NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.

Gymora berusaha merangkak dengan tubuh yang menyedihkan, tapi sayang kaki dan juga tangannya malah diinjak mahasiswa lain.

"Tolong lepaskan! Tanganku sakit," rintih Gymora.

Semua orang dikampus terus menertawakannya dan menindasnya.

Mengingat sekarang ini status Gymora sangat buruk, bahkan Wiliam sudah memutuskan pertunangan dengannya.

Gymora melihat darah yang keluar dari telapak tangannya, karena di injak dengan hells yang lancip.

Tiba-tiba kedua bola Gymora memperlihatkan secercah harapan. "Ibu ... " Panggil Gymora.

Sementara orang yang menginjak kakinya malah semakin menekan dengan kuat.

Ibunya melihatnya.

"Ibu ... " Panggil Gymora lagi dengan suara yang lebih besar.

Dina yang menginjak kaki Gymora pun merasa sedikit takut, ia menjauhkan kakinya dari Gymora setelah melihat Gwen.

Bahkan beberapa orang disana yang sebelumnya menertawakan Gymora menghentikan tawanya, saat mengikuti arah pandang Dina.

"Tante Gwen kesini?" Suara Kania dengan lembut tapi terdengar tinggi.

Gwen penuh kasih menatap Kania. "Tante-kan akan menjadi ibumu, jadi Tante akan memberikan keadilan padamu. Tante sudah meminta rektor untuk memberikan hukuman pada Gymora karena menipu dikampus ini."

"Terimakasih Kania, Karena kebaikanmu. Gymora juga tidak dikeluarkan dari kampus, dan hanya mendapatkan hukuman ringan. Kamu sungguh baik hati." Imbuh Gwen penuh cinta.

Sementara Kania melirik ke arah Gymora dengan senyuman kemenangan.

Hati Gymora seperti ditusuk ribuan jarum, nggak Tuhan.

Tolong ini sangat menyakitkan.

Tuhan, ini sangat sakit.

Tak berselang lama Wiliam dalam menghampiri mereka, ia juga melirik sebentar ke arah Gymora dengan tatapan acuh dan tidak peduli.

Lalu ketiganya pergi begitu saja tanpa

"Ibu ... " Rintih Gymora.

Semua orang yang ada disana juga kembali menertawakan Gymora.

"Haha ... "

Gymora merasakan kepalanya berdengung, bahkan pikirannya kosong.

Ia sudah tidak mau mendengarkan orang-orang yang terus mengumpatinya dengan kata-kata kasar.

Ada yang melemparnya dengan kertas kosong yang berbentuk bola, ada yang melemparnya dengan telur busuk.

Bahkan ada mahasiswa yang menendang kakinya berkali-kali.

Tiba-tiba ada gerombolan orang yang membubarkan orang-orang yang membully-nya.

Seorang pria bertubuh kekar menggendongnya, pandangan kosong Gymora bertatapan dengan pria yang sekarang ini menggendongnya.

"Draka, kamu bawa Gymora ke langsung ke rumah sakit saja. Lukanya parah banget," titah Aria, sahabat Draka.

Draka yang sedang menggendong Gymora mengangguk.

"Kenapa kamu hanya diam saja, saat semua orang membullymu?" ucap Draka dengan nada sedikit marah.

"Leon, tolong bantu aku membereskan semua kekacauan ini!" Titah Draka pada sahabatnya yang mengenalnya sejak kecil.

"Tenang saja! Walaupun kita dicap buruk, karena aksi balap liar dan tawuran, tapi kita masih lebih baik dari mereka yang sok suci. Menindas dan menghancurkan siapapun yang lemah!" Imbuh Leon yang sedari kecil suka banyak bicara.

Draka hanya bisa memutar kedua bola matanya yang jengah karena merasa jika sahabatnya itu sudah seperti ustad kalau ceramah.

"Hmmm."

Draka berjalan menuju mobilnya, Gymora yang sbelumnya digendong belakang diletakkan dengan lembut ke kursi penumpang.

Gymora diam seperti sebuah patung, tatapannya masih kosong dengan air mata yang terus mengalir.

Jantung Draka berdebar hebat saat terus menatap ke arah bola mata Gymora yang berwarna hazel itu.

Walaupun tubuhnya kotor dan bau, kedua bola mata Gymora sangat jernih.

Draka yang selama tidak bisa tidur karena membayangkan sebuah miaw milik Gymora yang terlihat buram benar-benar membuat sesuatu didalam hatinya bergejolak.

Walaupun diselimuti sebuah hasrat yang mendalam, tapi bayang-bayang wajah cantik Gymora terpatri jelas dipikirannya.

Akhirnya mobil yang dikemudikan olehnya sampai dirumah sakit.

"Tuan muda ... " Ucap asisten pribadi ayahnya saat melihatnya.

"Stt, diam. Nggak perlu keras-keras, aku nggak mau orang-orang tahu statusku yang sebenarnya. Biarlah aku dianggap anak hilang yang nggak punya orang tua," ucap Draka asal lalu meletakkan tubuh Gymora diatas brangkar.

Perawat yang mendengar ucapan Draka mendapatkan lirikan tajam dari Dylan. Asisten pribadi ayahnya yang memiliki jabatan tinggi dan begitu dihormati.

Apalagi rumah sakit ini juga milik ayahnya, Nilon Edward.

Perawat itu ijin membersihkan tubuh Gymora dan memberikan perawatan.

"Tolong jangan bilang siapapun tentang identitas Tuan muda!" ancam Dylan.

Saat Draka menoleh, ternyata ayahnya sudah ada dibelakangnya.

"Ayah ... " Ucap Draka terkejut seraya mengelus dada.

"Sepertinya tadi kamu bilang anak hilang!" Kata Edward ingin memukul kepala putranya.

Pukulannya sangat pelan. Bagaimana pun juga Draka adalah putra tunggalnya.

Dia tentu sangat menyayangi putranya.

"Ayah ... Tolong jangan sampai ada orang yang tahu, kalau aku putramu ... " ucap Draka berbisik ditelinga ayahnya.

"Kenapa?" Tanya ayahnya ikut berbisik.

Sementara Dylan hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat dua orang kaya dan turunan konglomerat yang selalu bertingkah konyol saat bertemu.

"Ayah dan anak memang memiliki selera humor yang tinggi!"

"Apa kamu bilang?" tanya Draka dan Edward bersamaan saat mendengar gumaman pelan Dylan.

"Sepertinya aku harus menurunkan gajimu," ucap Edward dengan wajah seram.

Dylan hanya bisa menelan ludahnya yang kelu.

Dari dulu, Edward terkenal sebagai pengusaha yang sangat kejam, bahkan mendidik putra tunggalnya yang masih kecil dengan keras.

Tapi saat Draka divonis menderita penyakit mental, Edward mulai bersikap lembut walaupun hanya pada putra dan istrinya.

Mengingat keluarga Nilon adalah keluarga kelas atas yang sudah berabad-abad menjadi keluarga paling kaya dalam puncak kejayaan.

Seorang perawat menghampiri Draka. "Tuan, Nona Gymora sudah selesai di obati."

"Draka siapa Gymora? Apakah kamu sudah punya pacar?" Tanya Edward penasaran.

1
Mia Camelia
lanjut thor 😄
cerita nya seruuu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!