Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Sahabat
AYU POV
Aku berjalan dengan anggun mendekati Bram yang nampak sungguh terpesona melihatku. Ada perasaan bangga akhirnya aku kembali ke ayu yang dulu, ayu yang selalu di puja puja para lelaki, ayu yang terlihat berkelas, ayu yang cantik..
"Ehemm." Ucapku agar membangunkan kesadaran Bram dari mata yang terpesona karena aku..
"Ayo pulang.. " Lanjutku kembali namun dia. Masih terdiam.
"Mas.. "
Seketika dia memegang kedua tanganku, aku yang terkejut langsung menarik tanganku dari tangannya..
"Apa yang kamu lakukan! " Kataku dengan sangat keras..
"Setelah perjajinamu selesai dengan Alvin, menikahlah denganku. "
Aku mengerutkan dahiku..
"Ini manusia satu ini kenapa lagi, yang satu tiba tiba mengajakku menikah saja belum terlaksana, yang satu sudah mengajakku nikah, sebenarnya laki laki seperti apa yang aku temui ini, gak Alvin gak Bram semuanya aneh.. " Gerutu ku dalam hati..
Aku menghela nafas panjang..
"Kenapa tidak sekalian kalian berdua menikahiku langsung saja.. " Kataku kesal..
"Ayu aku serious, aku akan benar benar menjadikanmu istriku, bukan istri bohonganmu.. "
"Mas Bram, jangan keras keras ngomongnya, nanti ada yang denger aku nanti dimarahi tuan Alvin. "
"Opssss... Maaaf.. " Kata Bram sambil menutup mulutnya..
"Oya.. Jangan panggil dia lagi dengan sebutan tuan, panggil dia dengan sebutan sayang.. "
"Emmm... Sayang..? "
"Em.. Sayang alvin.. "
Jujur aku merasa sedikit ngakak mendengar kata bahwa aku harus memanggil Alvin dengan sebutan sayang..
"Apa tidak terlalu berlebihan? "
"Itu aturan yang wajib kamu patuhi, kamu harus terlihat seperti cinta sejatinya alvin.. "
"Ok.. Ok.. Ya sudah mari kita pergi.. "
"Tunggu sebentar, pakai ini" Kata Bram sambil memberikan sandal hells yang berwarna senada dengan bajuku, dan kembali lagi selera dia memang sangat bagus..
Dia lalu memakaikannya di kakiku dengan sangat hati hati..
"Good.. Very good" Kata Bram setelah aku memakai hells itu..
Kakiku semakin indah memakai hells itu..
Dia juga mengeluarkan barang dari tasnya..
Dan ternyata seperangkat perhiasan berlian..
Aku terbelalak melihatnya..
"Apa ini untukku? " Tanyaku pada Bram yang memperlihatkan satu set perhiasan itu yang masih di dalam kotak ..
"Semua untukmu tuan putri, tenang uang Alvin bahkan cukup untuk membeli pabrik perhiasan ini.. "
Aku masih belum percaya dengan perubahan yang terjadi padaku saat ini...
Kenapa bisa berubah drastis seperti ini, hatiku dan jiwaku masih belum percaya dengan semua yang terjadi padaku..
Bram lalu nampak memakaikan kalung berlian di leherku, cincin di jemariku, gelang di pergelangan tanganku, dan anting di daun telingaku..
"Lihatlah.. " Kata Bram sambil menyuruhku berdiri dan bercermin agar aku melihat diriku yang sekarang..
"Kamu sudah seperti istri orang terkaya di kota ini, sangat cocok perhiasan pakaian dan seluruh yang ada di tubuhmu ini, bahkan semua barang ini menjadi semakin cantik setelah kau memakainya.. " Lanjut bram.. Dia berdiri di sampingku dan juga matanya tak bisa berbohong, dia sangat kagum padaku..
"Ayu.. Kenapa kamu sekarang bisa secantik ini dan naik level seperti ini.. Tuhan Terima kasih telah menjawab doa ku..Mas bayu Lihatlah aku yang sekarang mas, wanita yang kau sia sia kan dan akan aku buat kamu menyesal sudah membuangku seperti sampah. " Kataku geram dalam hati..
"Beb.. Mari kita bertemu di cafe love again 1 jam lagi.. Aku tunggu kamu disana" Pesanku untuk Ellen..
"Ok.. Cus wus.. Berangkat baby.. " Balas Ellen..
Aku lalu menaruh handphoneku di depan meja rias..
Ya aku sedang sedikit di rias dan di tata rambutnya agar terlihat rapi saja karena aku ingin simple.. Toh aku juga cuma ingin bertemu Ellen, bukan ke acara resmi..
"Masih lama mbk? " Tanyaku pada pegawai di sana yang sedang berjibaku mempercantik ku..
"Sebentar lagi nona. "
Aku menahan tawaku ketika mereka memanggilku dengan sebutan nona, begitupun Bram yang terlihat menahan tawanya..
Dan akupun melotot ke arahnya dari kaca yang terpampang nyata besar yang ada di hadapanku..
Hampir 10menit akhirnya selsai juga..
"Terima kasih " Kataku pada para pegawai disana..
