NovelToon NovelToon
Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Nikahmuda / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Kegiatan kemping Pramuka yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka, kala seseorang dengan sengaja mengubah arah tanda panah penunjuk jalan. Daniel dan Zeya tersesat hingga terpaksa bermalam di sebuah pondok tua. Demi bertahan dari dinginnya malam yang bisa menyebabkan hipotermia, mereka pun saling menghangatkan tubuh.

Pagi harinya, warga desa menemukan mereka dalam keadaan berpelukan. Tanpa mau mendengar penjelasan, keduanya langsung dibawa ke Balai Desa dan dipaksa menikah sesuai hukum adat yang berlaku.

Daniel dan Zeya mengira semuanya akan selesai setelah pernikahan itu. Namun, mereka kembali dikejutkan oleh aturan adat yang melarang pasangan pengantin meninggalkan desa sampai waktu yang ditentukan.

Terjebak dalam pernikahan yang tak terduga, Daniel dan Zeya harus menjalani hari-hari bersama di desa, apakah Daniel dan Zeya akan terpuruk atau justru bangkit memulai hidup baru mereka di sana?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;
"Menikah Karena Jebakan"
karya Moms TZ, buka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26.

Pandangan Maura beralih pada uluran tangan Jenna dengan tatapan kosong beberapa saat. Hingga perlahan menyadari makna di balik semua yang telah ia lalui. Rasa panas yang biasanya akan menyala di dadanya kala dikhianati, justru kini tak muncul. Semua beban yang selama ini membelenggu terasa menguap entah ke mana. Seolah setiap kata yang diucapkannya tadi telah melepaskan satu per satu rantai yang mengikat hatinya.

Sudut bibirnya tersungging senyuman tipis, lalu menyambut uluran tangan Jenna dengan genggaman yang lemah, tetapi sangat tulus.

Setetes airmata jatuh di pipinya. Namun, bukan lagi karena sedih atau malu. "Kalau kamu nggak melakukannya, mungkin aku masih terus bersembunyi di balik kesombongan dan membiarkan rasa iri itu merusak diriku lebih jauh lagi. Justru...aku berterima kasih sama kamu, sudah membuatku sadar."

Jenna membalas dengan senyuman tulus pula, menepuk pelan punggung tangan Maura yang masih dalam genggamannya.

"Orang bijak bilang, 'orang yang baik bukan yang nggak pernah berbuat salah, tapi orang menyadari kesalahannya dan mau memperbaikinya'," ujar Jenna.

"Sekarang saatnya kamu buktikan pada semua orang, kalau kamu benar-benar ingin berubah," lanjutnya lembut, lalu menarik tangan Maura. "Ayo, kita ke kelas, jangan sampai kita tertinggal pelajaran."

Maura mengangguk mantap, lalu keduanya berjalan beriringan keluar dari aula yang sudah sepi.

...

Sementara itu, di kediaman keluarga Dr. Rangga, Bu Safira masih tak berhenti menatap layar ponselnya. Airmata bahagia bercampur haru terus mengalir di pipinya. Ia tak menyangka anak sambungnya yang selama ini sangat keras kepala dan angkuh, akhirnya mau merendahkan hati untuk mengakui semua perbuatannya di depan banyak orang.

Dr. Rangga yang baru saja keluar dari ruang kerjanya menghampiri sang istri, lalu duduk di sampingnya. Melihat istrinya menangis, tetapi juga tersenyum, pria itu segera mengusap bahu istrinya lembut.

"Kenapa menangis, Sayang?" tanyanya pelan.

Bu Safira menyodorkan ponselnya kepada suaminya. "Lihat ini, Mas. Maura akhirnya meminta maaf dengan sangat tulus di depan seluruh siswa dan guru-guru. Dia benar-benar berani mengakui semua kesalahannya tanpa ada yang disembunyikan lagi."

Dr. Rangga menyimak rekaman itu dengan seksama, seiring berjalannya video, sorot matanya perlahan menyiratkan kebanggaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dia menghela napas panjang yang kini terasa lega, lalu menatap istrinya kembali.

