NovelToon NovelToon
Lima Sekawan Ginza

Lima Sekawan Ginza

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Separuh

"Dunia ini memang nggak adil, Hana. Tapi, malam ini kita yang akan membajak mesinnya."

Kalimat dingin Kaito Fujiwara memecah kesunyian di atap sekolah. Tokyo tahun 2026 telah menjadi penjara bagi mereka yang kalah dalam undian kelahiran. Hana Tanaka, siswi pintar yang menyembunyikan kemiskinannya, harus menghadapi kenyataan pahit saat dana beasiswanya dicuri untuk kampanye politik kotor. Bersama Akane si aktivis digital, Ren sang mantan atlet yang cacat, Yuki si peretas jenius, dan Kaito sang putra politisi yang pemberontak, mereka membentuk aliansi rahasia.

Dari gang gelap Shinjuku hingga pembajakan layar raksasa di persimpangan Shibuya, lima remaja ini mempertaruhkan nyawa untuk meruntuhkan sistem yang bobrok. Di dunia yang diyakini bahwa nasib orang ditentukan sejak lahir, mampukah mereka memutar balik roda takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi tumbal berikutnya dari keserakahan para penguasa? Persahabatan ini adalah satu-satunya senjata mereka dalam melawan ‘gelapnya kota’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Separuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27. Detik-detik Menuju Keadilan

Pagi hari di dalam gedung kejaksaan agung pusat terasa sangat berbeda dari biasanya. Hana Tanaka merapikan kerah kemeja putihnya yang masih terasa sangat kaku dan baru. Dia menatap bayangan dirinya di cermin toilet yang permukaannya sangat bersih dan juga mengkilap.

Wajahnya terlihat jauh lebih dewasa dan juga jauh lebih tenang dibandingkan beberapa minggu yang lalu. Dia tidak lagi melihat seorang gadis remaja yang penuh dengan ketakutan terhadap masa depan. Dia sekarang melihat seorang pejuang yang siap untuk meruntuhkan tembok ketidakadilan yang sangat tebal.

Hana menghela napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya yang mulai berdegup dengan sangat kencang. Dia menyiram wajahnya dengan air dingin agar pikirannya menjadi jauh lebih segar dan juga jernih.

Jaksa Hiroshi Tanaka sudah menunggu di ruang rapat utama dengan tumpukan dokumen yang sangat banyak. Ruangan itu sangat luas dan juga memiliki jendela besar yang menghadap langsung ke arah pusat kota.

Suasana di dalam ruangan terasa sangat formal dan juga sangat serius bagi para remaja tersebut. Dua orang pengacara muda yang sangat berbakat sudah duduk di kursi masing-masing dengan pena di tangan. Mereka adalah tim hukum khusus yang akan mendampingi kesaksian Hana dan juga kesaksian teman-temannya.

Yuki Nakamura sedang sibuk memasang kabel proyektor agar data digital mereka bisa terlihat dengan sangat jelas. Dia ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun bukti manipulasi nilai yang terlewatkan oleh para jaksa.

Tim hukum mulai melakukan simulasi persidangan untuk melatih kesiapan mental kelompok lima sekawan tersebut. Hana Tanaka diminta untuk duduk di kursi saksi yang diletakkan di tengah ruangan yang sunyi. Pengacara muda itu mulai mengajukan pertanyaan yang sangat tajam dan juga terkadang sangat menyudutkan.

Mereka ingin menguji apakah kesaksian Hana bisa dipatahkan oleh pengacara lawan yang sangat licik nanti. Hana sempat merasa gugup saat ditanya mengenai detail pertemuan rahasia di gudang sekolah yang gelap.

Namun, dia segera mengingat wajah ibunya dan juga wajah teman-temannya yang sedang berjuang bersamanya. Hana menjawab setiap pertanyaan dengan suara yang sangat stabil dan juga dengan intonasi yang tegas.

Kaito Fujiwara mendapatkan giliran kedua untuk melakukan simulasi kesaksian di depan tim hukum kejaksaan. Dia harus menceritakan keterlibatan ayahnya dalam mengatur aliran dana ilegal untuk kepentingan yayasan sekolah.

