NovelToon NovelToon
Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis / Selingkuh
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Kamu adalah luka paling berdarah dalam hidupku."

Satu hari aku tidak ada untukmu, dan kamu menghukumku dengan keheningan selamanya. Aku mencoba lari, aku mencoba mencintai orang lain, bahkan aku menjadi wanita yang buruk dengan mendua demi melupakan bayangmu. Tapi semua sia-sia. Kamu tetap pergi, dan yang paling menyakitkan... kamu memilih sahabatku untuk menggantikan posisiku.

Dapatkan luka ini sembuh saat penyebabnya kini bahagia dengan orang terdekatku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Aku berjalan keluar kantin dengan langkah ringan, namun perasaanku mendadak terusik oleh sebuah presensi di dekat koridor kelas. Di balik pilar gedung yang tak jauh dari keramaian kantin, aku melihat Bintang berdiri mematung.

Dia tidak sedang bersama teman-temannya. Tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, dan pandangannya tertuju padaku—atau mungkin pada punggung Radit yang baru saja menjauh. Tatapan Bintang tidak tajam seperti Guntur, juga tidak penuh selidik seperti Alan. Matanya hanya menunjukkan keteduhan yang sama seperti saat di taman kemarin, namun kali ini ada sedikit gurat pemikiran yang dalam di sana.

Seberapa lama dia di sana? Apakah dia melihat interaksiku dengan Alan? Atau dia juga menonton saat Radit membayarkan makanku hanya untuk memancing emosi Guntur?

Begitu mata kami bertemu, Bintang tidak membuang muka. Dia hanya memberikan anggukan kecil—sebuah gestur pengakuan yang sangat privat di tengah hiruk-pikuk sekolah. Seolah dia ingin bilang, "Aku lihat semuanya, dan aku tetap di sini."

Aku teringat botol minuman dingin yang dia letakkan di mejaku tadi pagi. Di saat cowok-cowok populer mulai datang mengerumuniku karena drama ini menarik perhatian, Bintang tetap menjadi sosok yang paling tenang. Dia tidak mencoba menjadi pahlawan di depan umum atau memanfaatkan situasiku untuk memuaskan egonya sendiri.

Aku terus berjalan melewatinya. Saat jarak kami hanya tinggal satu langkah, Bintang berbisik sangat pelan, hampir tertutup suara bel masuk yang mulai berdering.

"Hati-hati, Fis. Nggak semua orang yang datang saat badai berlalu itu membawa payung. Beberapa cuma mau lihat pelangi di atas luka kamu."

Kalimat itu membuatku tertegun sejenak. Aku tidak berhenti, tapi kata-katanya bergema di kepalaku. Dia benar. Alan butuh ambisiku, Radit mungkin butuh kepuasan melihat Guntur jatuh, tapi Bintang... apa yang sebenarnya dia inginkan dariku?

Aku mendengar peringatan Bintang, tapi aku tidak menoleh. Kata-katanya tentang "payung" dan "pelangi" terdengar terlalu puitis untuk hatiku yang sudah telanjur mati rasa. Jika dunia ingin melihatku sebagai korban yang harus dilindungi, maka mereka salah besar. Mulai hari ini, aku akan membiarkan siapa pun masuk, bukan karena aku butuh cinta, tapi karena aku butuh pengalihan.

Aku melangkah melewati koridor dengan kepala tegak, membiarkan aroma parfum Radit yang masih tertinggal di ingatanku dan tawaran Alan menjadi senjata baruku. Kalau Guntur bisa bermain di belakangku, dan Fita bisa memanipulasi keadaan seolah aku ini barang yang bisa dititipkan, kenapa aku harus tetap menjadi "Fis yang baik dan setia"?

Jika mereka ingin menjadikanku tontonan, akan kuberi mereka sebuah pertunjukan spektakuler.

Aku merogoh ponsel baru di sakuku, mengetik pesan singkat untuk Alan. “Lan, besok kita latihan debat di kafe depan sekolah aja, biar lebih santai. Gue yang pilih tempatnya.” Tidak butuh waktu lama, Alan membalas dengan emoji jempol.

