Kisah putri Prince Richard Carrington dan Princess Alisha Léopold
Zayn selalu percaya cerita Putri dan Kacang Polong untuk mencari putri yang tulus tapi tidak percaya gadis-gadis jaman sekarang. Akhirnya dia memakai sayembara mencari pasangannya. Naasnya saat dia sudah mengadakan sayembara, Zayn kecelakaan. Di hari H nya, semua princess yang diundang langsung menatap sinis ke Zayn. Kecuali Anette Carrington. Princess Inggris dan Belgia itu pun menerima lamaran Zayn.
Dari merasa iba, Anette dan Zayn jatuh cinta. Namun hubungan mereka terancam saat rahasia besar Zayn mulai terungkap. Bagaimana sikap Anette ke suaminya?
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zayn di Bahrain
Manama Bahrain
Zayn tiba di jalur VIP bandara internasional Manama Bahrain bersama dengan Farouk dan Habas menggunakan pesawat pribadi yang kecil atau Very Light Jet. Perjalanan dari Abu Dhabi ke Manama membutuhkan waktu satu jam lima belas menit waktu tebang.
Pesawat jet pribadi kecil, terutama kategori Very Light Jet ( VLJ ), adalah jet pribadi terkecil berkapasitas 4-7 penumpang, ideal untuk perjalanan jarak pendek ( kurang dari 3 jam ) dan landasan pacu pendek. VLJ populer seperti HondaJet, Embraer Phenom 100, dan Cessna Citation Mustang menawarkan efisiensi bahan bakar dan biaya operasional lebih rendah.
Maximilian sudah berdiri disana bersama dengan dua pengawalnya. Zayn terpaksa harus menggunakan tongkat untuk turun dari pesawat dengan dibantu dua pengawalnya. Kursi roda Zayn sudah disiapkan di bawah.
"Maxi ...." Zayn tersenyum sambil duduk di kursi rodanya.
"Zayn. Ayo, kita ke istana," ajak Maximilian.
Zayn menjalankan kursi rodanya dan melihat wajah judes Maximilian.
"Kamu ... Marah?" tanya Zayn.
"Menurut kamu?" balas Maxi jutek. Sheikh Maximilian Al Khalifa yang biasa dipanggil Mini Malik itu, tampak geram karena Zayn membuat saudara perempuannya bersedih. Semua kaum pria di keluarga Pratomo adalah pelindung kaum wanitanya meskipun mereka bisa membela diri.
"Maafkan aku Maxi ...."
Maximilian menghela nafas panjang. "Yang penting kamu sekarang fokus kesembuhan kamu. Umi sudah persiapan program kesembuhan kamu."
Zayn mengangguk. "Iya Maxi."
Mereka pun masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan Maximilian. Rombongan pun pergi menuju istana Al Khalifa.
***
Dubai
Richard Carrington datang bersama dengan Alisha Léopold ke Dubai setelah menyelesaikan semua tugas yang tidak bisa di reschedule untuk menemui putrinya. Anette tersenyum senang melihat kedua orangtuanya. Meskipun di Dubai Anette bersama dengan keluarga dari pihak ibunya, tapi tetap saja, kehadiran kedua orang tuanya membuatnya jauh lebih aman dan nyaman.
Alisha memeluk erat putri bungsunya saat mereka bertemu sementara Gasendra, opanya, menatap tajam ke Richard.
"Kalau tidak ingat masih ada hubungan politik, Opa sudah tendang pantat tetangga satu itu!" geram Gasendra Al Jordan Schumacher.
"Daddy, ingat ... Habis operasi jantung," senyum Ghazantar, putranya yang sekarang memegang kepemimpinan istana Al Jordan.
"Oom Sendra, aku dan Alisha sudah melarang Anette tapi Anette kan suka tantangan. Semakin ditantang semakin penasaran," ucap Richard. "Aku tahu kami salah tidak menyelidiki lebih dalam ... Ini murni salah kami."
"Sudah kejadian Rich! Untung Anette memilih pergi dan untung ada Gami di Abu Dhabi jadi bisa dibawa kemari," timpal Gemma, istri Gasendra.
"Dimana Gami sekarang?" tanya Richard.
"Kamu tidak akan mau tahu!" jawab ketiga anggota keluarga Al Jordan Schumacher.
***
Kamar Anette
"Jadi kalian belum ngapa-ngapain?" tanya Alisha lembut. Satu sisi, Alisha bersyukur putrinya kuat dan belum unboxing yang berarti tidak mungkin hamil. Sementara sisi lain, Alisha takut Anette akan down karena akan menjadi janda.
"Gimana mau ngapa-ngapain, Mommy. Zayn begitu kondisinya," jawab Anette.
"Lalu? Kamu mau kembali ke Inggris atau bagaimana. Mommy sih inginnya kamu kembali ke Inggris. Bukan apa-apa, lebih baik kamu bersama kami bukan?" Alisha mengelus pipi Anette.
"Bukankah di Inggris sudah ramai berita aku adalah korban sayembara Abu Dhabi?" senyum Anette miris.
"Maafkan kami Anette. Mommy dan Daddy tidak bisa melindungi kamu," bisik Alisha. "Kami ...."
