NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:464.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayangnya Mas Danua

​"Jangan diganti, Sekar!"

Sebuah suara bariton yang berat dan tenang terdengar dari arah pintu. Danu berdiri di sana, masih mengenakan kemeja kerjanya yang lengannya dilipat hingga siku. Ia rupanya baru saja pulang untuk makan siang dan mendengar keributan itu.

​Pandangan Danu langsung tertuju pada Sekar. Selama beberapa detik, Danu terdiam, matanya menatap lekat penampilan istrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ada kilatan kekaguman yang sangat nyata di mata pria tampan itu. Sebuah tatapan yang membuat jantung Sekar seolah berhenti berdetak.

​"Danu! Lihat adikmu, dia mengajarkan hal-hal yang tidak benar pada istrimu" Adu Bu Subroto.

​Danu tidak menghiraukan ibunya. Ia melangkah mendekat ke arah Sekar, mengabaikan ketegangan di ruangan itu. Ia berdiri tepat di depan istrinya, membuat Sekar yang sedang menunduk terpaksa mendongak menatap suaminya.

​"Kamu cantik, Sekar" Ucap Danu dengan nada suara yang sangat dalam dan tulus. Ia mengulurkan tangannya, mengusap pipi Sekar yang masih terlihat pucat, bahkan warna merah muda dari blush on yang dioleskan Riana di sana tak bisa menutupi wajah Sekar yang pucat.

"Pakaian ini cocok untukmu. Jangan dilepas!"

​"Tapi Mas, Ibu bilang..."

​"Mas yang menentukan apa yang pantas dan tidak pantas di rumah ini, bukan orang lain!"

Danu menoleh ke arah ibunya dengan tatapan yang sangat tegas, sebuah wibawa yang tidak bisa dibantah.

"Ibu, tolong berhenti menekan Sekar. Dia sedang hamil, dan dia adalah istriku. Jika Ibu tidak bisa menghormatinya, setidaknya hargailah keputusanku!"

​Bu Subroto terperangah. Ia tidak menyangka putranya akan membelanya secara terang-terangan di depan adiknya. Dengan wajah merah padam karena kesal, Bu Subroto keluar dari kamar sambil menghentakkan kaki.

​Riana menghela napas lega dan tersenyum lebar.

"Wah, Mas Danu keren banget! Benar kan kataku, Mbak? Mas Danu itu pelindung nomor satu!"

"Terima kasih sudah menjaga Mbakmu, Riana" Tatapan Danu tak lepas dari Sekar.

"Tentu saja aku akan menjaganya Mas. Aku tidak mau Ibu menindas Mbak Sekar lagi!" Riana memang berada di pihak Kakak iparnya garis keras.

"Oh ya, gimana Mas? Mas lebih suka Mbak Sekar dandan kaya gini kan?"

Sekar kembali menunduk saat Danu otomatis memeriksa penampilannya.

"Mas suka istri Mas berdandan yang menurutnya nyaman. Tapi kalau ini bisa membuatnya percaya diri, Mas lebih suka" Jawab Danu membuat Sekar kembali mengangkat wajahnya.

"Anjaayyyy, jadi cantik nggak nih istrinya sekarang?" Goda Riana.

"Cantik"

Blushhh...

Wajah Sekar memerah seketika, wajah pucat saat dihina Bu Subroto tadi langsung tergantikan dengan rona alami wajah dari wajah cantiknya.

"Ciieeee... Sekarang bisa dong panggil sayang gitu, bukan cuma nama doang?" Riana sepertinya sangat puas menggoda kedua orang dihadapannya.

Wajah Sekar semakin memerah, benar-benar terlihat merah padam saat ini.

"Boleh" Jawab Danu membuat Sekar ingin pingsan rasanya.

"Astaga astaga, gini amat jadi toping bumi ya?" Riana mengusap dadanya, seolah prihatin dengan nasibnya sendiri.

"Sudah sana, sebaiknya kamu turun. Mbok Sum sudah menyiapkan makan siang!"

