adalah bintang dilangit yg tidak bisa mereka jangkau. tapi disini dibilang Ayahnya hanya mau dengan wanita baik 🤔🤔 mana yg bener, mungkin Salsa suka berubah2 juga cara menerangkan pada Ayu ttg keberadaan ayahnya. 🤔🤔
santi.santi: nah betul, Iki kan ayahnya sama wanita baik dan nggak bisa dijangkau 🫣
intinya itu pikirannya nggak selalu tentang kejahatan Arkan, kadang juga tentang salsa yang percaya bahwa Arkan akan menjemputnya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!