Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Arum yang melihat kedua orang itu sedang melakukan hubungan terlarang di kantor nya, seketika menjadi geram.
"Kurang ajar, berani nya kalian membuat kotor kantor saya dengan perbuatan terkutuk kalian!" Guman Arum dengan geram sambil menutup laptop nya.
Arum ingin sekali memberi pelajaran pada kedua manusia tidak tahu diri itu, tapi ini belum waktu nya. Jika waktu nya sudah tiba, Arum pastikan Dani dan Mela akan di keluar kan dari kantor karena sudah melanggar kode etik dan peraturan kantor nya.
Arum meraih ponsel nya, dan dia menelepon seseorang. Dia meminta agar Dani datang ke ruangan nya sekarang juga.
"Panggil Dani dan minta dia datang ke ruangan ku sekarang juga!" Perintah Arum, lalu setelah itu dia pun meletakkan kembali ponsel nya di atas meja.
Arum menunggu Dani di ruangan nya dengan wajah kesal, laporan yang di berikan oleh Dani benar - benar berantakan. Hal itu semakin membuat kemarahan Arum terhadap Dani semakin menjadi.
Sementara itu di ruangan nya, Dani dan Mela bekum mencapai puncak kenikmatan ketiak pintu ruangan nya di ketuk dari luar.
"Tunggu sebentar!" Jawab Dani dari dalam sambil memakai kembali semua pakaian nya.
"Cepat pergi ke kamar mandi dan pakai semua pakaian mu!" Bisik Dani pada Mela sambil memunguti semua pakaian mereka yang masih berserakan di lantai.
"Gangguin aja!" Omel Mela sambil berjalan ke kamar mandi dengan semua pakaian di tangan nya.
Dani yang sudah selesai memakai semua pakaian nya, walaupun belum begitu rapi dan tampak masih berantakan.
"Masuk!" Dani memberi perintah setelah dia duduk kembali di kursi nya.
Seorang laki - laki masuk ke ruangan nya Dani, dia sempat terheran melihat pakaian Dani yang tampak berantakan. Dan tampak sepatu perempuan berada di sudut ruangan nya Dani
"Ada apa?" Tanya Dani ketus karena laki - laki itu sudah menganggu nya.
"Pak Dani di panggil oleh bu Arum ke ruangan nya sekarang juga!" Ujar Laki - laki itu memberi tahu.
"Baik lah, kamu bisa pergi sekarang juga!" Dani mengusir laki - laki itu.
"Saya permisi pak!" Karyawan itu segera pergi meninggal kan ruangan nya Dani.
Setelah memastikan laki - laki itu keluar, Mela pun keluar dari kamar mandi yang ada di ruangan nya Dani. Dia kembali duduk di pangkuan Bayu, Mela ingin meneruskan permainan mereka yang sempat tertunda tadi.
"Jangan sekarang yang, Bu Arum memanggil ku ke ruangan nya sekarang juga!" Dani menghentikan tangan Mela yang sudah mulai bergerilya di dada nya.
"Tapi aku belum puas mas!" Rengek Mela.
"Sama, mas juga! Udah ya, kamu keluar sekarang mas mau ke ruangan nya bu Arum!" Dani mengusir Mela dari hadapan nya.
Dengan kesal Mela pun memakai kembali sepatu nya, dan dia pergi dari ruangan nya Dani sambil menghentak - hentak kan kaki nya.
Dani yang tidak ingin membuang waktu bergegas pergi ke ruangan CEO perusahaan itu, Dani bahkan sampai lupa merapikan kembali kemeja yang dia pakai.
"Selamat sian bu, ibu memanggil saya!" Sapa Dani ketika dia sudah berada di hadapan Arum.
"Duduk!" Perintah Arum dengan tegas.
Melihat penampilan Dani yang berantakan dan mengingat pergulatan antara Dani dan Mela tadi, seketika Arum menjadi jijik. Rasa nya dia ingin muntah di hadapan Dani sekarang juga.
"Ada apa bu?" Tanya Dani ketika dia melihat Arum menutup mulut nya dengab telapak tangan.