Wajah Kaito terlihat sangat pucat saat dia harus menyebutkan nama ayahnya sendiri sebagai pelaku kejahatan. Namun dia tidak berhenti berbicara karena dia tahu bahwa kebenaran harus tetap disuarakan dengan lantang. Kaito menjelaskan bagaimana ayahnya menggunakan pengaruh politik untuk menekan para guru yang ingin bersikap jujur.

Dia memberikan detail mengenai kode rahasia yang digunakan dalam setiap transaksi manipulasi nilai yang sangat kotor. Pengacara jaksa merasa sangat puas dengan kejujuran Kaito yang sangat luar biasa berani dan juga sangat terbuka.

Tiba-tiba ponsel milik Kaito yang diletakkan di atas meja bergetar dengan sangat keras dan juga lama. Sebuah nomor telepon yang tidak dikenal muncul di layar dan memberikan perasaan yang sangat tidak enak. Kaito ragu untuk mengangkat telepon itu namun Jaksa Hiroshi memberikan isyarat agar dia segera menjawabnya.

Suara seorang pria asing terdengar dari ujung telepon dengan nada bicara yang sangat dingin dan datar. Pria itu mengaku sebagai utusan dari keluarga besar Fujiwara yang memiliki kekuasaan sangat luar biasa besar.

Dia menawarkan sejumlah uang yang sangat fantastis jika Kaito bersedia untuk mencabut semua kesaksiannya nanti. Pria itu juga memberikan ancaman terselubung mengenai keselamatan masa depan Kaito jika dia tetap melawan ayahnya.

Kaito Fujiwara langsung mematikan ponselnya dengan tangan yang bergetar karena rasa marah yang sangat hebat. Dia merasa ayahnya masih saja mencoba untuk membeli sebuah kebenaran dengan menggunakan tumpukan uang haram.

Kaito menyatakan kepada Jaksa Hiroshi bahwa dia tidak akan pernah tergoda oleh tawaran yang sangat rendah itu. Dia merasa harga dirinya jauh lebih mahal daripada seluruh kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Fujiwara saat ini. Hana Tanaka mendekati Kaito dan dia memegang tangan Kaito untuk memberikan kekuatan batin yang sangat besar.

Mereka berdua menyadari bahwa musuh mereka sedang merasa sangat panik dan juga sedang merasa sangat terdesak. Keberanian mereka telah membuat fondasi kekuasaan Haruo Fujiwara mulai retak dan juga mulai hancur secara perlahan.

Siang harinya Jaksa Hiroshi Tanaka memberikan sebuah kejutan yang sangat luar biasa bagi Hana Tanaka. Dia mengizinkan Hana untuk menjenguk ibunya di rumah sakit dengan pengawalan yang sangat ketat sekali. Hana merasa sangat bahagia hingga dia hampir melompat kegirangan di dalam ruangan kantor yang kaku itu.

Mereka berangkat menggunakan mobil hitam yang kacanya sangat gelap agar tidak terdeteksi oleh para wartawan. Perjalanan menuju rumah sakit terasa sangat lama karena Hana sudah tidak sabar untuk memeluk ibunya kembali.

Dia terus menatap pemandangan kota Tokyo dari balik jendela mobil dengan perasaan yang sangat penuh harap. Dia ingin menceritakan semua petualangan hebat yang sudah dia lalui bersama teman-teman barunya yang sangat baik.

Hana Tanaka sampai di kamar perawatan ibunya yang terletak di lantai paling atas gedung rumah sakit. Ibunya sedang duduk bersandar di tempat tidur sambil menatap ke arah luar jendela dengan tatapan kosong. Wajah ibunya terlihat masih sangat lemah namun matanya langsung bersinar terang saat melihat Hana masuk.

Hana segera berlari dan juga memeluk tubuh ibunya dengan sangat erat sambil menangis penuh rasa rindu. Aroma minyak kayu putih dan juga aroma sabun mandi dari tubuh ibunya memberikan rasa aman. Ibunya mengusap rambut pendek Hana dengan tangan yang terasa sangat hangat dan juga sangat lembut sekali.

Mereka berdua berpelukan selama beberapa menit tanpa mengucapkan satu kata pun yang bisa merusak suasana haru.

"Ibu sangat bangga padamu karena kamu telah menjadi gadis yang sangat berani," bisik ibunya pelan.

Hana menceritakan bahwa dia telah menemukan teman-teman yang sangat setia dan juga sangat jujur di Tokyo. Dia menceritakan tentang Kaito yang sangat baik dan juga tentang Yuki yang sangat cerdas dalam teknologi.