"Kita nggak salah memberinya kesempatan, Fira. Maura memang butuh waktu dan tekanan yang cukup berat untuk membuat dia akhirnya sadar dan berubah," ucapnya sambil tersenyum hangat.

"Benar, Mas. Aku sangat bersyukur, tapi aku juga merasa bersalah sama Zeya." Bu Safira menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. "Rasanya sudah nggak sabar ingin segera mengunjunginya. Mempersatukan mereka kembali dalam ikatan persaudaraan yang erat dan utuh seperti saat mereka masih kecil dulu."

"Aku harap Ze mau memaafkan Maura, karena aku yakin dia gadis yang berhati lembut," lanjutnya menambahkan.

Dr. Rangga mengusap punggung tangan istrinya menenangkan.

"Kita nggak bisa memaksanya untuk memaafkan seketika, Sayang. Yang penting kita sudah berusaha membuat Maura menyadari kesalahannya dan menuntun untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Biarkan sisanya waktu yang akan menjawab. Zeya gadis yang baik dan bijaksana, dia pasti akan mengerti niat baik kita semua."

Bu Safira mengangguk setuju. "Kamu benar. Semoga saja pertemuan nanti bisa menjadi awal yang baik bagi mereka berdua."

...

Jam istirahat tiba, Maura duduk di bangku taman sekolah sendirian. Dipandangnya aneka bunga yang tumbuh di sekitarnya dengan perasaan yang lebih tenang. Meskipun masih ada beberapa tatapan sinis dan bisikan yang terdengar sesekali, ia tak lagi mempedulikannya. Ia berpikir, bahwa untuk membuktikan perubahan memang butuh waktu, dan ia siap melakukannya perlahan.

Tiba-tiba sebuah botol minuman diletakkan di sampingnya. Maura mendongak dan melihat Jenna berdiri di sana, diikuti dua teman sekelasnya yang lain.

"Boleh kami duduk di sini?" tanya salah satu teman Jenna, sambil tersenyum -- bersahabat.

Maura tertegun beberapa saat, lalu mengangguk ragu sembari tersenyum tipis.

"Boleh, silakan," jawabnya sedikit gugup.

Mereka duduk mengelilinginya, tak lagi menatapnya dengan pandangan menghakimi seperti sebelumnya.

"Kami salut sama keberanianmu tadi, Ra," ucap salah satu gadis itu. "Memang kesalahanmu besar, tapi mengakuinya di depan semua orang itu butuh nyali yang luar biasa besar pula."

"Makasih," jawab Maura tulus, dadanya terasa menghangat.

"Dan mulai sekarang, kita harus rajin belajar serta bersaing secara sehat. Supaya nanti bisa lulus dengan nilai membanggakan," kata Jenna seraya merangkul pundak Maura dan mendapat anggukan dari mereka bertiga.

...

Di sisi lain, di rumah panggung tempat Daniel dan Zeya tinggal di Desa Sekar, keduanya baru saja selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar secara online. Mereka mengajukan hal itu kepada pihak sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran mengingat beberapa bulan lagi akan menghadapi Ujian Nasional.

Keduanya lantas duduk bersandar di teras sambil menikmati semilir angin bertiup pelan. Zeya mengambil ponselnya, memeriksa pesan yang masuk.

Gadis itu segera membukanya, dan tak lama kemudian ia menatap layar lebar-lebar. Ternyata Jenna mengirimkan rekaman video kejadian di aula sekolah tadi pagi.

"Lihat ini, Niel," ucapnya seraya menyodorkan ponselnya ke arah Daniel.

Keduanya menonton dan memperhatikan dengan serius setiap gerak-gerik Maura, mendengar setiap kata yang gadis itu ucapkan. Nada suaranya terdengar bergetar, tetapi dengan sikap legowo mengakui semua kesalahan yang telah diperbuatnya.

Setelah video selesai, Zeya hanya tersenyum tipis, tak ada sedikit pun rasa dendam yang tersisa di hatinya.

