NovelToon NovelToon
Terjebak Di Tubuh Sang Antagonis

Terjebak Di Tubuh Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Yang Chi, seorang mahasiswi sekaligus penulis novel amatir, terbangun di dalam dunia ceritanya sendiri setelah menyelesaikan bab tragis tentang kematian sang Permaisuri, Yang Nan. Namun, bukannya menjadi pahlawan, ia justru terjebak dalam tubuh Xiao Xi Huwan, putri dari kerajaan tetangga sekaligus antagonis utama yang baru saja membunuh Permaisuri tersebut.
Kini, Yang Chi harus berhadapan dengan murka Kaisar Long Wei, pria yang seharusnya menjadi pelindung permaisurinya namun kini bersumpah akan memenggal kepala Xiao Xi dengan tangannya sendiri. Berbekal pengetahuannya sebagai penulis tentang rahasia istana dan plot masa depan, Yang Chi harus memutar otak untuk membersihkan namanya, menghindari hukuman mati, dan mengungkap konspirasi gelap yang ternyata jauh berbeda dari apa yang ia tulis di atas kertas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran yang terungkap

Long Wei turun dari kudanya dengan sigap, lalu meraih pinggang Yang Chi untuk membantunya turun. Suasana di depan Air Terjun Merah itu terasa sangat mencekam, dengan suara gemuruh air yang jatuh menghantam bebatuan.

"Berhenti, Long Wei!" teriak Deng Xiaoping yang ternyata berhasil menyusul mereka. Napasnya memburu dan pedangnya sudah terhunus, matanya berkilat penuh amarah dan kegilaan.

Yang Chi menoleh sejenak, menatap Deng Xiaoping dengan pandangan muak, lalu beralih pada Long Wei. "Tuan, aku akan masuk ke dalam gubuk itu. Anda urus saja laki-laki sialan ini!" bisik Yang Chi dengan tegas.

"Xiao Xi! Sadarlah, aku ini kekasihmu!" teriak Deng Xiaoping lagi, mencoba memengaruhi perasaan Yang Chi.

Yang Chi tidak memedulikannya. Ia segera berlari masuk ke dalam pondok tua di balik air terjun tersebut. Di dalam, suasana sangat remang-remang dan tercium aroma dupa yang kuat. Dengan jantung berdebar, Yang Chi mulai mencari-cari.

"Yang Nan! Keluar kau! Aku tahu kau ada di sini!" teriak Yang Chi sambil menyisir setiap sudut ruangan.

Tiba-tiba, sebuah suara tawa dingin terdengar dari balik tirai sutra yang tebal di sudut ruangan.

"Xiao Xi... kau sangat nekat rupanya," ucap seorang wanita yang perlahan muncul dari balik tirai.

Wanita itu mengenakan pakaian mewah namun tertutup jubah gelap. Wajahnya sangat cantik, namun sorot matanya penuh dengan kebencian dan kelicikan. Itulah Yang Nan, permaisuri yang selama ini dianggap sudah mati.

Yang Chi terpaku. "Jadi benar... kau memalsukan kematianmu dan mengkhianati Long Wei demi pria pengecut seperti Deng Xiaoping?"

Yang Nan berjalan mendekat sambil memainkan sebuah belati kecil di tangannya. "Long Wei terlalu membosankan. Dia hanya memikirkan negara dan tugas. Deng Xiaoping memberiku gairah dan kekuasaan yang lebih besar. Dan sekarang, karena kau sudah menemukan rahasia ini, kau tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup, Adikku tersayang."

Sementara itu, di luar pondok, suara dentuman pedang antara Long Wei dan Deng Xiaoping mulai terdengar. Pertarungan hidup dan mati telah dimulai.

Yang Nan tertawa sinis, langkahnya perlahan mengepung Yang Chi di dalam ruangan yang remang itu. Matanya berkilat penuh kemenangan saat melihat wajah Yang Chi yang tampak tertegun.

"Kau ternyata tidak mudah ditipu, Xiao Xi," desis Yang Nan sambil mengusap ujung belatinya. "Saat aku menginginkan kekuasaanmu, kau benar-benar berniat membunuhku. Tapi sayangnya, kau terlalu gegabah."