Ibunya tersenyum manis saat mendengar cerita Hana mengenai kebaikan hati orang-orang di sekitar anaknya tersebut. Ibu Hana berpesan agar Hana tetap menjaga kejujurannya meskipun dunia sedang mencoba untuk menyakitinya kembali.

Dia memberikan sebuah kalung kecil sebagai jimat keberuntungan bagi Hana untuk menghadapi persidangan yang sangat berat. Hana memakai kalung itu dan dia merasa energinya kembali terisi penuh untuk menghadapi badai yang akan datang. Dia berjanji akan segera membawa ibunya pulang ke rumah setelah semua urusan hukum ini selesai dilakukan.

Malam sebelum persidangan dimulai suasana di dalam gedung kejaksaan agung menjadi sangat sangat sunyi sekali. Ren Ishida sedang melakukan latihan fisik ringan di pojok ruangan untuk menghilangkan rasa stres yang melanda.

Dia melakukan gerakan push-up dan juga gerakan sit-up dengan sangat bertenaga untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Akane Sato sedang sibuk merapikan pakaian yang akan mereka kenakan saat masuk ke ruang sidang besok pagi. Dia ingin mereka semua terlihat sangat rapi dan juga terlihat sangat profesional di depan para hakim.

Yuki Nakamura masih terus memantau pergerakan media sosial yang semakin ramai membicarakan kasus gacha kehidupan ini. Dukungan dari publik terus mengalir deras dan juga memberikan motivasi tambahan bagi kelompok lima sekawan tersebut.

Mereka berlima berkumpul di ruang tengah untuk makan malam bersama untuk terakhir kalinya sebelum sidang besar. Menu makan malam kali ini adalah katsu curry yang sangat hangat dan juga memiliki aroma rempah kuat.

Rasa gurih dari daging babi goreng dan juga manisnya saus kari membuat selera makan mereka meningkat. Mereka makan dengan lahap sambil sesekali bercanda mengenai masa depan yang akan mereka jalani nanti. Hana Tanaka merasa sangat bersyukur karena dia memiliki teman-teman yang sangat luar biasa hebat seperti mereka.

Dia menyadari bahwa takdir telah mempertemukan mereka melalui sebuah penderitaan yang sangat sangat menyakitkan sekali. Namun penderitaan itu telah berubah menjadi sebuah kekuatan persaudaraan yang tidak akan pernah bisa dihancurkan.

Kaito Fujiwara mengangkat gelas berisi air mineralnya dan dia mengajak teman-temannya untuk melakukan sebuah roti panggang. Dia mengatakan bahwa besok adalah hari di mana mereka akan mengakhiri semua kebohongan yang ada di sekolah.

Mereka akan membuktikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan jujur. Suara gelas yang beradu di tengah ruangan memberikan dentingan yang sangat merdu dan juga sangat penuh harapan.

Hana merasakan ada sebuah ikatan batin yang sangat kuat yang mengalir di antara mereka berlima saat itu. Tidak ada lagi rasa ragu atau rasa takut yang tersisa di dalam sanubari mereka yang sangat polos. Mereka sudah siap untuk menuliskan bab penutup dari perjuangan panjang mereka melawan sistem yang sangat korup.

Pagi hari yang sangat menentukan itu akhirnya tiba dengan cahaya matahari yang sangat terang dan juga indah. Kota Tokyo terlihat sangat sibuk dengan ribuan kendaraan yang mulai memadati setiap ruas jalan raya utama.

Hana Tanaka berdiri di depan gedung kejaksaan dengan mengenakan setelan jas hitam yang sangat rapi dan formal. Dia menggenggam kalung pemberian ibunya dengan sangat erat sambil terus berdoa di dalam hatinya yang tulus.

Kaito Fujiwara berdiri di sampingnya dengan wajah yang sangat tegak dan juga penuh dengan rasa percaya diri. Teman-temannya yang lain juga sudah bersiap dengan membawa tas yang berisi dokumen-dokumen penting untuk persidangan hari ini. Mereka masuk ke dalam mobil pengawalan yang akan membawa mereka menuju gedung pengadilan negeri Tokyo.