"Kamu percaya Maura benar-benar berubah?" tanya Daniel sambil menatap lekat wajah istrinya.

Zeya mengangkat bahunya. "Entahlah, aku nggak bisa menebak isi hati seseorang. Tapi setidaknya dia berani melakukan sesuatu yang benar."

Zeya menarik napas dalam-dalam. "Bukan hal yang mudah bagi seorang Maura yang selama ini kita tahu memiliki ego tinggi. Tapi pagi ini dengan segala kerendahan hati dia meminta maaf di depan semua orang. Tindakannya itu patut diapresiasi."

Ia menatap jauh ke arah hamparan sawah yang membentang luas di depan rumah. "Aku sebenarnya sudah memaafkannya, tanpa dia minta maaf secara langsung sama kita. Hanya saja... aku butuh waktu untuk bisa kembali dekat dengannya seperti saudara seharusnya. Dan aku harap dia juga mengerti."

Daniel menggenggam tangan Zeya erat menautkan jemari mereka, menyalurkan kekuatan tanpa perlu banyak bicara.

"Kamu benar. Perubahan butuh proses, dan kepercayaan butuh waktu untuk dibangun kembali. Yang penting dia sudah melangkah ke jalan yang benar," ucapnya lembut.

Mereka berdua terdiam sambil menikmati suasana lalu tiba-tiba Zeya menyeletuk, "Lagipula bagaimana mungkin aku dan Maura bisa kembali dekat?"

"Maksudnya?" Daniel menatap Zeya serius sambil mengernyit bingung.

Namun, Zeya justru tertawa melihat tampang serius suami mudanya itu. "Aku kan, di sini sama kamu, sedangkan dia di kota, mana bisa dekat?"

Daniel cengo mendengar jawaban istri tuanya yang tak terduga tersebut.

"Boleh nggak sih, kalau aku mengumpat? Tapi aku terlalu sayang sama dia," Kata-kata itu sayangnya hanya diucapkannya dalam hati. Kemudian ikut tertawa sambil menarik pipi Zeya dengan gemas.

1
Aditya hp/ bunda Lia
mereka menunda kuliah demi usaha mereka di desa yang terus berkembang
𝐈𝐬𝐭𝐲
mereka semangat dengan usaha barunya sehingga menunda kuliah, semoga mereka bisa sukses...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Patrick Khan
danil zeya gk kembali ke sekolah kah🤔🤔
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti sekolah lagi
total 1 replies
Patrick Khan
bahar kau ribet bgt sih🤣🤣🤣
Nar Sih
panen pertama berhasil juragan
Aditya hp/ bunda Lia
si Bahar dah tua di bui juga bukannya sadar malah tambah gila ... ini lagi anak buahnya sama2 gila
vj'z tri
hei Bambang lu B2 juga ambil kan ? hayooo ngaku 🫵/Slight/
vj'z tri
Alhamdulillah 🤲🤲🤲onah sadar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
bahwa ... kata Moms jemurannya masih harus di gantung meski kemarau tapi belum kering gantung .. ya gantung .... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: biasa kan pas lagi seru dan pinisirin bingit ... gantung 😁
total 2 replies
Nar Sih
malu kan bu yuni 🤣slh sendiri punya mulud pedes klau ngomong
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
makanya jangan suka nyiyir dan julid kamu teh yuniiiiii .....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
dgn hadir nya zheya daniel di desa tersebut pssti lbih maju dan makmur
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Nar Sih
siap momz ,udah hadir disana👍🥰
Nar Sih
zhe dan maura udh semakin akur yaa,tmbh dekat satu dan yg lain nya ,
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah
total 1 replies
Nar Sih
semoga ujian nya lancar dan bisa lulus dgn nilai terbaik ya daniel zhee☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin mam
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kirain karya baru lagi ternyata mbak ayang
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣 terkecoh
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
semangat ujiannya Niel ze
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bund🫰
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya hukuman yg pas untuk mu juragan bahar dan bnr kta ayah mu zhe ,hati,,dgn juragan bahar yg pasti gak akan diam sja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!