Yang Chi menelan ludah, ia mulai teringat detail mengerikan dari plot yang pernah ia tulis namun sempat ia lupakan.

"Untung saja pelayan ku yang patuh bisa kujadikan diriku," lanjut Yang Nan dengan nada mengejek. "Kau pikir kau sudah menghabisi Permaisuri? Tidak. Kau membunuh orang yang tak bersalah, Xiao Xi. Pelayan malang itu mati demi menyelamatkanku, sementara aku melihatmu dari balik bayangan, menunggumu membusuk di tangan suamiku sendiri."

Yang Chi merasa mual. Ia menyadari betapa kejamnya karakter yang ia ciptakan ini. "Jadi... kau membiarkan pelayanmu mati agar kau bisa bebas dengan Deng Xiaoping, dan membiarkan Xiao Xi menanggung semua dosamu?"

"Itulah politik, Adikku," sahut Yang Nan dingin. "Dan sekarang, setelah Long Wei tahu kebenarannya, kau pikir dia akan memaafkanmu karena sudah membunuh pelayan kesayangannya yang ia kira adalah aku? Dia akan tetap membencimu!"

"Tidak!" teriak Yang Chi. "Long Wei mencintai jiwaku, bukan masa lalu tubuh ini!"

Tiba-tiba, suara dentingan pedang di luar berhenti. Sebuah ledakan kecil menghancurkan pintu pondok. Long Wei masuk dengan napas memburu, pedangnya berlumuran darah sisa pertarungannya dengan Deng Xiaoping.

Long Wei mematung di ambang pintu. Matanya terbelalak lebar saat melihat Yang Nan berdiri hidup-hidup di depan matanya.

"Yang Nan..." gumam Long Wei dengan suara bergetar antara amarah dan rasa tidak percaya.

Yang Nan langsung mengubah ekspresinya menjadi memelas dalam sekejap. "Long Wei! Tolong aku! Xiao Xi ingin membunuhku lagi! Dia yang merencanakan semua ini!"

Yang Nan berlari dengan air mata buaya yang membanjiri wajah cantiknya. Ia langsung menghambur dan memeluk

Long Wei dengan erat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang kaisar itu sambil terisak hebat.

"Long Wei! Akhirnya kau menemukanku! Aku bersembunyi di sini terlalu lama agar tidak dibunuh olehnya," tangis Yang Nan pecah, telunjuknya menunjuk ke arah Yang Chi dengan gemetar. "Dia wanita iblis! Dia membunuh pelayanku dan mencoba melenyapkanku berkali-kali agar bisa memilikimu!"

Yang Chi terbelalak, jantungnya seakan berhenti berdetak melihat akting Yang Nan yang begitu sempurna. "Tuan! Itu tidak benar! Dia berbohong! Dia yang merencanakan semuanya dengan Deng Xiaoping!" teriak Yang Chi panik, mencoba mendekat.

"DIAM XIAO XI!" bentak Long Wei dengan suara menggelegar yang menggetarkan seluruh pondok.

Langkah Yang Chi terhenti seketika. Ia membeku melihat tatapan Long Wei yang kembali menjadi sangat dingin dan tajam—tatapan yang sama saat pertama kali mereka bertemu di kamar dulu.

"Aku ingin mendengarkan penjelasan dari istriku sendiri," ucap Long Wei tanpa melepaskan pelukan Yang Nan, meski tangannya tidak membalas dekapan itu.

Yang Chi merasa dunianya runtuh. Rasa canggung dan manis yang mereka lalui di kolam air panas seolah menguap begitu saja. Ya Tuhan, apa Long Wei benar-benar tertipu? Apa aku akan tetap berakhir di tiang gantungan? batin Yang Chi dengan mata berkaca-kaca.

Yang Nan tersenyum tipis di balik bahu Long Wei, sebuah senyuman kemenangan yang hanya bisa dilihat oleh Yang Chi. "Long Wei, dia bekerja sama dengan pengkhianat untuk menyingkirkanku. Bawa aku pulang, dan hukum dia seberat-beratnya," bisik Yang Nan manja.

Long Wei terdiam kaku. Ia menatap wajah wanita yang memeluknya itu dengan saksama. Benar, itu adalah wajah

Yang Nan, istrinya yang ia duga telah tewas. Kehadiran fisiknya, suaranya, dan aromanya tidak bisa membohongi ingatan Long Wei selama bertahun-tahun.

