NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan dari Angga

Dita keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit kepalanya seperti turban, wajahnya ditekuk sedalam mungkin. Ia sudah menyiapkan mental untuk memberikan tatapan paling dingin kepada Arjuna sebagai bentuk protes atas insiden "boneka Pikachu" tadi.

Namun, langkahnya terhenti di tengah kamar. Bau harum nasi goreng mentega dan telur mata sapi yang gurih menyeruak masuk ke indra penciumannya. Di atas meja kecil dekat jendela, sudah tersaji dua piring sarapan lengkap dengan segelas susu cokelat hangat, minuman favorit Dita.

Arjuna berdiri di sana, masih dengan piyamanya, sedang menata sendok dengan tangan kirinya yang sehat. Ia menoleh saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.

"Sudah selesai mandinya? Ayo sarapan dulu, tadi Bibi sudah mengantarkannya ke depan kamar, jadi aku siapkan di sini saja," ucap Arjuna santai, seolah tidak terjadi apa-apa beberapa menit yang lalu.

Dita mendengus pelan, berusaha mempertahankan wajah ketusnya meski perutnya mulai keroncongan. "Bapak tidak perlu repot-repot. Saya bisa ambil sendiri di bawah," sahut Dita ketus sambil berjalan menuju lemari pakaian.

Arjuna terkekeh kecil, suara baritonnya terdengar rendah dan serak khas bangun tidur. "Tidak repot, Dit. Anggap saja ini kompensasi karena pipiku sedikit pegal gara-gara dicubit 'seseorang' semalam."

Dita seketika membeku. Tangannya yang hendak mengambil baju ganti gemetar. Ia menoleh dengan tatapan tajam, meski pipinya mulai memerah lagi. "Bapak sengaja, kan?! Kenapa diam saja saat aku... saat aku begitu? Bapak sengaja menikmati momen itu, ya? Dasar pria tua mesum!"

Arjuna meletakkan gelas susu dengan perlahan, lalu menatap Dita dengan sorot mata yang sulit diartikan, setengah menggoda, setengah tulus.

"Mesum?" Arjuna menaikkan satu alisnya. "Aku hanya tidak tega membangunkan mu yang sepertinya sedang bermimpi indah dengan Pikachu mu itu. Lagipula, bukankah itu tugas seorang suami? Menjadi sandaran yang nyaman untuk istrinya?"

"Hih! Bapak itu benar-benar menyebalkan!" Dita menghentakkan kakinya ke lantai, benar-benar merasa kalah telak dalam perdebatan ini.

"Sudahlah, cepat ganti bajumu lalu makan. Susunya nanti dingin," ujar Arjuna lembut, kali ini tanpa nada menggoda. "Setelah ini, Tante Elsa dan Mimi pasti sudah menunggu kita di bawah. Aku tidak mau mereka curiga karena kita terlalu lama di kamar."

Dita hanya bisa mendengus kasar dan masuk ke balik walk-in closet untuk berganti pakaian. Di dalam sana, ia memegang dadanya yang berdegup kencang.

"Sial.... kenapa pria tua itu bisa bersikap seolah dia yang paling benar? Dan kenapa jantungku malah tidak bisa diajak kompromi begini?" batin Dita kesal, bercampur dengan rasa hangat yang mulai menyusup di antara egonya.

*

*

Turun dari tangga, Dita masih berusaha menetralkan rona merah di pipinya, sementara Arjuna berjalan di sampingnya dengan langkah tenang, meski sesekali ia menyentuh pipinya sendiri yang masih terasa sedikit kedut akibat "serangan" Pikachu tadi pagi.

Di ruang makan, suasana tampak sangat ceria. Bu Kinan dan Pak Pras sedang asyik berbincang dengan Elsa dan Mimi di depan meja yang penuh dengan hidangan nusantara. Siena tidak terlihat; kursi miliknya kosong karena ia lebih memilih mengurung diri di kamar setelah kejadian tadi.

"Nah, ini dia pengantin baru kita sudah turun!" seru Mimi dengan nada menggoda yang sangat kental. Matanya yang tajam langsung menangkap gelagat canggung adiknya. "Lho, Dita... kok mukanya merah begitu? Terus itu... pipi Pak Juna kenapa ada bekas merah kecil ya? Kayak habis... dicubit gemas?"

Dita hampir saja tersedak liurnya sendiri.

"K.... Kak Mimi! Itu... itu tadi ada nyamuk!"

"Nyamuknya gede banget ya sampai seukuran jempol kamu?" goda Mimi lagi sambil tertawa renyah, membuat Bu Kinan dan Pak Pras ikut tersenyum simpul.