"Iya nona...nona terlihat seperti artis Korea.. Sangat cantik.. Beruntung laki laki yang mendapatkan nona. "
Aku tersenyum bangga pada diriku sendiri...
"Terima kasih atas segala pujiannya.. "
Aku dan Bram pun segera ke luar dari salon yang jujur itu sungguh sangat mewah, mungkin cuma orang orang kaya yang berani masuk, orang gak punya memandang pun sudah takut...
"Mari nona.. " Kata Bram meledek ku..
Aku melihat Bram dan sedikit melotot ke arahnya.
Sekarang aku berjalan menuju mobil pun harus terlihat sangat anggun, karena Bram takut ada kolega dari Alvin yang melihat, dan benar sandiwaraku di mulai sejak aku keluar dari pintu gerbang tadi dan jika kalian tahu, bram benar benar seperti supir pribadiku,berjalan di samoingku dengan membawakan seluruh barang belanjaanku dan itu sangatlah menggelikan..
Pukul 15.00 aku sampai di cafe tempat aku dan Ellen berjanji bertemu, dan dari jauh aku sudah melihat mobil Ellen sudah terparkir rapi di jejeran mobil mobil yang juga di cafe tersebut..
Jujur aku gugup, bagaimana tidak.. Pasti Ellen akan sangat terkejut dengan segala perubahanku, dia pasti akan mengejarku dengan beribu pertanyaan, akan mendesak ku dengan segala jawaban.. Dan aku bingung harus bagaimana,.. Mana Bram akan selalu di sampingmu terus, hingga tidak mungkin aku akan memberi tahu Ellen dengan semua itu..
"Ayo.. " Kata Bram mengajakku masuk..
"Em.. " Jawabku sambil berjalan perlahan masuk ke dalam cafe..
Begitu aku masuk ke dalam cafe tersebut, semua laki laki sontak melihatku , mata mereka terpesona melihatku, mereka berbisisk bisik saat aku berjalan melewati mereka..
"Wow.. Dia cantik sekali. " Kata salah satu pengunjung yang terdengar lirih di telingaku..
Dan itu membuatku sedikit tersenyum..
Namun aku pura pura tidak mendengarnya dan tetap berjalan anggun dan mencari Ellen berada.. Dan
DEG..
aku melihat punggung Ellen yang duduk membelakangi di tempatku masuk..
Aku berhenti sejenak, menghela nafas panjangku..
Hufff trf.....
"Beb.. " Panggil ku lirih..
Dia pun lalu menoleh dan benar dugaanku..
Sontak dia berdiri terpaku melihatku, dia melihatku dengan entah apa yang dia fikirkan di otaknya, namun mulutnya menganga saat melihatku..
"Beb.. " Ucapku lagi..
Dia perlahan berjalan ke arahku dan memegang tanganku dan
PLAK..
"Beb.. Apa yang kamu lakukan!! " Dia memukulkan telapak tanganku ke arah wajahnya..
"Benar kamu ayu? "
"Benar beb. " Kataku sambil memegang pipinya yang nampak memerah karena ulahnya tadi..
"Sakitkah?? "Kataku dengan terus membelai wajahnya..
" Ini benar ayu? "
"Benar beb.. Aku ayu gedhis prameswari.. "
Tiba tiba dia memelukku..
"Ya Tuhan, baru 3hari kamu tidak bertemu deganku, kenapa kamu bisa berubah menjadi wanita kaya raya seperti ini"
Dia memelukku erat, dan akupun juga memeluk erat tubuh sahabat terbaik ku itu..
"Apa kamu kembali pada ayahmu hingga kami bisa berubah drastis seperti ini" Kata Ellen sambil terus memandangku..
Kami sekarang sudah duduk berdua saling berhadapan, dan Ellen dari tadi tidak berhenti memandangku.. Dan itu membuatku sangat malu..
"Tidak " Jawabku singkat..
"Lalu? "
"Maaf, aku tidak bisa memberi tahumu " Kataku sambil melirik ke arah Bram yng duduk di kursi sebrang meja kami..
"Apa kamu menjadi pelacur? "
"Beb!! " Bentakku..
"Lalu?? Apa yang bisa merubah hidupmu se ekstrim ini hanya dalam kurun waktu 3hari?? "
"Maaf.. Waktunya kamu pulang.. " Kata Bram yang tiba tiba menarik paksa tanganku..
"Hai.. Siapa kamu!! Lepaskan temanku..! " Bentak Ellen pada Bram..
"Sudah beb, dia adalah pengawal calon suamiku. "
"Whatt... Calon suami!!siapa suamimu? "
"Maaf, nanti akan aku berita tahu jika sudah waktunya.. "
"Ayu!!! " Bentak Ellen..
"Maaf" Kataku sambil pergi meninggalkan Ellen dengan seribu pertanyaan...
"Beb.. Percaya padaku, aku pamit.. " Katalu sambil berjalan menjauhi dia...
"Maafkan aku.. Kamu akan tahu di saat waktu yang tepat.. " Gerutu ku dalam hati dengan segala berat hati meninggalkan sahabatku Ellen...