"Itu memang kau, Yang Nan..." gumam Long Wei dengan suara berat.

Yang Nan semakin mempererat pelukannya, air matanya membasahi jubah Long Wei. "Ya, ini aku, suamiku. Aku sangat menderita selama ini. Tangkap wanita itu, dia telah menghancurkan hidup kita!"

Yang Chi  merasa jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia berdiri mematung di tengah pondok yang remang-remang itu. Sial, aku lupa kalau Long Wei sangat mencintai Yang Nan di masa lalu. Apa pengakuannya soal pernikahan denganku tadi hanya karena dia pikir Yang Nan sudah mati? batin Yang Chi dengan perasaan hancur.

"Tuan..." suara Yang Chi bergetar. "Anda lebih percaya padanya?"

Long Wei perlahan melepaskan pelukan Yang Nan. Ia berdiri di antara kedua wanita itu, matanya menatap tajam ke arah Yang Chi. "Xiao Xi, dia adalah permaisuriku. Fakta bahwa dia masih hidup mengubah segalanya."

Yang Nan tersenyum penuh kemenangan di balik punggung Long Wei. Ia merasa posisinya sebagai ratu kembali pulih. "Long Wei, dia membunuh pelayanku dengan kejam. Dia harus membayar semuanya hari ini!"

Yang Nan meronta-ronta, matanya membelalak tak percaya pada borgol besi yang melilit pergelangan tangannya. "Long Wei! Apa-apaan ini?! Aku istrimu! Kenapa kau memperlakukanku seperti binatang?!"

Long Wei menatapnya dengan tatapan yang sangat dingin, seolah sedang melihat orang asing. "Aku memang mencintaimu, Yang Nan. Aku sangat rindu... tapi itu dulu, sebelum aku tahu kau lebih memilih tidur di pelukan Deng Xiaoping daripada menjaga kehormatan negaramu."

Yang Chi hanya bisa berdiri mematung di sudut pondok. Jantungnya berdegup sangat kencang. Ia merasa lega sekaligus takjub melihat ketegasan Long Wei yang tidak termakan rayuan permaisuri licik itu.

"Tuan..." panggil Yang Chi lirih, suaranya masih agak bergetar.

Long Wei menoleh ke arah Yang Chi, sorot matanya yang tajam seketika melunak. Ia menarik rantai borgol Yang Nan agar wanita itu tidak bisa bergerak bebas, lalu ia melangkah mendekati Yang Chi.

"Jangan takut lagi, Xiao Xi," ucap Long Wei dengan suara rendah yang menenangkan. "Aku sudah bilang, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu, termasuk wanita yang dulu pernah kucintai ini."

Yang Nan yang mendengar pembelaan itu langsung berteriak histeris, "Long Wei! Kau benar-benar sudah buta! Kau lebih memilih melindungi wanita yang sudah menghunuskan pedang padaku?!"

Long Wei tidak memedulikan teriakan itu. Ia justru menggenggam tangan Yang Chi dengan sangat erat. "Aku lebih percaya pada apa yang kulihat sekarang daripada masa lalu yang penuh kebohongan. Ayo, kita bawa wanita ini kembali ke istana."

Yang Chi mengangguk pelan, ia merasa sangat aman di samping Long Wei. "Terima kasih, Tuan Kaisar... Saya kira Tuan bakal benar-benar ninggalin saya tadi."

Long Wei menarik Yang Chi mendekat, berbisik tepat di telinganya hingga membuat Yang Chi merasa canggung lagi. "Aku tidak akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku, Xiao Xi."

1
Fatur Fatur
thor bikin adegan romantis thor bikin adegan dia pas namnya pulih bikin dia kabur dari istana itu bikin kaisar kejar dia thor
Fatur Fatur
cepat update lagi thor cerita seru
Nur Sabrina Rasmah: like aja kagak /Sob/🙏🙏🙏🤣, bercanda
total 1 replies
Fatur Fatur
cepat bersihkan nama mcnya thor bikin kaisar itu jatuh cinta pada mcnya bikin mcnya pergi dari istana kaisar itu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!