NovelToon NovelToon
The Antagonist'S Muse

The Antagonist'S Muse

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Sistem
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Vallerie tidak pernah menyangka bahwa menutup mata setelah membaca bab terakhir sebuah novel akan membawanya terbangun di tubuh seorang figuran dengan nama yang sama. Namun, ia tidak punya waktu untuk bingung. Sebilah belati tak kasat mata kini tergantung di atas kepala sahabatnya, sang Antagonis, yang ditakdirkan mati mengenaskan di tangan Protagonis Pria demi membalas dendam kekasihnya

Demi mengubah naskah kematian tersebut, Vallerie harus memainkan peran yang berbahaya. Di mata dunia, ia adalah kaki tangan yang setia, ikut tertawa saat sang antagonis merencanakan kejahatan, dan terlihat sama busuknya. Namun, di balik bayang-bayang, Vallerie-lah yang diam-diam memotong tali jebakan, dan memastikan rencana jahat sahabatnya selalu gagal .

Berada di antara pedang Protagonis Pria dan obsesi gelap sahabatnya sendiri, satu-satunya teman bicara Vallerie hanyalah sebuah Sistem super cerewet dan berisik di dalam kepalanya. Terkadang Vallerie merasa kesal, tapi hanya dia yang bisa membantu V

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara dua predator

Vallerie menutup pintu saat Vernandes sudah beranjak pergi. Ia lalu menatap ke arah balkon, belum sempat kakinya melangkah mendekati balkon, Victor sudah masuk dengan menatap tajam Vallerie, beda dengan Vallerie yang hanya tersenyum miring dengan tangan yang dilipat dibawah dada.

Victor mendekat dengan langkah pelan, Vallerie sendiri terus tersenyum lalu duduk diujung bawah ranjang saat Victor sudah mendekati nya.

Tepat didepan Vallerie Victor berhenti, dia menunduk terus menatap tajam wanita itu. "Gadisku ternyata se nakal itu ya?"ucapnya dengan menekan.

Vallerie menaikkan sebelah alisnya masih mempertahankan senyum miring nya. Ia menggapai Krah kemeja hitam Victor dengan dua kancing atas terbuka, dengan sekali sentakan, Victor langsung terbungkus ke hadapan Vallerie dengan jarak yang hanya beberapa inci.

"Baru tau, hmm?"ucap Vallerie.

Victor malah semakin mendekatkan wajahnya, membuat Vallerie memundurkan punggungnya dengan kedua tangan menopang tubuhnya di ranjang.

"Kamu harus tau, apa yang aku mau harus aku dapatkan. Siapa pun itu, yang mengganggu atau pun ingin merebutmu dari ku, akan menyesali perbuatannya."

Senyum dibibir Vallerie luntur mendengar ucapan Victor, ucapan itu seperti memperingati nya untuk tidak main-main dengannya. Yang Vallerie tahu misi nya mendekati Victor, tapi dia tidak mencari tahu siapa Victor sebenarnya. Yang dia tahu Victor kakak Dominic, tanpa dia tahu bagaimana kehidupan Victor selama diluar negeri.

Melihat Victor yang seperti ini, seperti nya tidak sesederhana ini untuk mendekati nya, Vallerie harus tahu dulu siapa dia sebenarnya.

"Kamu tidak perlu repot-repot seperti itu dengan hidup ku. Dan Kamu juga tidak berhak ikut campur dengan urusan ku."ucap Vallerie menatap tajam Victor.

Victor yang mendengar itu tersenyum kecil. "Tentu aku berhak, karena kamu milikku."

"Kapan aku menyetujuinya?"

"Aku tidak butuh persetujuan mu."

Vallerie memalingkan wajahnya sambil tersenyum sinis. Dia mendorong dada bidang Victor cukup kuat hingga membuatnya sedikit mundur. Vallerie berdiri dari duduknya, mendongak menatap Victor yang jauh lebih tinggi darinya.

"Kalau aku mendekati orang lain, sama seperti aku mendekati mu, bagaimana?"

"Coba saja kalau berani."

Vallerie terkekeh kecil. "Kamu pikir aku takut?"

"Aku tidak bilang kamu takut, aku tau kamu manipulatif, licik, dan setiap orang yang kamu dekati pasti ada niat tertentu."Victor menaikkan sebelah alisnya. "Benarkan?"

Vallerie mengangguk sambil berjalan ke pintu kaca balkon, berdiri didepan kaca sambil menatap pemandangan kota diluarnya.

"Banar. Kalau begitu kamu harusnya juga tau, kalau aku mendekati mu juga ada niat tertentu."ucap Vallerie.

Victor berjalan mendekati Vallerie, lalu memeluk wanita itu dari belakang, menyandarkan dagunya di pundak Vallerie. Vallerie sendiri hanya membiarkan saja, entah kenapa, perlakuan Victor tidak membuatnya risih sama sekali, malah Vallerie merasa dekat dengan pria itu. Tapi tidak boleh! Vallerie tidak boleh jatuh cinta pada siapa pun di dunia ini. Di dunianya saja hidupnya sudah se bercanda itu, apa lagi didunia ini.

