NovelToon NovelToon
Sugar Duda Terjerat Cinta

Sugar Duda Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Jenna tak sengaja menyelamatkan seorang bocah kecil yang terkurung bersamanya di gudang bar. Tak disangka, bocah itu merupakan anak kesayangan seorang duda berpengaruh.

Sebelumnya, Jenna tersisih dari keluarganya. Kakaknya bahkan membuat kedua orang tua mereka berbalik memusuhinya. Sementara itu, pria yang dulu ia cintai justru berpihak kepada sang kakak.

Kali ini, Jenna tidak berniat mengalah. Ia ingin membalas semua yang telah dialaminya sekaligus mengejar kembali mimpinya menjadi aktris terkenal. Namun, setiap langkahnya selalu dihadang berbagai rencana licik dari kakaknya yang terus berusaha menjatuhkannya.

Saat Jenna perlahan membantu anak sang duda membuka diri dari trauma, pria itu mulai memperhatikannya dengan cara yang berbeda.

Akankah ia jatuh cinta pada Jenna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga

“Hei, bangun … Di sini dingin, nanti kamu masuk angin.”

Jenna tersentak bangun dari mimpinya. Pandangannya masih kabur ketika ia bertemu dengan mata perawat yang menatapnya penuh perhatian.

Seketika wajahnya memerah. Ia buru-buru menghindari tatapan perawat itu dengan malu.

Sial.

Meski kejadian mabuk di malam itu sudah lama berlalu, malam panas yang ia alami bersama Zergan tetap muncul dalam mimpinya dari waktu ke waktu.

Untung saja saat itu ia mabuk sampai tak sadarkan diri, jadi ingatannya tentang malam itu tidak terlalu jelas. Kalau tidak, ia benar-benar tak tahu bagaimana harus menghadapi Zergan.

Melihat ia akhirnya bangun, perawat itu menyerahkan beberapa lembar kertas.

“Kamu lupa ambil hasil pemeriksaan kehamilanmu. Dokter Richard minta kamu datang lagi minggu depan.”

Jenna menerima laporan itu. Ia tersenyum manis, lalu dengan hati-hati memasukkan kertas-kertas tersebut ke dalam tasnya.

Zergan masih mengambil study di luar negeri. Ia akan pulang malam ini. Memikirkan pertemuan mereka nanti malam, tanpa sadar Jenna menjadi tegang.

Karena dulu tempat tinggal Zergan sangatlah terpencil, baru ketika kandungannya lebih dari tujuh bulan ia akhirnya berhasil menghubunginya.

Saat teringat ekspresi terkejut Zergan ketika mengetahui ia hamil, Jenna merasa sedikit gelisah. Mungkin karena ia sedang hamil dan jadi lebih sensitif. Ia merasa Zergan tidak terlihat sebahagia dirinya.

Dokter pernah menenangkannya dengan mengatakan bahwa kebanyakan pria memang seperti itu saat pertama kali akan menjadi ayah. Mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Tapi … Masa iya, bahkan soal pernikahan pun dia yang harus lebih dulu membicarakannya?

Matahari bersinar terik ketika Jenna keluar dari rumah sakit.

Ia menopang pinggangnya yang pegal. Saat hendak melambaikan tangan untuk memanggil taksi, sebuah mobil sport merah tiba-tiba melaju kencang ke arahnya. Jantung Jenna pun berdebar keras. Ia mundur beberapa langkah.

Terdengar suara rem berdecit tajam. Mobil sport merah itu berhenti mendadak, nyaris menyentuh ujung pakaiannya. Jantung Jenna hampir berhenti berdetak.

Setelah akhirnya berdiri tegak kembali, ia melihat seorang wanita keluar dari mobil. Wanita itu mengenakan gaun merah ketat yang membalut tubuhnya. Rambut bergelombangnya dikibaskan dengan angkuh.

“Maoy, kamu udah gila?”

Maoy menatapnya sambil tertawa. Dengan tangan terlipat di dada, ia berjalan seperti model di atas catwalk, langkahnya berayun santai sampai akhirnya berdiri tepat di depan Jenna.

Dengan sepatu hak tingginya, ia memandang rendah perut besar Jenna dengan angkuh. “Kenapa? kamu takut aku bakal bunuh anak haram di perut kamu?”