"Mom! Ini bukan kesalahan Mommy dan Daddy! Aku yang ingin! Aku juga jatuh cinta dengan Zayn! Selama kami menikah, Zayn benar-benar pria yang pantas diidamkan! Kesalahannya adalah dia tidak jujur dari awal! Itu yang membuat aku kecewa! Dia jujur soal kehidupannya di Amerika, dan aku tahu soal itu, tapi tidak hubungannya dengan Aisyah! Fatalnya disitu! Kalau Zayn jujur soal Aisyah, aku kan jadi bisa meminta Zayn pergi dari istana!" potong Anette.
"Iya. Zayn antara salah nggak salah. Salah karena tidak bilang kalau Aisyah mantan pacarnya. Tidak salah karena baginya, sudah selesai ya sudah. Buktinya selama ini dia juga tidak ada skandal dengan iparnya," gumam Alisha. "Apa selama kamu disana, kamu tidak melihat bahasa tubuh mereka?"
"Selama aku disana, dari sisi Zayn memang terlihat dia menghormati Aisyah seperti kakak iparnya. Tapi aku lebih fokus bully-an Aisyah. Bayangkan mommy, aku yang putri dari dua kerajaan ... Dibully! Tidak tahu bagaimana kalau misalnya, istri Zayn bukan aku tapi gadis biasa. Bisa duda berapa kali tuh sih Zayn!" sungut Anette.
"Tinggal disana, membuat kamu berubah menjadi keras ya, Net?" senyum Alisha.
"Oh Mommy, ternyata selama ini gen Léopold tertidur di dalam diriku karena lebih kuat gen Carrington dan Hadiyanto yang kalem ...."
Alisha tertawa lalu memeluk Anette. "Mommy dan Daddy menyerahkan semua keputusan padamu. Apapun itu, kami mendukung kamu, karena kamu yang menjalani dan kamu tahu apa yang terbaik untuk dirimu sendiri. Ingat Anette, kamu berhak berbahagia. Mommy tahu selama menikah kemaren, kamu terlihat bahagia dengan Zayn. Kalian saling mencintai tapi dalam pernikahan, kejujuran dan komunikasi itu utama. Jujur menyakitkan tapi membuat semuanya bisa berjalan dengan baik. Jujur atas kesalahan, berarti harus siap dengan konsekuensinya."
"Terima kasih Mommy. Tapi aku tidak mau ke Inggris," ucap Anette sambil melepaskan pelukannya ke sang ibu.
"Mau kemana? Indramayu? Tokyo? Penang? Kingaroy? New York? Milan?"
"Glasgow," jawab Anette.
"Glasgow? Ke Oom Gavin dan Tante Ashley?" tanya Alisha bingung.
"Tidak Mommy. Rumah liburan kita disana. Aku ingin menyepi disana. Ya dekat dengan Tante Ash dan Opa Jayde sih ...."
Alisha mengangguk. "Apa yang hendak kamu lakukan disana?"
"Menulis buku cerita anak-anak."
***
Sementara itu di ruang tengah
"Maafkan saya, Emir Schumacher. Ada Sheikh Muhammad bin Abdul Azis hendak bertemu dengan Prince Richard Carrington," lapor asisten Ghazantar.
Semua orang menoleh ke Richard.
"Apakah Muhammad tahu kamu disini?" tanya Gasendra.
"Tahu Oom. Sengaja aku minta kemari. Karena kalau di Inggris, beritanya makin ngawur!" jawab Richard Carrington kalem.
"Aku benci paparazi Inggris!" gerutu Gasendra.
***
Istana Al Khalifa Manama Bahrain
Maximilian masuk bersama dengan Zayn saat mereka berpapasan dengan adik Maxi, Mahreen yang dikawal oleh seorang pria berwajah dingin.
"Oh, akhirnya kemari juga, kak Zayn. Setelah ditinggal mbak Anette, baru kerasa ya!" sindir Mahreen sambil bersedekap dan wajahnya tampak judes.
"Sudahlah Mazinger, kasihan ada yang galau!" kekeh Maximilian.
Mahreen mendengus. "Awas kalau kamu tidak bisa jalan setelah diterapi Umi! Jangan buang-buang waktu! Karena bisa saja mbak Anette melayangkan surat cerai ke kamu, kak Zayn!"
Zayn menelan salivanya dengan wajah panik. "Aku tidak akan pernah menalak Anette!" jawabnya.
"Kita lihat saja nanti! Ayo Colin, kita nonton konser musik saja!" ajak Mahreen sambil mengedikkan dagunya ke pengawalnya.
"Baik Princess," jawab Colin dingin.
"Jangan malam-malam pulangnya! Abi bisa ngomel dan uang jajan kamu ditahan nanti!" seru Maximilian.
"Itu kan elu!" balas Mahreen tanpa menoleh.
Keduanya pun pergi meninggalkan Maximilian dan Zayn.
"Apa benar kamu tidak menalak Anette?" tanya Maximilian yang sebaya dengan sepupunya itu.
"Tidak! Tidak akan pernah!" jawab Zayn tegas.
***
Visual Mahreen dan Colin. Upcoming novelnya.
***
Yuhuuuu up pagi yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu