NovelToon NovelToon
Suicidal Project

Suicidal Project

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kencan Online / Tamat
Popularitas:268
Nilai: 5
Nama Author: lilbonpcs

Buku ini gua tulis sebagai perwujudan eksistensional gua di dunia ini. Karena gua pikir, sebelum gua mati, gua harus ninggalin sesuatu. Untuk bilang ke orang² yang baca buku gua ini: "Ini gua pernah hidup di dunia, dan gua juga punya cerita." Pada dasarnya, buku ini berisi rangkuman hal² penting yang terjadi dalam hidup gua, yang coba gua ingat² kembali, gua gali kembali, di tengah kondisi gua yang sulit mengingat segala hal yang rumit. Juga, kalau² kelak nanti gua lupa dengan semua hal yang tertulis di buku ini, dan gua baca ulang, terus gua bisa bilang: "Oh... ternyata gua pernah begini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilbonpcs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Epiloque

Saat ini gua bisa nerima keadaan gua dengan sepenuhnya. Enggak ada lagi drama² bundir dan nyalahin diri sendiri. Gua pikir, dari semua pengalaman hidup gua yang tertulis di buku ini. Enggak ada satupun kisah yang pantas untuk gua sesali.

Gua juga akan terima kalau ada orang yang ngatain gua: "Pria paruh baya yang belum jadi apa², gagal dalam dinamika romansa, gagal pula dalam finansial, dan gagal pula dalam sosial."

Yup, gua akan terima, gua enggak akan sangkal atau pun membantahnya habis²an. Gua enggak akan nyalahin diri gua sendir atas fakta itu, atau bahkan depresi, enggak akan. Karena semua itu adalah fakta, dan bagian dari diri gua.

Malahan gua bersyukur... karena gua cukup beruntung, sebagai manusia mengalami banyak sekali petualangan seperti itu. Petualangan yang pada akhirnya mendewasakan sisi mental dan spiritual gua, yaaa... meskipun soal finansial, gua belum bisa disebut dewasa... wkwkwk. Tapi yaudah lah ya, gua akan terus berjalan maju.

Lagian, kalau gua pikir² lagi, ada satu kisah yang terlewat dari semua kisah yang gua tulis di buku ini. Kalau gua yang baru mengalami semua kepaitan yang gua ceritain di buku ini aja beberapa kali berpikir nyerah, betapa lemahnya gua sebagai cowok. Karena ada satu orang yang gua kenal, yang bahkan kisah hidupnya lebih berat dari apa yang gua alamin... sebutlah namanya Mas Albert.

Jadi, kejadiannya kira² pas gua masih deket sama Inah. Kebetulan gua lagi main facebook, ketemu lah gua sama satu akun random, dia posting foto gerobak barang bekas di pinggir jalan, dengan tulisan² rohani Katolik tertera di grobak itu, tulisannya yang tampak saat itu "Berkah Dalem" dan "Pace e Bene" kata² yang jelas hanya bisa dipahami oleh orang Katolik.

Gua lihat, dia posting hal² yang lumayan kocak, dan ada sisi religiusnya juga. Gua sengaja DM, lalu ngobrol lah gua dan kenalan. Awalnya, gua kira Mas Albert ini hanya tukang barang bekas biasa. Ya semacam orang yang kerja buat ngambilin barang bekas dari sampah gitu lah, terus dia jual. Rupanya jauh lebih gelap dari yang gua kira. Mas Albert ini rupanya dia seorang tunawisma alias glandangan yang tinggal di kota gua.

Di situ gua kaget, sekaligus tertarik...

Gua sengaja samperin ke tempat biasa dia nongkrong. Tapi enggak langsung ketemu sama orangnya. Gua kasih dia beberapa bungkus makanan di gerobak dia, terus pergi. Gua lakuin gitu terus sampai beberapa kali. Sampai akhirnya gua beneran ketemu sama dia.

Mas Albert itu orangnya cukup humoris dan kocak, padahal keadaan dia jauh lebih menderita dari gua. Waktu itu finansial gua masih aman, print on demand gua masih jalan, gua juga masih ngojol. Sering banget gua kirim beras ke dia, seminggu sekali biasanya.

Nah, gua mau ceritain secara khusus latar belakang dari Mas Albert dan kisah hidupnya secara singkat. Begini ceritanya...

Namanya Mas Albert, ini nama baptis dia... hehe, nama asli... wkwk. Untuk satu orang ini, gua sengaja enggak sensor nama dia. Biar orang² pada kenal sama dia.

Dia itu umurnya kira² seusia lah sama gua, cuman wajahnya jauh keliatan lebih muda dari usianya, beda sama gua yang wajahnya keliatan 20 tahun lebih tua dari usia asli gua... hahaha. Nah, dia itu lahir di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dari keluarga Islam super taat yang kaya raya. Kenapa gua sebut super taat?

Karena keluarga dia itu lumayan dekat dengan tokoh Kyai nyentrik yang cukup terkenal di Indonesia, yang yaaa... mencetak banyak sekali teroris di Indonesia. Intinya, keluarga dia beneran taat. Nah, sayangnya kedua orangtuanya meninggal pas dia masih kecil. Terus Mas Albert ini diasuh oleh paman-bibinya di kota Surakarta atau Solo. Nah, paman-bibinya ini juga sama kaya rayanya, ya namanya juga keluarga kaya ye kan...

