NovelToon NovelToon
Rinkarnasi Seorang Gadis Ke Dunia Fantasi

Rinkarnasi Seorang Gadis Ke Dunia Fantasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Reinkarnasi
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: Tina Pramita

*Rinkarnasi Seorang Gadis ke Dunia Fantasi*

Elin, seorang gadis biasa dari dunia nyata, mengalami kecelakaan dan meninggal. Namun, dia tidak benar-benar mati. Dia dirinkarnasi ke dunia fantasi yang penuh dengan sihir dan keajaiban.

Di dunia baru ini, Elin bertemu dengan Lilian , seorang penyihir yang kuat, yang memberitahu bahwa dia memiliki kekuatan sihir yang tidak dia ketahui. Elin harus menggunakan kekuatan itu untuk menyelamatkan dunia dari kekuatan kegelapan yang mengancam.

Dengan bantuan Lilian, Elin memulai perjalanan sebagai seorang penyihir muda, menghadapi tantangan dan musuh yang kuat, dan menemukan kekuatan yang tidak dia ketahui. Akan kah Elin berhasil menyelamatkan dunia fantasi dan menemukan kebahagiaan di dunia baru ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Pramita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Akira dan Liana berdiri di depan makam orang tua mereka, air mata mengalir di wajah mereka. Mereka masih tidak bisa percaya bahwa orang tua mereka telah tiada, dibunuh oleh tangan jahat.

"Kami akan membalas dendam," kata Akira dengan suara yang penuh emosi. "Kami akan menemukan siapa yang melakukan ini, dan kami akan membuat mereka membayar."

Liana mengangguk, dan dia mengeluarkan sebuah foto dari saku bajunya. Foto itu menunjukkan wajah orang tua mereka yang tersenyum bahagia.

"Aku tidak bisa melupakan wajah mereka," kata Liana dengan suara yang bergetar. "Aku akan membuat orang yang melakukan ini membayar dengan nyawa mereka."

Tiba-tiba, sebuah suara terdengar di belakang mereka. "Kalian ingin tahu siapa yang membunuh orang tua kalian?" kata suara itu.

Akira dan Liana berbalik, dan mereka melihat seorang pria yang berdiri di depan mereka. Pria itu memiliki wajah yang dingin dan mata yang tajam.

"Siapa kamu?" tanya Akira dengan suara yang keras.

"Aku adalah orang yang membunuh orang tua kalian," kata pria itu dengan suara yang tenang. "Dan aku akan membunuh kalian juga."

Akira dan Liana siap untuk bertarung, tapi pria itu menghilang dalam sekejap. Mereka berdua saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus menemukan pria itu dan membalas dendam.

Tiba-tiba, sebuah surat muncul di depan mereka. Surat itu berisi pesan yang membuat Akira dan Liana terkejut.

"Kalian akan bertemu dengan aku di tempat yang telah ditentukan," kata surat itu. "Aku akan memberitahu kalian siapa yang sebenarnya membunuh orang tua kalian."

Akira dan Liana saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus pergi ke tempat itu. Mereka siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang, dan mereka akan membalas dendam atas kematian orang tua mereka.

Akira dan Liana pergi ke tempat yang telah ditentukan, hati mereka dipenuhi dengan emosi yang berkecamuk. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi mereka siap untuk menghadapi apa pun.

Ketika mereka tiba di tempat itu, mereka melihat sebuah bangunan tua yang terbengkalai. Pintu bangunan itu terbuka, dan seorang pria muncul di depan mereka.

"Kalian telah datang," kata pria itu dengan suara yang tenang. "Aku telah menunggu kalian."

Akira dan Liana siap untuk bertarung, tapi pria itu mengangkat tangannya. "Tunggu," katanya. "Aku bukan orang yang membunuh orang tua kalian. Aku di sini untuk membantu kalian."

Pria itu mengeluarkan sebuah dokumen dari saku bajunya. "Ini adalah bukti bahwa orang tua kalian dibunuh oleh seseorang yang sangat kuat," katanya. "Seseorang yang ingin menghancurkan kalian berdua."

Akira dan Liana saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus percaya pada pria itu. "Siapa kamu?" tanya Akira.

"Aku adalah agen rahasia," kata pria itu. "Aku telah menyelidiki kasus ini selama bertahun-tahun. Aku tahu siapa yang membunuh orang tua kalian, dan aku akan membantu kalian membalas dendam."

Pria itu mengeluarkan sebuah foto dari saku bajunya. "Lihat ini," katanya.

Akira dan Liana melihat foto itu, dan mereka terkejut. Foto itu menunjukkan wajah seseorang yang sangat dekat dengan mereka...