Di depan gedung pengadilan ribuan wartawan dari berbagai penjuru dunia sudah berkumpul dengan kamera yang sangat lengkap. Suara jepretan kamera terdengar seperti rentetan senjata yang sedang menembakkan peluru ke arah mereka berlima.

Hana terus berjalan menunduk namun dia tetap mempertahankan langkah kakinya yang sangat stabil dan juga sangat kuat. Dia bisa mendengar suara teriakan dukungan dari para mahasiswa yang berkumpul di seberang jalan raya yang luas. Poster-poster dukungan untuk Hana Tanaka terlihat berkibar sangat tinggi di antara kerumunan massa yang sangat padat.

Hal ini memberikan suntikan semangat yang sangat luar biasa bagi Hana untuk terus melangkah maju ke depan. Dia merasa seluruh dunia sedang menantikan kebenaran yang akan segera dia ungkapkan di dalam ruang sidang.

Jaksa Hiroshi Tanaka berjalan di depan mereka dengan langkah yang sangat berwibawa dan juga sangat penuh dengan otoritas. Dia membimbing mereka masuk melalui pintu khusus yang dijaga sangat ketat oleh petugas keamanan bersenjata lengkap.

Hana Tanaka bisa merasakan atmosfer yang sangat berat dan juga sangat dingin di dalam koridor gedung pengadilan. Dinding-dinding kayu yang berwarna cokelat tua memberikan kesan yang sangat kaku dan juga sangat sangat menekan. Namun Hana tidak membiarkan rasa takut itu menguasai dirinya lagi seperti pada masa-masa sebelumnya yang gelap.

Dia terus fokus pada tujuan utamanya untuk menghancurkan sistem gacha kehidupan yang telah banyak merusak masa depan anak. Kebenaran adalah senjata paling ampuh yang dia miliki saat ini untuk melawan segala macam bentuk kejahatan sistemik.

1
Filan
sudahlah Hana. Persahabatan tidak bisa dimulai dengan kebohongan. Lagipula pura-pura kaya itu sulit dibanding orang kaya pura-pura miskin.
Three Flowers
aduh kasihan... gak kebayang gimana malunya saat perut berbunyi. Terima saja Hana, lagian juga sudah ketahuan kalo kamu lapar🤣
Three Flowers
Karena di sekolah elit, kemiskinan adalah hal yang sensitif. Kalau ketahuan bisa dibully, ya..
Filan
ga dapat mbg dia?
Filan
duh kasihan. Tokyo kota mahal /Grimace/
PrettyDuck
iya sihh. takutnya nanti mereka dicap radikal.
akane mungkin gak terlalu terdampak, tapi hana kan bergantung sama beasiswa untuk sekolah.
PrettyDuck
tapi akane ini peduli loh sama keadaan negaranya
PrettyDuck
yaiyalahh. mereka gak terdesak.
masa depan mereka udah di setting semulus jalan tol
Mentariz
Ya ampun mirisnya 🥲
Mentariz
Bagus, gak usah gengsi, isi perut itu nomor satu 👍
Mentariz
Udah terima aja rotinya, han, lumayan loh
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
perut memang tidak bisa diajak kompromi. dia terlalu jujur, karena memang dia butuh asupan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
tengah hari, lagi puasa. tentu lapar lah 🤭
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
Kayak kondisi dimana yaaa/Doge/
negara defisit, pajak dinaikin, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin😂, si hana juga, kemiskinan bukan aib, jangan terlalu takut dulu, dia pasti ngiranya ga ada yang mau temenan sama dia kalo tau dia miskin🤭😭
-Thiea-
Akane gak mungkin ngejauhin Hana kan.. secara dia vokal banget sama urusan politik. dia kan juga pengen bantu orang-orang susah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak..
-Thiea-
beruntung Hana punya teman kayak akane.. dia sangat perhatian .🥹
Miu Nuha.
dimana2 keadaan itu sama ya 😫
,, entah gaji rendah, pajak naik, barang2 mahal, kritik masyarakat... bahkan sirkel pertemanan yg canggung karena perbedaan ekonomi...
,, tapi buat Akane, semoga kamu bisa menjadi sahabat terbaik buat Hana 😌👍
😾🍟 𝒾Ř𝓪 𝐌𝐀ү𝓪 🐚
suka banget sama ceritanya. salut buat Hana. keren! tx kak bulan udah nulis cerita ini
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semangat Kaito 💪🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga akan menjadi sejarah yang baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!