Lalu, aku teringat Radit. Kapten sepak bola yang berani mempermalukan Guntur di depan umum itu pasti punya motif, tapi aku tidak peduli. Selama dia bisa membuat Guntur merasa kerdil, dia adalah sekutu yang berguna. Aku akan menjadi "penjahat" yang mereka ciptakan sendiri. Biarkan Bintang dengan ketulusannya yang membosankan itu tetap di sudut pilar. Aku sedang tidak butuh payung; aku sedang ingin membakar segalanya.

Saat aku sampai di depan pintu kelas, Guntur sedang berdiri di sana, seolah menungguku dengan wajah yang penuh tuntutan penjelasan. Aku menatapnya tanpa emosi, lalu sengaja mengeluarkan ponsel, memamerkan layar yang sedang menampilkan pesan masuk dari Alan.

"Minggir, Guntur. Lo menghalangi jalan gue," ucapku dingin.

"Fis, sejak kapan kamu jadi murahan begini? Dekat sama Alan, dibayarin sama Radit... kamu sengaja mau manas-manasin aku?" Guntur mendesis, suaranya sarat akan ego yang terluka.

Aku tersenyum tipis, jenis senyum yang belum pernah dia lihat dariku sebelumnya. "Manas-manasin lo? Lo terlalu percaya diri,kak . Gue cuma lagi menikmati hidup yang selama ini gue batasi. Lagipula, bukannya lo suka yang 'ramai-ramai' kayak di Jogja kemarin? Dan sejak kapan Lo banyak bicara kayak gini? hmmm? setahu gue Lo itu irit bicara "

Wajah Guntur memerah padam, tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya. Di belakangnya, aku bisa melihat Fita yang memperhatikanku dengan tatapan benci yang tak lagi ditutupi. Bagus. Inilah yang aku inginkan.

1
Aidil Kenzie Zie
semuanya berebut mau jadi pasangan Afisa
byyyycaaaa: nggak ada yang bisa gantiin posisi guntur 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bisa jadi yang dikatakan Radit bener tentang Arkan Fis
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin temen Afisa yang dulu nyesal termasuk fita. trus Afisa jdian sama bintang
byyyycaaaa: jadi pengacara hebat dulu ,soal jodoh mau kayak in hyuk🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kemana aja lo selama ini Gun jangan ganggu Afisa lagi
palingan dia cemburu dengar cerita dari Radit kalo Afis bersinar di UI dan lagi dekat sama Arkan
nggak usah ditanggapi Fis
Aidil Kenzie Zie
Radit jangan bawa-bawa masa lalu lagi
Aidil Kenzie Zie
si Arkan gercep juga
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
kpn blikan sama bintang
byyyycaaaa: nunggu Bintang jadi dokter di jakarta, tapi si Arkan oke juga kak! 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Guntur mulai muncul kemana aja dari maren?? nggak usah gangguin Afis lagi
Aidil Kenzie Zie
semangat Fis jangan sampai goyah hanya karena notif dari Kaila
Aidil Kenzie Zie
apa temannya si Guntur nggak ada bahas Afis lagi apa gimana
Rea
heran aku sama afisa, kayake tipe pemikir dan baperan, hidup dibuat santai jangan terlalu memikirkan sikap orang lain, bisa masuk RSJ nanti🤭
mbuh
skip
muak Ama afis🤣
byyyycaaaa: si afisa mau guntur 🤣🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Guntur cari penyakit sendiri dia nggak PD berdiri di samping Afisa
moga Afis dapat pendamping yang benar-benar membuat dia bahagia
lupakan Guntur dan segala penyesalan itu Fis
Aidil Kenzie Zie
kok si Fita bisa tau y🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
temannya kok pada ngrasa nggak punya salah sama sekali ke Afisa
main gabung aja orang lagi asik b2
mbuh
bin bin kek g ada cewe lain. pickme
Aidil Kenzie Zie
uwu uwu Guntur belajar ngomong emang selama ini nggak bisa ngomong 🤭🤭🤭 semangat ya belajar ngomongnya biar nggak salah paham lagi 💪💪
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
hafidz sama bintang aja tor jangan sama arkan bikin balikan AFI's sama bintang tor
byyyycaaaa
like dong kak nanti tak kasih momen romantis bintang sama afis🌚
byyyycaaaa
soalnya mau buka hati takut di tinggalin😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!