Akira dan Liana melihat foto itu dengan mata yang terbelalak. Mereka tidak bisa percaya apa yang mereka lihat.

"Kael?" kata Akira dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Liana mengangguk, dan dia melihat foto itu lagi. "Tapi... tapi itu tidak mungkin," katanya. "Kael adalah teman kita."

Agen rahasia itu mengangguk. "Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi itu adalah kebenaran. Kael adalah orang yang membunuh orang tua kalian."

Akira dan Liana merasa seperti disambar petir. Mereka tidak bisa percaya bahwa Kael, teman mereka, bisa melakukan sesuatu yang begitu kejam.

"Kenapa?" tanya Akira dengan suara yang keras. "Kenapa Kael melakukan ini?"

Agen rahasia itu menggelakkan kepalanya. "Aku tidak tahu, tapi aku yakin Kael memiliki motif yang kuat untuk melakukan ini. Aku telah menyelidiki Kael, dan aku menemukan bahwa dia memiliki hubungan dengan organisasi rahasia yang sangat kuat."

Liana mengangkat kepalanya. "Kita harus menghentikan Kael," katanya. "Kita harus membalas dendam atas kematian orang tua kita."

Akira mengangguk, dan dia siap untuk bertarung. "Kita akan menemui Kael, dan kita akan membuatnya membayar atas kejahatannya."

Agen rahasia itu mengangguk. "Aku akan membantu kalian. Tapi, kita harus berhati-hati. Kael tidak akan menyerah tanpa perlawanan."

Akira dan Liana siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang. Mereka akan membalas dendam atas kematian orang tua mereka, dan mereka tidak akan berhenti sampai Kael membayar atas kejahatannya.

Akira dan Liana berdiri di depan Kael, yang sekarang berubah menjadi sosok yang sangat berbeda. Matanya berubah menjadi merah, dan kulitnya menjadi hitam seperti arang.

"Kalian tidak bisa menghentikan aku," kata Kael dengan suara yang tidak seperti dirinya sendiri. "Aku telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya."

Akira dan Liana siap untuk bertarung, tapi Kael mengangkat tangannya dan mengeluarkan sebuah bola api yang sangat besar. Akira dan Liana harus menggunakan kemampuan mereka untuk menghindar.

Liana menggunakan kemampuan airnya untuk menciptakan sebuah gelombang air yang sangat besar, dan Akira menggunakan kemampuan apinya untuk menciptakan sebuah perisai api yang sangat kuat.

Kael tertawa, dan dia mengeluarkan sebuah mantra yang sangat kuat. "Kalian tidak bisa mengalahkan aku!" katanya.

Tiba-tiba, sebuah cahaya putih muncul di belakang Kael, dan sebuah sosok yang sangat kuat muncul. "Aku tidak akan membiarkanmu melakukan ini, Kael," kata sosok itu.

Kael berbalik, dan dia melihat sosok itu dengan mata yang terbelalak. "Tidak... tidak mungkin," katanya.

Sosok itu adalah Arisia, penjaga cahaya. "Aku telah menunggu lama untuk menghentikanmu, Kael," katanya. "Kamu telah menjadi terlalu kuat, dan aku harus menghentikanmu sebelum kamu menghancurkan dunia."

Arisia mengangkat tangannya, dan sebuah cahaya putih yang sangat kuat keluar dari tangannya. Kael mencoba untuk menghindar, tapi cahaya itu terlalu kuat. Kael terjatuh ke tanah, dan Arisia berdiri di atasnya.

"Kamu telah dikalahkan, Kael," kata Arisia. "Akira dan Liana, kalian telah membalas dendam atas kematian orang tua kalian."

Akira dan Liana mendekati Kael, dan mereka melihatnya dengan mata yang penuh emosi. "Kenapa, Kael?" tanya Akira. "Kenapa kamu melakukan ini?"

Kael melihat Akira dan Liana dengan mata yang penuh penyesalan. "Aku... aku tidak tahu," katanya. "Aku hanya ingin menjadi lebih kuat..."

Akira dan Liana saling menatap, dan mereka tahu bahwa Kael telah berubah. Mereka memutuskan untuk memaafkan Kael, dan membantunya untuk kembali ke jalan yang benar.

Akira dan Liana memutuskan untuk memaafkan Kael dan membantunya untuk kembali ke jalan yang benar. Mereka membawa Kael ke tempat yang aman, dan Arisia menggunakan kemampuan penyembuhannya untuk menyembuhkan luka-luka Kael.