"Iya-iya Mas. Pasti mau kangen-kangenan dulu sama sayangnya ya sebelum makan siang?" Imbuh Riana sebelum keluar dari kamar Kakaknya.

​Setelah Riana pergi, menyisakan mereka berdua di kamar, Danu kembali menatap Sekar. Ia menarik Sekar ke dalam pelukannya, mendekap kepala istrinya di dadanya yang bidang. Sekar bisa mendengar detak jantung Danu yang stabil dan kuat.

​"Mas senang kamu nggak nangis lagi karena ucapan Ibu. Kamu mulai kuat ternyata" Bisik Danu di rambut Sekar.

"Mas memang suka kamu apa adanya, tapi Mas juga suka melihatmu berdandan seperti ini. Itu artinya kamu mulai peduli pada dirimu sendiri. Kamu adalah istri Danu Subroto, ingat itu. Kamu layak mendapatkan yang terbaik!"

​Sekar memejamkan mata, memeluk pinggang Danu dengan erat. Ia merasa sangat beruntung. Di balik sifatnya yang kaku dan dingin, Danu adalah pria yang luar biasa bertanggung jawab. Kekaguman Sekar pada sosok pria yang ia peluk ini semakin dalam. Danu bukan hanya memberinya rumah, tapi juga memberinya harga diri yang selama ini diinjak-injak oleh dunia.

​"Sayang..."

Deg...

Sekar membeku, darahnya seperti berhenti mengalir ke seluruh tubuhnya karena panggilan Danu yang benar-bener berubah untuknya. Dia kira Danu hanya mengiyakan permintaan Riana tadi.

"Ayo turun, Mas lapar!"

Ajakan Danu sepertinya tidak didengarkan oleh Sekar. Buktinya dia masih terdiam dengan pandangan mata kosong.

"Sayang?" Tangan Danu yang menyisipkan anak rambut di belakang telinga Sekar membuat Sekar tersadar.

"I-iya Mas?"

"Ayo turun, Mas sudah lapar!" Ajak Danu lagi.

"Iya Mas. Maaf Sekar nggak denger" Sekar benar-benar malu.

Danu hanya menanggapi kegugupan Sekar itu dengan senyum tipisnya saja.

Mereka pun akhirnya turun, menyusul Riana yang sudah berada di meja makan. Danu senantiasa menggenggam tangan kecil Sekar dengan erat. Seolah memamerkan pada Ibunya jika dia tidak ingin Sekar diganggu lagi oleh Ibunya itu.

"Huhhh" Bu Subroto mendengus kesal sembari memalingkan wajahnya karena muak melihat kemesraan Danu dan Sekar yang semakin menjadi setiap harinya.

"Alah alah, kok bisa ya? Masku diam-diam manis giniiiiiiii...." Riana bernyanyi dengan keras menggoda Kakaknya dengan lagu yang sering terdengar di telinga semua orang akhir-akhir ini.

"Aduh duh duh duh, kok bisa yang..."

"Diam!" Bu Subroto mendelik hingga membuat Riana menghentikan nyanyiannya seketika. Namun dia tetap cekikikan karena puas menggoda Kakaknya.

Sekar mulai mengambilkan nasi untuk Danu serta lauk pauknya. Mencoba mengabaikan tatapan Bu Subroto yang terus mengawasinya.

"Segini cukup Mas?"

"Cukup sayang!"

Wajah Sekar kembali memerah, tangannya bahkan bergetar karena panggilan sayang Danu di meja makan.

"Aduh aduh, jantungku nggak aman ini!" Riana memegang dadanya memberikan reaksi yang berlebihan.

"Jangan lebay kamu!" Sinis Bu Subroto pada putrinya.

"Alah, bilang aja Ibu tidak suka melihat Mas Danu semakin sayang sama Mbak Sekar kan?"

"Dih sok tau!" Sinis Bu Subroto lagi sembari memalingkan wajahnya. Dia saat ini tidak berani menyinggung Danu setelah kejadian di kamar tadi.