Terus, singkat cerita, karena pengalaman rohani yang enggak bisa gua tulisin di sini, Mas Albert diam² mutusin buat pindah agama jadi Katolik. Nah dia ikut pelajaran katekumen di gereja yang cukup terkenal di kota Surakarta. Tapi, dia masih rahasiain dari keluarganya.

Singkat cerita, kemudian keluarganya itu tahu kalau Mas Albert itu pindah agama jadi Katolik. Terus dia dimarahin dong, nah sama paman-bibinya dia disuruh milih: "Kembali jadi Islam atau diusir dari rumah."

Karena Mas Albert enggak mau ninggalin iman Katoliknya, dia milih diusir dari rumah. Nah, Mas Albert kemudian jadi gelandangan alias tunawisma sejak itu sampe sekarang. Nah, dia itu pernah pindah² kota, dari Klaten, Magelang, Semarang, terus Jakarta dan terakhir di kota gua.

Di Jakarta ini Mas Albert kenal dengan spiritualitas fransiskan, itu tuh spiritualitas Katolik yang diajarin oleh Santo Fransiskus Asisi, yang singkatnya ngajarin umat Katolik buat hidup dalam kemiskinan total, meninggalkan semua kekayaan demi hidup bergantung sepenuhnya pada God's Will.

Keren kan...

Nah melalui Mas Albert ini juga gua kenal dengan spiritualitas fransiskan... wkwkwk, yang kalau dilihat bertolak belakang banget sama kepribadian gua yang cinta uang... hahaha.

Di kota gua, Mas Albert ini deket sama biara suster² Santa Klara, nah bisa dibilang dia di tampung gitu lah sama suster² di sana. Tapi ya enggak sepemuhnya di tampung sih, maksudnya tuh dia yang beneran deket gitu... dia juga deket sama imam² Katolik dari ordo fransiskan, yang deket alias sodaraan gitu lah sama suster² ordo klaris.

Nah intinya gitu lah...

Pokoknya penderitaan yang gua alamin itu belum seberapa dibanding Mas Albert dan gua udah ngeluh bahkan depresi, sementara Mas Albert beneran masih bisa ketawa ketiwi dengan semua beban penderitaan yang dia punya. Malu beud gua harusnya anjir...

Mas Albert ini ngebawa gua ke alam spiritual seorang fransiskan. Dimana mereka itu orang² yang menghidupi kemiskinan bukan sebagai kutukan, tapi sebagai pilihan dan anugrah. Ini beda banget dengan pemikiran gua, yang berpikir kalau kemiskinan itu kutukan dan ngebuat gua jadi cinta uang.

Kalau gua pikir lagi, dari semua hal yang ngebuat gua depresi, gua selalu lupa kalau gua ini juga seorang fransiskan, sekalipun spiritualitas gua masih cetek...

Ya... enggak ada yang salah dengan kecintaan gua sama uang, selama dalam batasan enggak lebih besar dari cinta gua pada Tuhan. Dan soal kemiskinan total, gua mikirnya gini, seorang yang beneran bisa mencapai kemiskinan total, itu karena dia pernah berada di titik kekayaan. Nah, masalahnya gua belum pernah sampai di titik kekayaan.

Jadi gua pikir, gua harus jadi kaya dulu, biar gua bisa menjadi miskin. Gini maksud gua, kemiskinan total yang dimaksud dalam spiritualitas fransiskan itu bukan kesederhanaan hidup, tapi kemiskinan yang muncul karena kita meninggalkan semua kekayaan yang kita punya, demi hidup di dalam Tuhan. Ini yang dimaksud dengan kemiskinan total. Artinya, orang yang sejak lahir miskin kek gua, ya enggak bisa sampai ke kemiskinan total, karena sejak lahir gua enggak ada kekayaan yang bisa gua serahin ke Tuhan, biar gua bisa hidup sepenuhnya di dalam Dia. Jadi, sekarang yang gua pikirin, gua harus jadi kaya, agar gua bisa mencapai kemiskinan total. Jadi, harusnya sejak awal, gua enggak boleh nyerah sama hidup gua sendiri. Karena gua belum menjadi kaya, gua belum bisa menapaki jalan kemiskinan total seorang fransiskan awam.

Yah... pada akhirnya, buku memoar gua ini berakhir di sini, ada banyak cerita dalam hidup gua yang mungkin gua lupa tulis, ya karena sejak awal gua udah bilang kalau gua pelupa. But pada akhirnya, lewat memoar gua ini, gua pengen bilang ke orang², jangan nyerah sama hidup yang lu punya, sekalipun lu belum punya tujuan buat tetep bertahan hidup, seenggaknya... hiduplah lebih lama untuk menemukan tujuan lu hidup.

Kayak gua, yang memilih untuk menjadi kaya agar gua bisa menapaki jalan kemiskinan total... salam dari gua Boni, pace e bene fratele e sorele.

1
lilbonpcs
ehek
DavidTri
ini beneran kisah nyata atau cuma cerita di buat² bang? Walaupun gitu tetap semangat bang, bahkan Kita harus membayangkan Sisyphus bahagia. Sisyphus tahu hidupnya absurd mendorong batu ke puncak gunung, jatuh lagi, diulang selamanya.

Tidak ada tujuan akhir disana. Tidak ada hadiah menanti. Tapi justru saat dia menyadari absurditas itu dan tetap memilih untuk mendorong batu, di situlah kebebasannya muncul.

Bahkan dalam penderitaan, Sisyphus bahagia
bukan karena penderitaannya menyenangkan,
melainkan karena penderitaan itu tidak lagi menguasainya🔥
lilbonpcs: cerita nyata 😄 makasih loh dah komen,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!