Setelah beberapa waktu, Kael mulai sadar dan mengingat apa yang telah terjadi. Dia merasa sangat penyesalan dan malu atas apa yang telah dia lakukan.

"Aku tidak tahu apa yang telah terjadi pada aku," kata Kael dengan suara yang lemah. "Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengendalikan aku."

Akira dan Liana saling menatap, dan mereka tahu bahwa Kael masih memiliki masalah yang harus diatasi. "Kita akan membantu kamu, Kael," kata Akira. "Kita akan menemukan cara untuk menghancurkan kekuatan yang mengendalikan kamu."

Kael mengangguk, dan dia merasa sedikit harapan. Tiba-tiba, Arisia muncul di depan mereka. "Aku telah menemukan sesuatu," katanya. "Kekuatan yang mengendalikan Kael berasal dari sebuah sumber yang sangat kuat. Aku tidak tahu apa itu, tapi aku tahu bahwa kita harus menghentikannya sebelum terlambat."

Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus bekerja sama untuk menghentikan kekuatan itu. "Kita akan melakukannya," kata Akira. "Kita akan menghancurkan kekuatan itu dan membebaskan Kael."

Mereka berempat berangkat untuk menghadapi kekuatan yang mengendalikan Kael. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi mereka siap untuk menghadapi apa pun.

Tiba-tiba, mereka mendengar sebuah suara yang sangat keras. "Kalian tidak bisa menghentikan aku," kata suara itu. "Aku adalah penguasa kegelapan, dan aku akan menghancurkan kalian semua!"

Akira, Liana, Kael, dan Arisia berdiri di depan sebuah gua yang gelap dan menakutkan. Suara penguasa kegelapan itu terdengar dari dalam gua, membuat mereka semua merasa tidak nyaman.

"Kita harus berhati-hati," kata Arisia. "Penguasa kegelapan itu sangat kuat, dan kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi di dalam sana."

Akira, Liana, dan Kael mengangguk, dan mereka semua memasuki gua itu. Di dalam, mereka melihat sebuah sosok yang sangat menakutkan. Sosok itu memiliki mata yang merah, kulit yang hitam, dan sayap yang sangat besar.

"Kalian tidak bisa menghentikan aku," kata penguasa kegelapan itu. "Aku akan menghancurkan kalian semua, dan aku akan menjadi penguasa dunia ini."

Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, tapi Arisia mengangkat tangannya. "Tunggu," katanya. "Aku tahu siapa kamu. Kamu adalah..."

Arisia berhenti sejenak, dan dia melihat penguasa kegelapan itu dengan mata yang sangat tajam. "Kamu adalah Malakai, saudara ku," kata Arisia.

Malakai tertawa, dan dia mengangguk. "Aku memang saudara mu, Arisia," katanya. "Dan aku akan menghancurkan kamu dan semua yang kamu cintai."

Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus menghentikan Malakai sebelum terlambat. Tapi, bagaimana mereka bisa menghentikan saudara Arisia sendiri?

Arisia berdiri di depan Malakai, saudara kandungnya sendiri. Dia merasa konflik di dalam hatinya, karena dia tidak ingin melukai saudara kandungnya sendiri, tapi dia juga tidak bisa membiarkan Malakai menghancurkan dunia.

"Malakai, berhenti," kata Arisia dengan suara yang lembut. "Kamu tidak perlu melakukan ini. Aku tahu kamu tidak jahat di dalam hati."

Malakai tertawa, dan dia menggelakkan kepalanya. "Kamu tidak tahu apa-apa, Arisia," katanya. "Aku telah melihat kebenaran, dan aku tahu bahwa kekuatan adalah satu-satunya hal yang penting di dunia ini."

Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, tapi Arisia mengangkat tangannya lagi. "Tunggu," katanya. "Aku akan mencoba berbicara dengan dia."

Arisia mendekati Malakai, dan dia meletakkan tangannya di bahu saudara kandungnya itu. "Malakai, aku tahu kamu masih ada di sana," katanya. "Kamu tidak perlu menjadi seperti ini. Aku akan membantu kamu."

Malakai melihat Arisia dengan mata yang merah, tapi Arisia bisa melihat sedikit kebaikan di dalam matanya. Tiba-tiba, Malakai mengangkat tangannya, dan dia mengeluarkan sebuah mantra yang sangat kuat.

Arisia mencoba untuk menghentikannya, tapi Malakai terlalu kuat. Akira, Liana, dan Kael harus campur tangan untuk melindungi Arisia.

"Kalian tidak bisa menghentikan aku!" kata Malakai dengan suara yang keras. "Aku akan menghancurkan kalian semua!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!