"Tidak masalah, justru aku akan membantumu dengan niatmu itu."ucap Victor lalu meninggalkan kecupan singkat di leher jenjang Vallerie.

Vallerie membalikkan tubuhnya menghadap Victor. Ia mengalungkan lengannya di leher Victor. "Kalau begitu, ikuti semua mauku."

Victor tersenyum singkat. "Apa mau mu, hmm?"

"Jangan mengganggu urusanku, apa pun itu yang aku lakukan."

"Baiklah, tapi aku tidak bisa janji."

Vallerie melepaskan tangannya dan mendorong dada bidang Victor pelan. "Sudahlah, aku ingin istirahat."

"Baiklah, aku tidak akan menganggu mu lagi, tapi kamu harus ingat satu hal. Mulai saat ini, kamu milikku."Vallerie yang mendengar itu tersenyum singkat. Dia tidak peduli Victor menganggapnya apa, sebenarnya itu ada bagusnya juga, dia tidak perlu berusaha keras, pria itu sudah menunjukkan tanda-tanda sukanya.

Tidak lama setelah itu. Setelah sosok Victor hilang, Vallerie menghela napas panjang. Ia mengunci pintu balkon dengan rapat, lalu beralih ke meja kerjanya. Matanya tertuju pada kotak beludru yang ditinggalkan Vernandes. Ia membukanya perlahan. Sebuah kalung berlian dengan desain klasik namun sangat mewah berkilau di bawah lampu kamar.

"Cih, Norak." gumam Vallerie sinis.

★★★

"Vallerie, beberapa hari lalu kamu memecat Pak Baskoro, kan?" tanya Eleanor sembari melangkah di lorong perusahaan menuju ruang rapat.

Vallerie menoleh sekilas, langkah kakinya tetap berirama. "Benar. Kenapa tiba-tiba bertanya?"

Eleanor menggeleng pelan, raut wajahnya tampak sedikit ragu. "Tidak apa-apa. Aku hanya mendengar kabar kalau istrinya mengalami kecelakaan hebat tepat setelah keributan yang dia buat denganmu beberapa hari lalu."

Mendengar hal itu, Vallerie seketika menghentikan langkahnya. Keningnya berkerut dalam, mencoba mencerna informasi yang terasa begitu mendadak. "Kecelakaan? Lalu bagaimana keadaannya sekarang?"

Eleanor menghela napas panjang dan kembali menggeleng, kali ini dengan tatapan yang lebih kelam. "Katanya, nyawanya tidak tertolong. Pak Baskoro bahkan dikabarkan masuk rumah sakit jiwa. Entah karena depresi ditinggalkan istrinya, atau mungkin karena dia hancur setelah semua perusahaan memasukkan namanya ke dalam daftar hitam."

Vallerie terdiam cukup lama. Keheningan menyelimuti lorong itu selama beberapa saat. Pikirannya berputar cepat, kenapa dampaknya bisa separah itu? Vallerie tahu dia memang memecat pria itu dengan tegas, namun dia sadar dirinya tidak memiliki kuasa sebesar itu untuk membuat seluruh perusahaan melakukan blacklist massal.

Vallerie beralih menatap Eleanor dengan intens. "Apa Dominic tahu soal ini? Apa dia yang mengatur blacklist untuk nama Pak Baskoro?"

"Aku rasa Dominic tidak tahu," jawab Eleanor yakin. "Urusan sekecil ini biasanya tidak perlu sampai membuatnya turun tangan langsung. Kenapa memangnya? Kamu merasa ada yang aneh?"

"Aku jelas hanya memecatnya dari posisinya saja. Kenapa bisa dalam sekejap semua perusahaan menutup pintu untuknya?" tanya Vallerie. Rasa janggal itu semakin mengusik, rasanya seperti ada kekuatan besar yang sengaja menghancurkan hidup Baskoro hingga ke akar-akarnya.

Eleanor mencoba memberikan spekulasi yang masuk akal. "Mungkin saja sebelum ini Pak Baskoro pernah mengganggu orang penting. Kamu tahu sendiri bagaimana sikapnya."

Vallerie mengangguk perlahan, mencoba membenarkan logika tersebut. Ada benarnya juga. Mengingat betapa tidak tahu dirinya sikap Baskoro, mungkin saja pria itu memang pernah menyinggung pihak yang salah. Jika begitu, berarti itu adalah murni kesalahannya sendiri dan tidak ada sangkut pautnya dengan Vallerie.

"Benar juga. Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan. Ayo, semua orang sudah menunggu kita di dalam," ucap Vallerie, berusaha mengenyahkan rasa penasarannya.

Eleanor mengangguk setuju, dan keduanya kembali melanjutkan langkah menuju pintu ruang rapat yang sudah terbuka lebar.

1
Raine
kan sistem bisa dengar kata hati tanpa harus mengeluarkan suara
Raine
hmm sepertinya aleta si drama quenn,
Alissia
/Smile//Smile/
Fahreziy
nexk
Fahreziy
👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!