"Kenapa sedikit sekali? Kamu nggak suka lauknya?" Danu mengomentari nasi dan lauk di piring Sekar yang hanya dia suap saja baginya.

Pertanyaan Danu membuat Riana dan Bu Subroto melihat ke arah Sekar.

"E-enggak kok Mas. Sekar cuma..." Sekar terlihat takut-takut menjawab Danu apalagi sekarang tatapan mata semua orang tertuju padanya.

"Cuma apa sayang? Kamu mau makan sesuatu?" Desak Danu dengan panggilan baru untuk ke tiga kalinya.

"Sekar mau..."

1
Hanima
😍😍
Popo Hanipo
kandani to riiiii riii nggak mungkin mas babas mau nikahin kamu kalo nggak cinta ,,,,ya kali dia bilang cinta sama kamu secara kamu itu majikannya apa lagi kalo ketemu kyak orang ngajak brantem makanya dia suka bilang jangan sok tau 🤣🤣🤣
Yhenny Pudji
jwb balik riana
mas danu sok tahu🤣
gondokkk banget rasanya dkatain orang sok tahu
Nureliya Yajid
lanjut thor
Maharani Rani
lanjuttt😍😍🤣🤣🤣🤣
Agnezz
tapi kalo ibunya Dewi sudah sekarat sebelum wafat minta Ibas menikahi Dewi trus gimana? Apa Ibas tetap bisa menolak permintaan orang yg mau MD? Bisa runyam ini.
Herman Lim
nah Lo nah Lo Riana terkejut kan klo tau Ibas cinta kamu dari dl disuka curi² pandang padamu buka sekat 🤣🤣
mmh nengmuti
typo danu
Endang Sulistiyowati
segalanya harus jelas, bangun komunikasi yg baik supaya ga salah paham atau saling berasumsi sendiri.
dyah EkaPratiwi
nah kan kamu salah paham riana
E Putra
lha dalah tenan to... sampai jumpa besok ri😍
Esther
Danu tahu segalanya Ri.
Ibas pasti sudah cerita ke Danu.
Kagetkan kalau Ibas dari dulu cinta sama kamu
Test Baru
lanjut lagi thor
Test Baru
lanjut lagi thor
Linda Gunawan
Tuh kan.. oalah Ri Ri sejak awal kamu udah salah prasangka. Bukan Sekar atau Dewi, tapi kamu, nona muda Subroto😍
Alyka Raveena
udah gak usah ngambekan LG ri,,sana samperin suami mu peluk dia,kokop dia
daripada keburu aku kokop duluan🤭🤣🤣
santi.santi: heeehhhh🫣
total 2 replies
Ningsih Nengnong
lha dala,,, yo to. riii,, kamu ki salah paham. mungkin Ibas dulu sering melihat sekar ki berharap suatu saat nanti ketika takdir menjadikan kalian suami istri kamu bisa memiliki sikap yang sama kayak sekar tapi versi dirimu. ini hanya asumsiku sih. dia sudah mencintai mu dari dulu. tapi kamu menganggap mas Ibas memandang sekar terus apalagi kamu dengar desas desus dari pegawai toko. tanpa tahu faktanya
Dew666
👑👑👑
Agnezz
Tapi.Danu kok bisa tau kalo Ibas mencintai Riana? Apa Ibas pernah ngomong? seingatku di bab terdahulu Danu cuma tanya apa Ibas punya kekasih atau calon istri. Ibas cuma jawab belum krn dia memikirkan Ibunya, Ibas masih ingin hidup berdua dengan ibunya dan merawatnya.
Agnezz: kita ikutan ngarang cerita🤣 sepanjang cerita ini aku justru nangkepnya Danu yg menjodoh2kan Riana dengan Ibas. Ingat waktu liburan dipantai Riana dibiarkan berduaan dengan Ibas sedang Danu sendiri sibuk bermesraan dengan Sekar.
total 2 replies
ahs@
Dewi juga mungkin sengaja' tidak memberi tahu ibuknya, bahwasanya Ibas telah kenikah🤭
Agnezz: kayaknya begitu belagak pilon.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!