Secara refleks Jenna melindungi perutnya. Ia mundur satu langkah dan menatap Maoy dengan waspada. “Maoy! Jangan keterlaluan!”

Maoy selalu bermusuhan dengannya, tapi Jenna tidak pernah menyangka wanita itu bisa mengatakan hal sekejam itu.

“Keterlaluan?” Maoy mencibir. “Yang keterlaluan itu kamu! Mabuk terus ... Sampai-sampai tidur sama cowok liar entah dari mana sampai hamil, habis itu malah mau maksa Zergan jadi ayahnya. Tsk tsk … Jenna, kamu bener-bener gak tahu malu.”

Jenna membeku. “Apa sih yang kamu omongin?”

“Jangan bilang kamu benar-benar percaya kalau cowok yang tidur sama kamu malam itu si Zergan?” Maoy tertawa sebelum menyandarkan tubuhnya ke mobil. “Setiap hari kamu bilang kamu sama Zergan tumbuh bareng sejak kecil, katanya cinta masa kecil. Tapi bahkan bentuk tubuh dia aja kamu gak tahu?”

Wajah Jenna semakin pucat.

Padahal ia berdiri di bawah matahari yang menyengat, tetapi seluruh tubuhnya terasa dingin.

Pria malam itu…

Ia selalu mengira kalau Zergan hanya menjadi jauh lebih berotot setelah dewasa. Namun setelah diingatkan dengan nada penuh kebencian oleh Maoy, Jenna tiba-tiba teringat sesuatu.

Selain postur tubuhnya, pria pada malam itu memang sangat berbeda dari Zergan.

“Aku bakal ngomong terus terang sama kamu, ya! Malam itu kamu minum anggur yang udah aku campur sedikit obat. Terus, karena aku baik hati, aku bahkan nyiapin dua cowok kekar buat kamu, supaya kamu bisa puas. Siapa sangka kamu malah sebego itu? Kamu malah masuk ke kamar cowok liar entah dari mana, dan bahkan tanpa malu .…” Nada suara Maoy penuh jijik. “Zergan itu terlalu baik. Dia takut kamu gak sanggup nerima kenyataannya, jadi dia bilang kalau malam itu orangnya dia!”

“Kamu .…” Tubuh Jenna gemetar karena marah. Mendengar sampai di situ, ia tak bisa menahan diri lagi dan langsung mencengkeram pergelangan tangan Maoy. “Kenapa kamu ngelakuin itu ke aku? Kenapa? Apa kamu belum cukup nyakitin aku?”

Awalnya Maoy mengerutkan alis dengan kesal dan hendak mendorong Jenna. Namun saat matanya menangkap sosok Zergan yang berdiri di belakang Jenna, ekspresinya langsung berubah.

Suaranya melembut, wajahnya tampak rapuh dan menyedihkan.

“Kak, aku tahu aku salah. Kalau kamu mau mukul atau marahin seseorang, pukul aja aku. Jangan nyalahin Zergan!”

Jenna terpaku. Detik berikutnya, ia melihat Maoy tiba-tiba jatuh ke tanah. Posisi tubuhnya seolah-olah baru saja didorong.

“Jenna! Apa yang kamu lakuin!”

Sebuah suara marah terdengar dari belakang. Jenna menoleh kaget dan melihat Zergan berdiri di sana dengan wajah dingin.

Zergan melewati Jenna tanpa menatapnya, lalu membantu Maoy berdiri.

“Maoy, kamu gak apa-apa?”

Tubuh Maoy hampir sepenuhnya bersandar pada Zergan.

“Zergan, aku gak sengaja. Aku tahu aku salah… aku yang harus minta maaf sama kakakku karena semua ini terjadi—”

“Udah cukup. Biar aku yang beresin semuanya.” Zergan menepuk bahu Maoy, lalu membiarkannya masuk ke mobil. “Aku bakal jelasin semuanya ke Jenna.”

Pikiran Jenna kosong.

Ia melihat Zergan berjalan ke arahnya. Ia melihat bibir pria itu bergerak membuka dan menutup.

Zergan berbicara lama sekali. Ia menceritakan masa kecil mereka sebagai teman sejak kecil. Ia bercerita tentang pergulatan batinnya saat jatuh cinta pada Maoy. Ia mengaku marah ketika mengetahui Maoy telah menjebak Jenna. Ia juga mengatakan betapa terkejut dan bersalahnya dirinya saat tahu Jenna hamil. Ia bahkan mengatakan bahwa ia telah menerima permintaan maaf Maoy.