Pak Prasetyo berdehem, mencoba membawa suasana kembali ke topik serius. "Sudah, jangan digoda terus. Dita, duduklah. Ada hal penting yang ingin Papah dan Mamah sampaikan."

Dita duduk dengan kaku di samping Arjuna. Pak Pras menatap menantunya itu dengan tatapan hangat namun tegas.

"Dita, Papah dan Mamah sudah sepakat. Mulai hari ini, kamu harus tinggal selamanya di rumah ini. Tidak ada lagi alasan untuk pulang-pergi ke rumah Tante Elsa. Papah sudah memerintahkan orang kepercayaan untuk mengambil semua perlengkapanmu di sana siang ini," ujar Pak Prasetyo.

Dita tersentak, matanya membulat. "Tapi Pah.... Dita... Dita kan belum persiapan apa-apa. Lagipula, Dita masih ingin...."

"Dit," potong Elsa lembut, memegang tangan anak tirinya itu. "Tante dan Mimi sudah setuju. Memang sudah saatnya kamu tinggal satu atap dengan suamimu. Kamu bukan lagi anak sekolah yang bisa pulang ke rumah Tante kapan saja."

"Tapi Tante..." Dita menatap Elsa memohon.

"Dita, dengarkan Tante," Elsa menatap Dita dengan sorot mata penuh nasihat. "Kewajiban seorang istri itu adalah patuh dan menuruti perintah suaminya. Kau lihat sendiri, Arjuna terluka parah demi menyelamatkan nyawamu kemarin. Sekarang, kewajibanmu adalah berada di sisinya, mengurusi dan melayaninya sampai dia sembuh total."

Mimi mengangguk mantap. "Benar kata Ibu, Dit. Jangan egois. Pak Juna butuh kamu di sini."

Dita hanya bisa tertunduk pasrah. Kata-kata "mengurusi dan melayani" terasa begitu berat di telinganya, apalagi bayangan kejadian di tempat tidur tadi pagi masih menghantuinya. Ia melirik Arjuna dari sudut matanya.

Arjuna ternyata sedang menatapnya dengan senyum penuh arti yang sulit diartikan, senyum yang seolah mengatakan bahwa ia memang sangat mengharapkan "istri kecilnya" itu tetap tinggal dan tidak pergi ke mana-mana.

"Jangan khawatir, Dita. Aku akan pastikan kau betah di sini," bisik Arjuna pelan, cukup untuk didengar oleh Dita saja.

Dita hanya bisa menghela napas panjang, meratapi nasibnya yang kini benar-benar terkunci di dalam "sangkar emas" bersama pria yang ia labeli mesum itu.

Keheningan yang canggung menyergap ruang makan saat suara langkah kaki terdengar dari arah tangga. Angga muncul dengan kaos hitam polos, wajahnya masih pucat namun sorot matanya tampak lebih tegak dari biasanya. Langkahnya terhenti sejenak saat melihat pemandangan di depannya, yakni Dita duduk di samping Arjuna, dikelilingi oleh kedua keluarga yang tampak baru saja meresmikan status tinggalnya Dita di rumah itu.

"Oh, Aga... Sini, Nak, sarapan dulu," panggil Bu Kinan hangat.

Angga menarik kursi yang berseberangan langsung dengan Dita. Suasana mendadak menjadi kaku. Dita menunduk dalam, tidak berani menatap mata pria yang pernah mengisi hatinya itu, sementara Arjuna merasakan ketegangan yang memancar dari adiknya.

"Ada apa, Ga? Tumben wajahmu seserius itu?" tanya Pak Prasetyo menyadari ada sesuatu yang tertahan di bibir putra bungsunya.

Angga meletakkan sendoknya perlahan. Ia menarik napas panjang, lalu menatap satu per satu anggota keluarganya, terakhir ia membuang pandangan ke arah jendela agar tidak perlu melihat wajah Dita.

"Papah, Mamah, Mas Juna... Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan," ucap Angga dengan suara yang bergetar namun tegas. "Tadi malam aku menerima email pengumuman. Aku... aku dinyatakan lolos dan diterima di Universitas Tokyo, Jepang."

Deg!

Suasana ruang makan seketika senyap. Bu Kinan menutup mulutnya karena terkejut, sementara Arjuna meletakkan cangkirnya dengan gerakan tertahan.

"Tokyo? Bukankah itu universitas impianmu sejak dulu, Ga?" tanya Arjuna dengan nada bangga namun terselip rasa kehilangan.

"Iya, Mas. Beasiswanya juga disetujui. Aku akan berangkat dalam waktu dekat untuk persiapan administrasi dan bahasa di sana," lanjut Angga.