Arum lalu mengambil laporan yang tadi di serah kan oleh Dani sebelum makan siang, Arum melempar kan laporan itu di atas meja.
"Lihat lah dengan baik, apa yang kau buat itu!" Bentak Arum sambil menunjuk kan laporan itu.
Dani segera mengambil nya dan membuka nya, di sana dia melihat bahwa semua laporan itu tidak ada yang benar. Semua angka dan kriteria penulisan nya pun semua nya salah.
"Maaf kan saya bu Arum, tadi saya tidak konsentrasi karena saya lapar dan belum sempat sarapan!" Dani memberikan alasan pada Arum.
"Saya tidak bisa menerima alasan apapun, mau bagai mana pun keadaan mu. Aku ingin kau tetap profesional dalam bekerja!" Tekan Arum dengan tegas.
"Maaf kan saya bu Arum, saya akan segera memperbaiki nya!" Dani segera mengambil laporan itu kembali.
"Dani kamu jangan lupa pada perjanjian kerja yang kamu tanda tangani dulu, jika satu saja poin perjanjian itu kamu langgar. Maka kau tahu sendiri kan konsekuensi nya!" Arum mengingat kan Dani.
"Iya,,, iya bu saya ingat!" Jawab Dani gugup.
"Bagus, jika kau sampai melanggar nya maka bersiap lah keluar dari tempat ini tanpa pesangon sepeser pun!" Kembali Arum memperingatkan Dani.
"Saya tahu bahwa tadi pagi kamu terlambat datang ke kantor, jika selanjutnya kamu masih terlambat maka jangan salah kan saya jika kamu akan mendapat kan surat peringatan!" Kembali Arum berkata dengan tegas.
"Baik bu, saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi!" Dani pun pamit dari ruangan bu Arum.
Dani mengangguk kan kepala nya, dia memang tahu apa peraturan di kantor ini. Tidak mengizin kan yang nama nya perselingkuhan, siapa pun yang berani berselingkuh atau pun menjadi selingkuhan maka akan di keluar kan dengan cara tidak hormat dan tanpa pesangon sepeser pun.
Dani berjalan keluar dari ruangan nya Arum, dengan bertanya - tanya di dalam hati.
'Apakah bu Arum tahu bahwa aku sudah punya istri? Tapi seperti nya tidak mungkin, jika bu Arum tahu bahwa aku sudah punya istri sudah pasti dia sudah memecat ku sejak lama!' Batin Dani di dalam hati.
Dani segera kembali ke ruangan nya, dia kembali mengerjakan laporan yang sangat berantakan itu. Dani sendiri melihat nya sampai geleng - geleng kepala.
"Wajar saja bu Arum marah, wong laporan nya saja seperti ini!" Dani menggaruk kepala nya sendiri melihat laporan yang dia buat.
Sementara itu saat ini Arum segera pergi dari kantor, dia sedang memantau persiapan acara pertunangan nya dengan Galih 2 hari lagi. Begitu pun dengan Marsya, dia sibuk membantu persiapan nya.
Tidak lupa Marsya juga mengecek persiapan bahan untuk membuat kue di acara itu, kue yang di jual di toko nya sangat terkenal di kota ini. Sehingga untuk kue dan cemilan nya, Marsya yang menyediakan nya.
"Sya, suami mu benar - benar keterlaluan hari ini!" Arum memberi tahu Marsya.
"Ada apa mbak?" Tanya Marsya heran.
"Kamu lihat sendiri apa yang dia lakukan!" Arum lalu menyerah kan ponsel nya pada Marsya.
Marsya menerima ponsel dari tangan Arum, dan dia melihat sebuah Video yang tadi di rekam oleh Arum melalui kamera pengawas. Suara lenguhan dan desahan itu seketika membuat air mata Marsya mengalir dengan begitu deras.
Dani dan Mela sudah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya di lakukan, walaupun Marsya selama ini di perlakukan dengan tidak baik, tetap saja Marsya tidak bisa menahan kesedihan nya melihat sang suami berbagi keringat dengan wanita lain.