Pada akhirnya, ia berkata pelan, “Jenna, maaf. aku gak bisa nikahin kamu. Bukan karena kejadian malam itu atau anak ini. Tapi karena aku gak bisa ngecewain Maoy … dan aku juga gak mau bohong sama perasaan aku sendiri.”

Selama beberapa bulan terakhir, ia membawa Maoy tinggal bersamanya di luar negeri. Hidup bersama setiap hari membuat mereka semakin sulit berpisah.

Meski demi menenangkan Jenna, ia pernah mengaku bahwa pria pada malam itu adalah dirinya, padahal ia sendiri tidak tahu siapa sebenarnya pria itu. Sebenarnya di dalam hatinya ia sudah memilih Maoy.

Karena itu, setelah mengetahui Jenna hamil, ia tak sanggup lagi menyembunyikan semuanya. Ia langsung pergi ke keluarga Adiputra untuk menjelaskan semuanya kepada orang tua mereka dan berpura-pura kepada Jenna.

“Jadi… Zergan…” Jenna akhirnya bisa berbicara. Ia menatap pria di depannya dengan mata kosong, seolah jiwanya sudah terlepas dari tubuhnya. “Dari awal kamu udah tahu kalau Maoy yang ngasih aku obat buat ngerusak hidup aku? Dan demi ngelindungin dia, kamu bilang kalau malam itu orangnya kamu?”

“Jenna, Maoy gak sengaja. Dia masih muda, cuma terlalu ceroboh .…”

“Terus aku?” Jenna menatapnya, wajahnya penuh keputusasaan. “Kamu pernah mikirin aku? Sedikit aja?”

Zergan tidak menjawab. Setelah lama terdiam, ia mengulurkan tangan.

“Di sini terlalu panas. Kita pulang dulu…”

“Jangan sentuh aku!” Jenna menepis tangannya, lalu tiba-tiba tertawa keras.

Sepanjang hidupnya, Jenna merasa hidupnya seperti lelucon. Agar bisa tinggal di kota yang sama dengan Zergan, ia belajar mati-matian sampai berhasil masuk Universitas.

Agar bisa menyenangkan Zergan, ia bahkan menyerah pada impiannya menjadi aktris.

Agar terlihat sepadan dengan latar belakang keluarga Zergan, ia meninggalkan orang tua angkatnya dan kembali ke keluarga Adiputra, berusaha canggung untuk menyenangkan para anggota keluarga bangsawan itu.

Namun pada akhirnya, balasan yang ia dapatkan hanya satu kalimat. “Aku gak bisa mengecewakan Maoy.”

Maoy telah merebut identitasnya. Merebut orang tua kandungnya.

Dan sekarang…

Bahkan merebut pria yang ia cintai.

Maoy masih muda, jadi kesalahannya bisa dimaafkan?

Kalau begitu…

Siapa yang akan bertanggung jawab atas hidupnya?

Ia bahkan tidak tahu siapa sosok pria malam itu.

Jenna menutupi wajahnya. Tubuhnya gemetar hebat. Ia sudah jatuh ke jurang keputusasaan.

Zergan melihat Jenna berjalan ke arah jalan raya dengan tatapan kosong seperti orang yang kehilangan jiwa. Ia melempar rokok yang dipegangnya dan hendak mengejarnya.

Namun Maoy tiba-tiba menarik lengan bajunya dari belakang. “Zergan, kamu mau ke mana?”

Zergan ragu sejenak.

Pada saat itulah terdengar suara benturan keras.

Jenna yang sedang berjalan di zebra cross terpental ke udara, lalu jatuh menghantam tanah dengan keras.

“Tolong! Tolong! Ada ibu-ibu hamil ketabrak!”

Dalam cahaya yang menyilaukan, Jenna melihat bayangan orang-orang yang berlarian. Ia juga melihat dua wajah yang membuatnya muak.

Perutnya terasa sakit luar biasa, kram yang membuat kesadarannya perlahan menghilang.

Ia hanya sempat berkedip sekali.

Darah segar dari dahinya mengalir ke matanya.

Dunia perlahan tenggelam dalam kegelapan.

1
tutiana
menarik
Piw Piw: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!