Adinda Meryana bisa di panggil Dinda, dia gadis yang cantik, manja, dan memiliki sifat yang baik dan ramah tapi ia tidak mudah di tindas dan sangat berani. Adinda berusia 22 tahun. Dinda terpaksa menerima perjodohan dengan Aditya Putra, laki-laki yang berusia 28, yang bersifat sangat Dingin dan Arogan. Dan karna sifat Adinda.. Adinda berhasil membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
Aditya berpropesi sebagai chef di Restaurant miliknya dan juga Adinda yang menjadi Asistennya dan tidak mengetahui bahwa suaminya pemilik Restauran tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade mariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 28
Setelah mendengar bahwa dirinya diterima menjadi asisten pribadi suaminya, Adinda tidak tahu bahwa ia harus merasa senang atau tidak. Yang jelas Adinda sangat menginginkan dirinya menjadi chef mau seperti apapun caranya. Tapi Adinda merasa tidak enak hati karna mendengar bisik-bisik orang-orang membicarakannya dengan tatapan iri.
"Lihat, dengan gampangnya dia diterima menjadi asisten oleh Chef Aditya. Jangan-jangan dia sengaja menggoda Chef Aditya supaya dengan gampangnya dia diterima kerja disini." bisik seseorang yang terdengar oleh Adinda.
"Iya. Dasar wanita jalang.. liat saja penampilannya, siapapun pasti tidak akan menolak godaannya, termasuk Chef Aditya." Kata salah seorang yang menatap Adinda dari atas sampai bawah.
"Ish.. jahat banget mereka, bisa-bisanya mereka membicarakan gue yang enggak-enggak, lagian gue juga gak mau kali jadi asisten si manusia dingin itu." Batin Adinda tidak terima karna mendengar orang-orang membicarakannya.
"Gue harus melonaknya, walaupun ini kesempatan gue. Tapi gue gak mau dengan cara kaya gini, apalagi orang-orang mempitnah gue yang enggak-enggak. Oke Adinda, loe harus menolaknya." Tekad Adinda menatap Aditya intens yang berada di hadapannya.
"Maaf Chef. Saya tidak bis--"
"Saya tidak ingin mendengar apapun alasan kamu, dan mulai besok..!" Aditya lalu mendekati Adinda dengan coolnya hingga ia berhenti setelah jarak di antara mereka sangat dekat . "Kamu tidak boleh terlambat." Ujar Aditya sambil mengedipkan matanya sebelah, yang siapapun pasti akan meleleh melihatnya tapi hanya Adinda yang mengetahui tingkah suaminya.
"Cihhh.. bisa-bisanya dia, dasar suami tidak tahu malu." Adinda merasa salah tingkah dengan kedipan mata Aditya, ia menjadi lupa bahwa ia harus mengutarakan penolakannya, karna Aditya.
Aditya lalu berlalu meninggalkan Adinda yang mematung menatap kepergiannya, dan langsung di ikuti oke Chef Raya dan Chef Rangga.
"Astagaaa.. Adinda loe kan ingin menonaknya, kenapa bisa kamu melupakannya, dan dia ma*l***ah pergi begitu saja tanpa mendengar alasan gue dulu. Ishh.. kesell banget" Adinda menggerutu di dalam hatinya, karna ia merasa sedikit kesal dengan kelakuan suaminya.
"Hemmm.. menarik juga tuan, seleranya luar biasa. Bahkan tuan langsung menerimanya menjadi Asintennya, dan ini sangat jarang bahkan tidak pernah saya mendengarnya." Batin Dimas yang melihat Adinda dengan heran tidak percaya dengan perlakuan Tuannya terhadap Adinda.
Dan tiba-tiba.
"Oke harap semuanya tenang dulu." Ucap Dimas yang membuat ruangan itu kembali hening.
"Yang sudah lolos bekerja, silahkan maju kedepa..!"
Lalu Stefani dan kedua pemenang lainnya maju ke depan dan mensejajarkan barisannya dengan Adinda.
"Selamat buat kalian yang sudah lolos bekerja disini, dan besok kalian mulai bekerja, dan ingat. Kalian harus mengikut peraturan-peraturan di Restauran ini dengan baik dan benar." Tutur Dimas yang di jawab kompak dan semangat kecuali Adinda, ia hanya menanggapinya dengan lemas, karna Adinda mau gak mau harus menerimanya.
"Dan buat kalian yang belum lolos bekerja disini, saya mohon jangan berkecil hati. Kalian harus tetap semangat walau disini bukan jalan kalian untuk mendapat pekerjaan. Saya yakin di luar sama masih banyak Restauran-restauran yang membutuhkan kalian." Lanjut Dimas memberi sedikit semangat.
Lalu Dimas pergi setelah selesai dengan pengumumannya, dan langsung di ikuti oleh semua orang yang berada di ruangan itu.
Setelah berada di luar, Stefani menghampiri Adinda yang sedang berjalan.
"Heyyy..."
"Agtaga... kamu mengagetkanku saja." Ujar Adinda yang merasa terkejut dengan teriakan Stefani.
"Hehe.. Maaf" Jawab stefani dengan senyum mengembang. "Lagian kamu kenapa lemes banget..! Seharusnya kamu itu senang karna.. Chef Aditya yang sangat tampan itu menerima mu menjadi Asintennya. Kamu bener-bener beruntung" Lanjut Stefani sambil membayangkan ketampanan Aditya.
"Idihh.. biasa aja ahh, malah tadi itu gue ingin melonaknya." Sahut Adinda entang.
"Whattt... loe mau menolaknya..?" Teriak Stefani dengan suara cemprengnya yang membuat Adinda langsung menutup kedua telinganya.
"Astagaa.. biasa aja kali, gak usah teriak teriak gitu.. berisik tau."
"Iya, maaf-maaf. Lagian gue syok banget denger loe mau melonaknya. Kalo gue jadi loe, gue gak bakal nolak dan gue bakal jungkir balik saking senengnya mendengar gue menjadi asisten Chef tertampan di seluruh dunia." Ujar Stefani sambil menghayal membayangkan dirinya menjadi Adinda.
Adinda yang melihat tingkah Stefani merasa sangat lucu.
"Haha lebay banget loe." Jawab Adinda sambil menoyor pipi Stefani yang sedang menghayal sontak membuat Stefani kembali tersadar dengan ke haluannya.
Walaupun Adinda dan Stefani baru saling mengenal tapi mereka nampak sangat akrab, Adinda sangat senang ia mempunyai teman baru seperti Stefani yang sangat ceria dan lucu bisa membuatnya tertawa senang.
Mereka lalu berbicang sambil berjalan, dan tak terasa mereka sudah berada di parkiran.
"Dimana mobil loe..! Ucap Stefani.
"Gue kesini naik taxi.."
"Owhh.. yaudah pulang bareng gue aja, gue anterin.. sampe dapur rumah loe. Ayok.." Ajak Stefani.
"Gak usah Stefani, gue mau naik taxi aja.. gue gak mau ngerepotin loe."Jawa Adinda yang merasa tidak enak.
"Gak repot kok, pokonya gue akan anterin loe.." Stefani lalu menyeret tangan Adinda menuju ke mobilnya, Adinda hanya pasrah dengan perlakuan Stefani.
Stefani lalu langsung mengemudikan mobilnya bersama Adinda yang berada di sampingnya, lalu mereka melanjutkan perbincangannya dengan.
Like Like like😊