Dita tersentak, ia refleks mendongak dan menatap Angga dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tokyo? Itu sangat jauh. Itu artinya ia tidak akan pernah melihat Angga lagi dalam waktu yang sangat lama. Ada rasa sesak yang menghimpit dadanya, bukan karena cemburu, tapi karena ia tahu Angga sedang berusaha melarikan diri dari luka yang ia ciptakan.

Tante Elsa dan Mimi saling lirik. Sebagai orang yang tahu sejarah mereka, mereka paham betul bahwa ini adalah cara Angga untuk "sembuh".

"Wah, selamat ya, Aga! Itu prestasi luar biasa!" seru Pak Prasetyo berusaha mencairkan suasana meski hatinya berat melepas putra bungsunya ke negeri orang.

Angga memaksakan sebuah senyuman tipis. Di bawah meja, tangannya mengepal kuat hingga buku jarinya memutih. Ia sempat melirik Dita sekilas, melihat gurat kesedihan di wajah gadis itu, namun ia segera memalingkan wajah.

‘Dita, mungkin dengan jarak ribuan kilometer ini, aku bisa melupakanmu selamanya... Kau adalah jodoh untuk Mas Juna, bukan untukku. Biarlah samudera yang memisahkan rasa sakit ini. Semoga kalian berdua bisa saling mencintai dan selalu bahagia,’ batin Angga dengan penuh kepasrahan yang menyakitkan.

Arjuna menepuk bahu adiknya dengan tangan kirinya. "Mas bangga padamu, Ga. Kejar cita-citamu di sana."

Dita hanya bisa terdiam seribu bahasa. Ia menyadari bahwa mulai hari ini, dunianya akan benar-benar berubah. Angga akan pergi jauh, dan ia akan terkunci di rumah ini, belajar menjadi istri yang baik bagi pria yang kini duduk di sampingnya.

Bersambung...

1
vania larasati
lanjut kak
neny
selesai kan masalah dengan kepala dingin juna,,semua pasti ada solusi nya,,smg dita mendengar apa yg diucapkan juna kpd maudy,,dan bs mempertimbangkan knp juna bs sebrutal itu,,lanjut akak😘
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😁
total 1 replies
Nar Sih
cemburu bisa merubah semua nya ,dan pasti hbis ini dita marah dgn mu juna
Patrick Khan
ah visualnya😂😂😂😂😍😍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/😉😉
total 1 replies
neny
cemburu membutakan segala nya,,dengan sikap juna seperti ini kemungkinan akan membuat dita terluka,,hrs nya juna tanya baik2,,cepet minta maaf juna,,jng bikin dita kecewa sm km,,ayo dita ceritakan semua nya,,jng ada dusta,,biar juna bs melindungi mu dr c mod mod itu,,lanjut akak😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😁
total 1 replies
Arum Dyah
kalah star kau mody... juna sudah lebih tau dluan.. tinggal km yg akan malu sendiri dihadapan keluarga juna..
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 Dita pasti syok
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: buanget kak 😔
total 1 replies
Teh Yen
Arjuna hanya cemburu yah kan Dnegan begitu dia ingin menjelaskan bahwa Dita hanya miliknya bukan begitu kan mas Juna
skrng saatnya hempaskan itu c ulat bulu Maudy jauh jauh Juna
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😉
total 1 replies
Nar Sih
semagatt dita 💪jalani sja takdir mu jdi istri yg baik juga mungkin kmu bisa lanjut kuliah dan pasti suami mu mengizin kan
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😉
total 1 replies
Nar Sih
seperti nya kmu mesti bljar buat lebih dkt dgn siena ya dita
Ariany Sudjana
Dita kamu jangan egois, kamu sudah menikah, saatnya kamu buka hati untuk suami kamu Arjuna, dan tutup semua masa lalu kamu dengan Arga
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Naffa Azlina Azlina
dita... udah jangan ketus " lagi sama suami nya dosa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good//Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Nar Sih
walau pelan pasti benih cinta akan hadir diantara kalian
Arum Dyah
akuilah dit kalo km sbnrnya sudah mulai jatuh cinta sma juna... begitu pula juna...😍😍🤣🤣
Teh Yen
smoga Angga bisa menemukan kebahagiaannya d tokyo sana yah smngta Angga kamu pasti bisa ,,sukses yya buat Angga
vania larasati
lanjut kak
Teh Euis Tea
tunggu aku di jepang ya ga, kita bareng2 disana 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siap 🤣
total 1 replies
neny
iyalah,,dita hrs menerima apa yg menjadi takdir nya,,klau terus deket sm angga,mereka akan canggung,,mau membuka hati ajh bakalan susah,,lanjut akak😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!